Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 28 Menguji kesabaran


__ADS_3

Mang Sup sudah standby menunggu Bunga keluar kelas.


Melihat Bunga keluar membuat Mang Sup langsung membukakan pintu untuk Bunga.


"Terimakasih Mang!"


Ucap Bunga membuat mang Sup hanya mengangguk saja.


Mang Sup segera melanjutkan mobilnya meninggalkan sekolah.


Merasa sudah jauh dari sekolah tiba-tiba mang Sup menghentikan mobilnya.


"Mang Sup kenapa berhenti!"


Tok .. tok ...


Bunga terkejut ketika kaca mobilnya di ketuk.


"Turun!"


Teriak Raja membuat Bunga jadi tahu ternyata yang menghentikan dia adalah Raja.


"Tak mau!"


Raja mendengus kesal mendengar jawaban Bunga dengan cepat Raja langsung membuka helmnya lalu turun dari motor dia.


Raja membuka pintu mobil lalu menarik Bunga keluar.


"Apa-apa an sih!"


"Sekarang kamu pulang dengan ku!"


"Aku gak mau, aku mau sama mang Sup saja!"


Blus ..


Raja langsung memakaikan helm pada Bunga membuat Bunga langsung terdiam.


"Cepat naik!"


"Iya .. iya!"


Kesal Bunga sambil menghentakkan sepatunya. Walaupun begitu Bunga tetap naik keatas motor Raja.


Raja hanya tersenyum saja melihat kekesalan Bunga yang menjadi kegemasan nya.


Raja langsung memacu kuda besinya menuju apartemen.


Tak membutuhkan waktu lama Raja dan Bunga sampai.


Bunga langsung turun dan berlalu begitu saja tanpa melepaskan helm nya terlebih dahulu. Dengan santainya Bunga masuk membuat semua orang menatap Bunga aneh.


Raja hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah istri kecilnya.


Raja berlari mengejar Bunga dan sialnya pintu lift nya sudah tertutup.


Di dalam lift Bunga berusaha membuka helmnya namun tak bisa karena kesal Bunga membiarkannya saja.


"Lama banget!"


Ketus Bunga tanpa rasa bersalah menatap tajam Raja yang terlihat kecapean.


Bagaimana tidak cape jika Raja berlari menggunakan tangga darurat. Dengan cepat Raja memasukan kode pin kamarnya hingga pintu itu terbuka.


Deg ...


Raja terdiam di buat melongo dengan kelakuan Bunga. Di mana Bunga membuka sepatu sembarang bahkan melempar tasnya ke atas shopa kebiasaan Bunga tak pernah hilang.


Bunga segera masuk ke kamar menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang bahkan dengan helm yang masih menempel di kepalanya.

__ADS_1


Dengan penuh kesabaran Raja mengambil sepatu Bunga lalu meletakkannya di rak sepatu. Mengambil tas Bunga begitupun dengan jas nya. Raja menggantungnya di tempat seharusnya.


Raja tak protes ataupun menegur Raja hanya diam saja.


Huh ...


Raja menghela nafas berat melihat Bunga malah tertidur bahkan dengan nyamannya masih memakai helm.


Perlahan Raja membuka helm yang Bunga pakai tiba-tiba Bunga membuka kedua matanya hingga mata mereka saling tatap satu sama lain.


Bunga terdiam melihat wajah tampan Raja yang begitu dekat dengannya.


"Kalau mau tidur buka dulu helm nya, lalu mandi dan ganti baju!"


Ucap Raja ketika sudah berhasil membuka helm di kepala Bunga.


"Cepat mandi!"


"Ngantuk!"


Bunga dengan cepat membalikan badan sambil memeluk guling membelakangi Raja.


Lagi-lagi Raja hanya bisa menghela nafas berat. Andai saja mama Jelita tak menjelaskan satu persatu kebiasaan Bunga sendari tadi sudah Raja seret Bunga. Bagaimana bisa Raja punya istri seperti Bunga.


"Bunga cepat bangun mandi dulu!"


Raja berusaha membangunkan Bunga namun Bunga tetap saja tak bergeming membuat Raja pasrah.


Raja dengan telaten membuka kaus kaki yang di pakai Bunga seperti Raja bukan suami namun baby sitter Bunga.


Dari pada kesal Raja membiarkan Bunga tertidur.


Raja mengerjakan pekerjaan seperti biasa sesudah pulang sekolah.


Mandi dan ganti pakaian lalu Raja pergi ke ruang kerjanya guna mengerjakan pekerjaan kantor yang asisten nya kirim lewat email.


Entah berapa lama Raja berada di ruang kerja bahkan hari sudah gelap.


Raja diam mematung melihat ranjangnya yang berantakan bahkan posisi Bunga tidur entah sudah berada di mana. Bantal, guling bahkan selimut sudah berserakan di lantai.


