Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 31 Gelisah


__ADS_3

Setelah kejadian tadi malam Bunga terlihat banyak diam dan Raja pun memakluminya.


Pasti sulit bagi Bunga percaya kata-kata nya namun Raja akan tetap menunjukan rasa itu sampai Bunga merasa lelah menerimanya.


Raja tahu selama ini yang Bunga lakukan hanya ingin membuat ia ilfil pada dirinya.


Padahal di mata Raja apapun yang Bunga lakukan Bunga sangat menggemaskan.


Raja tak tahu alasan apa kenapa ia jatuh cinta tapi setiap melihat tingkah Bunga bukannya marah Raja hanya merasa lucu saja.


Ada rasa lega di hati Raja ketika sudah mengungkapkan isi hatinya. Walau tak ada jawaban sama sekali dari Bunga.


Raja pun tak bisa memaksakan Bunga untuk jatuh cinta padanya karena pada dasarnya Bunga sudah memberikan syarat padanya agar Raja tak boleh memaksa Bunga untuk jatuh cinta.


Raja hanya bisa menunggu kapan Tuhan membalikkan hati Bunga untuk menerima dia.


Walau di diamkan Bunga tapi Raja tetap melakukan hal yang seperti biasa ia lakukan. Membangunkan Bunga untuk sekolah, membangunkan Bunga untuk makan malam. Seolah Raja sudah sangat hapal sekali apa yang sering Bunga lakukan.


Bunga hanya tinggal menerima apapun yang sudah di siapkan Raja.


"Aku berangkat dulu, hati-hati di jalan!"


Setelah mengucapkan itu Raja berangkat sekolah terlebih dahulu.


Bunga hanya diam saja malas untuk menjawab. Bunga langsung masuk kedalam mobil.Mang Sup langsung melajukan mobilnya sesudah nona muda sudah masuk.


Mang Sup melirik kaca spion melihat nona mudanya yang terlihat berbeda seperti sedang memikirkan sesuatu. Namun mang Sup tak berani bertanya karena takut di omel.


Sampai di sekolah Bunga langsung keluar tanpa mengucapkan apapun.


"Bunga,"


Bunga berusaha tersenyum melihat Amira ternyata sudah datang terlebih dahulu. Seperti biasa Bunga merubah raut wajahnya menjadi ceria.


Terlihat di otak Bunga menanyakan sesuatu tentang Aditya.


"Ra!"


"Hm,"


"Kenapa kamu terlihat tak suka sama kak Aditya?"


"Tepat nya aku tak suka sama kelakuannya!"


"Maksudnya!"


"Dengar Bunga, Aditya memang ganteng, pintar, ketua OSIS pula tapi bagiku dia tak lebih dari seorang bajingan!"


"Di depan dia memang baik tapi di belakang dia hanya seorang playboy!"


"Terus seperti apa yang kamu suka?"

__ADS_1


Amira menghentikan langkahnya membuat langkah Bunga juga terhenti.


"Om Alam!"


"Om Alam!"


Beo Bunga tak mengerti maksud Amira bahkan wajah Amira menjadi berseri ketika menyebut nama itu.


"Ya yang ku suka semuanya ada di diri om Alam!"


"Aku jadi penasaran seperti apa orangnya!"


Ujar Bunga karena memang tak tahu bagaimana wajah om Alam itu setahu Bunga om Alam tinggal di luar negeri.


"Dia laki-laki kaku jarang sekali bicara, tapi perlakukan dia sangat manis sekali. Selalu melindungi ku, menyayangiku!"


Jelas Amira terpancar sekali sebuah cinta di sana.


Bunga hanya diam saja karena apa yang Amira katakan sama persis seperti Raja lakukan.


Raja tak pernah mengeluh dengan segala kelakukan dia. Apa Bunga bisa jatuh cinta pada Raja.


"Kamu cinta banget ya sama om kamu!"


"Ya, bahkan aku tak mau nikah jika bukan sama dia!"


"Kok gitu!"


"Se-cinta itu!"


Bingung Bunga terasa aneh melihat Amira begitu antusias menceritakan sosok Alam.


Bunga melirik ketika mendengar suara berisik para cewek-cewek.


Bunga mengepalkan kedua tangannya dengan rahang mengeras bahkan terlihat sekali wajah Bunga yang menahan amarah. Entah apa yang Bunga lihat sedang Amira santai saja seolah tak terusik apapun.


"Yuk masuk kelas!"


Amira menarik lengan Bunga membuat Bunga terkejut namun sebisa mungkin merubah wajahnya kembali.


