
"Sayang, pulang jam berapa?"
Tanya Jelita membuat Bunga terdiam sejenak.
"Jam 13:30!"
"Nanti yang menjemput Tante Raya, katanya mau ajak kamu jalan-jalan!"
"Ya!"
Jawab singkat Bunga sambil tersenyum seringai seolah sedang merencanakan sesuatu.
Ternyata rencananya berpihak pada ia.
Jelita tersenyum bahagia putrinya tak menolak ajakan Raya. Itu bagus agar mereka semakin akrab.
Setidaknya Raya akan memahami bagaimana tingkah putrinya nanti.
"Baiklah ma, ayah Bunga berangkat dulu!"
Ucap Bunga penuh semangat, entahlah gadis ini memang ajaib sikapnya cepat berubah-ubah seiring dengan keadaan hatinya.
Padahal baru semalam Bunga masih menggerutu tapi pagi ini semangatnya kembali lagi.
"Mang Sup, pulang gak usah di jemput ya!"
"Baik non!"
Selamat!
Jawab Mang Sup bernafas lega setidaknya hatinya akan tenang dan pikirannya tak akan pusing.
Baiklah Bunga aksi sebentar lagi di mulai!
Batin Bunga tersenyum seringai entah apa yang Bunga rencanakan gadis itu memang ada ada saja.
Bunga semangat empat lima memasuki gerbang sekolah di mana Amira sudah menunggu di tempat biasa.
Begitupun mereka selalu saling menunggu satu sama lain siapa saja yang datang terlebih dahulu.
Bunga melambaikan tangan pada Amira sambil tersenyum. Bunga berlari kecil tanpa melihat sekitar.
Bruk ..
Itulah kenapa Bunga di sebut gadis sembrono oleh Fatih karena tingkahnya yang selalu tak hati-hati dalam hal apapun.
Tubuh Bunga terjatuh ketika kakinya tersandung. Entah tersandung atau karena di sengaja oleh Fatih.
"Apa loe kangen sampai memeluk gue!"
Bisik Raja tersenyum seringai membuat Bunga langsung tersadar.
Dengan cepat Bunga berdiri melepaskan pelukannya karena kesal dengan apa yang Raja ucapkan.
Namun Raja menarik kembali Bunga sampai Bunga duduk di atas pangkuannya.
"Loe sengaja ya!"
"Apaan sih lepas!"
"Nyaman ya, duduk di paha gue!"
"Dasar sinting, lepas tidak!"
Kesel Bunga berusaha bangun dan melepaskan tangan Raja yang membelit pinggangnya.
"Aku adukan pada ayah, dasar cabul!"
__ADS_1
Bugh ..
Geram Bunga menendang kaki Raja sekuat-kuatnya membuat Raja meringis kesakitan.
Raja ingin membalas namun Amira keburu datang membawa Bunga yang menangis karena merasa jijik dengan apa yang Raja lakukan.
Tak pernah sekalipun Bunga di perlakukan seperti itu oleh laki-laki dan Raja sudah berani memeluknya. Bahkan Fatih si tukang buli hanya sebatas menyuruh-nyuruh tapi yang Raja lakukan sudah kelewat batas.
Bahkan bulu kuduk Bunga sampai meremang karena ketakutan. Seumur-umur belum pernah Bunga di peluk laki-laki kecuali ayahnya saja itupun pelit karena sang mama selalu menggangu.
"Sudah jangan menangis,"
"Aku takut!"
"Makannya kalau jalan lihat-lihat dulu, sudah tahu ada geng Fatih di sana!"
"Aku kan gak tahu!"
Cicit Bunga tak mau di salahkan membuat Amira memilih diam saja karena percuma.
Bunga berusaha belajar dengan tenang walau Bunga tahu sendari tadi dirinya di perhatikan. Rasa kagum sekarang mungkin sudah berganti dengan kekesalan dan kemarahan.
Tidak Fatih yang menggangunya kini anak songong itu yang menggangunya. Kenapa hidup Bunga sial banget.
Belum lagi kedua orang tua mau menjodohkan dirinya dengan anak Tante Raya yang Bunga tak tahu siapa dan bagaimana orangnya.
Bahkan wajah waktu kecilnya saja Bunga tak ingat apalagi sekarang. Andai saja Bunga ingat anak Tante Raya mungkin Bunga bisa mengingat-ingat bagaimana wajahnya sialnya Bunga tak ingat sama sekali.
Raja sendari tadi terus menatap Bunga tajam bahkan guru di depan Raja abaikan seolah memandang Bunga lebih penting.
*Apa Daddy dan mommy gak salah menjodohkan aku dengan gadis sembrono itu.
