Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 69 Menghabiskan malam indah


__ADS_3

"Apa karena ayah!"


Deg ...


Raja diam mematung mendengar ucapan sang istri. Bagaimana bisa sang istri tahu akan hal itu.


"Sa-sayang,"


"Aku tahu semuanya mas aku tahu, kenapa mas menahan itu semua sendiri hiks .. hiks ..,"


"Sayang jangan marah, maafkan mas!"


"Masuki baru Bunga maafkan tanpa benda itu!"


Raja terdiam sungguh sangat frustasi kenapa sang istri jadi begini. Kepala atas dan bawah sungguh sudah berdenyut namun Raja masih bisa menguasai kewarasannya.


"Mas!"


"Sayang!"


Raja benar-benar sangat bingung apa ia akan melanggar janjinya. Raja bukan laki-laki pecundang yang melanggar sebuah janji terutama pada mertuanya sendiri. Ujian Raja sebentar lagi berakhir tapi kenapa semuanya jadi seperti ini.


"Sayang, ayah benar!"


"Tapi ini rumah tangga kita mas!"


"Mas tahu sangat tahu itu!"


"Mas tak mungkin melanggar janji itu, mas akan menjadi laki-laki pecundang jika melanggarnya!"


"Kenapa mas menyetujuinya hiks,,"


"Karena ayah sangat menyayangi kamu, dia tak mau kamu hamil di usia enam belas tahun dan resikonya sangat besar!"


"Sampai kapan?"


"Resepsi pernikahan!"


Deg ...


Bunga terdiam apa ia harus terus menunggu selama itu dan Bunga tak mungkin menunggunya itu sangat tak mengenakan.


"Sabar sayang,"


"Tapi mas itu satu bulan lagi, benda itu menyiksaku!"


"Maafkan mas!"


"Boleh mas lanjutkan ini sangat menyiksa sayang!"


Bunga hanya diam saja karena gak menyangka sang suami masih kekeh dengan pendirian nya. Kenapa Raja sebaik itu bahkan menuruti semua permintaan Aldi.


Cup ...


Raja kembali mencium bibir sang istri yang malah diam menyiksa nya.


"Mas jangan pakai itu!"


"Mas tak mau menjadi pecundang!"


"Kurang satu bulan!"

__ADS_1


"Mas laki-laki!"


"Tapi itu tak nyama-- ahhh!"


Bunga membulatkan kedua matanya ketika sang suami memasukinya tanpa aba-aba dengan pengaman sialan itu.


Ada rasa kesal dan kagum secara bersamaan kenapa Raja se patuh itu sungguh Raja benar-benar membuat Bunga tergila-gila.


Walau merasa tak nyaman tapi Bunga lama kelamaan menikmatinya juga. Jika sudah begini siapa yang akan menolak, Bunga bersumpah akan membuang barang sialan itu.


"Mas!"


Pekik Bunga memeluk leher sang suami sungguh ini sangat memabukkan. Apalagi ketika Raja menjaga ritmenya namun penuh penuh penekanan membuat Bunga benar-benar gila.


Walau usia Bunga masih sangat dini tapi Bunga wanita normal yang di suguhkan dengan kenikmatan ini siapa yang menolak toh semuanya halal dan Raja yang mengajarkan itu.


Seperti nya kepolosan Bunga telah hilang jika masalah satu ini.


"Mas kenapa berhenti?"


Tanya Bunga prustasi karena pelepasannya tertahan dan itu membuat Bunga tak nyaman.


"Sayang apa kamu benar-benar sudah siap punya anak di usia belia?"


"Mas!"


"Jawab dulu!"


"Mas mana ada belia Bunga sudah dewasa masalah satu ini, percayalah please hiks ..,"


Sungguh Bunga sangat prustasi dengan apa yang sang suami lakukan.


Pekik Bunga tertahan ketika sang suami menghentak ya kuat lalu memelankan nya kembali membuat Bunga kesal.


"Mas!"


Krek ...


Raja menahan dada sang istri ketika sang istri akan mengambil alih kendali.


Cup ...


Raja mengecup pipi sang istri dengan lembut membuat Bunga memejamkan kedua matanya.


"Mas ingin ini tak cepat usai, mas hanya sedang merekam di memori semua ini ketika istri mas mulai berani karena baru kali ini sayang meluapkan semuanya!"


