
Wajah Bunga terlihat berseri bahkan terpancar jelas kebahagian di wajahnya.
Sekolah pun jadi semangat bahkan belajar pun mulai fokus kembali membuat Amira keheranan.
Tak pernah sekalipun di setiap harinya Amira di buat keheranan melihat wajah Bunga yang selalu berubah-ubah. Kadang murung, kadang kesal, kadang ceroboh, kadang bar-bar, kadang kepo kadang ketakutan rasanya sudah tak asing lagi bagi Amira membaca setiap karakter Bunga tapi kali ini nampaknya Bunga sedang bahagia bahkan terlihat jelas dari raut wajahnya. Jika begitu berarti Bunga sedang dalam mode normal.
"Pinjam catatan biologi Ra?"
Ucap Bunga tiba-tiba seperti nya ada catatan biologi yang kurang dalam buku Bunga.
Bunga melihat catatan Amira lalu menyalinnya. Dengan semangat Bunga menyalin semua catatan yang ada di buku Amira yang beberapa hari Bunga tak fokus belajar.
Melihat Bunga yang serius belajar membuat membuat Amira bernafas lega akhirnya Amira bisa belajar dengan tenang.
Apalagi Fatih sudah tak menggangu Bunga lagi karena mungkin ada mangsa baru setelah Rijal sudah keluar gara-gara Fatih.
Nampaknya hari ini benar-benar hari yang berbeda bagi Bunga. Hatinya mulai merasa lega dan ringan menjalani aktivitas.
Bahkan belajar pun menjadi semangat kembali apalagi bagian pelajaran biologi Bunga sangat menyukainya.
"Dan ini, kau belum menyalinnya!"
Ucap Amira menyerahkan buku catatan matematika.
"Ok!"
Amira menautkan kedua alisnya biasanya bagian matematika Bunga paling gak mau tapi lihatlah sekarang dia sangat rajin menyalin bahkan yang biasanya mengajak ke kantin kini malah mengajak ke perpustakaan untuk belajar.
Melihat Bunga sibuk menyalin Amira sibuk membaca buku.
Bahkan tak terdengar sedikit pun mulut Bunga banyak bicara tidak seperti biasanya.
Sampai masuk kembali dan pulang nyatanya Bunga masih tak bertingkah.
"Terimakasih!"
Ujar Bunga tersenyum manis membuat Amira malah bergidik ngeri.
"Hm!"
"Ra, pulang jalan-jalan yuk!"
"No!"
Jawab cepat Amira bahkan sampai menggelengkan kepala kuat. Sekarang Amira mengerti kenapa dari tadi Bunga tak banyak bicara nyatanya ada udang di balik batu.
Amira mana mau di ajak jalan-jalan oleh Bunga yang ada bukan jalan-jalan tapi Bunga malah merusuh dan Amira yang harus jadi penjaga.
"Ya, kok gitu udah lama kita gak jalan-jalan!"
"Aku harus pulang cepat!"
"Gak asik!"
Amira masa bodo mendengar gerutuan Bunga yang penting telinga Amira aman dari ocehan bibir Bunga yang bak beo.
"Gue pulang dulu, bay!"
Ketus Amira sambil melambaikan tangan membuat Bunga cemberut. Bunga berlari menuju mobil di mana mang Sup sudah menunggu.
"Mang Sup, kita ke taman dulu ya?"
"Sudah izin non?"
"Jangan kasih tahu ayah!"
"Suami non maksud nya!"
Bunga terdiam mendengarnya Bunga lupa Raja berpesan jika mau kemanapun dia harus izin dulu.
__ADS_1
Mang Sup menghentikan mobilnya di persimpangan biasa di mana Raja menunggunya di sana.
"Mau jalan-jalan?"
Tawar Raja cepat sebelum Bunga bicara membuat Bunga terdiam.
"Nih,"
Raja memberikan helm pada Bunga namun Bunga masih terdiam menimbang-nimbang apa dia ikut Raja atau main sendiri.
Pada akhirnya Bunga mengambil helm lalu naik keatas motor Raja.
Raja segera menjalankan motornya dengan senyum yang mengembang di bibirnya karena Bunga memeluk pinggang tanpa di suruh.
"Kita mau kemana?"
"Danau cincin!"
Bunga tak bertanya lagi karena memang tak tahu. Apalagi Bunga jarang main jauh-jauh dari dulu kalau pun main pasti dengan kedua orang tuanya atau di temani mang Sup.
Raja memarkirkan motor lalu mengajak Bunga duduk di salah satu kursi sambil menikmati pemandangan danau.
Bunga hanya diam saja karena tak menyangka seorang Raja suka tempat-tempat seperti itu.
"Kalau gak suka bilang ya?"
