Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 60 Ingin seperti Shofi


__ADS_3

Waktu libur pun telah usai kini mereka sudah naik ke kelas XII yang artinya satu tahun lagi mereka akan berpisah.


Entah apa yang akan terjadi dari satu tahun itu mereka semua tak tahu.


Suasana nampak biasa saja tak ada yang berubah dari mereka terutama hubungan Bunga dan Raja.


Walau ada sedikit berbeda dari sikap Fatih pada Shofi yang kini terlihat posesif. Namun bagi Bunga sikap Fatih tetap saja sama kejamnya seperti dulu.


Karena baru beberapa hari masuk dari hari libur belajar masih belum normal.


Bunga, Amira dan Shofi memutuskan pergi ke kantin namun lengan Shofi di tarik oleh Fatih dan menyuruh Bunga dan Amira keluar.


Amira menarik Bunga keluar karena tak mau ikut campur Amira sudah sangat kesal dengan apa yang Fatih lakukan dan sialnya Amira sudah berjanji tak akan ikut campur urusan mereka.


"Ra, bagaimana dengan Shofi?"


"Sudah, aku yakin Shofi bisa mengatasi semuanya!"


"Kamu punya sepupu jahat banget sih, ingin aku bejek-bejek!"


Cetus Bunga menyala-nyala membuat Amira hanya menggeleng saja karena sudah biasa Bunga seperti itu.


Mereka memesan makanan tanpa menunggu Shofi. Karena mereka tahu menunggu Shofi sampai zaman ular tandukan gak bakalan datang.


Bunga dan Amira dengan tenang makan sampai habis. Benar saja Shofi masih belum muncul juga membuat Bunga penasaran apa yang terjadi.


Tiba-tiba riuh para siswa menarik perhatian Bunga membuat jiwa kepo Bunga meronta-ronta.


"Ra, kita lihat apa yang terjadi?"


"Malas!"


Jawab Amira santai karena begitulah Amira tak suka ikut campur urusan orang dan tak mau tahu masalahnya.


"Ra ayo!"


Dengan kuat Bunga menarik Amira membuat Amira hampir terjerembab. Bunga benar-benar membuat Amira kesal.


Bunga semakin penasaran apalagi anak-anak menuju kelas XII membuat Bunga langsung panik mengingat Shofi.


Brak ...


"Apa-apa kalian!"


Bentak pak Anwar menggema ke seluruh ruangan bahkan Amira dan Bunga sampai menutup telinganya.


"Minggir-minggir!"


Ujar Bunga mendorong anak-anak karena ingin masuk sambil terus menarik Amira membuat tubuh Amira terpontang panting.


Deg ...


Bunga dan Amira membulatkan kedua matanya melihat kelas mereka seperti kapal pecah. Yang lebih parah keadaan Fatih dan Shofi yang acak-acakan.


Bunga sungguh terkejut melihat itu semua apa yang terjadi kenapa kursi pada patah sebagian. Apa ada gempa tadi sampai kelas mereka menjadi gudang.


Bunga dan Amira mundur kebelakang ketika pak Anwar menjewer Fatih dan Shofi.

__ADS_1


Bunga ingin mengikuti namun tertahan karena Amira menahan tangannya.


"Jangan, mau kena imbas juga!"


Bunga menggeleng kaku karena tak mau sampai dia kena imbas. Apalagi marahnya pak Anwar sungguh sangat menyeramkan.


Bunga ingin tahu keadaan Shofi namun tak bisa. Bahkan sampai pulangpun tak bisa bertemu Shofi karena pak Anwar menjaga ketat.


"Mas apa yang sebenarnya terjadi pada Fatih dan Shofi?"


Tanya Bunga ketika mereka sedang dalam perjalanan pulang.


Raja menepikan motornya tepat di taman kota Raja mengajak sang istri duduk di sana.


"Lihatlah!"


Bunga menatap ponsel sang suami di mana ada sebuah vidio yang berputar. Seketika mata Bunga membulat sempurna melihat bagaimana Shofi bertarung dengan Fatih.


Bagaimana bisa Shofi sekuat itu dan jago bela diri. Bukannya Shofi sangat cupu dan feminim tapi lihatlah seperti bukan Shofi sahabat Bunga.


"Mas sudah katakan, Shofi tak selemah itu!"


