
Sudah satu bulan tak mudah bagi Bunga untuk beradaptasi dengan orang-orang baru apalagi berbeda karakter.
Untung saja ada Amira yang selalu menemani Bunga di saat Raja tak bisa karena mereka berbeda fakultas.
Raja dan Bunga bertemu jika mereka pergi ke kantin saja selebihnya Bunga akan berbaur dengan Amira, Rangga dan Moreo yang ternyata memilih kuliah bersama mereka.
Bunga sangat senang karena mereka bisa sama2 berjuang walau ada yang kurang karena Shofi dan Fatih tak ada.
Bunga hanya bisa mendoakan semoga Fatih cepat bangun dari komanya dan berharap Shofi bisa segera di hubungi.
Hari-hari mereka lalui berlima dalam satu bulan ini belum ada teman yang bergabung dengan mereka.
Tepatnya bukan tak ada melainkan Rangga dan Moreo menjaga Amira dan Bunga dari orang baru atas perintah Raja.
Raja tak rela jika istrinya di dekati laki-laki lain di saat dirinya tak di samping Bunga.
Ke-posesif-an Raja semakin menonjol membuat Bunga semakin terkurung kebebasan berbaur dengan teman-teman nya.
Hanya boleh teman cewe saja yang dekat dengan Bunga selebihnya tak boleh.
Bunga sangat kesal sekali karena setiap ada teman cowo Rangga dan Moreo selalu menghalanginya.
Itulah hari-hari yang Bunga jalani walau begitu Bunga juga sangat kasal melihat suaminya terus di dekati cewek-cewek.
Walau Bunga tahu Raja akan selalu menghindar dengan ucapan ketus dan sikap dinginnya.
Seperti biasa ketika pulang Raja akan menunggu sang istri di dalam mobil terlebih dahulu.
Karena mereka berbeda fakultas membuat Raja atau Bunga hanya bisa saling tunggu saja.
Raja tersenyum ketika melihat dari kejauhan sang istri keluar bersama Amira.
Bunga masuk kedalam mobil di mana Raja sudah menunggu dari tadi.
"Nunggu lama ya mas?"
Tanya Bunga sambil menyimpan tasnya di jok belakang. Raja bukannya menjawab malah diam saja menatap sang istri intens.
"Mas, ko lihatin aku kaya gitu!"
Bunga merasa tak nyaman jika di tatap seperti itu oleh Raja.
"Sayang, kenapa semakin hari kamu semakin cantik sih!"
Blusss ...
Pipi Bunga langsung memerah mendengar ucapan sang suami.
"Jangan gombal deh mas,"
"Benar sayang!"
"Sudah ah, ayo jalan!"
Raja langsung melajukan mobilnya sambil tersenyum melihat wajah sang istri yang merona.
__ADS_1
Kenapa Bunga semakin hari semakin cantik dan imut di mata Raja membuat Raja semakin posesif takut sang istri ada yang merebut.
Tak biasanya Raja bersikap kekanak-kanakan seperti itu.
Bahkan semakin hari Raja semakin manja apa-apa ingin di koloni sebelum tidur.
"Mas lapar!"
"Baiklah kita mampir dulu ke lestoran!"
Raja langsung membelokan kemudinya menuju restoran yang mungkin akan menjadi tempat favorit mereka.
Raja memilih tempat VIP agar sang istri tak banyak di lirik orang.
Bunga hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah sang suami yang menurut Bunga aneh.
Mereka berdua memesan menu favorit mereka.
Makanan seafood juga tersedia di sana dengan berbagai olahan.
Bunga sangat menyukai cumi dan lobster dua menu yang akan selalu menemani Bunga.
Sedang Raja hanya memesan stik saja karena Raja bukan Bunga yang selalu masuk makan apa saja.
Tak lama pesanan mereka datang membuat Raja dan Bunga berseri.
Namun ada yang aneh melihat mimik wajah tampan Raja dengan kening mengerut.
Bunga yang melihat perubahan wajah sang suami merasa heran karena tak biasanya seperti itu seolah sedang menahan sesuatu.
Tanya Bunga bukannya menjawab Raja malah menutup hidungnya dengan wajah yang mulai memerah.
"Mas!!"
Pekik Bunga terkejut melihat sang suami berlari membuat bunga mau tak mau ikut berlari mengejar sang suami.