Entah bagaimana caranya Bunga tidur apa dalam mimpinya Bunga sedang berperang sampai tidur seperti itu.


Sungguh Raja benar-benar sangat terkejut melihat bagaimana tidur anak gadis yang sekarang sudah sah menjadi istrinya.


Apa jika Raja tidur di samping Bunga Raja akan bernasib seperti bantal dan guling-guling itu. Membayangkannya saja membuat Raja bergidik ngeri bisa di pastikan tulang punggung nya akan patah.


Raja berjalan mendekat guna membangunkan Bunga ketika Raja sadar dari lamunannya.


"Bunga bangun,,,"


"Bunga,,"


"Emmz!"


Bunga hanya menggeliat saja membuat tok yang Bunga pakai terangkat.


Glek ...


Raja laki-laki normal bahkan sudah dewasa di suguhkan pemandangan yang sangat indah siapa yang tak terpesona.


Berkali-kali Raja menelan ludahnya kasar mencoba bersabar.


"Bunga cepat bangun kamu haus mandi!"


"Be .. ben .. bentar lagi ma ma .,"


Gumam Bunga tak jelas semakin meringkuk tak beraturan membuat Raja lagi-lagi harus menelan ludahnya kasar.


"Bangun atau ku mandikan!"

__ADS_1


Akhhh ...


Bunga menjerit ketika mendengar suara yang begitu mengerikan di telinganya.


Bunga menatap ke samping dengan wajah bantal dan rambut yang begitu berantakan.


"Kau!"


"Apa! cepat mandi ini hari sudah gelap!"


Bunga terdiam sejenak berusaha menenangkan hati dan pikirannya. Bisikan tadi Raja benar-benar membuat Bunga merinding bahkan sampai terasa sampai Bunga sudah berlari ke kamar mandi pun.


"Dasar mesum!"


Gumam Bunga kesal dengan apa yang Raja bisikan benar-benar membuat Bunga merinding.


Raja hanya bisa menghela nafas berat melihat ranjangnya yang seperti kapal pecah.


Dengan penuh kesabaran Raja kembali membereskannya berharap suatu hari nanti Bunga akan berubah.


Kini ranjang sudah kembali rapi Raja memutuskan ke dapur guna membuat makanan untuk makan malam.


Walau hidup sendir dulu Raja memang lebih suka untuk memasak di bandingkan membeli makanan cepat saji kecuali ketika Raja benar-benar malas untuk masak.


Perlahan Bunga membuka pintu kamar mandi lalu kepalanya saja yang nongol di pintu seperti cicak saja.


"Raja!"


Panggil Bunga namun tak ada sahutan.


"Raja!"


"Raja,,,"


Hening ...


Tak ada sahutan sama sekali membuat Bunga menghela nafas lega.


Bunga keluar perlahan Tampa menggunakan apapun karena tadi lupa tak membawa handuk.


Dengan cepat bunga berlari mengambil handuk yang tergantung karena terlalu buru-buru sampai Bunga salah mengambil handuk yang ia ambil malah handuk Raja bahkan tanpa sadar Bunga malah memakainya.


Karena takut ada Raja buru-buru Bunga memakai baju.


Tak ...


Bukannya menggantung handuknya kembali Bunga malah membiarkan handuk tersebut tergeletak begitu saja di lantai.


Lantas Bunga keluar dari ruang ganti tetap saja Bunga belum mendapati Raja ada di kamar.


Bunga memutuskan keluar kamar, semerbak wangi masakan tercium memanggil cacing-cacing yang ada di dalam perut Bunga.


Bunga berjalan menuju dapur sesaat langkahnya terhenti melihat punggung lebar Raja yang sedang sibuk memasak.


Raja terlihat sangat gagah sekali walau sedang masak. Wajahnya yang memerah akibat hawa dari panasnya kompor dengan keringat yang membasahi keningnya membuat wajah Raja berkali-kali lipat lebih tampan.


Melihat Raja yang selalu memasak menyiapkan sarapan ataupun makan malam membuat Bunga kangen pada sang mama. Di rumah biasanya sang mama menyiapkan segala keperluan sang ayah. Tapi di sini Raja melakukan bukankah harusnya Bunga yang berada di dapur.


Namun Bunga enggan sekali pergi ke dapur karena memang di rumah pun Bunga tidak di perbolehkan ke dapur apalagi memegang benda-benda tajam.


Melihat pisau saja membuat Bunga berkeringat dingin.


"Jangan berdiri di sini terus, ayo kita makan!"


Deg ...


Bunga terkejut ketika mendapati Raja ada di hadapannya. Yang lebih membuat Bunga jantungan lagi ketika Raja menarik tangannya lembut dan mempersilahkannya duduk Raja benar-benar memperlakukan Bunga bak putri.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen, dan Vote Terimakasih ...


__ADS_2