Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 21 Shok!


__ADS_3

Bunga terus saja memberontak karena Raja memaksanya ikut dengannya. Bunga tak mau karena Raja juga jadi ancaman dia.


"Bisa gak kau ini nurut!"


Kesal Raja karena sendari tadi Bunga terus memberontak.


"Tapi bilang dulu kau mau membawaku ke mana?"


Cetus Bunga waspada karena Bunga tak tahu Raja siapa apa Raja tulis atau tidak menolongnya.


"Pulang!"


"No .. no ..,"


Pekik Bunga ketakutan ingin kabur lagi tapi Raja menangkap Bunga kembali. Raja memasukan Bunga kedalam mobilnya.


"Aku gak mau pulang!"


"Kau ini kenapa hah, apa loe mau di sini dan preman tandi menggangu loe!"


"Tidak! tapi aku juga tak mau pulang!"


Kesal Bunga berkaca-kaca Raja kenapa tak mengerti dirinya. Jika iya pulang maka tamatlah riwayat dia.


"Berikan satu alasan kenapa kau tak mau pulang, kedua orang tua loe pasti nyariin!"


Pancing Raja ingin tahu apa Bunga akan jujur atau tidak.


Glek ...


Bunga menelan ludahnya kasar bingung harus bilang apa. Mana mungkin ia bilang jika dirinya kabur karena tak mau di jodohkan bisa jatuh harga diri Bunga.


"Ok .. ok ... kalau loe gak mau pulang, berarti loe ikut gue!"


"Kemana?"


"Rumah sakit!"


"Ngapain ke sana!"


"Calon mertua geu masuk rumah sakit!"


"Oh!"


Entah kenapa ada rasa sakit di hati Bunga ketika Raja menyebut calon mertua. Bukankah Raja selalu mengklaim dirinya wanitanya lalu kenapa Raja menyebut sudah punya calon mertua.


Ternyata laki-laki sama saja hanya bisa memberikan harapan palsu saja. Lalu apa arti gelang yang Raja belikan kemaren jika Raja sudah punya kekasih.


Melihat Bunga yang diam membuat Raja tersenyum seringai. Bunga tak tahu jika yang Raja maksud adalah mamanya sendiri.


"Eh, tunggu .. tunggu!"


Pekik Bunga terkejut ketika menyadari sesuatu.


"Ada apa lagi!"


"Gue gak mau ikut, bagaimana kalau pacar kamu ada di sana bisa-bisa mereka menyangka aku selingkuhan kamu. No!"


"Loe berlebihan!"


Kesal Raja langsung melajukan mobilnya lagi kerumah sakit tak peduli lagi dengan ocehan Bunga.


Bagaimana bisa Raja terpesona dengan gadis seperti Bunga seperti otak Raja sudah terpeleset.


"Aku tunggu di mobil saja ya!"


"Loe ikut supaya jadi bukti!"


"Bukti!"


Cicit Bunga tak mengerti dengan apa yang Raja maksud.


"Iya bukti kalau gue telat datang dan loe bisa menjelaskannya kalau gue nolong loe dulu!"


"Oh!"


Dengan bodohnya Bunga hanya mengangguk saja membuat Raja tersenyum tipis.

__ADS_1


Raja menarik tangan Bunga membuat Bunga risih.


"Jangan pegang-pegang!"


"Diam!"


Raja lama-lama kesal juga karena baru saja menurut sekarang Bunga memberontak lagi.


Raja terus membawa Bunga keruang di mana Tante Jelita di rawat karena penyakit jantungnya kambuh lagi.


Entah bagaimana reaksi Bunga jika tahu sang mama yang masuk rumah sakit.


Bunga berjalan sedikit ngumpet di balik lengan kokoh Raja.


Cklek ...


Raja membuka pintu ruang rawat tante Jelita membuat semua orang yang ada di dalam langsung menoleh.


"Tante, apa tante baik-baik saja?"


Tanya Raja melihat calon mertuanya berbaring lemah.


"Sayang!"


Deg ...


Seketika tubuh Bunga menegang mendengar suara lemah yang sangat begitu Bunga kenal siapa pemiliknya.


Dengan ragu Bunga keluar dari balik punggung lebar Raja.


"Mama!"


Pekik Bunga terkejut melihat sang mama berbaring lemah dengan selang infus yang menancap di punggung tangannya.


Mata Bunga berkaca-kaca melihatnya dari kapan sang mama masuk rumah sakit. Jika Raja menyebut orang tuanya calon mertuanya lalu siapa Raja.


Bunga menatap sang mama sang ayah, tante Raya, om Rijal lalu Raja dengan kening mengerut.


Bahkan rasanya kaki Bunga sulit untuk melangkah menghampiri sang mama karena takut apa yang ia pikirkan benar.


"Mom, dad!"


