Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 79 Hamil


__ADS_3

Bunga merasa aneh dengan apa yang dokter lakukan bukankah yang sakit Raja kenap ia juga harus di periksa bahkan entah benda apa yang bergerak di atas perutnya.


Bunga ingin protes namun sang suami menyuruhnya diam.


Bunga pikir sang dokter kekurangan fokus hingga salah meriksa. Padahal Raja yang kesakitan kenapa ia yang di tangani lama. Sialnya kenapa dokter malah tersenyum membuat Bunga tersulut karena sang dokter malah tersenyum pada suaminya.


"Dok jangan genit itu suami saya!"


Kesal Bunga turun dari atas brankar langsung menghampiri sang suami dan memeluk tangannya posesif.


Sang dokter bukannya tersinggung ia semakin melebarkan senyumnya membuat Bunga semakin kesal.


Kenapa pelakor tak tahu diri sudah ada istrinya juga masih berani main senyum-senyuman.


"Dok jangan senyum, ini suami saya!"


Sang Dokter ingin sekali tertawa melihat kepolosan Bunga yang sangat natural tak mengada-ada bahkan wajahnya yang imut membuat sang dokter merasa gemas ingin mencoel pipi bersih Bunga.


Bagaimana bisa gadis ini cemburu pada dia yang sudah tua ini sungguh gadis ajaib. Andai saja putranya mendapatkan gadis seperti Bunga sang dokter pasti akan senang.


"Mohon maaf atas ketidak nyamanan nya. Ayolah nona saya sudah tua untuk sekedar menggoda suami nona!"


"Selamat atas kehamilannya nona, tuan muda!"


Deg ...


Tubuh Bunga seketika menegang dengan tatapan kosong begitupun dengan Raja yang menahan nafas seolah detik ini juga dunia berhenti sejenak.


Bunga dan Raja saling pandang kosong membuat sang dokter yang sudah berumur namun masih tetap elegan dan cantik hanya bisa mengulum senyum geli.


Sang dokter baru kali ini kedatangan pasangan yang sangat menggemaskan dengan tingkah natural mereka yang tak di buat-buat.


"Sayang!"


"Mas!"


Lilir keduanya tercekat seolah ini bukannya mimpi kan, batin keduanya kuat.


"Kamu hamil sayang!"


Sang dokter mengerutkan kening pasalnya ia tak mengerti dengan bahasa yang di gunakan kedua pasangan suami istri ini.


"Usia kandungan nona baru menginjak tujuh Minggu, itulah kenapa tuan muda mengalami sindrom covade!"


Bunga menatap dokter tak percaya pantas saja sikap sang suami akhir-akhir sangat aneh dan pencemburu juga ternyata ia sedang hamil.


Bagaimana bisa Bunga tak menyadari kehadiran anaknya bahkan Bunga merasa biasa-biasa saja dan perutnya masih tetap rata walau pipi Bunga sedikit gembul dengan berat badan yang naik.


Akhhhh ...


Girang Raja menggendong sang istri lalu memutar-mutar nya di hadapan sang dokter yang terkejut akan respon telat Raja begitu juga dengan Bunga.


"Aku akan jadi seorang ayah, terimakasih sayang terimakasih muachh ..,"


Raja benar-benar sangat bahagia akan berita ini bahkan saking bahagianya Raja tak sadar ia mencium sang istri bertubi-tubi di hadapan sang dokter.


Walau bahasanya tak di mengerti namun sang dokter biasa menangkap jika kedua pasangan ini sangat bahagia akan berita kehamilannya.

__ADS_1


Sungguh lucu sekali pasangan muda ini yang begitu terlihat sekali pancaran cinta yang menggebu dari keduanya.


"Mas sudah geli!"


Kekeh Bunga ketika Raja terus mengecup bibirnya sambil menggumel hidung mancungnya.


Raja kembali duduk tanpa menurunkan sang istri dari pangkuannya. Raja tersenyum sambil mengatur nafas menatap sang dokter cerah.


"Terimakasih dok, terimakasih banyak!"


Ucap Raja tulus sambil mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping sang istri.


Rasa pusing dan mual yang tadi sempat mendekat kini menjauh ketika kebahagiaan itu datang. Kebahagiaan yang Raja dan Bunga tunggu-tunggu. Akhirnya mereka sebentar lagi akan punya anak, menjadi orang tua muda.


Raja dan Bunga tak sabaran memberitahu dua keluarga besarnya. Mereka semua pasti akan senang mendengar kabar bahagia ini.


"Mas aku bisa jalan sendiri!"


"Tak apa sayang, mas takut terjadi sesuatu pada baby!"


"Cih!"


Bunga hanya bisa berdecak dengan bibir di kerut kan menatap Raja horor. Pasalnya tadi Raja sudah membuat Bunga ketakutan dengan keadaan nya tapi lihatlah Raja seolah baru saja mendapat energi besar hingga wajah pucat nya masih bisa menggendong sang istri.


"Mas kamu masih sakit, biar Bunga saja yang nyetir!"


"No!"


Tolak tegas Raja membuat Bunga patuh jika sudah begini.


Bunga sudah sangat bosan dan kesal menatap sang suami jengah. Bagaimana Bunga tak kesal jika sang suami membawa mobil bak kura-kura apalagi ketika ada polisi tidur Raja menjalankan mobilnya bak ular kekenyangan.


"Mas bawanya cepat dong!"


"No sayang, mas takut terjadi apa-apa!"


Bunga benar-benar prustasi apalagi melihat mobil di belakang sana mengantri di kira di depan macet.


Sungguh Raja sangat gila saking senangnya membuat semua orang mengeluh karena macet.


Pasalnya kapan di London ada acara macet macet-an arena Raja semuanya jadi begini.


Namun anehnya kenapa semua orang tak merasa kesal atau marah dengan yang Raja lakukan.


Bunga tidak tahu sebelum masuk mobil Raja menempelkan kertas bertulisan.


...Please understand my wife is pregnant ......


Raja gila sungguh gila sampai di belokan sana barulah jalan kembali lancar.


Raja tersenyum karena ternyata orang London juga pengertian sekali.


Sudah sampai di apartemen Raja kembali menggendong sang istri membuat Bunga hanya bisa pasrah saja toh menolak pun tak bisa.


Walau kesal terselip rasa haru juga melihat pancaran kebahagiaan di netra sang suami.


Sungguh Bunga benar-benar beruntung bisa jadi istri Raja.

__ADS_1


"Terimakasih mas,"


"Apapun untuk mu sayang!"


Cup ...


Penuh kasih Raja mengecup perut rata sang istri yang Raja dudukan di atas shopa sana sedang Raja sendiri berjongkok.


"Mas mau memberitahu orang tua kita dulu!"


Bunga mengangguk lembut sambil menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.


Bunga mengelus perut ratanya yang tak menyangka jika malaikat kecil itu benar-benar hadir.


Ternyata kerja kerasnya selama ini dengan Raja membuahkan hasil sekarang baby itu sudah berada dalam perutnya.


Rasa bahagia itu tak bisa Bunga jabarkan dengan kata Bunga sangat bahagia dan bahagia.


"Terimakasih baby sudah hadir, maaf mama baru sadar akan kehadiran baby,"


Gumam Bunga mengelus perutnya wajahnya berseri dengan hati berbunga-bunga.


Sungguh mimpi apa semalam hingga Bunga mendapatkan kebahagiaan begitu besar.


Bunga bukan gadis kebanyakan yang tak mau hamil muda karena takut menanggung resiko. Tapi, kesiapan Bunga menjadi seorang ibu muda sangat kuat hingga tak ada rasa takut atau cemas akan kehamilannya.


Bunga yakin ia mampu dan bisa menjalankan seorang istri sekaligus ibu buat anaknya kelak dan Bunga percaya jika Raja akan selalu sabar membantunya.


Bagi Bunga peran sang suami begitu penting dalam hal ini. Bunga yakin karena percaya suaminya mampu mengimbangi sikap dan sifat dia kelak.


Menyukai biologi membuat Bunga belajar semuanya dan menerapkannya di kehidupan. Bunga akan menjaga buah cinta mereka dengan sepenuh hati.


Bunga tersenyum geli melihat tingkah suaminya yang begitu antusias seperti anak kecil saja. Tapi Bunga sangat menyukai itu wajah sang suami begitu menggemaskan jika sedang bahagia.


"Sudah mas?"


"Sudah!"


"Mana?"


"Mas matiin kembali biar mereka penasaran!"


Bunga menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya yang menjahili kedua orang tua dan mertuanya.


"Hay baby, perkenalkan ini ayah nak!"


Bunga terkikik geli mendengar apa yang di ucapkan sang suami.


Anaknya pasti mengenali bapaknya tanpa harus seperti tadi.


"Ah, sayang terimakasih!"


Sungguh Raja benar-benar bahagia sampai gemas terus mencium perut sang istri sambil mengunyel ya seolah sedang mengajak main sang baby.


"Mas udah geli ha .. Ha ...,"


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2