
Bunga dan Raja keduanya begitu sibuk mempersiapkan acara resepsi pernikahan mereka.
Bahkan undangan pun sudah tersebar dari satu minggu sesudah acara perpisahan yang mengharukan itu.
Sedang Shofi dan Amira bersantai ria di kolam berenang yang ada di rumah Shofi. Ya, sudah satu hari ini Amira menginap di rumah Shofi.
Berbeda dengan Bunga yang di sibukkan mempersiapkan acara resepsi pernikahan nya.
Dari mulai memilih cincin, fitting baju, dan sebar undangan. Membuat Bunga sibuk dan tak ada waktu untuk berkumpul dengan kedua sahabatnya.
Acaranya di laksanakan di hotel milik keluarga Raja. Karena keluarga Raja perusahaan bergerak di bidang perhotelan dan pariwisata.
Kedua keluarga begitu antusias menyiapkan semuanya. Pasalnya ini sudah lama mereka tunggu-tunggu.
Hari ini Bunga dan Raja pergi untuk mengambil cincin yang sudah satu Minggu lalu Raja pesan.
"Sayang, are you okay?"
"Kaki ku pegel, eskalator kenapa juga pakai di perbaiki!"
Gerutu Bunga memasang wajah memelas, bahkan barang belanjaannya juga Bunga banting ke kursi belakang mobil.
Bunga memijit betisnya yang terasa kebas karena harus jalan naik tangga ke lantai lima belum lagi jalan sedikit keliling dan kembali turun tangga karena eskalator lagi di perbaiki akibat satu hari lalu ada kerusakan.
"Sayang, kenapa juga pesan cincinnya di sana. Padahal masih banyak toko perhiasan yang lain!"
"Aduh, kaki indahku rasanya sakit, mana ini lecet lagi,"
Tak henti-hentinya Bunga menggerutu membuat Raja hanya bisa menghela nafas saja sambil menggeleng. Jika istrinya sudah bicara maka akan terus nyerocos bak kereta api saja yang gak bisa rem mendadak.
"Pokonya besok undur fitting baju nya, ini kaki lecet pasti gak akan sembuh besok. Kau jahat hiks ...,"
Rengek Bunga menyilangkan kedua tangannya di dada. Raja hanya tersenyum tipis saja melihat tingkah manja istrinya yang mulai kumat.
Jika seperti itu mana bisa Raja tak jatuh cinta. Wajah cantik nan polos di setiap tingkahnya. Suka merajuk hal sepele membuat Bunga tampak menggemaskan di mata Raja.
Rasanya Raja sulit menemukan gadis satu ini di dunia. Sepertinya Raja harus bersyukur pada sang mama karena sudah menjodohkan ia dan Bunga.
Gadis langka dengan segala tingkahnya, bahkan memasak pun tak bisa, karena Bunga putri tunggal. Wajar saja di ia di manja oleh ke dua orang tuanya.
Namun, walaupun begitu Bunga tetap gadis sederhana yang tak suka hura-hura. Karena Bunga sendari kecil di dikte untuk membeli apa yang di butuhkan bukan apa yang Bunga mau.
Bagaimana Raja tak jatuh cinta jika istrinya ini sangat sangatlah menggemaskan.
Grep ...
Bunga terkejut ketika Raja menggendongnya, refleks Bunga langsung mengalungkan lengannya di leher kokoh Raja.
"Isstt sayang, kamu mau bikin aku jantungan ya!"
"Sudah diam! katanya sakit kakinya!"
Bunga diam membiarkan saja suaminya menggendong dirinya.
Di tatapnya wajah tampan ini lamat-lamat, kenapa wajah ini tampan sekali bahkan tak ada cacat sedikitpun. Hanya ada tai lalat di bagian pipi bawah wajahnya dan ada bekas luka sobekan di pelipisnya. Tapi luka itu terlihat keren di mata Bunga.
"Suami mu memang tampan!"
"Aisstt, pede amat!"
Raja malah terkekeh melihat tingkah istrinya hingga mereka sampai di unit apartemen nya.
Bunga langsung memasukan kode pin nya hingga pintu apartemen terbuka.
Raja mendudukkan Bunga di atas shopa dengan hati-hati.
__ADS_1
"Wait!"
Bunga diam saja melihat suaminya beranjak.
Raja hanya mengambil salep saja untuk luka lecet di kaki indah istrinya.
"Jadi merah gini sayang!"
Ucap Raja melihat kaki istrinya yang memerah.
"Kan tadi sudah di bilangin!"
"Ya maaf maaf!!"
Ah, bagaimana Bunga tak jatuh cinta terhadap suaminya. Lihatlah, Raja memperlakukan Bunga dengan baik. Raja bisa mengimbangi sifat ke kanak-kanak Bunga.
