Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 40 Pingsan


__ADS_3

Raja mendengus kesal melihat Bunga malah tidur. Bahkan di sepanjang jalan pun Bunga sudah tidur.


Bagaimana tidak kesal jika sepanjang jalan Raja sudah menunggu momen itu momen di mana dia akan memenangkan hati Bunga nyatanya Bunga malah tidur.


Raja menatap intens Bunga yang tertidur dengan nyenyak nya tanpa memikirkan perasaan dia.


*Sabar Raja sabar, jika Bunga sudah jatuh cinta kamu bisa memiliki nya seutuhnya.


Tinggal menunggu waktu, sabar sabar*


Batin Raja berperang dengan nafsunya bahkan berkali-kali Raja menghela nafas kasar.


Raja mengelus pipi Bunga lalu menyelipkan rambut Bunga kebelakang telinganya.


"Kenapa kamu begitu polos, kamu sungguh menyiksa ku!"


Gumam Raja menatap wajah cantik Bunga yang natural.


Raja tidur di samping Bunga, dengan pelan Raja menarik Bunga kedalam pelukannya.


Cup ...


Raja mengecup puncak kepala Bunga dengan pelan dan dalam.


"Mimpi indah sayang!"


Gumam Raja pelan sambil memejamkan kedua matanya.


Tak lama Raja pun ikut terlelap kedalam mimpi indah.


.


Perlahan Bunga membuka kelopak matanya hal pertama yang Bunga lihat adalah wajah Raja tepat berada di hadapannya bahkan sangat dekat hingga hidung mereka pun bersentuhan.


Bunga berusaha bangun namun Raja memeluknya begitu erat membuat Bunga hanya pasrah saja.


Bunga menatap bibir Raja yang merah alami lalu sekelebat bayang film semalam terlintas di benak Bunga di mana ketika vampir laki-laki mencium kekasihnya. Tergambar jelas jika ke kasih vampir tersebut menikmati bahkan membalas ciuman itu.


Tangan Bunga perlahan mendekat mengelus bibir merah alami Raja.


"Eemmzz,"


Tiba-tiba Raja bergumam membuat Bunga terkejut lalu dengan cepat Bunga pura-pura tertidur kembali.


Perlahan kedua mata Raja terbuka karena merasa tidurnya terganggu. Raja melihat Bunga yang masih tidur dalam pelukannya. Seketika bibir Raja tersenyum melihatnya.


Dengan sangat hati-hati Raja memindahkan tangan Bunga yang berada di dadanya lalu Raja menggeser tubuhnya dengan satu tangan mengangkat kepala Bunga memindahkannya keatas bantal dimana tadinya kepala Bunga tidur di lengan kiri Raja.


Raja sejenak menatap bibir Bunga yang menggoda dia apalagi semalam Raja tak jadi mendapatkan haknya.


Cup ....


Bunga meremas seprei di bawah selimut ketika Raja mengecup bibirnya. Bunga tak menyangka kalau Raja lagi-lagi mencuri ciumannya.


"Putri tidur!"


Gumam Raja sambil membenarkan selimut menutupi tubuh Bunga takut Bunga kedinginan.


Bunga membuka kedua matanya ketika merasa Raja sudah masuk kedalam kamar mandi.


Bunga memegang bibirnya yang masih terasa bibir Raja di bibirnya. Bahkan wajah Bunga terasa panas.


Akhhh ....


Jerit Bunga geram tak tahu harus berbuat apa. Jika ia marah pada Raja pasti Raja akan tahu jika ia sudah bangun namun Bunga kesal dengan apa yang Raja lakukan kenapa tak meminta izin terlebih dahulu pada dia. Walau Bunga tahu ia tak akan pernah mengizinkannya.

__ADS_1


"Ada apa?"


Deg ...


Bunga terdiam sambil menelan ludahnya kasar melihat Raja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya.


Air dari rambut Raja menetes membuat ketampanan Raja berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya.


Dengan dada bidang dan perut kotak-kotaknya membuat Bunga hanya bisa terpaku. Baru kali ini Bunga melihat dengan jelas sungguh Bunga seperti melihat dewa Yunani.


"Ada apa, apa kamu mimpi buruk?"


Tanya Raja lagi bahkan kini Raja duduk di hadapan Bunga membuat semakin salah tingkah.


Kenapa sekarang Bunga tak bisa marah padahal Raja sudah di hadapannya.


"Hey, kenapa?"


"Pipis!"


Dengan cepat Bunga melompat dari ranjang menuju kamar mandi. Raja tak mau terus berada di dekat Raja di mana jantungnya mau lepas saja.


Kenapa tiba-tiba jantung Bunga terpacu lebih cepat dari biasanya. Entah perasaan apa ini kenapa bisa seperti itu tak biasanya Bunga merasakan hal yang baru namun Bunga tak mengerti rasa apa itu.


