Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 20 Kabur


__ADS_3

Sendari tadi Bunga terus mondar mandir di kamar.


Keringat dingin mulai keluar dengan perasaan takut, cemas, gugup bercampur jadi satu.


Hati Bunga sangat resah dan gelisah karena hari ini di mana hari calon suaminya akan datang kerumah.


Rasanya Bunga belum siap untuk semua itu. Apa yang harus Bunga lakukan kenapa hatinya semakin tegang.


Bahkan Bunga tak nyaman untuk duduk pikirannya sudah melayang yang tidak-tidak. Bunga terlalu parno dengan mimpi buruk itu seolah kejadian di mimpinya akan terjadi hari ini.


"Aku harus kabur!"


Gumam Bunga bertekad karena belum siap untuk semuanya.


Cklek ...


Bunga keluar dari kamar sambil membawa ponsel dia menuruni anak tangga guna melihat situasi di bawah.


Ternyata sang mama dan sang ayah sedang sibuk mempersiapkan sesuatu di meja makan.


"Hay ma, ayah!"


"Kok turun sayang, sudah gak sabar nunggu calon suami ya!"


Goda Jelita membuat Bunga tersenyum kaku.


Plak ...


Jelita memukul tangan Bunga yang ingin mencomot kue.


"Buat nanti!"


"Pelit amat!"


"Kalau mau ada di dapur!"


"Maunya yang ini!"


Rengek Bunga membuat Jelita menatap tajam. Dengan wajah lesu Bunga dengan santai berjalan meninggalkan meja makan.


Bunga celingak-celinguk menerobos keluar karena Bunga harus segera pergi. Abang gojek sudah datang di luar.


"Eh non, mau kemana?"


Tanya mang Sup membuat Bunga sedikit terkejut.


"Emm, an-anu mau ngambil pesanan tuh sudah datang!"


Gugup Bunga sambil menunjuk Abang gojek membuat mang Sup dengan bodohnya malah mengangguk. Mang Sup tak menaruh curiga sama sekali dengan gelagat nona mudanya.


Bunga sedikit bernafas lega karena mang Sup tak bertanya lagi. Bunga dengan cepat berjalan membuka gerbang karena takut Tante Raya keburu datang.


"Bang jalan!"


Panik Bunga karena takut ketahuan, Abang ojol langsung menjalankan motornya dengan mobil Tante Raya memasuki gerbang.


Jelita dan Aldi menyambut kedatangan calon besannya dengan senyum bahagia.


"Raja nya mana?"


Tanya Jelita karena tak melihat Raja di antara mereka.


"Raja pakai mobilnya sendiri, seperti nya sebentar lagi datang!"


"Oh!"


"Ayo masuk!"


Aldi mendengus kesal karena sang istri malah meninggalkan dia.


"Mba Kus, tolong panggil Bunga untuk turun!"


Mba Kus langsung menuju lantai atas di mana kamar nona mudanya berada. Mba Kus menyerngit bingung melihat kamar nona mudanya terbuka.


"Non, di Bangil nyonya untuk turun!"


Tak ada sahutan dari dalam membuat mba Kus memberanikan diri mendorong pintu supaya terbuka lebar.


"Non,"


Panggil mba Kus lagi-lagi tak ada sahutan.

__ADS_1


Kosong!


Bunga tak ada di kamar membuat mba Kus panik. Mba Kus segera turun ke bawah guna memberi tahu nona mudanya.


"Maaf nyonya, tuan. Non Bunga tak ada di kamar!"


"Apa!"


Pekik mereka semua terkejut bagaimana mungkin Bunga tak ada. Pasalnya baru tadi Bunga di sini menyapa Jelita dan Aldi bagaimana mungkin sekarang Bunga tak ada.


"Jangan bohong mba!"


"Beneran gak ada nyonya!"


"Ayah!"


Lilir Jelita memegang dadanya yang terasa sesak. Kemana Bunga pergi bukankah tadi masih ada di sini.


"Mang Sup .. Mang Supri!!!"


Teriak Aldi membuat mang Sup yang sedang nyiram tanaman terkejut dengan panggilan majikannya.


"Iya tuan!"


"Apa mang Sup lihat Bunga?"


"Tadi lihat tuan katanya mau ngambil pesanan!"


"Terus sekarang Bunganya di mana?"


"Gak tahu tuan, saya pikir sudah kedalam lagi!"


Deg ...


Jelita semakin memegang dadanya kuat terkejut dengan apa yang terjadLi. Putrinya kabur, Bunga pasti pergi tanpa sepengetahuan mereka. Bagaimana bisa mereka kecolongan.


Bahkan tadi Bunga terlihat baik-baik saja tak ada gelagat mencurigakan. Bagaimana bisa sekarang kabur.


"Ayah!"