"Bunga baru percaya sekarang!"


Ucap Bunga benar-benar Shok melihat Shofi bahkan bisa menendang dua kursi sekaligus. Sungguh benar-benar hebat sahabatnya itu ingin sekali Bunga bisa bela diri.


"Shofi sangat keren!"


"Mas!"


Ucap Bunga mengalun indah membuat Raja menautkan kedua alisnya.


"Ajarin seperti Shofi ya?"


"No,"


"Please mas,"


Rengek Bunga karena dia juga ingin bisa bela diri.


"Ngapain harus bergulat seperti Fatih dan Shofi!"


"Tapi aksi Shofi terlihat keren!"


"Lebih keren kamu sayang, ketika kita bergulat di atas ranjang!"


Bluss ...


Wajah Bunga memerah bak kepiting rebus bagaimana bisa Raja bicara absurd seperti itu. Untung saja tak ada orang lain di taman jika ada yang mendengarnya bisa bahaya.


"Kenapa bahas itu sih mas!"


"Emang benar, mau di buktikan!"


Plak ...


Bunga memukul lengan sang suami karena benar-benar membuat ia malu. Kenapa harus membahas masalah itu di saat seperti ini.

__ADS_1


Bunga melihat kembali vidio Shofi namun ponsel Raja sudah mati. Bunga menelan tombol hidup.


Deg ...


Bunga terdiam melihat wallpaper ponsel Raja yang baru pertama kali Bunga lihat dan Bunga memegang ponsel Raja.


"Mas, sejak kapan?"


Tanya Bunga menatap sang suami tak percaya. Bagaimana bisa Raja memiliki Poto dirinya ketika sedang bersama anak-anak pengamen. Bukankah waktu itu mereka tidak saling mengenal.


"Sebulan sebelum pertemuan pertama kita di swalayan!"


Bunga semakin membulatkan kedua matanya menatap sang suami tak percaya. Jadi selama ini sang suami sudah menguntitnya. Bagaimana bisa Bunga tak menyadari itu dan kenapa Raja baru bilang.


"Selama itu!"


"Ya!"


"Mas!"


Sungguh Bunga menatap haru sang suami, kenapa bisa Raja jatuh cinta pada dia yang banyak kekurangan ini. Sedang Raja sosok sempurna bahkan parasnya bak dewa Yunani dengan postur tubuh yang menggiurkan.


"Kenapa mas bisa mencintai Bunga seperti ini sih!"


"Mas gak tahu dan gak mau tahu, bagi mas mas selalu ingin di samping kamu!"


"Melindungi, menjaga, menyayangi dan mencintai kamu. Mas tak peduli apa kata orang sayang ceroboh, bar-bar, kepo, cerewet dan menjengkelkan bagi mas sayang tetep menggemaskan hingga ingin!"


Cup ...


Raja mencium bibir sang istri yang menganga seolah meminta di cium membuat Bunga terkejut.


"Mas, ini tempat umum!"


Tegur Bunga dengan wajah memerah sungguh suaminya selalu saja membuat hatinya berdebar tak karuan.


"Apa peduli orang, wong tak ada orang!"


Ujar Raja santai membuat Bunga lagi-lagi menunduk malu.


"Ayo kita pulang, kita lanjut di rumah saja!"


Ucap Raja membuat Bunga benar-benar tak bisa berkutik sungguh suaminya benar-benar membuat Bunga mati kutu.


Bunga memeluk pinggang Raja erat sangat erat sampai tak ada jarak dari keduanya.


Bunga senyam-senyum sendiri membayangkan apa yang terjadi barusan sungguh Raja benar-benar membuat dia tak bisa tak jatuh cinta.


Begitupun dengan Raja tersenyum mengingat wajah malu-malu sang istri yang sangat menggemaskan.


Ingin sekali Raja mengurung sang istri di dalam kamar dan tak akan membiarkan sang istri menjauh se-inchi pun dari pelukannya.


Mereka pun sampai di apartemen, sepanjang jalan Raja dan Bunga saling pegang tangan dengan senyum yang mengembang dari keduanya.


Untung saja apartemen milik keluarga Raja jadi membuat Raja tak takut bermesraan dengan Bunga toh siapa yang berani melawan tuan muda.


Mata mereka saling bertemu satu sama lain menatap penuh kekaguman.

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2