Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 53 Berubah karakter


__ADS_3

Sepulang sekolah Raja benar-benar membawa Bunga ke rumah sakit guna memeriksa keadaan Bunga. Raja berharap phobia Bunga bisa di sembuhkan.


"Bagaimana dok?"


"Ada beberapa hal bisa mengatasi phobia nona muda di antarnya dengan cara Psikoterapi.


Penderita phobia darah biasanya perlu menjalani psikoterapi. Salah satu bentuk psikoterapi yang efektif untuk mengatasi phobia darah adalah terapi perilaku kognitif.


Terapi ini bertujuan untuk membantu pasien mengubah cara pandang dan cara bersikap terhadap suatu masalah, dalam hal ini adalah perasaan takut berlebihan terhadap darah. Dengan demikian, nona muda dapat mengendalikan ketakutannya saat melihat darah.


Bisa juga dengan terapi relaksasi jenis psikoterapi ini menitikberatkan pada teknik relaksasi,  seperti latihan pernapasan, meditasi, atau yoga. Terapi relaksasi bertujuan untuk mengatasi stres, cemas, dan gejala lain yang muncul saat melihat darah.


Mengkonsumsi obat-obatan juga, pada beberapa kasus phobia darah, terutama yang menimbulkan gejala berat, dokter akan memberikan obat-obatan untuk mengatasi rasa cemas berlebih. Tindakan ini bertujuan agar pasien dapat lebih tenang dan fokus menjalani proses pengobatan lainnya.


Beberapa jenis obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk mengatasi phobia darah adalah obat penenang untuk mengatasi cemas dan obat antidepresan.


Terakhir tuan muda bisa membantu nona muda terapi pemaparan diri (Desensitization).


Terapi ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan objek yang menyebabkan rasa takut, yaitu darah. Akan tetapi, terapi ini baru dapat dilakukan ketika nona muda sudah mulai menunjukkan perbaikan gejala saat melihat darah!"


Jelas dokter panjang lebar membuat Raja mendengarkan dengan seksama. Raja memegang tangan sang istri kuat seolah memberi semangat jika penyakit Bunga bisa di sembuhkan.


Raja harus bisa membuat Bunga sembuh, bagaimana jika Bunga melahirkan bisa-bisa Bunga pingsan sebelum anaknya keluar.


"Terimakasih dok atas bantuannya!"


"Sama-sama tuan muda!"


Raja pamit undur sambil terus menggenggam tangan Bunga.


Untung saja ketika malam pertama Raja langsung mengganti seprai jika tidak mungkin waktu itu Bunga pingsan juga.


Seperti nya Raja harus izin pada sang Daddy tak masuk kantor sementara waktu sampai Bunga benar-benar sembuh dari phobia nya.


"Mas, bagaimana aku terapi sedang kamu sibuk di kantor,"


Ucap Bunga tiba-tiba teringat jika Raja pasti pergi ke kantor. Jika Raja ke kantor siapa yang akan menemani Bunga terapi Bunga tak mau sendirian.


"Mas akan izin sama Daddy, mas akan menemani kamu!"


"Terimakasih mas,"


Cup ...


Saking bahagianya Bunga mencium pipi Raja yang sedang fokus menyetir. Raja hanya tersenyum saja melihat keberanian Bunga yang mulai muncul.


Seperti nya Bunga tak canggung lagi dengan dirinya.


Ah, rasanya Raja benar-benar bahagia bisa memiliki Bunga, gadis polos dengan segala tingkah dan pengetahuannya.


Seperti nya hari ini Raja izin tak masuk kantor, Raja ingin menghabiskan waktu bersama istri tercinta nya.


Namun, sesaat Raja ingat akan sesuatu dan hari ini pas untuk mengatakannya.


"Sayang,"


"Hm,"

__ADS_1


"Bagaimana kalau hari ini kita berkunjung ke rumah mama!"


"Benarkah!"


Girang Bunga menatap Raja serius, pasalnya baru kali ini Raja mengajak dirinya berkunjung. Sebenarnya Bunga sudah sangat kangen pada ke dua orang tuanya namun Bunga merasa segan meminta pada Raja apalagi mengingat hubungan mereka tak sedekat sekarang.


"Iya, tapi kita ganti baju dulu jadi besok kita berangkat sekolah dari rumah mama!"


"Heem,"


Bunga tersenyum lebar karena sangat bahagia. Sudah hampir empat bulan ia meninggalkan rumah tercinta.


Ah, rasanya Bunga tak sabar untuk segera sampai ke sana.


Bunga bersenandung ria memasuki apartemen seolah tak peduli jika Raja mendengarnya.


