Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 56 Nyaman


__ADS_3

Bunga sangat senang sekali ketika mendengar kabar jika Amira memenangkan olimpiade juara satu.


Sungguh jadi kebanggaan sendiri bagi Bunga mempunyai sahabat sepintar dan secerdas Amira.


Begitupun jadi kebanggaan sekolah dan mengharumkan nama baik sekolah.


Walau Bunga belum ketemu Amira selama olimpiade tapi tak masalah karena sekarang sedang bahagia.


Bunga sangat kegirangan membaca pesan dari Amira. Yang mengajaknya makan malam di rumah Fatih. Sudah lama Bunga ingin berkunjung ke sana, tapi Bunga tak cukup keberanian. Walau Raja teman Fatih tetap saja Bunga tak berani.


Bunga sudah kangen dengan adik manis Fatih, sangat lucu.


"Sayang, kenapa senyam-senyum begitu?"


Tanya Raja menghampiri istrinya.


"Ini loh mas, Bunga mengundang kita makan malam di rumah Al-biru, merayakan kemenangan Amira dan Fatih. Shofi juga di undang dan teman somplak mas juga!"


Raja tersenyum saja, istrinya selalu saja menamai temannya dengan kata 'Somplak' jika sedang berdua dengannya. Padahal, baru saja Raja akan memberi tahu istrinya, tapi keburu ke dahuluan.


"Ya sudah, sayang sekarang mandi gih!"


Ucap Raja sambil duduk di atas shopa apalagi memang Raja baru pulang kantor.


"Mau ikut!"


"Emang boleh!"


"Gak!"


Ketus Bunga sambil mengambil handuk yang menggantung.


Yes ..


Batin Raja, langsung menyusul Bunga ke kamar mandi dengan sumringah. Jika istrinya mengajak mandi berarti datang bulannya sudah pulang.


Hayo, mikir apa!!!!


Satu jam lebih mereka menyelesaikan mandinya. Bukan hanya mandi tapi lebih dari sekedar mandi.


Apalagi satu Minggu menunggu rasanya gersang sekali bak Raja sedang berada di padang pasir.


Entah keberanian dari mana juga Bunga mengajak sang suami mandi bareng. Bunga pikir hanya mandi saja agar menghemat waktu nyatanya sang suami meminta lebih.


Sudah selesai mereka segera bersiap karena takut telat.


Acara yang begitu ramai membuat Bunga harus melepas Raja dengan teman-teman nya. Sedang Bunga sendiri bergabung dengan Amira.


Mereka tinggal menunggu Shofi karena Shofi yang belum datang.


Namun, Bunga terkejut ketika adik imut Fatih mengenal Shofi. Bagaimana bisa Aurora mengenal Shofi bukankah mereka tak saling mengenal.


Mendengar Shofi pernah menolong Aurora membuat Bunga kini mengerti kenapa Aurora bisa mengenal Shofi.


"Sangat keren, menjadi penolong untuk adiknya tapi jadi babu untuk kakak nya!"


Bisik Bunga pada Amira hingga membuat Amira mencubit gemas lengan Bunga.


"Ra, sakit!"


"Diam, mulut ember kamu jaga nanti di dengar Fatih baru tau rasa!"


Sontak Bunga langsung mengatupkan kedua bibirnya membuat Amira mengangguk sambil memberikan kedua jempolnya.


Di mana Shofi izin pamit pulang dengan alasan tak di izinkan pulang larut malam.


Melihat Shofi pulang tak lama Bunga dan Raja pun pamit pulang juga.


Raja melirik sang istri yang sendari tadi terdiam entah apa yang sedang Bunga pikirkan.


"Sayang, kamu kenapa?"

__ADS_1


Tanya Raja membuat Buat Bunga menoleh pada Raja.


"Tidak, Bunga hanya berpikir kasihan juga jadi Shofi ya!"


"Fatih sih jahat banget,"


"Jangan begitu sayang, Fatih sebenarnya baik kok!"


"Kok mas belain Fatih sih, jelas-jelas Fatih jahat bahkan sampai Shofi ketakutan!"


"Maksud Fatih gak gitu sayang, kamu juga belum tahu siapa Shofi sebenarnya!"


"Ihh, mas terus belain Fatih sih!"


Kesal Bunga cemberut membuat Raja terdiam dari pada di teruskan yang ada mereka malah berantem.


Raja yakin istrinya akan terkejut juga jika tahu siapa sebenarnya Shofi.


Sudah sampai di apartemen Bunga memilih langsung tidur karena sudah merasa ngantuk.


"Sayang, ganti baju dulu,"


"Ngantuk mas,"


"Mau mas gantiin?"


Tak ada jawaban dari Bunga karena Bunga sudah benar-benar mengantuk. Raja menghela nafas pelan melihat istrinya yang malah tidur.


