Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 55 I love you, very, very much


__ADS_3

Bunga merasa kurang semangat ketika sudah sampai di sekolah karena Amira sibuk mempersiapkan untuk olimpiade.


Sedang Shofi jangan di tanya lagi, Shofi terus saja di ganggu oleh Fatih bahkan tak ada habisnya. Membuat Bunga merasa sedikit kesepian. Lintas


lalu


Apalagi Bunga tak berani membela Shofi bisa-bisa dia yang kena sasaran oleh Fatih.


Terkadang Bunga tak habis pikir dengan apa yang Fatih lakukan. Terkadang Fatih terlihat mengkhawatirkan Shofi kadang juga jahat. Entah apa sebenarnya maunya Fatih membuat Bunga merasa kasihan pada Shofi.


Bahkan waktu dengan Shofi pun berkurang karena Fatih selalu saja mengusik Shofi membuat Bunga benar-benar kesal.


Sampai pulang sekolah Bunga terlihat cemberut. Karena tak ada semangat juang belajar jika teman-teman pada sibuk.


Bahkan belajar pun tak full karena semua guru sedang mempersiapkan para murid untuk acara olimpiade.


Raja yang melihat istrinya cemberut seperti itu merasa aneh. Raja pikir mungkin bawaan pms membuat sikap Bunga berubah.


Seperti nya Raja harus menemukan suasana baru agar sang istri tak cemberut.


"Sayang, kamu mau jalan-jalan gak?"


Tawar Raja sambil menghentikan motornya. Bunga terdiam sambil berpikir jalan-jalan kemana.


Namun otak Bunga bukannya mengingat tempat yang mau di kunjungi malah ingat kejadian Raja di kerumuni cewek-cewek membuat Bunga menatap tajam Raja.


"Apa mas suka di kerumuni cewek-cewek, kenapa ngajak jalan!"


Ketus Bunga membuat Raja terdiam, seperti nya benar Bunga sedang tak stabil karena pms.


"Kok gitu sayang, mas gak gitu!"


"Waktu itu juga gitu, ngajak jalan karena mas suka kan jadi pusat perhatian!"


"Ok .. ok .. kalau begitu sayang mau apa?"


Raja tak mau membuat Bunga marah, bisa habis dirinya jika singa betina mulai menunjukan taringnya.


"Gak tahu, Bunga gak mau apa-apa!"


"Ok, kita langsung pulang!"


"Tunggu ... tunggu mas,"


Cegah Bunga sambil menepuk-nepuk punggung Raja.


"Ada apa sayang, apa kamu mau sesuatu?"


"Itu, mau tahu bulat!"


Tunjuk Bunga melihat pedagang tahu bulat keliling. Raja melotot tak percaya dengan apa yang Bunga minta. Bagaimana bisa Bunga meminta makanan bulat itu sedang Raja sendiri tak pernah memakannya.


"Mas mau itu!"


"Sayang, jangan itu ya cari saja makanan yang sehat!"


"No, mas mau itu!"


Kesal Bunga turun dari motor berniat beli sendiri. Tapi kalah cepat oleh Raja yang menahan tangannya.


"Ok, mas belikan!"


Putus Raja menyebrang jalan membeli apa yang sang istri inginkan.


Entah makanan apa kenapa Bunga suka makanan seperti ini.

__ADS_1


"Bang, 100 ribu!"


"Baik, tunggu sebentar!"


Raja berdiri menunggu sang pedagang mengemas tahu bulat. Raja menautkan kedua alisnya kenapa sang pedang lama banget bahkan ada beberapa kantong.


Padahal yang membeli Raja sendiri kenapa mengemasnya banyak sekali. Raja tak tahu kalau harga tahu bulat cuma 500 perak.


"Ini!"


Raja melotot tak percaya melihat tahu bulat yang di kasih pedagang. Ada sepuluh kantong kenapa banyak sekali, pikir Raja.


"Kebanyakan pak, saya kan beli 100k!"


"Iya, ini segeni,"


"Emang satunya berapa?"


"500 perak!"


"Hah!"


Raja melotot tak percaya sang istri membeli jajanan seperti ini. Bentuknya saja aneh bagaimana rasanya.


Melihat ekspresi Raja yang seperti itu membuat sang pedagang hanya menggelengkan kepala.


Dengan ragu Raja memberikannya pada sang istri.


"Mas banyak banget belinya!"


"Sayang, apa enak makanan itu?"


Ucap Raja ingin mencegah sang istri memakannya.


