Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 19 Sial, kenapa dia sangat tampan!


__ADS_3

Hari ini hari yang berbeda dari biasanya, Bunga tampak melamun terus membuat Amira merasa heran. Tak marah atau merengek kini Bunga terlihat banyak diam.


Bahkan waktu belajar pun Bunga fokus memerhatikan guru.


Walau terasa tenang karena tak ada rengekan dari Bunga namun terasa hamba bagi Amira yang sudah terbiasa oleh rengekan Bunga.


Entah apa yang sedang Bunga pikirkan tak bisanya sampai sibuk dengan dunianya sendiri bahkan Amira di abaikan begitu saja.


Otak Bunga hany sedang berpikir keras apa yang harus ia lakukan besok. Sang mama sudah memberitahu dia jika besok Tante Raya akan ke rumah bersama anaknya.


Entah seperti apa dan bagaimana anak Tante Raya Bunga tak tahu.


Bunga ingin sekali berbagi dengan Amira namun urung. Entah kenapa Bunga tak bisa menceritakannya.


Jika kabur harus dengan cara apa Bunga bingung memikirkan itu semua. Bahkan jantungnya berdetak tak beraturan dengan kegelisahan yang terus membuat Bunga semakin diam.


Bunga belum siap tapi Bunga juga tak mau mengecewakan kedua orang tuanya. Lantas Bunga harus apa untuk menghadapi situasi seperti ini.


Amira merasakan ada sesuatu yang tak beres dengan Bunga. Karena tak bisanya Bunga melamun.


"Bunga,"


"Hey, hello!"


Ucap Amira sambil melambaikan tangannya di depan wajah Bunga.


Plak ...


"Kutu kupret!"


Kaget Bunga tersadar dari lamunannya.


"Ra, kenapa kau memukulku!"


Protes Bunga sambil mengusap pahanya yang terasa perih bisa di pastikan telapak tangan Amira membekas.


"Kamu kesurupan dari tadi melamun!"


"Sembarangan!"


Kesal Bunga tak terima di bilang kesurupan oleh Amira.


"Habis dari tadi melamun terus!"


"Kok kita sudah di kantin, kapan selesai belajarnya!"


"What!"


Dengan polosnya Bunga mempertanyakan itu terus dari tadi Bunga benar-benar melamun. Amira pikir memerhatikan guru nyata sejak di kelas Bunga benar-benar sinting.


Amira benar-benar kesal dengan tingkah Bunga kali ini. Tapi kenapa tadi Bunga bisa menjawab pertanyaan guru ini suguh mengesankan.


Dan sekarang ia bilang kapan selesai belajarnya. Apa Bunga Benar-benar tak sadar dengan keadaannya atau bagaimana.


"Bunga, kamu sakit!"


"Sembarangan, aku gak sakit. Aku hanya bingung saja kenapa kita ada di kantin!"


Plak ...


Amira menepuk jidatnya sendiri kelakukan Bunga benar-benar membuat Amira naik darah.


Amira memilih bungkam saja karena pusing jika terus meladeni Bunga.


Bruk ...


Terdengar seseorang terjatuh membuat Amira dan Bunga menoleh. Ternyata Fatih sedang mem-buli salah satu teman sekelasnya.

__ADS_1


Bunga membuang muka tetkala Fatih meliriknya Bunga takut ia akan jadi sasarannya.


"Ra, kita pergi dari sini yuk!"


Ajak Bunga ketakutan takut Fatih kembali mem-buli nya.


Melihat wajah ketakutan Bunga membuat Amira tak tega. Amira membawa Bunga keluar dari kantin menuju taman mereka duduk di sana.


"Di sini lebih enak!"


Ucap Bunga bernafas lega karena jauh dari Fatih.


"Fatih jahat banget sih, ingin sekali aku membejek-bejek kulitnya!"


"Tadi Rijal ya yang di buli kasihan sekali dia!"


"Harusnya Fatih di keluarkan dari sekolah, biar ini sekolah aman!"


Bunga terus saja nyerocos tak jelas dengan dirinya sendiri karena Amira lebih baik mendengarkan musik dari pada mendengar ocehan Bunga.


Di belakang saja Bunga ngoceh sudah di depan malah gemetar.


Entah berapa lama Bunga mengoceh bahkan sampai memperagakannya.


Sedang Amira benar-benar tak peduli karena pusing jika di ladeni.


Grep ...


Tiba-tiba lengan Bunga di tarik tanpa sepengetahuan Amira. Bunga berusaha memberontak namun sayang Amira tak mendengarnya karena sedang mendengarkan musik.


