Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 72 Diner


__ADS_3

"Mas sudah belum?"


"Bentar lagi sayang sabar ya!"


"Ini gak nyaman mas, sakit!"


"Nanti mas obatin!"


"Aisst,"


"Surprise!"


Deg ....


Bunga tertegun melihat pemandangan di depannya. Sungguh sangat indah sekali membuat Bunga benar-benar tak percaya.


"Apa sayang menyukainya?"


Bisik Raja membuat Bunga mengangguk saja saking terkejutnya dengan kejutan yang Raja buat. Baru kali ini Bunga di perlakukan seistimewa ini oleh orang lain.


Sungguh pemandangan yang sangat indah, Raja mengiring Bunga untuk duduk di atas kursi. Bunga benar-benar merasa tersanjung dengan perlakuan Raja membuat kuntum di hati Bunga bermekaran.


Baru kali ini semenjak menikah Raja mempersiapkan diner bersama sang istri. Momen yang sejak awal Bunga tunggu-tunggu.


Hanya ada mereka berdua di tempat sunyi itu tepatnya sebuah restoran yang sengaja Raja boking untuk dirinya dan sang istri. Raja tak mau momen romantis nya di ganggu oleh orang lain.


"Mas tahu ini terlambat, harusnya mas melakukan ini waktu melamar kamu!"


Ucap Raja sambil memegang tangan Bunga mesra. Bunga hanya diam saja ingin mendengar apa lagi yang akan Raja ucapkan.


Raja beranjak dari duduknya tak lekas melepaskan genggamannya.


"Will you marry me?"


Ucap Raja sambil berlutut membuka sebuah kotak biru di mana terlihat sepasang sebuah cincin berlian.


"Mas bukankah kita sudah menikah!"


Glek ...


Raja menelan ludahnya kasar kenapa sang istri malah merusak suasana tegang ini.


"Sayang jangan rusak momen ini!"


"Dengarkan baik-baik isi hatiku!"


Cetus Raja kesal membuat Bunga mengangguk geli melihat wajah sang suami yang terlihat tegang.


"Mas tahu kita sudah menikah, dulu kita menikah bukan landasan suka sama suka tapi mas ingin pernikahan kita pernikahan satu seumur hidup!"


"Will you be the queen of my heart, the mother of our children and the empress of my palace? (Maukah kamu menjadi ratu hatiku, ibu dari anak-anak kita dan permaisuri istanaku?)"


Bunga terdiam dengan mata berkaca-kaca menatap Raja penuh cinta. Sungguh Bunga sangat bersyukur bisa memiliki Raja seorang suami yang begitu mencintainya.


"Bunga bersedia menjadi apa yang mas minta!"


Senyum Raja seketika mekar mendengar jawaban sang istri. Raja perlahan menyematkan cincin pada jari manis sang istri begitupun Bunga menyematkan cincin di jari manis sang suami.


Cincin yang menjadi simbol bahwa mereka suami istri dan saling memiliki. Harusnya Raja memberikan itu waktu mereka menikah karena dulu pernikahan mereka serba mendadak membuat Raja juga sulit mempersiapkan semuanya apalagi Bunga waktu itu tak menginginkan pernikahan ini.

__ADS_1


Kini simbol itu sudah tersemat indah di jari manis keduanya.


Mereka berdua saling melempar senyum satu sama lain dengan tatapan penuh cinta.


Cup ...


Raja memejamkan kedua matanya ketika bibir lembut sang istri mendarat di keningnya.


Hari Raja berdesir merasakan ketulusan cinta sang istri.


"Terimakasih sudah mau mencintai gadis bar-bar seperti ku, terimakasih sudah memberiku begitu banyak cinta. Aku mencintaimu mas, sangat!"


Raja tersenyum lembut menatap sang istri penuh cinta. Sungguh hati Raja ter-bunga-bunga dengan ungkapan sang istri.


Ah, kenapa Raja se-bucin ini pada gadis polos yang banyak kekurangan bahkan banyak yang belum mengerti.


Raja kembali duduk ke tempatnya semula, mereka berdua saling pandang satu sama lain.


Mereka berdua mulai makan setelah momen mengharukan tadi. Tak ada pembicaraan di antara mereka hanya mata yang memandang sebagai isyarat ungkapan cinta mereka dengan senyum yang selalu mekar.