"Hah!"


Bruk ...


"Bunga!"


"Nak!"


Pekik semua orang melihat Bunga tak sadarkan diri.


"Ayah!"


"Tenang sayang, Bunga hanya shok saja!"


Aldi berusaha menenangkan sang istri, Aldi takut sang istri malah drop lagi.


Dari tadi Aldi di buat cemas dengan keadaan sang istri belum lagi putrinya kabur. Aldi berharap dua wanita yang ia cintai baik-baik saja.


.


"Emmz,"


Gumaman terdengar di bibir Bunga membuat Aldi langsung menoleh.


"Nak, kamu sudah sadar!"


Aldi bernafas lega melihat putrinya sudah siuman.


"Ayah!"


Ucap Bunga lemah membuat Aldi dengan sigap membantu Bunga bangun.


"Mama!"


"Suttt, mama gak apa mama baik-baik saja!"

__ADS_1


Ucap Aldi mencoba menenangkan Bunga agar tidak terlalu cemas.


Bunga terdiam mencoba menenangkan hati dan pikirannya.


Bunga benar-benar takut dengan kenyataan ini. Sungguh apa yang tadi terjadi benar-benar membuat Bunga shok.


"Sayang!"


"Hm,"


"Ayah tahu banyak pertanyaan yang ingin kamu tanyakan. Tanyakan saja ayah akan menjawabnya!"


Bunga terdiam entah dari mana dulu menanyakannya Bunga tak tahu.


"Sayang!"


"Mama kenapa bisa masuk rumah sakit, apa karena Bunga!"


Lilir Bunga menunduk dengan mata berkaca-kaca.


"Tidak sayang, itu bukan salah kamu mama hanya kecapean!"


"Ayah bohong!"


"Katakan mama sakit apa hiks ..?"


Desak Bunga membuat Aldi tak tega melihat putrinya menyalahkan dirinya sendiri.


"Mama shok ketika mengetahui kamu kabur hingga tekanan darahnya naik hingga mengakibatkan serangan jantung!"


Bunga menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang sang ayah ucapkan. Semua salah dirinya, andai saja Bunga tak kabur mungkin sang mama baik-baik saja.


"Sudah jangan menangis, sekarang mama sudah baik-baik saja!"


Aldi menarik Bunga kedalam pelukannya membiarkan Bunga menangis. Aldi tahu sulit bagi Bunga memahami semuanya.


"Dan Raja, dia putra tante Raya dan om Rijal!"


Bunga semakin terisak mendengarnya. Bagaimana bisa Bunga tak menyadari akan hal itu. Pantas saja dari mulai pertama datang Raja terus mengusiknya dan mengklaim dia sebagai calon istrinya karena Raja putra dari tante Raya.


Kenapa Bunga bodoh tak menyadari hal itu sejak pertama.


"Sekarang kami tak akan memaksa kamu, keputusan ada di tangan kamu. Maafkan ayah sayang kamu dalam bahaya gara-gara kami!"


Bunga hanya diam saja tak tahu harus berkata apa semuanya sulit untuk Bunga terima.


"Bunga mau lihat mama!"


Cicit Bunga membuat Aldi langsung melerai pelukannya.


Aldi membantu Bunga turun dari atas brankar. Hati Bunga sangat sakit ketika tahu dia penyebab sang mama masuk rumah sakit.


Apalagi ini kali pertama nya Bunga nekad kabur dan langsung menjadi bumerang.


"Tidak apa sayang, masuk saja!"


Ucap Aldi membujuk sang putri, Aldi tahu Bunga ragu untuk masuk.


Semua orang yang ada di dalam langsung menoleh melihat Aldi dan Bunga.


Jelita tersenyum tipis dengan mata berkaca-kaca putrinya sudah sadar. Jelita merentangkan tangannya mengisyaratkan untuk Bunga memeluk dia.


"Mama!"


Bunga berlari memeluk sang mama tak peduli dengan orang-orang yang menganggap ia anak kecil.


"Maafkan mama sayang maaf!"


Sungguh Jelita sangat menyesal telah membuat putrinya pergi. Jelita tak akan memaafkan dirinya sendiri jika terjadi sesuatu pada Bunga.


Bunga paling berharga di antara yang lain, Jelita hanya ingin yang terbaik saja namun nyatanya itu semua malah membuat Jelita hampir kehilangan Bunga.


"Mama tak akan memaksa kamu lagi, tapi janji ya jangan kabur lagi!"


Bunga hanya diam saja sambil mengeratkan pelukannya membiarkan sang mama mengeluarkan segala perasaannya.


Tante Raya, om Rijal dan Raja hanya bisa diam saja mendengar obrolan itu. Apa perjodohan ini benar-benar berakhir di sini!

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan, Vote Terimakasih ...


__ADS_2