
Di sepanjang jalan mereka berdua hanya diam.
Sesekali hanya terdengar isakan Bunga yang masih menangis. Raja hanya diam saja membiarkan Bunga menangis sepuas yang ia mau.
Perjalanan menempuh babak baru dalam kehidupan mereka berdua. Entah apa yang akan terjadi di hari kedepannya.
Siapa yang tahu!
Apa pernikahan mereka akan berhasil atau tidak. Atau justru mereka akan mudah membuka hati keduanya untuk saling mencintai.
Bunga hanya diam saja ketika Raja menghentikan mobilnya di sebuah apartemen.
Raja membawa barang-barang Bunga karena memang Raja tak membawa barang apapun. Baju-baju Raja yang ada di dalam koper Raja sengaja tinggal supaya ketika menginap di rumah mertuanya Raja tak perlu lagi membawa baju.
Baju yang ada di apartemen Raja saja begitu banyak.
Bunga terus saja mengekor Raja dari belakang kemana Raja membawanya. Hingga Raja berhenti di depan pintu lalu memasukan beberapa kode hingga pintu itu terbuka.
Deg ..
Bunga terkejut melihat apartemen Raja yang sangat luas bukan karena luasnya yang membuat Bunga kagum tapi apartemen Raja begitu tapi semuanya di tata dengan gaya modern.
"Apa kamu suka?"
Dengan Ragu Bunga hanya mengangguk saja membuat Raja langsung menarik tangan Bunga.
"Ini kamar kita!"
Deg ....
Bunga terkejut ketika Raja menyebut kamar kita apa artinya mereka akan berbagi tempat tidur.
"Nanti kamu simpan baju-baju kamu di ruang pintu itu. Aku akan keluar sebentar!"
Ucap Raja setelah menunjuk pintu ke arah wolf closed.
Raja bergegas keluar guna membeli bahan makanan Raja lupa jika ia belum membelinya.
Bunga masih diam saja karena terpaku melihat kamar Raja yang begitu luas. Bahkan bukan hanya luas namun juga rapih sangat rapih dan bersih.
Bunga jadi malu sendiri karena dia tak bisa sebersih itu. Namun ide gila muncul di pikiran Bunga entah apa yang akan Bunga lakukan hanya ia yang tahu.
Bunga menggeser pintu yang di tunjuk Raja tai lagi-lagi Bunga di buat terperangah melihat isinya.
Banyak sekali kemeja, jas, dasi dan sepatu membuat Bunga kebingungan. Jika Raja seorang pelajar kenapa banyak baju-baju kantor di sana. Karena tak mau ambil pusing Bunga mencari dimana lemari bagian dia.
Srek ...
Bunga menggeser lemari satunya lagi hingga membuat Bunga terkejut bahkan sampai mundur kebelakang.
Bunga menutup mulutnya tak percaya melihat begitu banyak dress tergantung rapi di sana dan baju-baju yang di lipat rapih bahkan ada seragam sekolah cewe juga di sana.
Apa semua itu Raja siapkan untuk Bunga atau milik orang lain.
Bunga langsung keluar dari ruangan tersebut dan membiarkan tasnya begitu saja. Bunga tak yakin jika itu milik dia sebelum bertanya pada Raja.
Bunga memilih mengelilingi kamar, toilet, balkon semuanya benar-benar membuat Bunga takjub.
Puas berkeliling di kamar Bunga keluar guna mengelilingi ruang keluarga, ruang santai dan dapur.
__ADS_1
Semuanya sungguh sangat rapi sekali namun Bunga buru-buru keluar dari dapur dengan terbirit-birit entah ada apa dengan Bunga seolah Bunga melihat hantu.
Bunga duduk di atas shopa lama-lama menjadi bosan. Entah kemana perginya Raja kenapa lama sekali.
Lagi-lagi Bunga masa bodo berharap Raja gak kembali. Namun mata Bunga melihat ada sebuah pintu yang mencuri perhatiannya.
Bunga membuka pintu tersebut Bunga menautkan kedua alisnya melihat ruangan tersebut terlihat bukan ruang biasa seperti ruang kerja.
Bunga hapal betul karena sang ayah juga mempunyai ruang seperti ini.
Bunga melihat ada lemari besar di mana di dalamnya terlihat bumbu-bumbu berjajar sangat rapi dan beberapa piala dan piagam.
Karena penasaran Bunga mendekat kearah lemari kaca tersebut.
Deg ...
Seketika Bunga di buat terkejut melihat piagam penghargaan tersebut bahkan sampai Bunga menutup mulutnya.