Raja benar-benar me-ratukan Bunga di malam ini membuat Bunga benar-benar merasa menjadi wanita paling beruntung mendapatkan Raja.


Sudah ganteng, baik, penyayang, sabar dan penuh cinta pula apa lagi yang kurang bahkan dengan waktu singkat Raja bisa menaklukan hati Bunga dengan buah kesabarannya.


Bunga tak pernah menyangka jika ia akan jatuh cinta pada Raja sosok yang dulu ia benci dan kagumi. Dua elemen yang membuat Bunga kesal setengah mati namun dengan Raja Bunga mengenal semuanya.


Sudah diner Raja membawa sang istri ke suatu tempat. Raja ingin menghabiskan waktu bersama sang istri anggaplah mereka sedang melakukan honeymoon yang tertunda.


"Mas,"


"Hm,"


"Iya!"


"Memang kita mau kemana?"


"Anggap saja honeymoon!"


Blusss ...


Pipi Bunga merona mendengar kalimat yang Raja ucapkan. Mendengarnya saja membuat Bunga bergidik ngeri. Apa malam ini dia akan benar-benar habis di makan sang suami.


"Kenapa diam?"


"Gak!"


"Gak sabar ya!"


"Mas!"


Raja terkekeh melihat wajah sang istri yang merona membuat Raja semakin gemas saja.


Raja menghentikan mobilnya tepat di loby hotel membuat Bunga semakin meremang saja.


"Ayo!"


Bunga meraih lengan Raja membuat Raja menggenggamnya dengan lembut.


Jantung Bunga semakin berdetak kencang ketika langkah mereka semakin dekat Raja hanya tersenyum saja merasakan ketegangan sang istri.

__ADS_1


Raja terus mengiring Bunga menuju kamar yang sudah Raja pesan.


"Tada!!!"


Deg ...


Bunga terpaku menatap kamar yang sudah di hias dengan kelopak bunga mawar sangat indah sekali sekali.


Bunga sungguh tak menyangka jika sang suami mempersiapkan semuanya dengan sangat cepat. Padahal mereka berpisah cuma beberapa jam saja.


Bunga tak tahu jika Raja mempersiapkan semuanya dari jauh-jauh hari. Raja ingin merayakan sebagai kelulusan Bunga dengan diner dan honeymoon dengan cara yang selayaknya.


Membuat kesan manis hingga Bunga benar-benar merasa tersanjung dan di cintai.


"Harusnya mas lakukan di malam pernikahan kita!"


Bisik Raja membuat Bunga tersadar dari lamunannya.


"Maaf!"


"Kenapa minta maaf, hm?"


"Malam itu aku membuat mas tidur


di atas shopa!"


Sesal Bunga menatap sang suami penuh rasa bersalah.


Raja mengelus pipi sang istri lembut dengan satu tangan menarik pinggang membuat tubuh Bunga semakin mendekat.


"Mas tahu sayang tak sejahat itu, buktinya sayang memberi mas selimut!"


"Mas!"


"Mas tahu kok,"


Pandangan mereka terkunci satu sama lain dengan tatapan penuh cinta dan kasih.


"Apa sayang sudah siap?"


Bunga terdiam menatap sang suami dengan tatapan lembut. Walau sejujurnya Bunga sudah merasa tegang apalagi tangan Raja terus menelusuri setiap jengkal tangannya sampai berhenti di bagian tengkuk Bunga.


Mereka saling tatap satu sama lain entah siapa yang memulai mereka terlibat dalam ciuman yang memabukkan.


Dua-duanya sangat mendominasi bahkan Bunga sudah sangat paham akan semuanya.


Bunga mengalungkan kedua lengannya di leher kokoh Raja dengan Raja perlahan mendorong sang istri menuju ranjang.


Rasa itu masih sama bahkan tak pernah pudar sedikit pun. Keduanya saling mengecap rasa manis yang sudah menjadi candu.


Pada awal Bunga yang merasa takut lama kelamaan menghilang berganti rasa nikmat yang menuntut.


Keduanya tenggelam dalam dasar cinta yang menggebu. Menenggelamkan pikiran yang hanya tertuju pada satu titik, saling memuaskan.


Tak ada kata yang bisa mereka jabarkan dengan kenikmatan ini. Kenikmatan yang selalu menjadi candu keduanya.


Entah berapa lama mereka mengarungi samudra kenikmatan seolah tak ada rasa lelah dari keduanya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih...


__ADS_2