Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 9 Mang Supri!!!


__ADS_3

Jelita dan Aldi panik mendengar Bunga tak ada di sekolah.


Bahkan mang Sup bertanya pada beberapa anak dan mereka cuma bilang Bunga sudah pulang dari tadi.


Membuat mang Sup ketakutan akan kemarahan tuan besar karena putrinya tak ada.


Berkali-kali mang Sup menelepon Bunga namun nomer Bunga selalu di luar jangkauan membuat mang Sup berkeringat dingin.


"Oh ya ampun nona, dimana mamang harus mencari!"


Keluh mang Sup bingung, panik dan cemas bercampur jadi satu karena bingung harus mencari Bunga kemana lagi sedang tempat yang sering Bunga datangi Bunga tak ada di sana.


Jelita dan Aldi sama-sama kewalahan mencari putri mereka bahkan di telepon pun tak ada satu panggilan yang di jawab.


"Yah, bagaimana kalau Bunga melakukan hal bahaya,"


"Mah, tolong tenang ayah yakin Bunga tak seperti itu!"


"Tapi yah akhh ..,!"


"Sudah ayah bilang mama tenang, penyakit mama nanti kambuh!"


Cetus Aldi menahan tubuh sang istri yang akan jatuh.


"Lebih baik sekarang kita pulang, biar mang Sup dan para pengawal yang mencari Bunga!"


"Ta--"


"Ma!"


Jelita hanya pasrah di boyong sang suami masuk mobil. Aldi terpaksa harus menghentikan pencariannya mengingat kondisi sang istri yang seperti ini. Aldi hanya tak mau penyakit jantung sang istri kambuh lagi gara-gara terlalu panik dan cemas hingga membuat tekanan darahnya naik.


Aldi membiarkan para pengawal dan mang Sup yang melanjutkan pencarian Aldi berharap anaknya segera di temukan. Seperti kali ini Aldi harus menyimpan GPS di jam tangan putrinya yang sering di pakai jadi ketika putrinya tak ada Aldi bisa melacak keberadaannya.


Tak henti-hentinya Jelita menangis di sepanjang jalan membuat Aldi tak tega. Aldi memang paling lemah jika melihat air mata perempuan.


"Ma, ayah yakin putri kita baik-baik saja!"


Ucap Aldi sambil memegang tangan Jelita, Jelita hanya diam saja dengan air mata yang terus mengalir.


Jelita tak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada putri semata wayangnya.


Apa keputusan Jelita salah menjodohkan putrinya di usia muda. Jelita hanya ingin putrinya disiplin saja setidaknya jika sudah menikah ada yang membimbing Bunga, mengajarkan dia dan melindungi dia di kala Jelita dan Aldi sudah semakin menua.


Apalagi Jelita yang entah tak tahu kapan ia akan menghadap. Sewaktu-waktu dia akan pergi apalagi penyakitnya yang terus menggerogoti.


Jelita ingin bahagia melihat putrinya bahagia dengan orang lain Jelita akan merasa tenang.


Aldi menggandeng lengan sang istri masuk kedalam rumah lalu mendudukinya di atas shopa ruang keluarga.


"Ma,"


"Mama takut yah, mama takut Bunga putri mama satu-satunya!"


"Ayah tahu, semoga mang Sup dan para pengawal bisa menemukan Bunga!"


Jelita kembali terisak di pelukan sang suami. Mba Kus hanya bisa menatap sendu majikannya.


Walau Bunga gadis menjengkelkan tapi mereka semua sangat menyayangi Bunga. Karena tak ada gadis itu rumah terasa hampa.

__ADS_1


Dia saat semuanya sedang bersedih dengan apa yang Bunga lakukan.


Bunga sendiri malah mengendap-endap masuk rumah karena belum mau bertemu kedua orang tuanya.


Bunga tak tahu seberapa cemas dan paniknya Aldi dan Jelita mencari dia. Tapi gadis itu malah mau main petak umpet saja.


"Nona Muda!"


Sial, mampus aku!


Kesal Bunga ketika suara mba Kus mengagetkan dia.


Aldi dan Jelita yang mendengar nama Bunga di panggil dua-duanya langsung menengok dengan mata membulat.


"Sayang!"


Teriak Jelita membuat Bunga semakin tak berkutik karena sudah ketahuan.


Awas kau mba Kus!


Geram Bunga karena gara-gara mba Kus keberadaan dia di ketahui.