"Ini enak tahu, tapi mas jangan bilang-bilang ayah ya!"


Sungguh Bunga benar-benar menurunkan harga diri Raja. Bagaimana bisa Raja membelikan sang istri makanan seperti ini.


"Cobain mas, enak tahu!"


"Buat kamu saja!"


"Cobain!"


Tegas Bunga melotot membuat Raja mau tak mau membuka kedua mulutnya.


Lep ...


Bunga langsung memasukan tahu bulatnya pada mulut Raja yang belum sempurna terbuka karena kesal Raja lama sekali membuka mulutnya.


"Kunyah!"


Terpaksa Raja mengunyahnya dengan ekspresi aneh.


"Enak kan!"


Ucap Bunga santai langsung memakan miliknya lagi. Mereka makan sambil duduk di sebuah taman kanak-kanak.


Lama kelamaan Raja menikmatinya juga. Pada awalnya memang rasanya sangat aneh. Tapi jika di rasakan perlahan sangat nikmat juga.


Bahkan tahu bulat sepuluh kantong itu habis oleh mereka berdua.


"Sayang kamu tahu dari mana makanan seperti ini?"


"Anak-anak pengamen!"

__ADS_1


"Kenapa kamu takut sekali ayah marah makan tahu bulat!"


"Karena ayah memang suka marah jika tahu Bunga makan makanan tak sehat, padahal rasanya enak!"


"Terus kenapa kamu tak takut sama mas, mas kan suami kamu!"


Bingung Raja ingin tahu kenapa Bunga tak takut padanya.


"Gak lah, kata mama jika seorang suami mencintai istrinya dan menyayanginya dia tak akan berani marah sebesar apapun kesalahannya. Tapi dia bakal mengingatkannya saja karena khawatir!"


"Jadi Bunga tak takut, mas kan mencintai aku!"


"Tadi saja mas hanya khawatir kan aku kenapa-kenapa?"


Raja terdiam karena semua yang di katakan Bunga sangat tepat. Raja memang takut Bunga kenapa-kenapa jika makan makanan tak sehat.


Selebihnya itu bukan bentuk marah namun bentuk khawatir.


"Seyakin itu kamu pada mas!"


Bunga mengangguk sambil mengunyah kembali beberapa tahu bulat yang tertinggal di kantong.


Jika begini kenapa Bunga terlihat dewasa, bicaranya selalu saja penuh makna.


"Mas mau tahu kenapa aku bisa menerima mas dengan mudah?"


Ucap Bunga sambil menatap Raja intens di tatapan seperti itu oleh sang istri membuat Raja kenapa salah tingkah. Pasalnya jarang sekali Bunga menatap dia seperti itu.


"Apa!"


"Karena mas yang menerima aku apa adanya. padahal aku hanya anak kecil, tapi mas selalu sabar menghadapi segala sikap ku. Walau aku tahu mas sangat kesal dan jengkel tapi di sini Mas selalu menahannya!"


Jelas Bunga sambil menepuk-nepuk pelan dada sang suami.


Ya, itulah yang membuat Bunga luluh oleh Raja karena kesabaran Raja yang menghadapi sikapnya. Padahal sang mama saja setiap pagi dan malam suka marah dan mengomel.


Pada awalnya Bunga pikir Raja juga akan seperti sang mama namun Bunga salah besar Raja memang berbeda tapi pilihan sang mama memang tepat karena ini yang Bunga butuhkan.


"I love you, very, very much!"


Deg ...


Wajah Raja memerah mendengar ungkapan cinta dari sang istri. Sungguh jantung Raja berdetak sangat cepat tak seperti biasanya.


Sudah mengungkapkan itu Bunga dengan santai kembali memakan sisa tahu bulatnya. Padahal apa yang Bunga lakukan sudah membuat Raja meledak.


Tapi lihatlah Bunga dengan polosnya makan tahu bulat lagi setelah mengungkapkan cintanya. Seolah Bunga bercanda padahal Bunga serius tapi itulah Bunga si polos polos tak ada bandingannya.


"Sayang,"


"Hm,"


Deg ...


Bunga terkejut ketika berbalik Raja langsung mencium bibirnya. Untung saja tak ada siapapun di sana jika tidak mungkin Bunga sudah malu.


Raja juga kenapa tak tahu tempat mencium dia sembarangan. Bagaimana kata orang, jika melihatnya di sangka pasangan mesum muda-mudi padahal mereka pasang suami istri.


"Mas,"


"Kenapa kamu membuat mas candu!"


Bluss ..


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2