Bunga benar-benar tak percaya dengan apa yang ia lihat Bunga berbalik lagi-lagi Bunga di buat terperangah bahkan sampai Bunga mundur kebelakang membentur meja.
Siapakah Raja sebenarnya kenapa barang-barang dan Poto di sini sangat membingungkan Bunga.
Apa Raja menipu dia dan kedua orang tuanya bagaimana bisa ini terjadi.
.
Sedang Raja sendiri masih mengantri untuk membayar barang belanjaannya. Raja lama karena sengaja belanja untuk satu minggu.
Sudah selesai membayar Raja langsung membawa barang belanjaan.
Raja tak tahu dengan apa yang terjadi di apartemen bahkan wajah Bunga terlihat menahan amarah.
Raja tak melihat ada Bunga Raja pikir mungkin Bunga sedang istirahat di kamar. Raja langsung membereskan barang belanjaan ke dalam lemari es dan berinisiatif membuat makan untuk makan mereka.
Dengan lihainya Raja meracik semua bahan makanan yang akan ia masak. Raja akan membangunkan Bunga jika ia sudah selesai.
"Siapa kamu sebenarnya?"
Deg ...
Raja terkejut mendengar suara Bunga ada di belakangnya. Perlahan Raja berbalik tak lupa mematikan kompor dulu.
"Siapa kamu sebenarnya?"
Bentak Bunga menahan amarahnya bahkan matanya sudah memerah siap untuk mengeluarkan segala rasa yang bergejolak.
Bukannya menjawab Raja hanya diam saja sambil melihat Poto yang Bunga bawa dimana Poto tersebut adalah Poto dirinya waktu wisuda.
"Akan ku jelaskan, tapi izinkan aku menyelesaikan masak ku dulu!"
"Jawab!"
Kesal Bunga telah habis kesabarannya, Bunga benar-benar merasa di tipu.
"Siap kamu, apa yang kau inginkan kenapa berpura-pura bego!"
"Kau membohongi ku, apa kau juga membohongi kedua orang tua ku!"
"Kau pembohong, semuanya bohong. Kau bukan seorang pelajar tapi."
__ADS_1
Bunga tak bisa bicara apa-apa lagi karena rasanya sulit sekali untuk mengungkapkannya.
Bunga benar-benar merasa di bohongi habis-habisan oleh Raja.
Dan ternyata Raja sudah lulus kuliah dia seorang jenis lalu kenapa ia masuk sekolah lagi. Apa karena mau mendekati dia, menjebak dia dengan pernikahan kenapa semua ini terasa membingungkan bagi Bunga.
Bunga orang yang tak suka akan kebodohan baru sehari menikah tapi Bunga sudah mengetahui pakta yang sangat mengejutkan bahkan Bunga sendiri tak percaya akan semua itu.
Raja suaminya, seorang lulusan terbaik di UI bahkan Raja juga seorang pengusaha muda yang sukses apalagi yang Raja sembunyikan dari dia.
Apa menikahi nya karena ada niat yang terselubung.
"Ada lagi yang ingin kau tanyakan selain Poto wisuda itu?"
Dengan santainya Raja bertanya membuat Bunga benar-benar geram.
Ingin sekali Bunga menghajar wajah datar itu tapi Bunga tak seberani itu.
Huh ...
Raja menghela nafas berat melihat Bunga yang hanya diam dengan tatapan tajam padanya bahkan tangannya mengepal erat.
Raja tahu saat ini Bunga sedang marah pada dia.
Raja membuka aprom yang dia gunakan lalu menggantungnya.
"Bisakah kita duduk, aku akan jelaskan semuanya!"
Ucap Raja lembut selembut mungkin karena yang Raja hadapi gadis ajaib.
"Aku tak pernah berbohong apapun dari kamu ataupun orang tua kamu!"
"Kau, pembohong!"
Geram Bunga menatap nyalang Raja.
"Aku tak suka berbohong, bukankah kamu yang tak pernah bertanya siapa aku!"
"Kau!"
Bunga benar-benar naik darah kenapa jadi dia yang di pojokan harusnya Raja merasa takut karena kebohongannya terbongkar.
"Aku memang sudah lulus kuliah, sudah bekerja pula mama sama ayah tahu itu!"
Bunga melotot tak percaya dengan apa yang Raja bilang jadi kedua orang tuanya sudah tahu kenapa hanya dia yang tak tahu.
"Jangan salahkan mama sama ayah, salah kamu yang tak mau melihat profil ku!"
Dam ..
Bunga salah telak lagi karena memang salah dirinya yang tak mau melihat profil calon suaminya.
"Tapi kenapa kau masuk ke sekolah ku!"
"Ingin menjaga kamu!"
Deg ....
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa, Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...