Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 67 I love you!


__ADS_3

Ketiga gadis itu terus berpikir keras siapa orang yang tega sudah menyebarkan aib Amelia. Pasalnya mereka tidak tahu apa-apa tentang poto-poto itu semua.


Walau mereka tahu Amelia hamil, namun mereka bertiga tidak tahu hasil USG dan hasil pemeriksaan Amelia karena mereka langsung pulang waktu itu.


"Menurut kamu siapa orang yang melakukannya?"


Ucap Bunga menatap Amira, Amira hanya menggeleng saja. Bahkan Amira masih terkejut dengan kejadian beberapa waktu lalu.


"Orangnya pasti yang membenci Amelia!"


"Ya iyalah Bunga, masa temannya sendiri, pasti orang yang membenci Amelia lah yang melakukannya!"


Kesal Amira dengan apa yang Bunga ucapkan. Ya tentu pasti orang yang membenci Amelia yang melakukan itu semua. Karena ingin Amelia jatuh.


"Menurutku tidak seperti itu!"


Cetus Shofi baru angkat bicara ketika sendari tadi hanya diam memikirkan sesuatu.


"Maksudnya?"


Shofi menatap Bunga dan Amira dengan serius.


"Coba kalian ingat-ingat, tadi Amelia marah kepada kita karena Amelia menyangka kita yang melakukannya. Karena Amelia sadar kita tahu akan kehamilannya!"


"Namun, bukankah aneh jika ketiga teman Amelia tak tahu apapun tentang keadaan Amelia, sedang kita sendiri tahu merekalah orang terdekat Amelia!"


"Issstt, ngomongnya yang jelas dong, aku gak faham!"


Kesal Bunga kenapa Shofi ngomong berbelit-belit.


"Apa kamu mencurigai ketiga teman Amelia!"


Shofi mengangguk mantap dengan pemikirannya. Membuat Amira sedikit tak percaya bagaimana mungkin ini ulah sahabat Amelia sendiri.


"Ketiga gadis itu sedang berdiskusi apa sih!"


Cetus Rangga melihat tingkah ketiga gadis yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


Ya, sendari tadi memang Fatih dan ketiga sahabatnya memerhatikan Shofi, Amira dan Bunga.


Terlihat ketiga gadis itu nampak serius, sedangkan Fatih hanya santai saja.


Fatih beranjak dari duduknya lalu menghampiri Shofi.


"Ayo pulang!"


"Ra, sepupu kamu tuh selalu seenak nya!"


Kesal Bunga melihat Shofi di tarik paksa oleh Fatih.


"Sayang,"


Bunga langsung berbalik mendengar suara sang suami memanggil membuat Bunga salah tingkah karena sang suami memanggilnya sayang tepat di depan Amira.


"Pulang sama mang Sup ya, ada pekerjaan yang harus mas lakukan!"


"Ikut!"


Amira mendengus kesal melihat pasangan suami istri itu sendari tadi berbisik-bisik.


"Ya sudah!"


Pada akhirnya Bunga menyerah, membuat Raja tersenyum sambil menyentuh kening Bunga dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Pintar!"

__ADS_1


Bunga mengerutkan bibirnya melihat Raja pergi entah mau kemana karena tak memberi tahunya.


"Sudah ayo pulang!"


Ucap Amira menarik lengan Bunga merasa geli melihat wajah muram Bunga.


Ternyata mang Sup sudah setia menunggu di halaman parkir.


"Sama pulang, kasihan mang Sup nunggu lama!"


Amira mendorong Bunga membuat Bunga mendengus kesal langsung masuk kedalam mobil di mana mang Sup sudah membukakannya.


Mang Sup hanya diam saja melihat nona mudanya yang sedang merajuk.


"Mang Sup!"


"Iya non!"


"Tugas anak-anak sudah selesai?"


"Sudah non!"


Bunga terdiam kembali sudah lama Bunga tak berkunjung namun Bunga lupa tak minta izin. Lebih baik Bunga berkunjung dengan Raja saja nanti.


Sudah sampai di apartemen Bunga menjatuhkan tubuhnya di atas shopa. Bunga membuka galeri ponselnya melihat-lihat Poto kebersamaan dia dan Raja sampai di mana ada Poto pernikahan mereka.


Bunga tertegun melihat wajah dia yang di tekuk bahkan tak ada rona kebahagiaan sekali.