Bunga memang akan seperti itu jika ia sedang bahagia. Bernyanyi dan menari dengan gerakan kakinya yang lincah. Raja hanya bisa melongo melihat kelakukan istri kecilnya.


Baru kali ini Raja melihat Bunga seperti itu, apa begini cara Bunga mengekpresikan kebahagiaan nya.sungguh Raja baru tahu.


"Sayang, tak usah bawa baju bukankah di sana juga banyak baju!"


"Tapi kan baju mas gak ada di sana!"


"Apa kamu lupa, pas waktu kita menikah mas meninggalkan beberapa stel baju di sana!"


Bunga terdiam dengan kening mengerut pasalnya dia lupa akan hal itu.


"Sudah, mending sekarang ganti baju biar gak kesorean sampai sana!"


"Ok!"


Raja hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Bunga yang begitu girang bersiap untuk berkunjung ke rumah mertua.


Sudah selesai bersiap mereka langsung berangkat menuju ruang Aldi. Sepanjang jalan Bunga terus tersenyum sambil memeluk lengan Raja.


Bunga benar-benar mengekspresikan kebahagiaan bahkan sampai membuat Raja geleng-geleng kepala.


"Kamu benar-benar bahagia sayang!"


"Sangat!"


Ucap Bunga tersenyum sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Kalau begitu berikan mas hadiah dong,"


Goda Raja sambil menunjuk pipinya, Raja melotot ketika Bunga benar-benar mencium pipinya bukan hanya sekali melainkan berkali-kali bahkan sekilas mencium bibirnya pula membuat Raja gagal fokus.


"Sudah ya!"


"Kurang sayang!"


Raja semakin menggoda membuat Bunga tersipu. Ternyata Raja untung besar padahal Raja hanya mengajak Bunga ke rumahnya sendiri. Bagaimana kalau Raja memberikan kejutan dari pada ini seperti nya Bunga akan memberikan apa yang Raja inginkan.


"Nanti saja deh hadiahnya,"


"Sayang curang!"

__ADS_1


Bunga langsung berlari keluar karena memang mereka sudah sampai.


"Ayah, mama!!!"


Teriak Bunga membuat seisi rumah terkejut dengan kedatangan Bunga terutama Jelita dan Aldi.


"Mama!"


Bunga memeluk erat sang mama dengan kerinduan yang menggebu. Awalnya Jelita terdiam namun detik berikutnya Jelita membalas pelukan Bunga.


"Kangen!"


"Mama jug, bagaimana kabar kalian?"


"Alhamdulillah baik mah,"


"Sama ayah gak kangen!"


Ketus Aldi sendu membuat Bunga melerai pelukannya.


"Kangen dong,"


Ucap Bunga berhambur memeluk sang ayah. Jelita bahagia melihat keceriaan sang putri. Rasanya rumah ini terasa hidup ketika Bunga ada.


Raja baru masuk langsung mencium punggung tangan Jelita dan Aldi.


"Mba Kus!"


Teriak Bunga berhambur memeluk mba Kus dan mba yang lain. Sungguh Bunga benar-benar kangen suasana rumahnya.


Apalagi masakan mba Kus membuat Bunga benar-benar merindukan rumah ini.


"Sayang, kamu istri saja dan bawa suami ke atas. Nanti mama panggil ketika makan malam!"


"Mama masak apa, bikin cumi bakar ya!"


"Gak ada sayang, kamu sih ke sini gak bilang-bilang. Mama belikan saja ya di luar!"


"Hm,"


"Sudah jangan cemberut, sana istirahat!"


Dengan lesu Bunga pergi kelantai atas di ikuti suaminya. Padahal Bunga sangat merindukan masakan cumi apa sang mama. Tapi tak apalah yang penting Bunga makan makanan favoritnya.


Raja terdiam baru tahu jika istri kecilnya menyukai cumi tapi kenapa selama menikah Bunga tak pernah memintanya.


Sungguh Bunga benar-benar ajaib, ada kalanya dia bersikap dewasa menutupi dengan rapat bagaimana dirinya.


"Mickey mouse!"


Girang Bunga meloncat keatas ranjang di mana ada bonekanya di sana. Raja hanya bisa melongo melihat tingkah Bunga.


Belum saja satu menit wajahnya murung kini wajahnya kembali giring. Sungguh Raja benar-benar di buat terheran-heran dengan tingkah istrinya sendiri.


Entah punya beberapa ribu karakter lagi yang belum Bunga tunjukan seperti nya Raja harus siap-siap menterinya.


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih ..


__ADS_2