Tak tahukah Bunga jika kedua orang tuanya sedang bersedih atas hilangnya dia.


Jelita berlari ke arah putrinya yang diam mematung di dekat tangga menuju lantai atas.


Grep ...


Jelita memeluk Bunga erat sangat erat dengan tangisannya yang pecah.


Melihat itu Aldi dan semua pelayan meneteskan air mata haru.


"Mama mau membunuh Bunga!"


"Bagaimana mungkin!"


"Mama memeluk Bunga erat, Bunga sesak nafas!"


Ucap Bunga terpotong-potong membuat Jelita refleks langsung mengendorkan pelukannya.


Jelita mencium seluruh wajah putrinya membuat Bunga benar-benar risih.


"Syukurlah kamu tak kenapa-kenapa sayang, mama sama ayah begitu khawatir!"


"Mama pikir kamu pergi, kenapa telepon gak di angkat. Kemana saja kamu, kamu membuat mama khawatir!"


"Apa ada yang lecet, kamu gak apa kan!"


Jelita memeriksa tubuh anaknya karena takut kenapa-kenapa membuat Bunga di buat bingung dan juga kesal dengan apa yang sang mama lakukan, emangnya ada apa.


"Stop ma, Bunga gak kenapa-kenapa!"


Cetus Bunga sambil menahan sang mama yang terus memeriksa tubuhnya.


"Emang ada apa, dan kalian juga kenapa menangis?"


Ketus Bunga melihat para pelayan yang menangis dan juga sang ayah yang diam.


Jelita tergugu melihat Bunga yang terlihat biasa saja di saat semua orang panik.

__ADS_1


"Mama pikir kamu hilang!"


Bunga menatap sang mama dengan kening mengerut bingung.


"Hilang bagaimana, Bunga baru pulang sekolah karena di sekolah Bunga ketiduran!"


"Seharusnya Bunga yang tanya kemana mang Sup kenapa dia menghilang!"


"Padahal sudah Bunga kasih tahu untuk menunggu kenapa mang Sup balik duluan mana di telepon gak di angkat lagi!"


Cerocos Bunga kesal jika mengingat tadi membuat Jelita, Aldi dan para pelayan hanya melongo mendengar penuturan Bunga.


"Harusnya yang mama marahi mang Sup sudah berani ninggalin putri cantik mama sendirian di kelas,"


"Sudah ah, Bunga pergi ke kamar dulu Bunga ngantuk!"


Cetus Bunga berlalu pergi meninggalkan kekesalan.


Jelita terbengong melihat punggung putrinya yang menaiki satu persatu anak tangga. Jelita melirik Aldi yang juga bengong melihat semuanya.


"Mang Supri!!!"


Geram Jelita dan Aldi bersamaan membuat para pelayan bergidik ngeri ngeri gitu bercampur lucu dengan apa yang Bunga lakukan.


Sungguh gadis itu benar-benar membuat semua orang jengkel dengan kelakuannya.


Jelita sendari tadi sudah menangis dengan rasa takut dan cemasnya tapi lihatlah orang yang di cemaskan malah dengan santainya mengomel balik dan menyalahkan mang Sup sungguh gadis itu benar-benar ajaib.


Aldi langsung menelepon mang Sup dan para pengawal untuk menghentikan pencarian dan segera pulang.


Kejadian hari ini benar-benar membuat emosi Aldi naik turun.


Ingin marah dengan tingkah konyol sang putri tapi tak kuasa. Ingin menyalahkan mang Sup tapi Aldi tahu ini pasti hanya sebuah kesalahpahaman.


Di sini yang salah entah mang Sup atau Bunga dua-duanya benar-benar membuat Aldi dan Jelita kesal.


Walau begitu Jelita bernafas dengan lega melihat putrinya yang kembali dengan utuh dan baik-baik saja tak lecet sedikitpun.


Namun mengingat perkataan sang putri yang dengan santainya bilang ketiduran di sekolah membuat Jelita benar-benar ingin menjitak kepala putrinya.


Huh .....


Aldi dan Jelita hanya bisa menghela nafas berat menghadapi situasi seperti ini.


Jelita tak terbayang bagaimana suami putrinya nanti apa akan di buat kewalahan juga seperti dirinya. Semoga saja sesudah menikah Bunga bisa berubah dan tak merepotkan orang lain, tak ceroboh dan tak menjengkelkan.


"Dia putrimu yah!"


"Putri mama!"


"Ayah!"


"Mama!"


"Kita!"


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2