"Hm,"
Bunga menatap lurus ke depan melihat danau yang terlihat indah dengan pantulan langit cerah.
"Apa kamu bahagia menikah denganku?"
Tanya Raja membuat Bunga terdiam mereka belum sedekat itu bahkan jarang sekali selama menikah bicara santai.
Di tanya seperti itu sungguh membuat Bunga bingung harus menjawab apa.
"Aku tak tahu!"
Cicit Bunga karena memang tak tahu apa ia bahagia menikah dengan Raja atau tidak. Bunga hanya baru merasa Raja adalah orang baik yang mengerti dirinya. Bunga hanya merasa nyaman saja karena Raja seperti sosok pelindung bagi dia.
Raja mengalihkan tatapan nya ke depan sedikit merasa kecewa Raja berpikir ternyata Bunga masih belum bisa menerima dia.
Entah harus melakukan apa lagi hingga Bunga menganggap ia ada.
"Aku hanya sedang berusaha menerima pernikahan ini!"
Seketika Raja langsung berbalik menatap Bunga.
"Aku pikir, aku tak mau ada kata perceraian suatu hari nanti jadi aku sedang berusaha!"
"Terimakasih!"
"Kenapa kamu selalu mengucap Terimakasih kasih, padahal aku tak pernah melakukan apapun!"
Bingung Bunga karena heran Raja selalu saja bilang terimakasih.
Raja menggenggam tangan Bunga dengan tatapan lembut membuat Bunga merasa tak nyaman.
"Terimakasih sudah mau menjadi istriku, terimakasih sudah mau berteman dengan ku, dan terimakasih sudah mau jalan denganku!"
Tak ...
Raja mengetuk kening Bunga dengan telunjuknya membuat Bunga terdiam.
"Apa mau nonton atau ke mall?"
Tawar Raja mengalihkan pembicaraan supaya Bunga tak merasa canggung.
"Di sini saja, aku suka sama tempatnya!"
__ADS_1
"Baiklah!"
"Tunggu sebentar ya!"
Raja beranjak dari tempat duduknya lalu memesan bakso dan minuman boba.
Bunga hanya diam saja tak peduli kemana Raja pergi. Bunga hanya sedang menikmati pemandangan di depannya. Karena bagi Bunga pemandangan di depan sangat menggoda dari pada sekedar menatap kepergian Raja.
Kasak-kusuk terdengar jeritan cewek-cewek membuat Bunga kesal.
Bunga berusaha abay namun semakin lama semakin geram juga karena menggangu Ketenangan dia.
Bunga berbalik guna melihat apa yang membuat cewek-cewek berisik seperti itu.
Seketika Bunga melotot mantap tak percaya suaminya di kerumuni oleh anak-anak muda. Tangan Bunga mengepal dengan rahang mengeras. Siapa yang suka suami sendiri di kelilingi perempuan-perempuan gatal bahkan ibu-ibu juga kenapa ikut-ikutan.
Tak terima Raja di kelilingi seperti itu membuat Bunga langsung berdiri menerobos kerumunan.
"Diam!"
Teriak Bunga membuat Raja terkejut bahkan anak-anak muda langsung terdiam bak patung sambil memegang ponselnya guna meminta photo.
Dengan posesif Bunga menggandeng tangan Raja bahkan sampai Raja terkejut Bunga melotot padanya.
"Dia pacar saya, jangan ganggu dia!"
Tegas Bunga membuat semua cewek-cewek menatap Bunga dari atas sampai bawah. Lalu mereka melihat seragam Bunga dan Raja yang sama membuat semua cewek-cewek kecewa.
Plak ....
"Dasar ganjen!"
Ketus Bunga sambil menyikut perut Raja kuat membuat Raja meringis.
"Nenk jangan galak-galak kasihan,"
"Ganteng mending sama ibu saja ya!"
Bunga semakin melotot pada Raja melihat ibu-ibu malah menggandeng lengan Raja.
Raja yang melihat Bunga marah langsung melepaskan tangan ibu-ibu itu lalu mengejar Bunga.
"Bunga tunggu!"
Teriak Raja mengejar Bunga membuat ibu-ibu tersenyum geli melihat pasangan muda-mudi itu membuat mereka mengingat masa lalu mereka.
"Hey, mau kemana?"
"Pulang!"
"Kok pulang sih, kita kan belum makan!"
"Bodo amat!"
Raja terdiam sambil tersenyum melihat tingkah Bunga.
Bunga terus saja berjalan namun Bunga tak tahu jalan pulang membuat Bunga semakin kesal apalagi Raja malah diam tak mengejarnya.
Bunga berbalik menatap Raja nyalang lalu berjalan cepat ke arah Raja.
"Ayo pulang!"
"Cemburu ya!"
"What!"
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1