
Kehidupan Raja dan Bunga kembali baik-baik saja setelah tak ada pengganggu lagi. Bahkan kini Bunga sudah belajar home schooling karena perut Bunga sudah mulai membuncit.
Bunga tak masalah asal rumah tangga mereka baik-baik saja dan keadaan baby di perutnya sehat.
Bunga percaya apa yang Raja lakukan semata-mata untuk kebaikan ia dan baby.
Walau Bunga juga terkadang ingin menghabiskan waktu bersama Amira berkumpul bareng dengan teman yang lain ketika mengerjakan tugas.
Bunga tak masalah karena ia bisa melanjutkan studinya nanti ketika anaknya sudah berusia satu tahun. Bagi Bunga yang terpenting sang suami mendukung apapun yang menjadi keputusannya dan tak menghalangi cita-cita nya.
Entah kenapa Bunga sangat percaya sekali dengan sang suami bahkan tak pernah Bunga berpikir buruk takut sang suami selingkuh atau hal lainnya. Karena Bunga tahu bagaimana sikap sang suami membuat Bunga tenang.
"Sayang, mas pulang!"
Teriak Raja tak sabaran ingin bertemu sang istri yang seharian berpisah karena Raja harus kuliah. Raja berusaha mengejar banyak matkul agar ia cepat lulus apalagi Raja memanfaatkan otak cerdasnya agar lulus lebih awal.
"Di sini mas!"
Balas Bunga tak kalah berteriak membuat Raja langsung berlari kearah dapur dengan tergesa-gesa.
"Sayang kenapa di sini, lepaskan!"
"Mas, Bunga sedang masak ini tak apa!"
"Tapi nanti kamu kecapean sayang, mas tak mau itu!"
"Sudah, ini hanya buat puding saja!"
Cup ...
Bunga memberikan kecupan singkat agar Raja diam.
Ya, semenjak dua bulan lalu Bunga belajar masak karena ingin membuatkan masakan untuk sang suami. Bunga ingin seperti sang mama yang selalu melayani suaminya.
Semakin bertambahnya usia kandungan Bunga membuat Bunga gencar ingin bisa masak alhasil Raja hanya pasrah saja membiarkan apalagi phobia Bunga sudah sembuh total membuat Raja tak perlu khawatir lagi.
"Mending mas, mandi sana nanti kalau sudah jadi Bunga siapkan!"
"Ya sudah, hati-hati!"
Cup ...
"Hm!"
Bunga hanya bergumam saja ketika sang suami mengecup pelipisnya. Bunga melanjutkan aktivitas nya lagi dengan senyum mengembang karena pudingnya sebentar lagi jadi.
Masak seperti nya akan menjadi hobi baru bagi Bunga. Bahkan ia akan terus belajar resep baru dan makanan-makanan kesukaan sang suami. Jika chef sudah memuji masakan Bunga makan Bunga baru bisa menyajikannya untuk sang suami tapi jika belum perpeck maka Bunga tak akan menyajikannya karena takut meracuni sang suami.
Sudah selesai Bunga membereskan kembali dapur agar terlihat rapi kembali. Ia berjalan menuju kamar guna menyiapkan baju ganti.
Cklek ...
Raja muncul dengan handuk melingkar di pinggangnya. Tetesan-tetesan air keramas membuat Raja nampak semakin tampan saja. Apalagi dada bidang dengan perut kotak-kotak nya membuat Bunga menelan air liurnya.
"Sini Bunga bantu keringkan!"
Bunga menarik tangan sang suami agar duduk. Raja hanya pasrah saja membiarkan sang istri melakukan apa saja.
Cup ...
Bunga mengecup kening sang suami sambil meresapi wangi shampo yang sang suami pakai sangat menenangkan dan nyaman.
"Wangi!"
Raja langsung berbalik menarik sang istri duduk di atas pangkuannya.
"Kenapa mas semakin taman sih!"
__ADS_1
"Suami siapa dulu! Hm?"
"Bunga!"
Raja menggesekkan hidung mancungnya pada hidung mancung sang istri gemas.
Semenjak terus bertambahnya usia kandungan Bunga hormon seksual Bunga semakin meningkat apalagi jika melihat Raja habis mandi.
"Bagaimana kabar baby?"
Tanya Raja sambil mengusap perut buncit sang istri lalu menciumnya.
"Merindukan ayahnya!"
"Benarkah!"
"Heem!"
Raja tersenyum melihat rona merah di wajah sang istri sungguh istri bar-barnya sangat menggemaskan.