Bunga membasuh wajahnya yang terasa panas. Bahkan sampai membasahi bajunya juga.


"Jantungku!"


Gumam Bunga sambil meremas dadanya kuat kenapa bisa seperti itu ketika melihat Raja.


"Sayang kamu gak apa akan?"


Bunga terkejut mendengar suara Raja lebih terkejut lagi ketika Raja malah memanggilnya sayang membuat Bunga benar-benar tak bisa mengontrol detak jantungnya.


Dor ...


Dor ...


Teriak Raja khawatir sambil menggedor pintu kamar mandi apalagi Bunga tak menjawab apapun.


Raja semakin khawatir ketika Bunga tak keluar-keluar bahkan tak terdengar suara air sedikitpun.


Dengan cepat Raja mencari kunci cadangan kamar mandi di dalam laci.


Cklek ...


Deg ...


Raja membulatkan kedua matanya melihat Bunga tergeletak di lantai. Dengan cepat Raja menggendong Bunga dan membaringkannya di atas ranjang.


"Bunga, kamu kenapa?"


"Sayang, jangan buat aku takut!"


Panik Raja sambil menepuk-nepuk pipi Bunga kenapa Bunga sampai bisa pingsan seperti ini.


Raja bingung harus berbuat apa, tak mungkin memberi tahu kedua orang tua atau mertuanya yang ada Raja bisa di gantung hidup-hidup.


Raja mencari minyak telon dan mendekatkannya pada hidung Bunga berharap Bunga bangun.


"Sayang, please jangan buat aku takut!"


Raja tak tahu lagi harus berbuat apa apalagi tiba-tiba Bunga pingsan tanpa sebab.


"Sayang!"

__ADS_1


Girang Raja ketika melihat Bunga mulai membuka kedua matanya.


Bunga memegang kepalanya yang terasa pusing.


Grep ...


Bunga terdiam ketika Raja tiba-tiba memeluknya erat. Bahkan Rasanya Bunga sulit sekali bernafas.


"Syukurlah kamu sadar,"


"Jangan buat aku takut!"


Ucap Raja membuat Bunga tertegun bercampur bingung.


"Apa ada yang terluka, kenapa kamu tiba-tiba pingsan!"


Raja memeriksa tubuh Bunga takut terjadi apa-apa pada sang istri. Bunga hanya terdiam saja melihat wajah cemas Raja.


Tak pernah sekalipun Bunga melihat wajah seperti ini. Biasanya Raja akan tetap datar walau ucapannya lembut tapi kali ini Bunga melihat raut yang berbeda seperti raut wajah sang ayah ketika khawatir padanya.


"Aku baik-baik saja!"


Ucap Bunga membuat Raja terdiam, Raja menatap Bunga intens sungguh istri kecilnya sudah berhasil menguasai seluruh hatinya hingga Raja nampak seperti orang hilang arah melihat Bunga yang pingsan.


"Kau benar-benar membuatku takut!"


Lilir Raja kembali menarik Bunga kedalam pelukannya. Sesekali Raja mengecup puncak kepala Bunga dengan penuh kasih sayang.


Bunga hanya bisa diam saja dengan apa yang Raja lakukan. Sungguh Bunga tak tahu perasaan apa yang sedang ia rasakan kenapa Bunga merasa terharu melihat ketakutan di mata Raja. Apa sebegitu cintanya Raja pada dia hingga takut terjadi sesuatu padanya.


Padahal yang membuat Bunga pingsan Raja sendiri kenapa juga Raja malah memanggil ia sayang.


"Sesak!"


Lilir Bunga membuat Raja terkejut, Raja tak sadar jika pelukannya malah membuat Bunga sulit bernafas.


"Maaf!"


Cicit Raja sambil melerai pelukannya mata mereka saling menatap satu sama lain.


"Apa ketakutan ini juga, sebuah cinta?"


Tanya Bunga membuat Raja mengangguk saja.


"Bahkan kamu sudah menguasai hatiku!"


Ucap Raja sambil membawa tangan Bunga menuju dadanya.


Mereka berdua kembali terdiam satu sama lain dengan mata saling pandang menyelami kedalam bola mata masing-masing.


Perlahan tangan Raja mengelus pipi Bunga lalu beralih pada bibir merah Bunga yang selalu menghipnotis pandangan Raja.


"Bolehkah aku mencium mu?"


Izin Raja namun tak ada jawaban dari Bunga. Bunga hanya diam saja dengan mata terkunci oleh tatapan teduh Raja.


Raja memberanikan diri mendekat semakin mendekat dengan tangan yang terus mengelus bibir Bunga yang menggoda imannya.


"Kamu boleh menghentikan ku!"


Cup ...


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah komen dan Vote Terimakasih ...

__ADS_1


__ADS_2