
"Ra, kenapa kau tak memberi tahuku jika ada murid baru!"
"Ra, kamu tega sekali!"
"Please beri tahu aku siapa namanya!"
"Ra,"
Rengek Bunga membuat Amira benar-benar kesal setengah mati.
Bagaimana bisa dari tadi Bunga menggangu dia hanya karena sebuah nama. Bunga memang benar-benar ingin di jitak.
Bahkan menyalahkan dia kenapa tak memberi tahunya padahal Bunga sendiri yang bertingkah aneh dua hari ini.
"Ra!"
Huh ...
Amira menghela nafas berat menatap tajam Bunga dengan kasar Amira menutup buku yang ia baca dengan kencang membuat bunyi nyaring.
"Bunga!"
Geram Amira melotot tetkala Bunga memperlihatkan wajah menyebabkannya.
"Raja, namanya Raja catat baik-baik dan jangan bertanya lagi!"
"Raja,"
Gumam Bunga cengengesan seolah hatinya sedang di siram.
Sekarang Bunga tahu nama dewa Yunani nya. Bagaimana mungkin pemuda itu satu kelas dengannya sedang Bunga masih ingat pertemuan pertamanya di swalayan pemuda itu memanggilnya dek. Apa wajah Bunga se imut itu hingga di sebut seperti itu.
Bunga cengengesan sendiri membuat Amira bergidik ngeri.
Tak jauh dari meja yang di tempati Bunga dan Amira beberapa pasang mata menatap tajam Bunga.
Tentunya Fatih menatap tajam Bunga karena masih kesal dengan apa yang Bunga lakukan padanya tadi pagi.
Berani sekali gadis itu membentak dirinya namun berbeda dari tatapan orang di sebelah Fatih tatapannya begitu meneduhkan.
"Ngomong-ngomong beneran loe pernah satu sekolah dengan Fatih?"
Tanya Rangga kepo pada si anak baru, Raja.
"Iya!"
Jawab singkat Raja membuat Rangga terdiam sejenak teman dari sekolah mana karena selama ini berteman dengan Fatih tak pernah Fatih mengatakan jika ia punya teman lain selain dirinya.
Karena Fatih dari SMP bareng dengan Rangga dan berteman dengan Moreo ketika masuk SMK lalu Raja teman dari mana.
Walau Rangga tahu Fatih orang tertutup apa teman dari geng motor rasanya tidak mungkin karena Rangga tahu siapa saja yang masuk ke gengnya.
"Waktu SD?"
Raja menggelengkan kepala membuat Rangga menautkan kedua alisnya bingung.
"Gue satu sekolah waktu SMP walau Fatih sempat pindah entah kemana apa satu sekolah di sana?"
"Tidak!"
"Stop Ga, jangan banyak tanya lagi!"
Kesal Fatih karena Rangga terus bertanya Fatih hanya tak mau rahasianya terbongkar jika tahu siapa Raja sebenarnya.
Raja sendiri diam saja karena sudah perjanjian dengan Fatih.
"Jika bukan karena permintaan loe, gue habisi gadis sembrono itu!"
__ADS_1
Bisik Fatih pada Raja mengepalkan kedua tangannya seperti nya Fatih harus cari mangsa lagi karena Bunga sudah Fatih lepaskan.
Raja hanya menggelengkan kepala saja mendengarnya ternyata Fatih masih sama dengan Fatih dua tahun lalu.
Rangga dan Moreo saling pandang mereka merasakan ada sesuatu yang terjadi di antara mereka seperti mereka bukan sekedar teman namun rival namun entah rival apa.
"Siapa sebenarnya loe?"
Kini Moreo yang bertanya karena Fatih tidak ada.
"Ada kalanya kalian jangan bertanya, jika tak ingin terkejut. Gue cuma mau ingatkan gadis sembrono itu sekarang milik gue!"
Ucap Raja tersenyum seringai membuat Moreo dan Rangga mengepalkan kedua tangannya kesal karena Raja seolah udah dekat saja dengan mereka.
"Songong banget, sebenarnya siapa dia!"
Kesal Rangga karena Raja sok mengatur mereka padahal bos mereka cuma Fatih.
Plak ...
Deg ...
Bunga terkejut ketika tiba-tiba pundaknya di pukul. Yang lebih terkejut lagi ternyata yang melakukannya adalah Raja.
"Kita ketemu lagi, little girl!"
Ucap Raja tersenyum lalu pergi begitu saja setelah membuat Bunga jantungan bahkan pipi Bunga memerah padam.
"Ra, dia--"
Sungguh Bunga tak bisa berkata saking senangnya di sapa.
Namun, Amira hanya diam karena ada yang aneh melihat teman-teman melihat Bunga sambil tertawa.