Cih, tingkahnya saja seperti anak kecil walau aku akui wajahnya sangat imut apalagi tatapan ketakutannya sangat menggemaskan*.
Batin Raja terus menatap Bunga membuat Fatih mendengus kesal.
Sampai waktu istirahat tiba Bunga terburu-buru menarik Amira keluar karena tak mau di ganggu Fatih ataupun Raja.
"Bunga pelan-pelan dong!"
"Maaf, kita kelapangan yuk bentar lagi pertandingan basket di mulai!"
Amira menghela nafas pelan Amira pikir Bunga mau langsung mengajak ia ke kantin tapi nyatanya mau menonton basket antar persahabatan dengan sekolah lain.
Satu persatu anak-anak sudah memenuhi lapangan guna menyaksikan permainan basket.
"Ra kak Aditya lihatin kamu tuh!"
Heboh Bunga sambil memeluk lengan Amira membuat Amira diam saja karena malas.
Bunga begitu heboh melihat pertandingan persahabatan itu seolah Bunga sudah lupa dengan kekesalannya tadi.
Begitulah Bunga mudah berubah dalam keadaan apapun.
Tingkahnya benar-benar seperti anak kecil saja membuat Raja terus saja memerhatikan apapun yang di lakukan Bunga.
Gadis itu benar-benar!
Geram Raja tak suka melihat Bunga begitu hebohnya menyemangati para pemain basket dengan tatapan kagumnya.
"Semangat kak Aditya ye .. ye ..,"
Sorak Bunga sambil melambaikan tangannya dengan tangan Amira yang kaku.
Raja semakin di buat geram melihat kelakuan Bunga mengidolakan orang lain. Entahlah, walaupun Raja tak mencintai Bunga setidaknya gadis itu harus menghormati dia karena dia calon suaminya.
Walau Raja tahu Bunga belum tahu siapa dia sebenarnya. Karena Raja sengaja meminta Bunga jangan sampai tahu dulu siapa dia.
__ADS_1
Ternyata Bunga tidak hanya sembrono tapi juga bar-bar di waktu tertentu.
"Ra, aku ke toilet dulu ya!"
Tiba-tiba Bunga kebelet pipis membuat Bunga harus segera ke toilet kalau tak mau kencing di sana.
Raja yang melihat Bunga pergi langsung mengikutinya ingin tahu kemana gadis itu akan pergi.
Bunga berlari karena sudah tak kuat tapi kebiasaan Bunga dia pasti tak memerhatikan jalan hingga kakinya
Bruk ...
Bunga terjatuh akibat tersandung pot bunga membuat bunga tersebut keluar dari potnya.
"Aduh, siapa sih yang menaruh pot di sini!"
"Hey, kau jalan-jalan ya hingga ketengan jalan. Kaki ku sakit tahu!"
"Harus nya kau ini jangan di sini, tapi di sini. Seperti kau harus di hukum tak dapat minum!"
Bunga terus saja nyerocos tak jelas memarahi pot bunga membuat Raja yang mengikuti Bunga hanya bisa menahan tawanya.
Sungguh gadis ini benar-benar ajaib, tak hanya sembrono dan bar-bar ternya gadis ini ceroboh juga. Dan, sialnya yang di salah-in pot bunga bukan dirinya sendiri.
"Dengar tidak, awas kalau kau tak mendengar perintah ku!"
Ha .. ha ...
Tawa Raja pecah begitu saja karena tak kuat menahannya. Membuat Bunga langsung terkejut akan kemunculan Raja.
"Hey, apa yang kau ketawa-in!"
Geram Bunga bercampur malu jangan sampai Raja melihatnya terjatuh.
Bukannya menjawab Raja terus saja ketawa membuat wajah Bunga memerah padam bisa di tebak jika Raja melihat dia terjatuh.
"Kau!"
Geram Bunga berlalu begitu saja meninggalkan Raja. Namun, belum sempat Bunga pergi tangan Bunga di tarik oleh Raja membuat tubuh Bunga terhuyung menabrak tubuh Raja.
"Lepas, apa yang kau lakukan!"
Bentak Bunga memberontak karena lagi-lagi Raja memeluknya tanpa permisi.
"Memohon lah!"
"Lepas, akan ku laporkan kau pada ayah agar tanganmu itu patah!"
"Laporkan saja saya tak takut!"
"Karena kamu calon istri ku!"
Bisik Raja di telinga Bunga membuat Bunga bergidik ngeri.
"Dasar sinting, lepas!"
Bunga terus saja memberontak karena sudah tak tahan lagi ingin pipis tapi Raja malah terus semakin menekan pinggangnya agar merapat.
"Lepas hiks .. lepas!"
Cup ...
Deg ...
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1