"Ma, mama kenapa!"


Panik Aldi melihat sang istri memegang dadanya.


Bruk ...


"Ma, mama bangun!"


Kepanikan yang terasa kini semakin menjadi ketika melihat sang istri tak sadarkan diri.


Bahkan Raya dan Rijal juga di buat shok dengan keadaan ini. Ini terlalu cepat terjadi membuat Jelita harus di larikan kerumah sakit.


Aldi memeluk sang istri erat sambil menggosok-gosok tangan sang istri yang terasa dingin.


"Sayang, jangan buat aku takut!"


Lilir Aldi semakin mengeratkan pelukannya pada Jelita. Mang Sup tetap fokus menyetir saja dengan hati-hati berharap cepat sampai.


Kenapa rencana ini jadi berantakan seperti ini, Bunga anak itu benar-benar.


Raya mengikuti dari belakang sambil menelepon putranya.


"Iya mom ada apa?"


Tanya Raja ketika mengangkat panggilan dari sang mama.


"Sayang, cepat cari Bunga. Calon mantu mom kabur dari rumah!"


"What!"


"Pokonya kamu cari Bunga sampai dapat, mom harus ke rumah sakit!"


"Apa yang terjadi mom, siapa yang sakit?"


"Tante Jelita, dia tak sadarkan diri mengetahui Bunga kabur!"


"Sittt,"


Raja mengeram mendengar kabar dari sang mommy.


Bagaimana bisa Bunga kabur, apa Bunga benar-benar tak menerima perjodohan ini.

__ADS_1


Raja melihat mobilnya yang masih di servis. Sialnya kenapa juga tiba-tiba bannya bocor.


Raja jadi cemas juga kemana Bunga perginya ternyata gadis sembrono itu benar-benar nekad. Bahkan sampai membuat Jelita masuk rumah sakit.


Untung saja mobilnya sudah selesai membuat Raja langsung mencari kemana Bunga pergi.


Raja tak tahu kemana harus mencari karena Raja tak tahu tempat-tempat apa yang sering Bunga datangi.


Terlintas di ingatan Raja tempat anak-anak pengamen. Raja langsung meluncur ke sana berharap ia akan menemukan Bunga.


Tempat itu nampak kosong bahkan anak-anak pengamen pun tak ada. Entah kemana lagi Raja harus mencari.


Raja kembali melajukan mobilnya lagi ketempat-tempat anak-anak mengamen berharap Bunga ada di sana.


Tapi tetap saja tak ada membuat Raja prustasi. Raja belum tahu tempat apa saja yang sering Bunga datangi karena Raja pun baru mengenalnya.


Cittt ....


Raja menghentikan mobilnya dengan kasar ketika melihat Bunga di kejar-kejar orang. Rahang Raja mengeras melihat Bunga terjatuh dengan cepat Raja turun dari mobil dan berlari


Bruk ...


Raja menendang dua preman yang berusaha melecehkan Bunga.


Deg ....


Bunga terkejut melihat kedatangan Raja dan bersyukur Raja menolongnya.


"Hey bocah jangan ikut campur urusan kami!"


Bentak salah satu preman kesal dengan kedatangan Raja.


"Dia wanitaku beraninya kalian menggangu dia!"


Ucap Raja tak kalah membentak membuat dua preman itu bukannya takut malah tertawa.


"Oh, ternyata mau jadi pahlawan kesiangan!"


"Habisi dia!"


Pada akhirnya Raja terlibat perkelahian untung saja Raja jago bela diri sehingga dia lebih mendominasi pertempuran.


Bugh ..


Buk ...


Dua preman itu terjungkal akibat bogeman dan tendangan Raja.


"Pergi atau saya patahkan kaki kalian!"


Dua preman itu pergi terbirit-birit ketakutan ternyata lawan mereka sangat gagah.


Huh ...


Raja menghela nafas berat menatap kepergian dua preman itu.


Bruk ...


Raja terdiam kaku ketika tiba-tiba Bunga memeluk nya dengan isakan yang terdengar pilu. Bahkan tubuh Bunga gemetar ketakutan sampai mengguncang tubuh Raja pula.


"Terimakasih!"


Lilir Bunga sambil melepas pelukannya dengan kaku. Bunga merutuki kebodohannya sendiri kenapa bisa memeluk Raja dia hanya refleks saja.


"Kenapa kau di kejar-kejar preman?"


"Tidak tahu!"


"Kau!"


"Tadi aku cuma duduk di taman itu sendiri tiba-tiba mereka datang,"


"Kenapa kau di taman sendirian?"


Pancing Raja membuat Bunga menelan ludahnya kasar. Gak mungkin kan Bunga bilang jika ia kabur dari rumah yang ada malah di tertawaan.


"Ak-aku .. emmz--"


"Ikut aku!"


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2