Melihat Amira yang hanya diam Bunga mengikuti arah pandang Amira. Bunga menautkan kedua alisnya ketika melihat anak-anak menertawakan dia.
"Sial!"
"Anak baru itu mau cari masalah dengan kamu, apa kalian saling kenal?"
Tanya Bunga menatap tajam Bunga membuat Bunga menggeleng kaku.
"Bunga!"
"Ak-aku pernah bertemu dengannya di swalayan. Cuma sekali beneran!"
"Tapi kenapa dia menulis ini, seakan kalian sudah kenal!"
"Aku tak tahu!"
Ucap Bunga ketakutan dengan mata berkaca-kaca kenapa dewa Yunani begitu apa salahnya.
Rasa kagum yang tadi sempat terlintas kini berganti menjadi kekesalan dengan apa yang Raja lakukan.
"Buktikan jika kamu tak mengenalnya?"
"Ketemu cuma sekali doang!"
"Minta penjelasan kenapa dia memperlakukan kamu!"
Geram Amira kesal pasti ini ulah Fatih yang menyuruh anak baru itu.
Karena kesal bercampur malu Bunga merampas kertas itu lalu mengejar Raja. Apa maksudnya itu semua seolah mereka sudah kenal dekat.
Bunga mencari-cari di mana anak baru songong itu hingga Bunga melihat Raja di kerumuni anak cewek-cewek membuat Bunga semakin kesal karena anak baru itu sudah berani tebar pesona.
"Apa maksudnya ini!"
__ADS_1
Kesal Bunga melempar kertas tersebut ke muka Raja.
"Siapa yang mau menikah dengan mu dasar sinting,"
"Bukankah kita tak saling mengenal!"
"Benarkah!"
Ucap Raja tersenyum seringai berjalan mendekat membuat Bunga menjadi waspada. Kenapa anak baru ini sungguh berani padanya kenal juga tidak.
"Hey, mau apa kau!"
Bunga semakin waspada ketika Raja terus mendekat membuat Bunga semakin terpojok saja. Anak-anak yang melihat itu tersenyum puas melihat wajah Bunga yang ke takutkan.
Bukannya di bantuin murid-murid malah membiarkannya. Mereka juga masih sayang diri mereka sendiri karena takut akan menjadi korban buli geng Fatih.
"Kamu milikku, calon istri ku!"
"Hey dasar sinting, lepas!"
Bunga mulai ketakutan ketika Raja terus mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Bunga. Mata Bunga mulai berkaca-kaca dalam hati terus memanggil nama Amira berharap Amira mau membantunya.
"Jika kau tak mau di buli Fatih, maka menurut lah!"
Kini Bunga sadar anak baru songong ini seperti nya suruhan Fatih untuk menggangu ia lagi. Andai saja Bunga punya keberanian sendari awal akan Bunga lawan seperti para pejuang melawan penjajahan. Tapi, apa boleh buat Bunga tak seberani itu.
Bruk ..
Tiba-tiba tubuh Raja tersungkur akibat dorongan kuat dari Amira.
Bunga bernafas lega ternyata Amira datang tepat waktu. Bunga langsung bersembunyi di balik punggung Amira.
"Loe itu cuma anak baru beraninya gangguin teman gue. Apa loe di suruh Fatih hah, bilang sama cecunguk itu jika gangguin Bunga lagi dia akan tahu akibatnya!"
Bentak Amira benar-benar kesal arena Bunga sudah meninggalkannya jadi begini kan jadinya.
Amira menarik tangan Bunga menuju kelas membuat Bunga tersenyum menatap Amira dari samping.
"Kenapa tersenyum!"
Ketus Amira Bunga malah tersenyum.
"Kamu memang pahlawan ku!"
"Sembrono!"
Raja yang melihat kepergian Amira dan Bunga hanya bisa tersenyum tipis dengan tatapan entahlah.
Ha .. ha ...
Tiba-tiba Fatih, Rangga dan Moreo datang menertawakan Raja yang masih duduk di lantai.
"Gue lupa bilang, jangan buat Amira marah macan di dirinya akan keluar!"
Cetus Fatih sambil menarik tangan Raja membuat Raja hanya bisa menghela nafas pelan.
"Gadis sembrono gue serahkan pada loe, tapi jangan sampai Amira tahu ha .. ha ..,"
Fatih kembali tertawa karena merasa lucu melihat adegan di mana Raja terjungkal akibat dorongan Amira.
"Sekarang gue mengerti kenapa loe sekolah di sini!"
"Jangan berani-berani Ja!"
Geram Fatih menatap tajam Raja.
Ini baru permulaan!
__ADS_1
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan, Vote Terimakasih ...