Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 44 Aku mencintaimu!


__ADS_3

"Kok gitu sayang!"


"Kan masalahnya berbeda!"


"Urusan kita udah selesai tapi urusan temanku belum selesai. Kamu janji harus menahan Fatih agar tak mem-buli anak baru itu!"


Raja bukannya tenang malah semakin di buat pusing oleh permintaan istrinya. Bagaimana bisa mencegah Fatih itu tak mungkin. Tapi bagaimana menjelaskannya juga pada Bunga.


Kenapa masalah Shofi yang jadi sasaran dirinya.


"Sayang, bukankah kita di larang ikut campur masalah orang!"


"Iya, tapi Shofi sekarang teman ku dan Amira!"


Dam ...


Raja dibuat tak berkutik oleh Bunga, ternyata Bunga cukup keras kepala juga.


"Sayang tak bisakah kita fokus sama hubungan kita saja!"


Mohon Raja bagaimana bisa mencegah Fatih untuk tak mem-buli Shofi sedang Raja tahu siapa Fatih.


"Please!"


"Sayang!"


Rengek Raja dengan wajah memelasnya membuat tawa Bunga seketika pecah. Bagaimana Bunga tak tertawa melihat wajah Raja yang di buat seperti itu.


"Kok tertawa sih, jawaban dulu!"


Kesal Raja di buat-buat dengan bibir cemberutnya.


Cup ...


"Sudah, aku ngantuk!"


Ucap Bunga sambil mengecup bibir Raja. Entah sadar atau tidak dengan apa yang Bunga lakukan itu gerakan refleks saja.


Raja memegang bibirnya yang tiba-tiba di kecup Bunga membuat jantung Raja berdetak lebih cepat dari biasanya.


Raja melihat Bunga yang memunggunginya.


"Curang!"


"Sudah kita tidur!"


"Gak mau!"


Raja membalikan tubuh Bunga hingga Bunga terlentang. Bunga ingin menutupinya namun Raja menahannya.


Raja mengelus pipi Bunga lembut sambil mengunci tatapan Bunga.


"Cantik!"


Satu kata keluar dari bibir Raja membuat Bunga tersipu.


"Aku mencintaimu!"


Ucap Raja lagi membuat Bunga hanya diam saja tak tahu harus menjawab apa. Perlahan Raja mendekatkan wajahnya dengan tatapan terus mengunci Bunga.


Cup ...


Bunga menghindar hingga ciuman Raja mendarat di pipinya. Tapi Raja tak kehabisan akal ingin mendapatkan apa yang ia inginkan.


Raja menahan wajah Bunga sambil mengelusnya.

__ADS_1


"Apa kamu mencintaiku!"


Bisik Raja sambil meniup telinga Bunga membuat Bunga meremang.


Deg ....


Bunga terdiam kaku ketika Raja mengecup lehernya. Sangat lembut hingga Bunga sulit untuk memberontak.


Merasa Bunga terdiam membuat Raja terus menjalankan aksinya. Sampai Raja bisa meraih bibir Bunga.


Kecupan itu sangat lembut sampai Bunga terbuai di buatnya. Bahkan Bunga tak bisa melawan seolah kekuatan Bunga sudah Raja rampas.


"Balas sayang!"


Ucap Raja di sela ciumannya dengan kaku Bunga perlahan membalas ciuman Raja bahkan entah sejak kapan lengan Bunga memeluk leher Raja.


Raja tersenyum di sela ciumannya ketika Bunga perlahan membalasnya walau terasa kaku namun memabukkan bagi Raja.


Ahh ..


Bunga terkejut mendengar bibirnya mengeluarkan suara aneh ketika Raja mengecup lehernya lembut.


Mendengar suara seksi Bunga membuat Raja terus melancarkan aksinya walau Raja harus menahan sesuatu yang sudah tak bisa Raja kendalikan lagi.


Raja kembali mengecup bibir Bunga mengalihkan kesadaran Bunga. Karena Raja tahu Bunga akan menolaknya jika sudah sadar.


Dan benar saja Bunga kembali terbuai dengan ciuman memabukkan itu. Entah sejak kapan ciuman itu membuat Bunga candu.


"Sayang, bolehkah aku meminta lebih!"


Izin Raja dengan suara seraknya bahkan wajah Raja sudah memerah menahan hasrat yang membendung.


Bunga terdiam mendengar permintaan Raja yang tak Bunga mengerti sama sekali.


Melihat Bunga yang diam membuat Raja menyimpulkan jika Bunga mengizinkannya.


Ah ...


Bunga kembali mengeluarkan suara anehnya ketika Raja mencium lehernya bahkan turun ke dada.