Raja menutup-nutupi memar kaki istrinya agar salepnya tidak terasa perih.
"Mas"
"Hm,"
Bunga menangkup wajah sang suami dengan tangan lentiknya. Lalu perlahan di angkat agar menatap ke arahnya.
Cup ...
"Terimakasih!"
Ucap Bunga tulus menghadiahi sang suami dengan kecupan di bibirnya.
Raja tersenyum dengan apa yang istrinya lakukan.
"Kau begitu menggemaskan baby!"
Mereka terkekeh dengan tingkah mereka sendiri.
"Hm,"
"Hey, kenapa cemberut gitu, janji sebentar!"
"Beneran!"
"Iya!"
"Janji!"
"Iya!"
Raja mengecup puncak kepala Bunga lalu bergegas pergi. Kini tinggal Bunga sendiri di apartemen nya.
Bunga memandang ke seluruh penjuru apartemen. Sudah dua tahun lebih ia menghabiskan waktu di sini. Mengenal satu sama lain hingga timbul benih-benih cinta di antara mereka.
Bunga tidak menyangka ia akan menikah sangat sangat muda. Bahkan baru mendapat KTP ia akan meresmikan pernikahannya.
Dulu Bunga merasa takut jika cita-cita akan terhambat karena sebuah pernikahan. Namun, nyatanya Bunga bersyukur mempunyai suami pengertian tak mengekang dirinya. Namun, mendukung penuh apa yang Bunga inginkan.
Bahkan lera tak melanjutkan s2 demi menjaga dirinya. Dan, rencananya juga setelah resepsi mereka akan bulan madu di London dan menetap di sana sampai Bunga lulus kuliah.
Ya, Bunga sudah membicarakannya pada Raja perihal beasiswa yang ia dapatkan. Dan, Raja mendukung penuh akan keputusan Bunga.
Bahkan Raja juga akan memilih s2 di sana bersama sang istri. Sungguh suami pengertian bukan.
Jika mengingat begitu pengertian nya Raja membuat Bunga tersenyum sendiri. Bagaimana tak jatuh cinta jika suaminya selalu memberikan kasih sayang pada dirinya. Bahkan lera tertunda studinya demi menjaga dirinya.
Bunga merasa menjadi wanita yang sangat sangat beruntung mendapatkan suami seperti Raja.
__ADS_1
"Ah, honey!"
Rengek Bunga bak orang kasmaran tersenyum sendiri dengan tingkah konyolnya. Rasanya Bunga rindu suaminya, padahal baru beberapa menit ia di tinggal.
"Kamu sungguh sempurna!"
Monolog Bunga sambil menatap Poto dirinya dengan Raja ketika ijab kobul.
Bunga menghentikan tingkah konyolnya dengan beranjak masuk ke dalam kamar utama.
"Sepertinya aku harus mandi untuk menyambutnya datang!"
Gumam Bunga dengan senyum nakalnya.
Bunga masuk ke dalam kamar mandi guna berendam supaya badannya menjadi fresh kembali.
Sedangkan Raja hanya bisa tersenyum saja melihat tingkah konyol istrinya di layar ponsel.
Bagaimana Raja bisa tahu!
Ya, tentu!
Karena Raja memasang cctv di setiap sudut apartemen nya kecuali kamar.
"Kau begitu menggemaskan baby,"
Gumam Raja tak sabar ingin segera balik ke apartemen nya.
Sudah selesai mengambil berkas Raja lekas segera balik. Raja tak sabar ingin segera memeluk sang istri kecilnya.
Sebenarnya Raja bukan izin pergi ke kantor, melainkan turun ke lobi guna mengambil beberapa berkas dari asistennya.
"Semuanya sudah selesai!"
"Iya tuan muda, berkas yang tuan muda inginkan sudah ada di sana dan ini!"
Sang asisten memberikan dua buah Tiket pada Raja.
"Kerja bagus, kau memang bisa di andalkan!"
Puk ... Puk ...
Raja menepuk asisten nya yang sudah membantu mengurus keperluan dia dan Bunga.
Sesudah mendapatkan apa yang Raja butuhkan dari sang asisten. Raja kembali balik ke unit apartemen nya.
Raja tak sabar memberikan kejutan pada sang istri. Bahkan di sepanjang jalan Raja tersenyum sambil memegang sebuah berkas di tangannya.
"Baby!"
Panggil Raja ketika sudah masuk. Namun, tak ada sahutan dari sang istri.
Raja yakin, sang istri sedang berada di kamar mandi.
Raja menyimpan berkas itu di atas meja lalu berjalan ke arah kamar mandi.
"Dasar ceroboh!"
Gumam Raja ketika pintu kamar mandi tidak di kunci. Karena biasanya Bunga kalau mandi dia akan selalu menguncinya.
"Baby!"
Deg ...
Bersambung ...
__ADS_1
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ....