Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 35 Canda berujung sakit


__ADS_3

Bunga menatap Raja nyalang karena masih kesal dengan apa yang Raja lakukan tadi.


"Katanya lapar, ayo makan!"


Ucap Raja lembut bahkan sampai menyiapkan semuanya.


Raja memang bukan langsung membawa Bunga pulang namun membawa Bunga ke restoran karena Raja tadi mendengar suara perut Bunga berbunyi.


"Mau aku suapi?"


"Gak usah!"


Ketus Bunga langsung merebut piring miliknya di tangan Raja.


Bunga langsung makan dengan rakus bahkan sampai belepotan tapi Bunga tak peduli itu. Raja hanya diam saja karena baru melihat Bunga makan seperti itu bahkan pakai tangan.


Raja pikir Bunga makan selalu pakai sendok atau sumpit mengingat keluarga Bunga keluarga berada. Dari mana Bunga bisa makan dengan tangan.


Orang-orang melihat mereka berdua dengan tatapan gemas melihat pasangan muda itu. Apalagi melihat wajah Raja yang cengo.


Bunga dengan santai terus makan tak peduli Raja mau ilfil atau tidak bagi Bunga makan pakai sendok sangat ribet berisik lagi.


Bunga memang makan pakai tangan setelah berteman dengan anak-anak pengamen mereka yang mengajarkan karena makan pakai tangan lebih nikmat dari apapun.


Hanya di rumah saja Bunga pakai sendok karena takut sang ayah marah.


"Kenapa tak makan, gak mau? ya udah buat aku saja!"


Cetus Bunga mengambil milik Raja juga lalu memakannya.


Glek ...


Raja hanya bisa menelan ludahnya kasar ternyata yang di ponsel sang mama kini Raja menyaksikannya langsung.


Kini Raja tahu cara meluapkan kekesalan Bunga yaitu dengan makan.


"Pelan-pelan, ini minum dulu!"


Ucap Raja sambil menyodorkan minum pada Bunga Bunga langsung meminumnya.


Raja memanggil pelayan lalu memesan makanan untuk dia.


"Apa mau pesan lagi?"


Tawar Raja membuat Bunga mengangguk saja.


Lalu Raja memesan makanan yang seperti awal dua porsi.


Raja ingin melihat seberapa kuat Bunga makan sebanyak itu.


Tak membutuhkan lama pesanan Raja sudah datang.


Raja memulai makan namun tertahan ketika melihat Bunga hanya diam saja.


"Kenapa tak di makan?"

__ADS_1


"Makannya pakai tangan lebih nikmat!"


Ujar Bunga menatap lengan Raja yang memegang garpu dan sendok.


"Pakai tangan!"


Tegas Bunga membuat Raja bingung karena ia tak bisa makan pakai tangan bahkan belum pernah mencoba juga.


"Cuma begini, gini lalu ammm!"


Bunga mengajarkan Raja makan memakai tangan. Tapi Raja bukannya benar malah berantakan bahkan yang masuk pada mulutnya hanya sedikit membuat Bunga tertawa.


Raja terdiam melihat tawa lepas Bunga yang sangat indah bahkan kecantikan Bunga berkali-kali lipat terlihat.


Aaa ...


"Ayo makan!"


Tanpa sadar Bunga menyuapi Raja dengan tangannya sendiri karena merasa kasihan melihat Raja yang tak bisa makan pakai tangan.


Dengan ragu Raja menerima suapan dari tangan Bunga. Bunga tersenyum melihat Raja menerima suapannya.


Entah sadar atau tidak Bunga bukan sekali atau dua kali menyuapi Raja tapi sampai makanan itu habis.


"Kau juga harus menghabiskan punyaku, biar adil kita makan dua piring juga!"


"Tapi aku sudah kenyang!"


"Makan!"


Orang-orang melihat apa yang di lakukan Bunga menjadi gemas sendiri. Bahkan ada pasangan yang berantem mereka menjadi diam melihat kemesraan Bunga dan Raja.


Mereka saling tatap satu sama lain tanpa sadar kelakukan Bunga dan Raja malah menjadi pusat perhatian bahkan pasangan yang tadinya berantem menjadi baikan melihat bagaimana Bunga memperlakukan Raja bahkan Bunga juga mengelap bibir Raja yang belepotan.


Sungguh terlihat indah di pandang padahal mereka tak tahu jika Bunga sendiri tak sadar dengan apa yang dia lakukan.


Niatnya hanya mengerjai Raja tapi malah Bunga tak sadar menyuapi Raja bahkan sampai selesai makan.


Bahkan Raja sudah menahan perutnya bahkan wajahnya memerah menahan kekenyangan yang membuat perut Raja tak enak.


Karena Raja tak biasa makan banyak seperti itu. Raja makan pasti secukupnya saja tapi kali ini Bunga malah menyiksanya.


Raja memang menikmati momen itu bahkan menikmati nya dari awal tapi harus menghabiskan makanan sebanyak itu perut Raja sakit. Bunga sudah terbiasa makan banyak tapi Raja tidak. Apalagi makanan porsi Bunga sangat pedas tapi Raja sebisa mungkin menahannya.


"Enak!"


"Ya!"


Sungguh Raja sudah tak bisa berkomentar lagi karena sudah merasa tak nyaman.


"Kita pulang!"


Ucap Bunga membuat Raja mengangguk saja lalu membayar semua tagihannya.


Keringat dingin mulai bercucuran membasahi kening Raja dengan perut yang terasa di aduk-aduk.

__ADS_1


Raja berusaha konsentrasi membawa motor karena takut terjadi apa-apa pada Bunga.


Bahkan sudah sampai pun Raja berusaha menahan rasa sakit di perutnya.


Untung saja Bunga jalan di depan dengan santai tak peduli dengan Raja.


Sesampai di apartemen Raja langsung berlari ke kamar mandi membuat Bunga terkejut. Sungguh Raja sudah tak bisa lagi menahan gejolak di perutnya yang sakit bahkan wajahnya sudah memerah.


Bunga berusaha tak peduli Bunga pikir mungkin Raja hanya kebelet pipis atau berak saja.


Bunga tak tahu jika Raja tak bisa makan yang pedas-pedas dari dulu.


Bunga menyimpan tas dan jasnya di tempat seharusnya.


Bunga sudah berjanji akan berubah tak akan menyusahkan Raja lagi. Bahkan sekarang Bunga mau mengganti seragamnya dengan baju santai.


Bunga merasa heran kenapa Raja tidak keluar-keluar dari kamar mandi bahkan ini sudah hampir setengah jam Raja berada di kamar mandi. Bunga mulai cemas apa yang sebenarnya terjadi pada Raja Kenapa Raja lama sekali di dalam kamar mandi.


Tak lama Raja keluar dengan wajah pucat bahkan terlihat sangat lemah sekali membuat Bunga terkejut dengan apa yang terjadi pada Raja kenapa Raja sampai seperti itu bahkan jalan Raja pun sempoyongan dengan cepat Bunga meraih tubuh Raja ketika melihat Raja akan terjatuh.


"Kamu kenapa?"


Tanya Bunga pada Raja namun Raja tak menjawab karena menahan perutnya yang terasa sakit.


"Muka kamu pucat banget kamu kenapa?"


Bunga mulai panik karena mendengar Raja meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


"Tolong ambilkan obat yang ada di dalam laci?"


Ucap Raja lemah sambil menunjuk laci yang ada di ujung ranjang. Bunga membaringkan terlebih dahulu, lalu dengan cepat Bunga mengambil obat yang Raja suruh.


Bunga memberikan obat tersebut pada Raja dengan air minum.


Raja memejamkan kedua matanya sambil menahan rasa sakit di perutnya setelah selesai minum obat.


Bunga yang melihat Raja seperti itu jadi merasa bersalah dan paham kenapa Raja seperti itu karena Bunga tadi melihat obat yang Raja minum ternyata obat sakit perut.


Niat nya hanya mengerjai kenapa Bunga malah membuat suaminya kesakitan begitu. Bahkan Bunga tak tega melihatnya, walau Raja tak mengeluh apapun bahkan tak menyalahkan dia.


Melihat wajah Raja yang seperti itu saja sudah membuat Bunga benar-benar merasa bersalah. Andai saja tahu akan jadi seperti itu mungkin Bunga tak akan melakukannya.


"Maafkan aku?"


Cicit Bunga gemetar membuat Raja perlahan membuka kedua matanya pelan.


Raja memegang tangan Bunga lalu menyimpannya di perut. Raja sedikit menekannya seolah tangan Bunga bisa menyembuhkan rasa sakitnya.


Raja mengelus-elus kan tangan Bunga ke perutnya berharap rasa sakit itu akan hilang.


Bunga yang mengerti menggerakkan sendiri tangannya mengelus perut Raja jika memang itu yang membuat rasa sakitnya menghilang.


"Maafkan aku!"


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2