
Hari yang di nanti pun telah tiba, di mana hari resepsi pernikahan Bunga.
Bunga nampak cantik dengan gaun pengantinnya. Hari ini Bunga bak princess yang di gandeng dua dayang yang tak lain Shofi dan Bunga.
Begitupun Shofi dan Amira tak kalah cantik dengan gaunnya. Bahkan mereka kompak memakai baju Capel nya.
Bunga bak princess turun menapaki satu persatu anak tangga. Langkahnya sangat pelan seakan Bunga takut jatuh.
Di bawah sana sang pangeran sudah menunggu sendari tadi. Matanya tak berkedip melihat istri kecilnya yang sudah di sulap menjadi princess. Bahkan Raja tak bisa mengontrol deru jantungnya yang terpacu hebat. Ingin sekali Raja berlari dan menggendong sang istri. Namun, kedua tangan Raja di cekal oleh Rangga dan Moreo, jangan sampai Raja berbuat ulah yang akan memalukan dirinya sendiri.
Sedangkan Fatih berdiri dengan gagahnya di belakang tak jauh dari ketiga temannya. Mata Fatih hanya terpaku pada sosok yang terlihat anggun dengan gaun yang di kenakan nya.
Matanya tak berkedip bahkan tak ada senyuman di bibirnya. Hanya diam dengan wajah datarnya menatap Shofi yang terlihat cuek saja terus berjalan anggun mengantarkan Bunga pada sang pemiliknya.
Hingga dimana Shofi dan Amira menghentikan langkahnya ketika mereka sudah sampai.
Raja dengan gagahnya mengulurkan tangan menyambut ratunya.
Dengan malu-malu Bunga menerima uluran tangan sang suami. Hingga riuh tepuk tangan menggema.
Kedua orang tua Raja dan Bunga tersenyum bahagia melihat anak-anak sudah saling mencintai.
Bahkan awalnya ibu Bunga merasa cemas jika putri kecilnya akan menghancurkan rumah tangganya sendiri mengingat kelakuan Bunga yang manja, bar-bar dan ceroboh.
Tapi, lihatlah. Bunga menjelma menjadi wanita dewasa nan anggun. Seakan bukan Bunga kecil lagi yang selalu merengek dan merajuk.
Jika ini adalah hari kebahagiaan Bunga dan Raja. Tapi, tidak dengan anak-anak SMAN 10 Jakarta yang Raja dan Bunga undang.
Mereka semua hanya bisa melongo dengan rasa shok nya. Mereka kira Bunga hanya bercanda ketika mengundang mereka.
Bagaimana tidak shok, pasalnya Bunga dan Raja selama ini tak memperlihatkan ikatan mereka. Bahkan mereka terkesan tak saling mengenal satu sama lain. Tiba-tiba mereka mengadakan resepsi. Siapa yang tidak Shok akan hal itu.
Bahkan semua guru pun sama, sungguh Bunga dan Raja sangat pintar sekali menyembunyikan hubungan mereka. Tahu-tahu nya mengadakan resepsi tanpa tahu kapan mereka menikah.
Itulah salah satu bukti kalau Bunga sudah dewasa. Ia bisa menjaga dirinya sendiri dan hubungan dengan Raja. Hingga sampai membuat semuanya geger.
Bahkan kabar Bunga dan Raja trending di Gurp kelas dan guru.
Hanya Amelia yang tidak datang, Amelia bukan tak mau datang. Namun, Amelia tidak cukup kuat untuk bertemu dengan ketiga temannya. Terutama kedua orang tua nya yang pasti datang ke acara resepsi pernikahan Bunga. Karena ayahnya rekan kerja kedua orang tua Raja.
Bunga pun tak memaksa karena Bunga faham akan posisi Amelia. Sungguh berat jika menjadi Amelia, ia menghadapi semuanya sendiri tanpa bantuan orang yang ia harapkan kehadirannya di sisinya.
"Sayang, kau terlihat berbeda!"
__ADS_1
"Jelek ya!"
"No, kamu sangat sangat cantik!"
Bunga tersipu malu akan pujian Raja.
Semua tamu undangan tersenyum gemas melihat pasangan muda di depan sana yang terlihat romantis, sambil berbisik-bisik. Dan, tentunya tingkah Bunga membuat para tamu semakin gemas. Pasalnya Bunga terlihat malu-malu dengan tingkah lucunya yang menyembunyikan wajahnya di dada bidang Raja.