Apa dulu segitunya Bunga menolak perjodohan ini. Hanya ada rona kebahagiaan di wajah Raja saja melihat itu membuat Bunga merasa bersalah bahkan di malam pertama mereka pun tak ada yang sepesial.


Bunga mengingat-ingat awal pernikahan mereka yang sangat menggelikan dengan tingkahnya mengingat itu semua membuat Bunga merasa malu sendiri.


"Mas kenapa kau sesabar itu, bahkan ayah saja gak begitu!"


Bunga melihat jam ternyata sudah sore tapi Raja belum pulang juga padahal tadi bilangnya hanya sebentar. Bunga melirik dapur sejenak seperti nya lebih baik Bunga mencoba masak untuk makan malam sambil menunggu Raja pulang.


Sebelum itu Bunga memilih mengganti baju terlebih dahulu.


Bunga mengerutkan kening melihat ada sebuah tate bag di atas ranjangnya. Entah sejak kapan benda itu ada di sana.


Di sana ada sebuah nota Bunga mengambilnya.


Pakailah mas akan jemput jam 18:30, I Love You.


Bunga tersenyum membaca note yang sang suami tulis.


Bunga mengambil sesuatu yang ada di dalam tate bag tersebut ternyata sebuah dress panjang dengan belahan di bagian betisnya.


"Seperti nya aku gak masak deh,"


Gumam Bunga langsung menyimpan dress tersebut di atas ranjang dan Bunga memilih membersihkan diri guna bersiap-siap.


Para reader tahu kan jika perempuan sedang berdandan itu membutuhkan waktu yang sangat lama.


Tapi tidak dengan Bunga yang membuat lama itu mandi Bunga bukan dandannya. Apalagi Bunga selalu berendam dulu dengan aroma terapi.


Satu jam baru Bunga keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi yang membungkus tubuhnya.


Bunga merias wajahnya dengan sedikit polesan natural karena memang Bunga tidak terlalu suka berlebihan.


Kemudian Bunga mengambil dress tadi membawanya ke ruang ganti.


"Cocok!"


Gumam Bunga melihat dress yang sudah menempel di tubuhnya kenapa bisa sangat pas di tubuhnya padahal Raja tak pernah mengukur ukuran bajunya.

__ADS_1


Karena bagian punggungnya terbuka Bunga sengaja mengurai rambutnya dengan jepit yang menghiasi samping rambutnya.


Sungguh penampilan Bunga kali ini sedikit berbeda terlihat dewasa dan anggun apalagi rambutnya di gerai.


Ting ...


Sebuah pesan masuk membuat Bunga meraih ponselnya ternyata itu pesan dari Raja yang mengatakan jika ia sudah sampai dan menunggu di loby.


Bunga segera bersiap dengan tas tangannya membuat penampilan Bunga benar-benar per pack.


Tak .. tak ...


Suara langkah kaki terdengar nyaring di telinga Raja membuat Raja mengangkat kepalanya.


Deg ...


Sesaat Raja terpaku melihat penampilan sang istri yang terlihat dewasa dan anggun. Bahkan ketika Bunga sudah sampai di hadapan pun Raja samih diam membuat Bunga tersenyum.


"Mas,"


"Cantik!"


Bunga menjadi salah tingkah di tatap intens seperti itu oleh sang suami.


"Kita mau kemana mas?"


Tanya Bunga ketika sudah di dalam mobil.


"Anggap saja diner!"


Bunga mendengus kesal dengan jawaban tak ada romantis-romantisnya nya.


"Ah, sayang kenapa kamu membuat mas terus terpesona!"


"Mas ayo jalan!"


"Sudah gak sabar ya!"


"Mas!"


"Ok .. ok!"


Bunga memalingkan wajahnya dengan senyum menghiasi bibirnya. Sungguh Bunga merasa salah tingkah.


Raja meraih tangan sang istri membuat Bunga langsung menoleh.


Cup ...


Raja mengecup punggung tangan sang istri dengan senyum tipisnya.


"I love you!"


Bunga hanya diam saja tak membalas ucapan cinta sang suami. Sungguh Bunga benar-benar ingin meledak karena malu.


"Sayang,"


"Hm,"


"I love you!"


Wajah Bunga semakin memerah salah tingkah dengan ungkapan cinta sang suami.


Bersambung ....


Jangan lupa Like Hadiah komen dan Vote Terimakasih ....

__ADS_1


__ADS_2