
Sendari tadi Bunga terus saja memegang bibirnya. Bayang-bayang kecupan Raja yang begitu lembut namun penuh penekanan tapi tak menyakiti dirinya.
Masih terasa di bibir Bunga bahkan rasanya bibir Bunga terasa kebas. Namun Bunga baru merasakan sensasi berbeda dari ciuman tersebut seolah ada magnet yang terus membuat Bunga ingin mengulanginya.
Bunga tak mengerti pada dirinya sendiri kenapa ciuman itu terasa berbeda, seolah ada manis-manis nya.
"Kenapa aku tak menolak!"
Gumam Bunga bicara pada pantulan dirinya sendiri di depan cermin.
"Sepertinya aku sudah gila!"
Gumam Bunga lagi sambil menepuk-nepuk pipinya.
"Tapi kenapa aku menginginkannya lagi, manis!"
Bunga terus saja berperang batin sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Bahkan wajah Bunga masih saja memerah dengan bibir yang sedikit bengkak karena ulah Raja.
Jika Bunga sedang berperang dengan akal sehatnya berbeda dengan Raja yang sedang berperang dengan alat-alat dapur sambil bersiul tersenyum bahagia karena pada akhirnya Bunga tak menolak atau pun melarangnya.
Ini perubahan yang sangat luar biasa keren bagi Raja karena sulit sekali menaklukan hati Bunga.
Raja dengan penuh semangat memasak untuk sarapan dirinya dan istri tercinta. Raja yakin perlahan Bunga akan berhasil ia taklukan.
Sudah selesai masak Raja bergegas masuk kedalam kamar guna mengajak Bunga sarapan.
Cklek ...
Prang ...
Bunga terkejut akan kehadiran Raja sampai menjatuhkan ponselnya. Sungguh Bunga jadi merasa canggung untuk sekedar menatap wajah Raja.
"Sayang!"
Sial!
Geram Bunga kenapa Raja malah memanggilnya sayang membuat jantung Bunga mau copot saja.
"Sarapan ayo!"
Ajak Raja semakin mendekat membuat menjadi gugup dengan jantung terpacu hebat. Bunga tak mau Raja tahu jika jantung dia berdetak sangat kencang.
"Stop!"
Pekik Bunga membuat Raja menghentikan langkahnya dengan kening mengerut.
"Aku duluan!"
Ucap Bunga berjalan cepat keluar kamar membuat Raja tersenyum geli melihat tingkah istri kecilnya yang terlihat gugup. Raja mengikuti Bunga dari belakang lalu duduk di kursi biasa.
Raja langsung sarapan tanpa menoleh pada Bunga Raja mengerti Bunga pasti merasa canggung padanya dengan apa yang ia lakukan tadi pagi.
Bahkan sampai sarapan pun Raja bersikap biasa membuat Bunga merasa lega ternyata Raja mengerti keadaan dia hingga membuat Bunga dengan mudah bisa menormalkan detak jantungnya.
Sudah selesai sarapan Bunga seperti biasa membereskan semuanya hingga selesai.
Bruk ...
Bunga terkejut ketika keningnya terbentur dada bidang Raja yang menghalangi jalannya.
Raja memegang pinggang Bunga agar tak terjatuh. Kini mereka saling berhadapan satu sama lain dengan kedua tangan Raja yang berada di sisi kanan kiri pinggang Bunga.
"Kenapa?"
Tanya Raja ingin tahu kenapa Bunga selalu menghindari tatapannya.
"Kenapa apanya?"
Tanya balik Bunga dengan polosnya membuat Raja terdiam. Raja menatap Bunga dengan intens seolah wajah ini takut ia lupakan.
"Apa kamu marah karena ciuman tadi?"
__ADS_1
Tanya Raja memperjelas pertanyaan nya Raja ingin tahu bagaimana sekarang perasaan Bunga. Tapi Bunga malah menggelengkan kepala sebagai jawabannya.
Bunga memang tak marah hanya saja ia malu dan tak mengerti dengan dirinya sendiri.
"Lalu kenapa mencoba menghindar?"
"Malu!"
Cicit Bunga menunduk membuat Raja seketika tersenyum. Raja menangkup wajah Bunga hingga mata mereka saling bertemu.
"Sekarang coba katakan, apa yang kamu rasakan terhadapku?"
"Aku tak tahu dan tak mengerti!"
"Coba kamu rasakan di sini!"
Ucap Raja mengarahkan tangan Bunga keatas dadanya. Bunga terdiam merasakan detak jantung Raja yang terpacu begitu cepat.
"Jantungku selalu seperti ini jika di dekat mu, karena apa! karena aku mencintaimu!"
"Aku selalu bahagia di dekat kamu bahkan selalu ingin bersamamu!"
Bunga masih terdiam merasakan setiap detak jantung Raja yang terpacu seolah mengalir pada dirinya. Detakan ini sama persis seperti yang Bunga rasakan namun Bunga masih ragu untuk mengungkapkannya.
