Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 82 Kau selingkuh!


__ADS_3

Kembalinya para orang tua ke tanah air membuat Raja senang pasalnya Raja tak akan malu bermanja-manja dengan sang istri.


Apalagi setiap pagi dan malam Raja sering muntah membuat tubuhnya lemah. Walau begitu Raja tak masalah ia selalu menikmati prosesnya.


Asal Bunga selalu ada di sisinya karena Bunga yang bisa menghilangkan rasa mual itu.


Amira, Rangga dan Moreo yang mengetahui kabar bahagia ini sangat senang sebentar lagi mereka akan menjadi aunty dan uncle.


Bahkan ketiga manusia itu semakin menjaga Bunga dari siapapun.


"Hay!"


Sapa seseorang membuat Bunga terdiam melirik kanan kiri takut sahabat nya lihat.


"Hey, mau kemana?"


Deg ...


Refleks Bunga langsung menghempaskan lengannya gugup karena tiba-tiba Paul memegang tangannya.


Bunga takut sang suami melihatnya dan tentu akan marah besar.


"Sorry!"


"Kamu takut sama sahabat-sahabat kamu ya!"


Tebak Paul laki-laki tampan asli London dengan rambut pirangnya.


Sudah lama Paul suka memerhatikan Bunga gadis imut dengan segala tingkah polosnya.


Paul tak berani mendekat karena selalu ada Rangga dan Moreo yang selalu mengusirnya. Karena kedua bodyguard itu tak ada Paul memberanikan diri mendekati Bunga.


"Bu-buka--"


"Paul!"


Potong Paul mengulurkan tangannya membuat Bunga bingung tak tenang menatap nanar tangan Paul.


"Emmz, tak apa!"


Ucap Paul kecewa langsung menarik tangannya kembali.


"Maaf, aku cuma bertanya tentang filosofi Metafisika?"


Bunga terdiam bingung harus bagaimana dan ketiga bodyguard kemana juga. Bunga hanya takut sang suami melihat dan menjadi ke salah pahaman.


Namun, Bunga tak mungkin juga tak menjawab ketika ada orang yang bertanya padanya.


"Kenapa harus aku!"


"Karena kamu yang paling mengerti tentang filosofi!"


"Baiklah!"


Senyum Paul merekah ketika Bunga ingin membantunya.


Dengan gugup bercampur cemas Bunga duduk dan menjelaskan semuanya pada Paul dengan pelan supaya Paul mengerti.


Pantas saja Bunga mudah menyesuaikan diri karena dia pintar filosofi. Membaca pikiran orang dan karakter seseorang.


Di balik wajah polos menggemaskan otak Bunga sangat cerdas wajar ia sampai mendapat beasiswa.


Paul memangut-mangut mendengar setiap penjelasan Bunga yang sangat terperinci dan mudah di pahami olehnya apalagi Bunga menjelaskan dengan metode yang sedikit berbeda dari dosen membuat Paul mudah mengerti.


"Apa kau paham?"


"Ya, terimakasih atas bantuannya!"


"Sama-sama!"


"Emmmz,,, boleh saya meminta no--"


"Ehemm!"


Deg ...


Paul menegang mendapat tatapan tajam dari Rangga. Tatapan itu seolah menguliti dirinya membuat Paul bingung harus berkata apa.


Bunga yang melihat raut wajah Paul merasa heran.


"Hey kau kenapa?"

__ADS_1


"Ti-tidak tidak, aku permisi!"


Paul pergi begitu saja meninggalkan kebingungan Bunga.


Bunga tak tahu jika di belakangnya ada Rangga.


Glek ...


Bunga menelan ludahnya kasar melihat Rangga yang sudah berdiri di hadapannya. Kenapa ia tak menyadari jika ada Rangga.


"Kau selingkuh!"


Plak ...


Rangga meringis ketika Bunga memukul lengannya kencang sambil menatapnya horor.


"Sembarangan, siapa yang selingkuh!"


"Ngapain berduaan sama cecunguk itu!"


Selidik Rangga membuat Bunga mencebik malas.


"Dia minta bantuan aku menjelaskan Metafisika!"


"Raja harus tahu!"


"Hey jangan macam-macam!"


Marah Bunga melotot tak percaya jika Rangga akan melaporkan kejadian barusan. Walau tak berbuat lebih namun Bunga merasa takut pasalnya suaminya itu sedang mengalami sindrom covade.


Perasaan sangat sensitif akan apapun jangan sampai nantinya akan jadi bumerang.


"Semua juga salah kalian kenapa menghilang!"


"Jangan menyalahkan, apa susahnya menghindar!"


