Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 49 Tahanan hatiku!


__ADS_3

Bunga menenggelamkan kepalanya di dalam bathtub. Sungguh apa yang barusan terjadi membuat Bunga benar-benar sangat malu.


Bagaimana tidak mau jika Raja melihat semua yang ada pada dirinya.


Bayang-bayang kejadian semalam terus terbayang di ingatan Bunga membuat Bunga sangat sangat malu.


Dan sialnya kenapa Bunga menikmati itu semua walau pada awal dan akhirnya terasa sakit.


"Sayang, kamu baik-baik saja!"


Byurr ..


Bunga muncul ke permukaan karena terkejut mendengar gedoran pintu dari Raja.


Bagaimana Raja tak menggedor dari tadi Bunga tak keluar-keluar membuat Raja takut terjadi apa-apa apalagi tadi istrinya menjerit kesakitan.


"Sayang kamu baik-baik saja kan?"


"Baik, tadi aku ketiduran!"


Alibi Bunga karena tak mau membuat Raja khawatir.


Raja bernafas lega mendengar suara sang istri. Padahal tadi hampir saja mau mendobrak pintu kamar mandi karena takut terjadi apa-apa pada sang istri.


Bunga dengan cepat menyelesaikan ritual mandinya karena tak mau membuat Raja khawatir.


Sudah selesai Bunga mengambil jubah mandinya. Bunga masih meringis menahan sakit di area sensitifnya seolah masih ada yang mengganjal di sana.


Bunga berjalan sangat pelan karena setiap gesekan langkah membuat Bunga meringis.


Sebelum benar-benar keluar Bunga menatap tampilan dirinya di kaca.


"Usiaku enam belas tahun tapi aku sudah tak gadis lagi!"


Gumam Bunga tertegun ternyata dia sudah menyerahkan semuanya pada sang suami. Sungguh Bunga tak menyangka jika ia bisa melakukan nya.


Apakah Bunga sudah menjadi seorang istri sebenarnya.


"Aku benar-benar seorang istri!"


Monolog Bunga lagi sambil menatap lehernya yang penuh dengan keganasan Raja.


Sudah merasa tenang dengan dirinya sendiri Bunga kembali menutup tanda merah di bagian dada San lehernya.


Cklek ...


Raja berbalik ketika mendengar pintu kamar mandi di buka. Raja mengulum senyum melihat jalan Bunga bak pinguin.


"Apa sangat sakit sayang?"


Tanya Raja polos membuat Bunga melotot tak percaya dengan ucapan sang suami. Sudah tahu dia kesakitan masih nanya lagi.


"Jangan melotot begitu, aku bantu ya!"


Ucap Raja melembut tak mau bercanda di saat istrinya sedang kesal padanya.


Raja menggendong Bunga pelan lalu membawanya keruang ganti. Ternyata di sana sudah ada beberapa stel baju untuk Bunga.


Raja mendudukkan Bunga pelan di atas kursi lalu Raja memilihkan pakaian untuk Bunga.


"Biar aku saja!"


Cegah Bunga ketika Raja akan memakaikan perlengkapan bajunya.


"Kenapa mesti malu, aku sudah melihat semuanya!"


Plak ..


Bunga memukul lengan Raja membuat Raja malah terkekeh. Pada akhirnya Bunga pasrah saja ketika Raja membantunya memakai baju. Bunga hanya bisa diam menahan malu dengan apa yang Raja lakukan sungguh Bunga benar-benar malu.


Bunga terdiam ketika mengingat sesuatu, Bunga memegang tangan Raja lalu melihat jam yang ada di pergelangan tangan Raja.


"What!"


Pekik Bunga terkejut melihat jam ternyata sudah jam sembilan lewat. Otomatis Bunga sudah telat sekolah.

__ADS_1


"Kenapa?"


"Kita gak sekolah!"


"Sudah aku izinkan, kita kan lagi dinas!"


"Dinas!"


Beo Bunga tak mengerti dengan apa yang Raja ucapkan.


"Ya, bikin Raja junior di sini!"


Ucap Raja sambil mengelus perut rata Bunga membuat Bunga seketika terdiam.


Anak!


Bunga terdiam ketika satu nama itu terlintas di pikirannya. Apa Bunga sanggup punya anak di usia nya yang begitu muda.


Walau Bunga sangat menyukai anak-anak namun punya anak sendiri di usianya yang sangat muda dan masih sekolah itu rasanya tak mungkin.


Bunga masih punya keinginan tinggi untuk di capai. Jika punya anak apa ia bisa mencapai keinginannya.


"Raja!"


Cup ...


"Raja!"


Cup ..


Bunga kesal karena Raja terus mencium bibirnya. Ini juga bibirnya terlihat bengkak akibat ulah Raja.


