Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 47 Terbalaskan


__ADS_3

Bunga terus menarik lengan Raja mencari toilet membuat semua karyawan menatap bingung bosnya.


Bahkan mereka bertanya-tanya siapa gadis yang berani menarik bos dingin mereka.


Apa dia saudaranya, atau adiknya yang mereka tahu bos mereka tak mempunyai adik karena beliau anak tunggal. Jika saudara siapa dia kenapa terlihat imut sekali.


Semua karyawan berbisik-bisik membicarakan kehadiran Bunga. Bahkan mereka terkejut ketika Bunga menarik Raja juga masuk kedalam toilet.


Sampai-sampai Raja meminta sekertaris nya menahan untuk tak ke toilet dulu karena Bunga masuk kedalam toilet umum khusus karyawan.


Bukannya malu Raja malah tersenyum geli melihat tingkah sang istri yang benar-benar menggemaskan.


Bagaimana mungkin Bunga meminta dia menunggu tepat di depan pintu toilet padahal tak ada satupun yang berani memerintahnya.


"Sudah sayang?"


"Sudah, rasanya sakit dari tadi di tahan!"


Rengek Bunga sambil menepuk perutnya membuat Raja terkekeh.


Lagi-lagi para karyawan di buat tercengang melihat bos kulkas mereka tersenyum namun mereka tak berani menatap lama karena ada sang asisten tak kalah kulkasnya.


Raja langsung membawa Bunga menuju ruangannya.


"Wow, keren!"


Pekik Bunga kagum melihat ruangan kerja suaminya yang begitu luas. Bunga berlari kearah jendela di mana terlihat begitu indah di bawah sana bahkan orang-orang yang lalu lalang terlihat seperti semut.


Bunga sangat kagum sekali melihat ruangan Raja yang begitu luas dan rapi sama seperti ruang kerja sang ayah.


"Sayang, kalau kamu cape kamu istirahat saja ya!"


Bunga berlari menuju shopa lalu merebahkan dirinya di sana.


Grep ...


"Mau ngapain?"


Kaget Bunga refleks memegang lengan Raja kuat.


Raja bukannya menjawab malah berjalan sambil menggendong Bunga menuju kamar pribadi nya.


Lagi-lagi Bunga di buat takjub melihat ada ranjang di sana. Raja merebahkan Bunga di atas ranjang dengan hati-hati.


"Istirahatlah di sini, jangan keluar sebelum aku panggil. Ada beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan, mengerti!"


"Iya!"


"Pintar!"


Ucap Raja sambil menekan hidung mancung Bunga. Raja kembali keruangannya dan meninggalkan Bunga di kamar.


Raja duduk di kursi kebesarannya sambil menghela nafas melihat tumpukan berkas sudah ada di atas mejanya.


Raja mulai mengerjakannya dengan teliti sedang Bunga sendiri ia malah benar-benar tidur. Apalagi ranjang ini terasa nyaman sama seperti yang berada di apartemen walau tak segede yang di apartemen.


Entah berapa lama Bunga tertidur ia bangun sendiri tanpa di bangunkan oleh sang suami. Bunga ingin keluar namun ingat perkataan Raja jika ia tak boleh keluar sebelum Raja memanggilnya.


Merasa bosan Bunga memilih menonton tv saja kebetulan di kamar terdapat tv. Ada dua remote di sana membuat Bunga bingung remote tv yang mana. Bunga mengambil asal saja lalu menekan tombol on seketika lemari tv tergeser membuat Bunga terkejut. Pasalnya menampakan sebuah kaca di mana Bunga bisa melihat sang suami.

__ADS_1


Bunga berjalan mendekat sambil memegang kaca tersebut Bunga berusaha menggedor sambil memanggil Raja namun Raja sama sekali tak terusik.


Seolah Raja tak mendengar apa-apa membuat Bunga kesal.


"Kenapa Raja tak mendengar!"


Kesal Bunga mengerucutkan bibirnya lucu. Bunga berlari bersembunyi di balik selimut ketika melihat tiba-tiba ada orang yang masuk keruangan Raja.


Bunga menyembulkan kepalanya di balik selimut takut jika orang itu melihat keberadaan nya.


Bunga memerhatikan interaksi Raja dan orang tersebut entah apa yang mereka bahas kenapa Bunga tak bisa mendengarnya.


Deg ...


Bunga melotot ketika orang yang di luar melihat dirinya. Namun, sedetik berikutnya Bunga merasa heran kenapa orang tersebut tak bereaksi apapun. Padahal mereka saling berhadapan.


"Kalau sudah, silahkan keluar Nindi!"