"Kau!"


Pekik Bunga terkejut ketika tahu siapa yang menarik tangannya. Entah kenapa dengan Raja Bunga sedikit membentak dan melawan padahal jika Fatih yang melakukannya Bunga akan menjadi layu.


"Apa, nunjuk-nunjuk tak sopan!"


"Kau yang tak sopan menculik aku dari Amira!"


Raja ingin sekali tertawa dengan apa yang Bunga katakan. Gadis ini bisa-bisa melawak di saat seperti ini.


Raja hanya bisa mengulum senyum geli tanpa harus tertawa karena jika tertawa perutnya akan meledak.


"Kenapa senyam-senyum, dasar sinting!"


"Biarkan aku pergi!"


"No .. no ..!"


Raja menahan tangan Bunga agar tak pergi membuat Bunga terus memberontak.


Raja mencengkal kedua lengan Bunga agar tak memberontak.


"Bisa diam tidak!"


Bentak Raja membuat Bunga terdiam ketakutan mendengar bentakan Raja yang memekik gendang telinganya.


Tak pernah sekalipun Bunga di bentak seperti itu oleh sang ayah. Tapi Raja, siapa dia beraninya membentak Bunga.


Melihat Bunga yang diam gemetar membuat Raja merasa bersalah. Apa Raja terlalu jahat memperlakukan Bunga seperti itu.


Raja hanya berniat menggoda Bunga saja tapi karena Bunga memberontak membuat Raja kesal sendiri.


"Maafkan saya!"


Deg ...


Bunga terkejut ketika Raja memeluknya lembut. Ingin sekali memberontak tapi sialnya kenapa tubuhnya malah merasa nyaman.

__ADS_1


"Maafkan saya!"


Untuk kedua kalinya Raja minta maaf dengan suara halus membuat Bunga terheran sebenarnya kenapa dengan Raja. Laki-laki ini tiba-tiba datang dalam kehidupannya dan mengusik dia tanpa sebab dan sekarang Raja bersikap seperti ini.


Siapa sebenarnya Raja!


"Apa kau mau memaafkan ku?"


Dengan bodohnya Bunga malah mengangguk membuat Raja tersenyum.


Dam ...


Senyuman itu sungguh sangat indah bahkan membuat Bunga malah terpesona.


Sial, kenapa dia sangat tampan!


Gerutu Bunga dalam hati merutuki kebodohannya yang malah terpesona harusnya Bunga marah dan memaki Raja karena sudah berani memeluknya kembali.


"Kau imut jika menurut!"


Ucap Raja sambil menyentuh kening Bunga dengan telunjuknya mirip Sasuke dan Sakura saja.


"Gue hanya mau ngasih ini!"


"Di jaga ya!"


Ucap Raja lagi sambil mengedipkan sebelah matanya dengan senyuman indah di bibir seksinya.


Bunga dengan bodohnya hanya diam sambil melihat pergelangan tangannya yang sudah melingkar sebuah gelang yang sangat cantik. Entah kapan Raja memasangnya kenapa Bunga tidak sadar.


"Bunga ... Bunga kamu di mana?"


Deg ...


Bunga tersadar dari keterpesonaannya ketika mendengar teriakan Amira memanggil-manggil namanya.


"Aku di sini!"


"Ohhh, kau dari mana saja. Selalu menghilang kaya hantu!"


Geram Amira kesal bercampur panik karena tiba-tiba Bunga menghilang.


"He .. he .. maaf, tadi kebelet pipis!"


Cicit Bunga cengengesan memperlihatkan gigi putihnya yang di hiasi gigi gingsul.


*Maafkan aku Ra, aku tak mungkin bilang tadi di bawa Raja.


Kamu pasti semakin khawatir*,


Batin Bunga merasa bersalah sudah berbohong. Biasanya berbohong satu kali maka akan menimbulkan kebohongan lainnya suatu saat nanti.


"Aku pikir kau di kerjain lagi!"


Kesal Amira bernafas lega melihat Bunga baik-baik saja.


Siapa yang tak kaget jika tadi Bunga terus mengoceh lalu tiba-tiba menghilang. Bahkan Amira tak tahu kapan Bunga perginya.


Walaupun Amira suka di buat kesel, jengkel oleh Bunga tetap saja Bunga satu-satunya sahabat dia.


"Sekarang aman!"


"Ya sudah, kita balik ke kelas!"


"Hm,"


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2