"Kau!"


Bunga benar-benar kesal langsung pergi begitu saja meninggalkan Rangga.


"Hey, hati-hati nanti calon istriku kenapa-kenapa?"


Bunga terus saja berjalan tanpa mengindah kan Rangga yang berlari mengejarnya.


Ya, semenjak Rangga tahu ia hamil Rangga langsung mengklaim jika baby itu calon istrinya hingga membuat Raja kesal.


"Bunga hati-hati, calon istriku bisa baha--"


Akhh ...


Jerit Bunga keseleo membuat tubuhnya oleng hingga membuat Rangga melotot sempurna langsung berlari.


Grep ...


Tatapan tajam menghunus kedalam hati Bunga membuat Bunga gemetar.


Mampus aku!


Batin Bunga ketakutan jika singa di hadapannya akan marah.


"Sayang, apa yang kau lakukan. Jalan hati-hati!"


Deg ...


Bunga bernafas lega ketika Raja nyatanya tak marah bahkan suara Raja sangat lembut dengan kecemasan nyata.


"Kau, apakan istriku sampai lari-lari!"


Bentak Raja menatap tajam Rangga yang melongo. Untung saja tak ada orang hingga aman.


Raja sangat jantungan ketika melihat Rangga mengejar sang istri hingga berlari. Raja pikir Rangga yang membuat semuanya begini, Raja tak tahu akan bereaksi apa jika tahu alasannya.


"Ja!"


"Sudahlah, kau tak bisa di andalkan!"


Rangga menatap Bunga yang memelas seolah jangan mengatakan apapun biar ia saja yang menjelaskannya.


"Baby gak apa kan?"


Tanya Raja melembut kembali membuat Bunga merasa bersalah pada Rangga yang terkena marah suaminya.

__ADS_1


"Tidak!"


"Ayo kita pulang!"


"Dan kau, jangan datang ke mansion!"


Glek ...


Bunga menelan ludahnya kasar menatap permohonan pada Rangga yang melotot tak percaya. Siapa yang salah siapa yang di salahkan membuat Rangga jadi kesal sendiri.


Pamil dan bumil itu benar-benar membuat ia kesal.


Raja langsung membawa istrinya pergi sekilas Bunga berbalik menatap Rangga minta maaf.


Rangga hanya mendelik malas dengan drama barusan.


Kenapa ia yang di salahkan sungguh Rangga ingin sekali mem-bogem mulut seenaknya Raja.


"Mas!"


"Iya sayang!"


Bunga bingung harus menjelaskannya bagaimana jangan sampai suaminya salah paham.


"Ada yang kamu mau, katakanlah!"


"Emmz, nanti saja deh di rumah!"


"Baiklah!"


Raja kembali fokus nyetir hati-hati agar tak terjadi apa-apa dengan istri dan calon anaknya.


Dengan hati-hati dan penuh kasih sayang Raja membawa sang istri masuk. Sungguh Raja sangat sensitif sekali bak perempuan yang sedang pms.


Melihat sikap Raja yang seperti ini membuat Bunga semakin takut jika suaminya marah.


"Tadi mau bilang apa, kita sudah sampai katakanlah?"


Bunga meremas ujung bajunya gugup membuat Raja sabar menunggu.


"Janji jangan marah nantinya?"


Raja menautkan kedua alisnya bingung dan aneh melihat tingkah istrinya yang ketakutan.


"Apa dulu!"


"Janji dulu!"


Raja menghela nafas pelan langsung mengangguk membuat Bunga was-was.


"Jangan marah pada Rangga semua salah Bunga,"


"Aisst, kenapa membelanya!"


Ketus Raja cemberut membuat Bunga langsung beringsut memegang lengan kekar sang suami.


"Dengar dulu mas!"


Ucap Bunga lembut mengelus lengan Raja berharap Raja tak emosi.


"Sebenarnya tadi ad--"


Ting ...


Ting ...


Ting ..


Raja langsung mengambil ponselnya yang banyak sekali notifikasi membuat Raja kesal sedang Bunga hanya menghela nafas berat karena menggangu saja.


Raja membuka pesan ternyata dari grup fakultas Bunga karena memang nomer Raja yang di masukan niatnya karena Raja tak mau istrinya kelelahan jika ada tugas jadi Raja langsung bisa membantu.


Seketika Raja menautkan kedua alisnya dengan rahang mengeras bahkan genggaman tangannya semakin kuat membuat ponsel yang berada di tangan Raja koyak.


"Mas, ada apa!"


Gugup Bunga takut melihat perubahan wajah sang suami.


"Kamu selingkuh!"


Duarrr ...

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2