Hoek ..
Hoek ...
Bunga membulatkan kedua matanya melihat sang suami muntah entah apa yang terjadi pada Raja kenapa bisa seperti ini.
Banyak pasang mata yang menatap Bunga tajam pasalnya mereka terkejut ada perempuan tiba-tiba masuk kedalam toilet laki-laki.
Padahal mereka ada yang kencing dan berak membuat mereka mau tak mau harus segera menutupi milik mereka masing-masing.
Dasar gila!
Itulah umpatan para laki-laki berwajah tampan rupawan dengan perawakan tinggi.
Namun kekesalan mereka menjadi kasihan melihat Bunga menangisi seorang pria yang sendari tadi muntah bahkan wajah Raja sangat pucat sekali bak mayat hidup.
"Mas hiks ... Kamu kenapa?"
Isak Bunga terkejut ingin menolong namun Bunga tak tahu caranya apa. Bunga hanya bisa menepuk-nepuk pundak sang suami berharap sang suami tidak muntah lagi.
__ADS_1
"Mas,,"
"Keluar sayang, ini jijik!"
Bunga menggeleng kuat mana bisa ia meninggalkan sang suami di saat seperti ini.
Kepala Raja berdenyut nyeri dengan gejolak di dalam perutnya yang masih membelit. Raja berjalan sempoyongan keluar di bopong Bunga.
Para laki-laki yang berada di dalam toilet merasa kasihan mereka membantu Bunga membawa Raja.
"Excuse me, may you help miss? (Permisi, biar kami bantu nona?)"
Ucap salah satu laki-laki berperawakan tinggi dengan garis rahang tegasnya.
Bunga terdiam kaku karena terkejut di negara cuek ini masih ada orang yang mau menolong.
Bunga mengangguk membuat orang berperawakan tinggi itu segera membantu bersama satu teman lainnya.
Rasa lapar yang Bunga rasakan seketika menghilang melihat keadaan sang suami yang seperti itu.
Bahkan mereka belum mencicipi secuil saja tapi keadaan Raja sudah seperti ini.
"Thank you so much for helping my husband! (Terimakasih banyak, sudah menolong suami saya!)"
Ucap Bunga tulus sambil menunduk hormat membuat kedua lelaki yang menolong Bunga nampak terkejut dengan ucapan Bunga.
Mereka menatap Bunga dari atas sampai bawah bagaimana bisa gadis imut di depannya ternyata sudah menikah. Entah berapa usia mereka terlihat keduanya itu seperti pasangan remaja tapi siapa sangka yang mereka tolong adalah pasangan suami istri.
"Mohon maaf sebelumnya, seperti nya nona harus membawa suami nona ke dokter kandungan!"
"What!"
"Don't get me wrong, I'm a doctor from the symptoms that look like your husband has covade syndrome! (Jangan salah faham, saya seorang dokter dari gejala yang di lihat seperti suami anda mengalami sindrom covade!)"
"Miss better bring it soon (Sebaiknya nona segera membawanya!)"
Bunga yang masih linglung tak mengerti dengan ucapan dua pria yang menolongnya tak memperdulikannya ketika melihat sang suami semakin mengeram kesakitan.
Bunga langsung izin pada kedua laki-laki asing tadi segera membawa sang suami ke rumah sakit.
Dengan polosnya Bunga menuruti perkataan pria tadi karena laki-laki tadi menyebut dirinya seorang dokter dan pasti seorang dokter tidak akan memberikan saran yang salah.
"Sayang kita pulang saja!"
"No mas, seperti kamu harus segera di periksa aku takut terjadi apa-apa apalagi mas tiba-tiba seperti ini!"
Kekeh Bunga melajukan mobilnya ke rumah sakit.
Raja hanya bisa pasrah saja dengan apa yang di lakukan sang istri apalagi Raja tak kuat untuk sekedar berdebat. Entah kenapa tiba-tiba Raja jadi lemah seperti ini dan sialnya kenapa dia malah mual ketika melihat cumi apalagi terlihat menyeramkan seolah ingin menerkam Raja.
Dengan susah payah Bunga membawa Raja masuk kedalam rumah sakit di bantu oleh salah satu perawat.
Bunga berharap tak terjadi masalah serius dengan suaminya.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...