Ucap Raja tegas bahkan tanpa menoleh sedikitpun.


"Ayolah Ja, kau ini selalu saja begitu!"


"Jaga batasan mu, silahkan keluar sebelum memanggil Farid!"


Kesal Raja karena Nindi terus saja berusaha mendekatinya.


Raja hanya takut Bunga keburu bangun tiba-tiba keluar dan melihatnya. Raja tak bisa membayangkan bagaimana marahnya Bunga.


"Kau ini selalu kaku!"


Kesal Nindi cemberut sambil menghentakkan kedua kakinya keluar dari ruangan Raja.


Nindi sangat kesal sekali ketika para karyawan membicarakan Raja membawa gadis imut namun ketika Nindi masuk keruang Raja, Nindi tak mendapati gadis yang di bicarakan para karyawan.


Nindi semakin kesal karena para karyawan memuji gadis itu, selimut dan secantik apa hingga para karyawan seheboh itu.


Raja melirik kearah lemari berharap jika Bunga belum bangun. Namun nyatanya Raja salah Bunga sendari tadi menyaksikan Raja di pepet terus oleh Nindi membuat Bunga kesal.


Bayang-bayang ucapan mang Sup membuat Bunga ketakutan akankah Raja berpaling padanya.


Akankah Raja membuangnya karena dia masih kecil, tak bisa seperti Nindi. Bahkan body nya saja bagus sedang Bunga apa.


Cklek ...


Deg ...


Raja terkejut melihat Bunga sudah bangun dari tidurnya yang lebih terkejut lagi ternyata layar tembus pandangnya menyala.


Dengan ragu Raja mendekat dengan perasaan was-was takut sang istri marah. Sudah di pastikan Bunga pasti melihat semuanya apa yang di lakukan Nindi.


"Sayang kamu sudah bangun!"


Ucap Raja basa basi berharap jawabannya iya.


"Dari tadi, bahkan melihat semuanya!"


Glek ...


Raja menelan ludahnya kasar bingung harus menjelaskannya bagaimana. Karena Raja baru melihat sang istri diam seperti ini. Raja belum tahu jika sang istri sedang marah seperti apa marahnya.

__ADS_1


"Sayang aku bisa jelasin, itu tak seperti yang kamu lihat!"


Takut Raja berlutut di hadapan sang istri sambil memegang tangan sang istri.


Raja semakin was-was karena Bunga masih saja bungkam bahkan tak melihat dirinya. Tatapannya begitu kosong membuat Raja semakin ketakutan.


Apa Bunga benar-benar marah padanya!


"Dia hanya temanku, tak lebih dari itu!"


"Jangan marah ya, maafkan aku!"


Bunga menatap Raja datar membuat Raja salah tingkah. Karena tak biasanya sang istri menatap nya sepeti itu.


Grep ...


Bunga menangkup wajah Raja membuat Raja semakin gugup. Bunga menatap intens wajah tampan suaminya.


Raja hanya diam saja tak berani berkata apa-apa lagi. Menunggu apa yang akan Bunga lakukan.


"Jika aku seperti itu dengan laki-laki lain apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku akan membunuh laki-laki itu!"


Jawab cepat Raja karena terkejut mendengar ucapan sang istri.


"Kenapa seperti itu?"


"Karena aku mencintaimu, aku gak rela kamu di miliki atau di dekati laki-laki lain!"


Bunga terdiam mendengar jawaban Raja yang terlihat ketakutan sekali.


"Pejamkan matamu!"


"Hah!"


"Pejamkan mata mu!"


Tegas Bunga membuat Raja menelan ludahnya kasar. Ternyata jika serius Bunga lebih menyeramkan dari pada sang mommy.


Perlahan Raja memejamkan kedua matanya dengan perasaan was-was apa yang akan di lakukan Bunga. Apa Bunga akan menamparnya, memukulnya sungguh Raja lera asal Bunga mau percaya padanya.


Deg ...


Seketika Raja membulatkan kedua matanya dengan apa yang terjadi. Raja mengerjap-enjap matanya menatap sang istri yang malah mencium bibirnya.


Muachh ...


Bunga melepaskan kecupannya sambil tersenyum manis.


"Itu jawaban atas perasaan kamu!"


Ucap Bunga menatap Raja lembut. Raja terdiam shok mendengar penuturan tak terduga dari sang istri. Apa artinya cintanya tak bertepuk sebelah pihak.


"Aku mencintaimu juga!"


Ucap Bunga memperjelas karena kesal Raja malah diam. Apa Raja tak suka ia membalas perasaan nya karena ada yang lebih cantik darinya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....


__ADS_2