Raja sekarang mengerti kode sang istri pasti akan begini.
"Baby rindu ayah hm,"
Raja langsung menggendong sang istri lalu membaringkannya di atas ranjang. Raja tak masalah jika harus mandi kembali asal sang istri puas.
Raja memindahkan baju ganti yang sudah sang istri siapkan untuknya.
"Kenapa semakin seksi sih!"
"Bunga gendut loh!"
"Tapi semakin membuat Mas nyaman!"
Bluss ...
"Siap sayang?"
"Heem!"
Dret ...
Dret ...
Ponsel Bunga terus berdering membuat Raja menggeram kesal. Bagaimana tidak kesal jika baru saja pembukaan sudah ada yang menggangu.
"He .. He .., maaf mas lupa matiin ponsel!"
"Siapa yang telepon?"
Kesal Raja menggulingkan tubuhnya lalu menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya. Bunga terkekeh melihat wajah geram sang suami namun suka Raja tak egois.
"Hey, kau di mana! Sendari tadi aku nunggu kenapa belum datang juga!"
Bunga menjauhkan ponselnya mendengar teriakan Amira yang nampak kesal. Bunga menghela nafas sambil mengelus dada polosnya.
"Ra, maaf besok saja ya!"
"What!!"
"Apa-apa kau ini, aku sudah menungg--"
Tut ..
"Bunga!!!"
Teriak Amira murka ketika Bunga malah mematikan ponselnya secara sepihak. Sungguh Amira benar-benar kesal dengan apa yang Bunga perbuat.
__ADS_1
Sendari tadi ia menunggu di Mall namun Bunga tak kunjung datang rencananya mereka akan membeli kado untuk ulang tahun Moreo.
Ting ...
Notifikasi pesan masuk membuat Amira langsung melihatnya. Seketika mata Amira melotot tak percaya refleks menutup matanya dengan tangan sebelah.
"Dasar sinting!"
Geram Amira benar-benar kesal apalagi Bunga malah mengirim sesuatu yang tak boleh ia lihat.
Sungguh punya sahabat somplak membuat Amira benar-benar pusing.
Padahal jika tak jadi harusnya memberi kabar dari satu jam lalu bukan sudah satu jam Amira menunggu.
"Awas kau!"
Geram Amira pergi meninggalkan Mall tanpa membeli apapun.
Orang-orang hanya bisa memandang Amira aneh karena berteriak lalu ngomong sendiri.
Amira tak peduli dengan tatapan aneh orang-orang yang terpenting Amira harus balik ke apartemen.
.
"Mas kenapa mengirim begitu pada Amira!"
Protes Bunga malu bagaimana tidak mau jika sang suami memotret dirinya dengan wajah acak-acakan.
"Tak apa supaya Amira mengerti!"
"Aisst, gak gitu juga kali kan malu!"
"Amira akan mengerti!"
"Dia pasti marah mas!"
"Gak akan!"
"Mending kita lanjut yang tertunda!"
"Mas!"
Teriak Bunga terkejut ketika sang suami memasukinya tiba-tiba.
"Pelan-pelan!"
"Apa segini cukup!"
"Ya, kasihan baby kalau terlalu terguncang!"
Seloroh Bunga polos membuat Raja hanya bisa terkekeh. Sungguh Raja sangat bahagia sekali menjalani kehidupan rumah tangga bersama Bunga.
Walau selalu ada cekcok ringan karena kemanjaan dan kekanakan sipat masing-masing selebihnya mereka selalu berpikir dewasa untuk semuanya.
Apalagi kalau sudah membahas masalah anak Bunga selalu menjelma menjadi seorang keibuan yang begitu cerdas dan penuh pengertian membuat Raja tak susah untuk mengatur sang istri apalagi semuanya untuk kebaikan Bunga juga.
Mereka menghabiskan malam panjang mereka dengan kehangatan yang mereka berikan. Entah sudah berapa lama mereka mengarungi kenikmatan duniawi yang begitu memabukkan.
Sebuah kenikmatan yang tak bisa di jelaskan dengan kata.
Raja selalu memperlakukan Bunga dengan istimewa membuat Bunga nyaman dan aman memberikan seluruh hidupnya untuk sang suami.
Bunga berharap anak mereka segera lahir melengkapi keluarga kecil mereka.
Mungkin tinggal menghitung Minggu membuat Raja harus siaga dengan semuanya. Dan di usia seperti itu menjalani hubungan suami istri itu bagus agar memperlancar jalannya persalinan.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen,, dan Vote Terimakasih ..