"Ra--"


"Apa kamu akan terus memanggilku Raja setelah apa yang kita lakukan?"


"Aku Suami mu, tak bisakah memanggilku dengan panggilan yang pantas!"


Bunga tertegun mendengar ucapan Raja, Ya Raja adalah suaminya tepatnya suami yang baru Bunga sadari arti Raja di hidupnya.


"Kakak!"


Cicit Bunga menggigit bibir bawahnya dengan wajah polos.


"Aku bukan kakak mu sayang, panggil yang lain!"


Bunga berpikir keras apa yang harus ia lakukan. Panggilan apa yang cocok untuk Raja.


Bahkan saking bingungnya menemukan panggilan untuk Raja membuat Bunga lupa akan masalah sekolahnya. Karena tak biasanya Bunga bolos sekolah.


"Sayang,"


"Mas!"


Bluss ...


Pipi Raja seketika merona mendengar Bunga memanggilnya dengan sebutan Mas.


Bukannya Bunga yang merona ini malah Raja, sungguh pasangan ini selalu saja bertingkah seperti bocil.


"Gak terlalu buruk!"


"Pipi kamu merona, mas!"


Raja semakin memerah lagi-lagi Raja mendengar Bunga memanggilnya dengan sebutan mas. Sungguh terdengar indah di telinga Raja.


Entah siapa di sini yang harus malu kenapa Raja yang memerah sungguh aneh. Bunga yang melihat tingkah Raja membuat Bunga menghela nafas lega setidaknya Bunga bisa menahan rasa malunya melihat Raja yang bereaksi seperti itu.


Ternyata Bunga tak salah membaca artikel jika laki-laki akan luluh dengan kata-kata lembut. Ternyata terbukti Raja Adi seperti itu membuat Bunga tersenyum. Ide gila muncul di otak cerdik Bunga.


"Kenapa masih di sini, sana kerja!"


"No, aku akan menemani kamu!"


"Mana ada, kamu harus kerja. Sekarang aku akan banyak menghabiskan uang mu!"

__ADS_1


"Silahkan, bahkan uangku tak akan habis sepuluh turunan!"


"Sombong!"


"Sayang!"


"Hm,"


"Terimakasih!"


"Untuk!"


"Memberikan semuanya untukku, aku sangat bahagia!"


Ucap Raja tulus menatap penuh cinta dan kasih sayang.


"Bukankah aku sudah bilang, aku akan berusaha menerima pernikahan ini dan juga mas. Terimakasih karena tak memaksa hatiku, karena hatiku akan tahu kemana ia harus berlabuh!"


"Terimakasih sudah mau bersabar!"


Mereka sama-sama tersenyum satu sama lain. Seperti nya Bunga sudah benar-benar terjerat oleh Raja.


"Kenapa kamu selalu membuatku penasaran, kamu bagai diksi yang sulit aku pecahkan. Sikap mu selalu saja membuatku kagum, entah keistimewaan apa lagi yang kamu tunjukan!"


Ucap Raja membuat Bunga terdiam karena tak mengerti dengan apa yang Raja ucapkan. Bagi Bunga dia adalah dia ini adanya gak ada keistimewaan apapun di dirinya.


Mungkin Raja tak tahu saja siapa Bunga sebenarnya hingga bersikap seperti itu. Bagi Bunga ucapan Raja terlalu berlebih.


"Ayo kita sarapan!"


Ucap Raja sambil menggendong Bunga membuat Bunga refleks mengalungkan tangannya ke leher kokoh Raja.


"Apa masih sakit anunya?"


"Dikit!"


"Seperti harus melakukan lagi agar tak sakit!"


"Mas!"


Geram Bunga merona membuat Raja terkekeh melihat tingkah malu-malu sang istri yang sangat menggemaskan.


Raja mendudukkan Bunga di atas shopa dengan hati-hati.


Ternyata di sana sudah ada makanan, entah sejak kapan Raja memesan kenapa Bunga tak tahu.


"Mas, apa kita akan terus terkurung di kantor?"


"Tidak sayang, kita akan pulang ketika jam kantor pulang!"


"What, itu malam!"


"Sekarang juga boleh, biar semua karyawan tahu kalau kita menginap berdua di sini!"


Glek ..


Bunga menelan ludahnya kasar membayangkan saja sudah membuat Bunga bergidik ngeri.


"Terus aku!"


"Ya kamu tunggu di sini, aku kerja di luar!"


"Aku seperti tahanan saja!"


"Emang kamu tahanan,"


Bunga langsung melotot tak percaya dengan apa yang Raja ucapkan.


"Tahanan hatiku!"


Bluss ..


Bersambung ....


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2