Melihat Raja di kerumuni cewek-cewek membuat Bunga sedikit jengkel apalagi Raja terlihat menikmati nya.


Bunga duduk sedikit kasar membuat Amira menautkan kedua alisnya.


"Kalau kamu suka Aditya ambil saja!"


Ujar Amira tiba-tiba karena Amira merasa mungkin Bunga menyukai Aditya karena sendari tadi Bunga terus menanyakan Aditya terus.


Bunga hanya bisa melotot mendengar ucapan Amira. Bagaimana bisa Amira berasumsi seperti itu.


"Tapi aku tak akan setuju jika kau menyukai dia mending cari yang lain saja!"

__ADS_1


"Siapa yang menyukai Aditya!"


Sangkal Bunga cepat karena kesal Amira menyangka dia menyukai Aditya walau Bunga memang cukup nge-fans ketika Aditya bermain basket.


"Syukurlah!"


Cetus Amira sambil mengelus dada, Amira tak akan membiarkan sahabatnya jatuh cinta pada orang yang salah.


Bunga membuang muka ketika Raja masuk kedalam kelas tentunya dengan Fatih and geng.


Entah kenapa emosi Bunga jadi tak terkontrol padahal tadi dia masih baik-baik saja. Untung saja keburu ada ibu guru membuat Bunga merasa lega karena Amira teralihkan.


Jika sudah belajar Amira akan selalu fokus pada pelajarannya sehingga Amira tak akan menyadari perubahan emosinya.


Bunga berusaha fokus pada pelajaran namun tetap saja tak bisa.


Semenjak ungkapan perasaan Raja tadi malam membuat hari Bunga tak tenang. Entah apa yang membuat Bunga seperti itu apa karena sudah terbiasa oleh kehadiran Raja atau memang Raja sudah berhasil mencuri hatinya.


Entahlah, bahkan Bunga sendiri tak tahu hatinya. Bunga terlalu polos untuk sekedar jatuh cinta bahkan Bunga sendiri belum tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.


Yang Bunga rasakan hanya jatuh cinta pada sang ayah saja Bunga tak tahu bagaimana jatuh cinta pada orang lain walau sekedar suka atau mengagumi Bunga cukup tahu.


Bahkan sampai istirahat dan pulang pun pikiran Bunga cukup kacau apalagi lagi-lagi Raja tak mengantarnya pulang seperti biasa walau Bunga tahu Raja sudah memberi tahunya jika ia akan pulang malam.


Rasanya sangat aneh jika Bunga menunggu Raja dan ingin sekali pulang bersama Raja. Padahal sebelumnya Bunga tak suka dan selalu menolaknya.


Bunga membanting tasnya ke atas shopa karena merasa kesal pada dirinya sendiri bagaimana bisa dirinya di buat kesal dengan sikap Raja yang mulai berubah.


Bunga merebahkan tubuhnya di atas ranjang karena lelah dari pada memikirkan perasaan yang tak tahu alasannya Bunga lebih baik memilih tidur.


Berharap sesudah bangun pikirannya akan tenang. Namun Bunga salah bukannya tenang Bunga nampak gelisah dengan hatinya sendiri.


Bunga gelIsah, Bunga kesal tapi Bunga tak mengerti dengan dirinya sendiri apa yang membuat dia seperti itu. Pernahkah kalian berada di posisi Bunga seperti itu!


Bunga melirik jam ternyata sudah jam sembilan malam namun belum ada tanda-tanda jika Raja akan pulang.


Bunga sudah terbiasa dengan kehadiran Raja ketika ia bangun dan mandi pasti tempat tidur sudah rapih dan ketika ia keluar ia akan di suguhkan dengan berbagai menu makanan tapi kali ini tak ada bahkan Bunga sendiri yang membereskan kembali tempat tidur lalu masalah masak Bunga tak berani karena takut memegang pisau.


Ingin memesan tapi tak tahu caranya karena di keluarga Bunga tak pernah satu kali pun sang mama seperti itu.


Bunga hanya bisa menunggu Raja dengan rasa laparnya. Karena terlalu bosan menunggu Bunga mencoba menonton apa saja yang di tayangkan di tv. Karena tak terlalu suka menonton Bunga terus mengganti-ganti chenel nya mencari yang ia suka.


Cklek ...


Suara pintu terbuka nampaknya Raja baru pulang telat jam sepuluh malam. Terlihat rasa lelah dan letih di wajah Raja bahkan pakaian begitu berantakan.


"Belum tidur?"


Tanya Raja menghampiri Bunga karena Raja mendengar suara tv.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2