Dengan telaten Raja menggantikan pakaian sang istri. Saking pulas nya Bunga tak merasa terusik sama sekali.


Sudah selesai mengganti pakaian Bunga kini giliran Raja sendiri. Raja menarik sang istri kedalam pelukannya.


"Nyaman ,,"


Gumam Bunga pelan dengan mata terpejam entah apa yang bunga impikan sampai kebawa ke alam sadar.


Raja semakin memeluk erat Bunga, tak lama Raja tertidur.


.


Malam berganti pagi membuat Bunga mau tak mau harus bangun. Bunga tersenyum melihat Raja yang masih tidur tak biasanya Raja masih tidur biasanya jika ia bangun maka Raja sudah tak ada di sampingnya entah sedang mandi atau sedang menyiapkan sarapan.


Cup ...


Bunga mengecup bibir Raja sekilas sambil tersenyum manis.


Perlahan Raja membuka matanya karena merasa terusik dengan apa yang Bunga lakukan.


"Sudah mulai nakal ya!"


"Sama suami sendiri, ayo bangun siapkan sarapan!"


Raja tersenyum mendengar perintah sang istri. Awalnya menggemaskan tapi ujungnya tak mengenakan.


"Mau mandi dulu sayang!"


"Mas mandinya nanti, aku dulu!"


"Berdua!"


"No,"


"Tak ada penolakan!"


Raja menggendong Bunga walau Bunga tetap memberontak karena Bunga yakin sang suami bukan mengajak ia mandi tapi mandi yang lain.


"Mas, nanti kesiangan!"


"Tak akan, ini tanggung sayang!"


Bunga hanya pasrah saja melayani apa mau Raja walau Bunga juga menginginkannya.

__ADS_1


Karena tak mau ujungnya Bunga mengomel Raja bekerja cepat yang penting ia mendapat apa yang ia mau.


"Terimakasih sayang,"


"Terimakasih juga mas!"


Mereka malah terkekeh menertawakan tingkah mereka sendiri.


Sudah selesai mandi plus-plus nya mereka segera bersiap. Bunga membereskan kamar terlebih dahulu sedang Raja membuat sarapan.


Mereka berdua terlihat kompak sekali jarang-jarang mereka seperti itu.


Benar-benar sudah selesai mereka sarapan bersama. Bunga melirik sang suami sesaat lalu melanjutkan sarapannya.


Terlihat seperti ada sesuatu yang ingin Bunga bicarakan namun Bunga tak berani mengungkapkannya.


Sudah selesai sarapan mereka berangkat sekolah. Seperti biasa Bunga berangkat dengan mang Sup sedang Raja membawa motor nya sendiri.


Sesampai di sekolah Bunga melihat Amira sudah datang dengan cepat Bunga menghampiri Amira.


Mereka tinggal menunggu Shofi karena Shofi yang belum datang di antara mereka.


Riuh para siswa siswi membuat Bunga dan Amira berbalik. Apa yang membuat mereka heboh sepagi ini.


Deg ...


Amira dan Bunga menatap aneh penampilan Shofi. Tepatnya terkejut melihat penampilan Shofi yang berbeda.


"Gak panas!"


Celetuk Bunga menempelkan punggung tangannya pada dahi Shofi.


"Emang aku sakit!"


"Kirain sakit, habis penampilan kamu berbeda!"


"Gak suka ya!"


"Keren!"


Ucap Amira dan Bunga barengan membuat Shofi tersenyum tipis.


"Tapi, aku gak ngerti deh sebenarnya siapa kamu sih?"


Tanya Amira karena Amira merasa ada sesuatu yang di sembunyikan dari Shofi. Mulai dari penampilan terus kekuatan dan sekarang penampilan Shofi yang berubah. Entah apa lagi yang akan berubah dari Shofi.


Bunga terdiam mendengar pertanyaan Amira seolah Bunga mengingat kembali perkataan sang suami tadi malam.


"Maaf, sebenarnya inilah Shofi asli yang sesungguhnya bukan Shofi cupu. Tapi, maaf aku belum bisa menjelaskan alasannya!"


Sesal Shofi karena Shofi merasa kedua temannya tak boleh terlibat dalam masalahnya.


Namun, Shofi tak sadar bahwa dengan cara dia menunjukan jati dirinya Shofi sudah membuat kedua temannya dalam bahaya.


"No problem, kami mengerti ko, tapi kalau kamu butuh apa-apa bilang saja. Kami siap membantu!"


"Iyakan Bunga!"


"Iya dong, kita kan teman!"


"Benar gak Shof!"


Amira dan Bunga menghentikan langkahnya ketika tak mendapat respon dari Shofi. Amira dan Bunga saling pandang satu sama lain lalu berbalik.


Deg ....


Amira dan Bunga terkejut tidak mendapati Shofi di belakangnya. Mereka berdua mencari sambil memanggil-manggil. Namun yang di panggil tak menjawab sama sekali.


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2