Bunga meremas seprai kuat karena tubuhnya seolah tersengat listrik.


Antara nikmat dan bingung membuat Bunga tak bisa berkutik karena Bunga baru pertama kali merasakan rasa yang berbeda dari ciuman Raja.


Ingin menyudahi namun Bunga tak bisa membuat kepala Bunga sangat pusing sekali.


"Raja!"


Lilir Bunga ketika Raja membuka kancing bajunya. Raja seketika menghentikan aksinya sambil menatap Bunga sayu. Terlihat jelas hasrat yang Raja pendam.


"Aku tak akan melanjutkan jika kamu tak mengizinkan!"


Raja tak mau egois memaksa Bunga, Raja ingin mereka sama-sama sadar dan saling menginginkan.


"Maaf!"


Raja tersenyum tipis sambil mengelus pipi Bunga.


"Aku mengerti!"


Ucap Raja sambil tidur menyamping dengan nada kecewanya. Raja menarik Bunga kedalam pelukannya.


Raja memejamkan kedua matanya dengan nafas memburu bahkan detak jantung Raja terpacu hebat.


Bunga bisa mendengar dengan jelas setiap detak jantung Raja bahkan nafas Raja yang memburu jelas di kepala Bunga.

__ADS_1


Bukan hanya Raja Bunga juga sama, jantungnya berdetak tak karuan bahkan wajah Bunga sudah memerah. Apalagi Bunga merasa malu dengan suara aneh yang keluar dari mulutnya suara yang entahlah.


Perlahan Bunga mengangkat kepalanya ketika sudah merasa jantung Raja mulai normal.


Ternyata Raja sudah tertidur pulas pantas saja nafasnya sudah kembali normal.


Bunga menatap wajah tampan Raja tanpa berkedip. Setiap pahatannya tak luput dari tatapan Bunga. Bunga berhenti tepat di bibir merah Raja.


Bibir yang sudah membuat Bunga merasakan rasa yang aneh namun lebih anehnya kenapa ia sangat menikmatinya.


"Apa bibir kamu ada aliran listrik nya, kenapa bibir ini selalu membuatku tersetrum di setiap sentuhannya!"


Gumam Bunga sambil mengelus bibir merah Raja.


Bunga memegang dada di mana satu kancing baju tidurnya sudah terbuka.


Sungguh entah apa yang terjadi tadi kenapa Bunga bisa seperti itu. Apa suami istri harus melakukan hal-hal begitu atau bagaimana, bingung Bunga.


Kepolosan membuat Bunga tak mengerti banyak hal seperti nya Bunga harus cari tahu di internet bagaimana hubungan suami istri sebenarnya agar Bunga tak merasa tabu.


Bunga beranjak dari ranjang guna mengambil ponselnya. Bunga sangat penasaran tentang hal itu.


Banyak artikel muncul ketika Bunga mencari tentang rumah tangga yang harmonis.


Bunga membaca satu persatu artikel tersebut seperti nya Bunga harus sering membaca agar tahu posisinya.


Malu jika menanyakan hal seperti pada sang mama.


Wajah Bunga seketika berubah-ubah ketika membaca bagian artikel di mana cara agar suami tak berpaling.


Bahkan Bunga sampai menautkan kedua alisnya sambil melirik Raja.


"Emang harus seperti itu!"


Gumam Bunga merasa aneh atau memang Bunga baru tahu membaca nya saja sudah membuat Bunga geli.


"Apa Raja akan berpaling karena aku kecil!"


Gumam Bunga lagi sambil melirik Raja.


"Tapi, kata Raja dia cinta aku!"


Monolog Bunga sembari berpikir keras dan membaca kelanjutan artikel tersebut.


Sekarang Bunga terlihat nampak serius membacanya entah bagian apa yang Bunga baca.


"Tidak bisa di biarkan!"


Geram Bunga, entah apa yang Bunga baca kenapa terlihat marah sekali. Bunga menyudahi membacanya lalu segera beranjak keatas ranjang.


Bunga memeluk Raja bahkan menyimpan kepalanya di lengan kekar Raja.


"Apa aku sudah jantung cinta!"


"Kamu dewa Yunani ku!"


Monolog Bunga sambil mengeratkan pelukannya membuat Raja berbalik memudahkan Bunga memeluk Raja.


Entah keberanian dari mana Bunga memeluk Raja pasalnya di peluk pun Bunga selalu menghindar. Bahkan sampai berkeringat dingin.


"Awas saja jika kau tak sabar menungguku!"


Gumam Bunga sambil memejamkan kedua matanya. Entah sadar atau Bunga sedang mengigau.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih...


__ADS_2