Bisik Raja membuat Bunga terdiam malu karena memang apa yang Raja ucapkan sangat benar.


"Mas sangat bahagia ketika sayang benar-benar menginginkan mas!"


Bunga semakin tersipu apa selama ini Bunga kurang menunjukan rasa cinta dan kasih sayangnya hingga membuat sang suami seperti ini.


"Katakan jika sayang benar-benar menginginkan mas,"


Ucap Raja sambil memandang wajah cantik sang istri yang sudah memerah. Bunga memalingkan tatapannya ke sembarang arah karena tak sanggup di tatap memabukkan oleh Raja.


Deg ...


Bunga membulatkan kedua matanya ketika sang suami menghentak ya dalam. Hampir saja Bunga berteriak kalau Bunga tak cepat menutup mulutnya.


Bunga memberanikan diri menatap sang suami yang sendari tadi menatapnya sayu. Sungguh Raja juga tak tahan dengan semua ini.

__ADS_1


Bunga membingkai wajah sang suami dengan kedua tangannya.


"Aku menginginkan mas semua yang ada pada diri mas, berikan Malaika lucu pada Bunga. Berikan semuanya karena Bunga menginginkan itu semua terutama--"


Bruk ...


Raja terkejut dengan apa yang sang istri lakukan. Kini Bunga yang berada di atas Raja dengan kulit yang masih menyatu.


Raja tersenyum cerah melihat tatapan sang istri yang sayu apalagi Raja sangat menyukai sipat satu ini yang baru keluar.


Kenakalan Bunga di atas ranjang mulai keluar biasanya istrinya akan selalu malu sumpah demi apapun.


"Jangan pancing Bunga mas akhhh ...,"


Bunga sungguh gila sangat gila ketika mengambil kendali sang suami. Dengan posisi seperti ini milik sang suami semakin dalam mencapai dinding rahimnya dan ini sangat memabukkan.


Begitupun dengan Raja yang sudah tak sanggup mendiami ini semua.


Bagaimana bisa Raja terlalu lama mendiami kenikmatan ini sungguh tak bisa.


Permainan kali ini sangat luar biasa Raja benar-benar merasa di inginkan dan di cintai. Apalagi sang istri sudah tak malu-malu lagi menginginkan semuanya.


Bruk ...


Raja kembali mengambil alih permainan, melihat sang istri akan mencapai puncaknya membuat Raja tak akan membiarkan sang istri melepas sendirian.


Raja benar-benar melakukan dengan sangat memabukkan sehingga apa yang ia inginkan tercapai.


"Mas kau gila!"


Raja terkekeh melihat wajah kepuasan sang istri. Raja tak menyangka Bunga menahannya demi dia dan itu benar-benar Bunga lakukan agar mereka sama-sama menikmatinya.


Walau Bunga sangat prustasi dan tak tahan pada akhirnya Bunga bisa mengabulkan keinginan sang suami yang tak ingin semuanya cepat selesai.


Mereka saling pandang dengan nafas memburu bahkan menerpa wajah satu sama lain.


"Terimakasih sayang, kau begitu memabukkan!"


"Terimakasih juga mas, mas!!"


Pekik Bunga membulatkan kedua matanya ketika merasa yang di bawah sana kembali membengkak memenuhi miliknya.


Lagi-lagi Raja terkekeh melihat ekspresi sang istri yang sangat menggemaskan. Kenapa sangat nakal sekali di atas ranjang padahal jika di luar Bunga sangat polos sekali.


"Kenapa Hm,"


"Cepat gerakan!"


Rengek Bunga tak tahan mengarungi kenikmatan dunia untuk yang kedua kalinya. Raja hanya terkekeh melihat rengekan sang istri.


Sungguh Raja benar-benar sangat bahagia sekali istri bar-bar nya ternyata bukan terlihat di luar namun di dalam. Jika sudah begini siapa yang akan menolak bahkan Raja siap memberikan surga dunia itu pada sang istri kapanpun sang istri mau.


Raja semakin semangat melihat wajah sang istri yang begitu memabukkan dengan ******* terdengar indah di telinga Raja.


Sungguh ini gila sangat gila bahkan raja tak bisa menjabarkan kenikmatan ini.


Mereka menghabiskan malam panjang dengan tegukan madu yang memabukkan bahkan entah sampai jam berapa mereka selesai.


Bersambung ....


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....

__ADS_1


__ADS_2