Bunga masih tabu dengan kata cinta bahkan ia juga tak mengerti bagaimana mengungkapkannya.
Di usia Bunga yang enam belas tahun dengan dunia kepolosannya wajar bagi Bunga tak mengerti apapun.
"Jantungku sama seperti ini tapi setiap bertemu pak Anwar jantungku juga begitu. Apa aku juga harus mengatakan itu cinta!"
Dam ...
Raja benar-benar di buat gemas mendengar penuturan Bunga. Bagaimana bisa istri kecilnya benar-benar sepolos ini bahkan kalah sama anak SD juga.
"Itu rasa yang berbeda sayang, jika debaran ini menimbulkan suatu kebahagiaan itu cinta jika tidak itu hanya ketakutan beda debaran cinta dan ketakutan!"
"Oh gitu!"
Deg ...
Bunga terdiam kaku merasa terjebak dengan ucapannya sendiri. Apa yang harus Bunga katakan sedang Bunga takut mengetahui fakta jika ia memang sudah jatuh cinta.
"Nyaman!"
Raja tersenyum mendengar jawaban Bunga bagaimana bisa menjawab dari pertanyaan yang tak di tanyakan tapi Raja mengerti dengan arti jawaban Bunga.
"Artinya kamu juga sudah mempunyai rasa yang sama, kamu mencintaiku!"
"Gak tahu!"
"Oh ayolah sayang, kenapa kamu sepolos ini!"
Rengek Raja gemas bahkan ingin sekali Raja menerkamnya.
"Jangan panggil sayang!"
"Kenapa?"
"Kau membuat aku jantungan!"
Jujur Bunga membuat tawa Raja seketika pecah. Bunga mengerucutkan bibirnya melihat Raja malah menertawakannya.
Bagaimana Raja tak tertawa jika Bunga benar-benar menggemaskan. Sungguh Raja tak habis pikir bagaimana bisa ia jatuh cinta pada gadis sepolos ini.
"Berhentilah tertawa!"
"Sayang!"
"Kau!"
Cup ...
"Itu melanggar perjanjian!"
__ADS_1
Cup ...
"Aisst ,, berhen--"
Cup ...
Bunga meremas baju Raja ketika Raja malah memperdalam kecupannya.
"Sudah aku simpulkan kamu jantung cinta padaku!"
"Mana bisa begitu!"
Sangkal Bunga tak terima karena dirinya sendiri pun bingung.
"Kita saling jatuh cinta!"
"Gak!"
"Aku milikmu dan kamu milikku!"
"Kok gitu!"
"Kita suami istri!"
"Iya juga ya!"
Dam ...
Raja sudah tak bisa menahannya lagi, tanpa permisi Raja kembali mencium bibir Bunga membuat Bunga terdiam.
Raja semakin memperdalam ciumannya membuat Bunga semakin meremas baju Raja.
Akhh ....
Bunga menjerit tetkala Raja malah menggigit bibir bawahnya. Membuat Bunga refleks membuka mulutnya membuat Raja dengan mudah bisa menjelajahi setiap inchi bibir Bunga dengan ******* lembut hingga tak menimbulkan rasa sakit pada Bunga.
Bahkan saking lembutnya membuat Bunga merasa nyaman rasa yang benar-benar baru Bunga rasakan.
Raja menghentikan ciumannya dengan kening menyatu. Nafas mereka memburu satu sama lain menyapu wajah mereka masing-masing.
"Apa aku menyakitimu?"
Tanya Raja pelan tepat di depan bibir Bunga membuat Bunga mengangguk lalu menggeleng. Raja tersenyum melihat bagaimana memerahnya wajah Bunga.
"Aku akan memberikan kenikmatan lebih dari ini!"
Ucap Raja membuat Bunga menautkan kedua alisnya. Belum sempat bertanya Raja sudah menggendong tubuhnya hingga membuat Bunga refleks mengalungkan tangannya pada leher kokoh Raja.
Raja kembali mengecup bibir Bunga dengan sangat lembut hingga membuat Bunga terbuai.
Raja terus berjalan tanpa melepaskan lumatannya masuk kedalam kamar lalu Raja duduk di atas shopa dengan Bunga berada di pangkuannya.
"Gerakan sayang!"
"Hah!"
"Balas ciumanku!"
Bunga tak tahu harus membalasnya karena tak mengerti membuat Raja tersenyum tipis di balik lumatannya.
"Ikuti nalurimu, gerakan seperti yang aku lakukan!"
Bunga benar-benar tak mengerti dengan apa yang Raja ucapkan namun dengan instingnya Bunga berusaha melakukan hal yang sama seperti yang Raja lakukan padanya.
Walau terasa kaku tapi Raja merasa puas setidaknya Raja tahu jika Bunga menginginkan ia juga.
Karena gerakan Raja begitu pelan membuat Bunga dengan mudah mempelajarinya walau kaku.
"Aku akan mengajarimu!"
Bersambung ...
Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...
__ADS_1