"Lihatlah, anak mu Bu. Dia sungguh menggemaskan bukan!"
Ucap ayah Bunga pada istrinya.
"Ah, dia benar-benar putri kecil ku. Bagaimana jika dia hamil, apa cucu ku akan seperti ibu nya!"
Seloroh ibu Bunga sangat gemas menantikan kehadiran sosok mungil.
Ya, ibu Bunga sudah sepakat dengan keluarga Raja. Walaupun Bunga hamil muda mereka tak akan mempermasalahkannya. Karena emang itu yang mereka inginkan. Toh, bukankah anak tidak akan menjadi penghalang cita-cita keduanya. Karena calon para nenek yang akan terjun langsung membantu Bunga jika memang Bunga nanti di nyatakan hamil.
Apalagi Bunga dan Raja sama-sama anak tunggal di keluarganya. Jadi wajar kedua belah keluarga ingin segera meminang cucu.
Kisah Raja dan Bunga bukan orang lain yang di jodohkan lalu menunda akan anak karena takut cita-cita terhambat.
Tapi, itu semua tidak berlaku pada Raja dan Bunga. Kerena mereka sudah berjanji akan mengurusnya sama-sama. Dan, apapun yang terjadi, mereka akan saling dukung satu sama lain tanpa menghambat cita-cita masing-masing.
Dan, tentu Bunga akan satu universitas dengan Amira. Karena Bunga dan Amira sudah membicarakannya.
Mereka akan mengambil beasiswa ke sana. Mungkin, hanya Shofi saja yang terpisah.
Sampai saat ini Shofi belum mengatakan kemana ia akan pergi. Bunga dan Amira pun tak akan pernah memaksa untuk Shofi bicara. Mereka yakin Shofi akan bicara jika sudah waktunya.
"Selamat ya, jangan lupa kasih kami keponakan lucu-lucu!"
Ucap Amira memberikan selamat pada Bunga dan Raja.
"Aisst, kalian minta keponakan. Kadonya mana dulu!"
"Tenang, sudah kami siapkan!"
Raja hanya tersenyum saja melihat candaan ketiga gadis di depannya itu.
"Titip sahabat ku, awas dia itu nakal!"
Goda Shofi pada Raja sambil mengedipkan sebelah matanya pada Bunga. Tentu saja membuat Bunga melotot dengan apa yang Shofi katakan.
__ADS_1
Sedang Shofi dan Amira malah terkekeh saja sangat puas menggoda Bunga.
"Hey, kalian buruan. Lihat di belakang masih ngantri!"
Kesal Rangga pada kedua gadis di depannya. Dari tadi terus bercanda membuat mereka jadi menunggu.
Shofi dan Amira melirik ke belakang, dan benar saja. Tamu undangan begitu ngantri menunggu giliran mereka memberikan selamat pada sepasang pengantin.
"He .. he ... maaf!"
Kekeh Shofi dan Amira,. mereka langsung turun dari pelaminan.
Bunga mencebikkan bibirnya sangat malu dengan apa yang Shofi katakan.
Bunga pikir Shofi tak akan menggodanya seperti sering Amira lakukan.
Shofi dan Amira masih saja tertawa melihat wajah Bunga yang memerah. Lalu mereka duduk bergabung dengan Jek dan Melati begitu pun ada Angga dan Murni.
"Kapan kakek nimbang Cicit!"
Uhuk ...
Amira langsung tersedak minumannya dengan apa yang Angga katakan.
"Kakek, Rara masih kecil!"
"Bunga juga sama, nanti kakek jodohkan ya sama anak rekan bisnis kakek!"
"No, Rara gak mau di jodohkan. Rara mau kuliah dulu, ngejar cita-cita. Dan, cari jodoh sendiri tentunya!"
Ujar Amira percaya diri membuat Angga hanya tersenyum saja. Padahal ia hanya bercanda tapi reaksi cucunya berlebihan.
"Ya .. ya ... Terserah saja, tapi kalau gak dapat-dapat kakek jodohkan ya!"
"Istt, kakek!"
Rengek Amira cemberut kenapa malah bahas itu mulu.
Bahkan sampai kapanpun Amira tak mau sama siapapun. Yang Amira inginkan hanya Alam saja, Laskar Sky Mangku Alam bukan yang lain. Putra dari neneknya sendiri.
Melati yang melihat tingkah putrinya menjadi takut. Jangan sampai apa yang dia takutkan terjadi.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih ....