
"Oh my good, apa yang mommy lakukan!"
"Bagaimana bisa mommy belanja sebanyak ini dengan gadis sembrono itu!"
Pekik Raja terkejut melihat pemberitahuan di layar ponselnya. Bahkan sendari tadi Raja menunggu kepulangan sang mommy.
"Ada apa Raja, kenapa berteriak begitu pada Mommy kamu!"
"Oh ayolah Dad, lihatlah mommy memanjakan gadis itu bahkan sampai 100 jt. Entah apa yang mommy belikan!"
Rijal bukannya terkejut malah terkekeh bahkan dulu Raya lebih dari itu menguras isi ATM nya.
Huh ...
Raja menghela nafas berat sambil memijit pangkal hidungnya. Bagaimana bisa sang mommy memanjakan gadis sembrono itu bisa-bisa isi ATM nya akan habis jika satu hari menghabiskan uang sebesar itu.
"Kamu ini berlebihan sekali, Nak!"
Ketus Raya membuat Raja melotot tak percaya.
"Tapi Mom!"
"Diam, lihatlah kesini!"
Ucap Raya sambil menepuk shopa mengisyaratkan Raja untuk duduk di sampingnya.
"Raja!"
Tekan Rijal membuat Raja dengan malas duduk di samping sang mommy.
"Sudah jangan marah-marah, lihatlah!"
Ucap Raya memberikan ponselnya di mana tadi Raya memotret Bunga diam-diam bersama anak-anak jalanan.
"Bunga memang menguras kredit card kamu, tapi bukan untuk dia sendiri!"
"Tapi untuk Bunga berbagi pada anak-anak jalanan itu!"
"Lihatlah, gadis itu tersenyum tulus pada anak-anak. Dia mempunyai hati bak malaikat!"
Ucap Raya sambil melihat poto di mana Bunga tersenyum sambil menggendong salah satu anak yang paling kecil di antar yang lain. Senyuman begitu lepas penuh ketulusan.
"Gadis itu terlihat kekanakan, namun di balik itu semua dia menyimpan kedewasaan yang tak orang lihat!"
Raja tertegun melihat banyak Poto Bunga memenuhi galeri sang mommy. Karena Raja tahu sang mommy tidak suka berpose bahkan yang ada di galeri ponselnya hanya Poto ia dan sang Daddy.
Tapi kali ini lihatlah Poto Bunga menyingkirkan Poto dia dan sang Daddy.
Cantik!
Tanpa sadar Raja mengagumi Bunga melihat bagaimana senyuman itu terpancar. Hingga Raja terdiam ketika melihat Poto Bunga sedang makan.
Tanpa sadar Raja tersenyum tipis membuat Rijal dan Raya saling pandang seperti mereka sebentar lagi akan mendengar kabar gembira.
"Sudah, jangan di pandang terus!"
Ketus Raya merebut ponselnya membuat Raja gelagapan.
"Masih mau marah uangnya ke mana?"
__ADS_1
"Gak!"
Jawab Raja cepat membuat Raya tersenyum cerah.
"Bahkan habis pun Raja lera!"
"Terus!"
"Apanya!"
"Menerima perjodohan ini?"
Glek ...
Raja menelan ludahnya kasar ketika di tanya ke arah sana.
Raja terdiam mengingat kejadian tadi di sekolah. Apa Raja akan sanggup menghadapi sipat Bunga yang seperti itu. Walau Raja tahu ada sisi lain dari Bunga yang memang sudah Raja tahu.
Raja memang selalu membuntuti kemana pun Bunga pergi semenjak pertemuan pertama mereka di swalayan.
Hingga Raja tahu apa yang Bunga lakukan jika di luar sana berbanding balik dengan Bunga ketika berhadapan.
"Kok malah bengong, bagaimana?"
Ucap Raya lagi menepuk paha Raja. Raya dan Rijal memang sama-sama tak memaksakan perjodohan itu namun mereka berharap putranya mau menerima.
Mau cari di mana lagi coba membantu seperti itu. Sangat langka jika mencarinya lagi dan yakin pasti tak akan menemukan seperti Bunga.
"Raja menerima nya, dengan satu syarat!"
Raya dan Rijal tersenyum bahagia mendengar jawaban putranya. Seperti nya putranya sudah benar-benar dewasa.
"Sesudah kami menikah, Raja ingin tinggal di apartemen Raja!"
"No!"
Pekik Raya dan Rijal barengan tak setuju dengan syarat sang putra. Bagaimana bisa Raja meminta tinggal di apartemen sedang Raya sudah lama menginginkan Bunga tinggal di rumahnya.
"Keputusan Raja sudah bulat!"
"Tapi sayang,"
"Mom dan dad mengertilah, Raja butuh penyesuaian nantinya. Jika di sini bagaimana bisa Raja meluluhkan hati Bunga!"
Tegas Raja sudah bulat dengan keputusan nya. Raja akan menerima perjodohan ini dan menerima Bunga apa adanya juga.
Raja berjanji akan membuat Bunga jatuh cinta padanya.
"Daddy setuju!"
Raya melotot tak percaya dengan ucapan sang suami.
"Mom, benar kata Raja. Mereka kan belum saling mencintai jadi biarkan mereka tinggal berdua untuk menyesuaikan diri!"
"Tapi apa Aldi dan Jelita akan setuju!"
"Itu urusan mom dan Daddy menyakinkan mereka!"
Ucap Raja berlalu begitu saja meninggalkan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Raja pergi menuju lantai atas di mana kamarnya berada.
Raja menjatuhkan dirinya sendiri ke atas ranjang membaringkan tubuh jangkung ya.
Raja terbangun kembali lalu membuka baju seragam SMK nya. Raja mengangkat seragam itu sambil termenung. Entah apa yang Raja pikiran.
"Bagaimana bisa kau melangkah sejauh ini Raja!"
Gumam Raja menatap lekat baju seragam sekolah itu.
"Kau itu seorang lulusan terbaik kuliah walau Fatih yang lebih baik. Bagaimana bisa kamu kembali ke bangku SMK hanya demi gadis sembrono itu!"
Monolog Raja pada dirinya sendiri tak menyangka akan melakukan hal gila semacam itu.
"Hanya demi ingin tahu bagaimana karakter nya kau cuti dari pekerjaan mu. Ah, sungguh mengesankan!"
"Apa kau sudah gila!"
Raja terus saja berbicara pada dirinya sendiri sambil menatap baju seragam yang ia pakai.
"Bahkan kau menunda s2 kamu ke London hanya demi gadis itu atau Mommy!"
Raja terus saja berbicara sendiri seolah seragam itu bisa memberi solusi akan kegundahan hatinya.
Raja memang seorang sudah lulus kuliah bersama Fatih bahkan saking pintarnya mereka hanya satu tahun tiga bulan menyelesaikan kuliah mereka.
Raja tak tahu alasan Fatih kembali sekolah di tempat kakak sepupu nya tapi alasan Raja hanya Bunga dan lebih parahnya ternyata Bunga berteman dengan Amira.
Karena wajah Raja dan Fatih yang sulit menua dua-duanya tak akan ada yang menyangka jika keduanya sudah sarjana.
Entahlah Raja juga tak tahu bagaimana nanti reaksi Bunga jika mengetahui siapa dia. Apa Raja harus tetap menyembunyikannya atau menyudahinya ketika mereka sudah menikah.
Menikah!
Raja termenung akan kata itu, apa ia benar-benar menerima gadis itu atau ini hanya sebagai menuruti permintaan kedua orang tuanya.
Raja tak tahu karena hatinya masih bimbang.
Raja memang masih ingat waktu kecil mereka walau Raja tahu Bunga pasti sudah melupakannya.
Gadis itu memang tak berubah sama sekali masih tetap menyusahkan orang lain. Tapi Raja akui kecantikannya sangat alami apalagi saat pertama kali bertemu semenjak sepuluh tahun lalu.
Raja memang di suruh Raya ke swalayan jika ingin tahu siapa calon istrinya.
Tatapan Bunga sangat polos dan menggemaskan waktu Raja sengaja menabrak Bunga seolah-olah itu tak sengaja.
Yang membuat Raja lucu ketika Bunga meminta maaf seolah dirinya yang salah.
"Aisstt, kenapa gue memikirkan gadis sembrono itu!"
Kesal Raja mengusap wajahnya kasar lalu menggantung baju seragamnya.
Raja memang orang yang paling suka kebersihan dan kerapihan. Semuanya harus di tata rapi dan barang-barang harus sesuai di letakan di tempatnya. Raja akan marah bagi siapa saja yang salah meletakkannya.
Tak terbayang bagaimana Raja jika benar-benar menikah dengan Bunga sedang Bunga gadis yang berbanding balik 180 derajat.
Entah bagaimana nanti rumah tangga mereka dengan sikap kekanakan Bunga yang belum Raja ketahui.
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa, Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...