Si Bar-bar Bunga

Si Bar-bar Bunga
Bab 27 Sekarang kau istriku!


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Raja menyiapkan sarapan untuk Bunga dan juga dirinya.


Raja tersenyum ketika melihat Bunga sudah rapi dengan seragam sekolahnya.


Mereka berdua sarapan bersama tak ada percakapan di antara mereka. Mereka hanyut dalam pikirannya masing-masing.


"Mang Supri setiap hari akan mengantar jemput kamu supaya tak ada orang yang curiga!"


"Hm,"


Tak ada obrolan lagi mereka melanjutkan sarapan mereka.


Sudah selesai seperti biasa Raja akan membereskannya tanpa berkata apa-apa. Sudah selesai mereka berdua jalan beriringan menuju lift.


Dan benar saja sesudah sampai di loby Bunga melihat mang Sup sudah berdiri menunggu kedatangannya.


Raja memakai helm lalu memacu kuda besinya dengan gagah. Sesaat Bunga terpana melihatnya. Raja memang benar-benar ganteng.


"Hati-hati di jalan!"


Teriak Raja membuat Bunga seketika tersadar dari lamunannya.


Jika sepasang manusia terlibat perjodohan dan mereka sudah punya pujaan hati atau salah satu dari mereka mungkin Bunga akan sulit membuka hati.


Namun mereka terlibat perjodohan dua-duanya hatinya masih kosong jadi besar kemungkinan mudah bagi mereka saling mengisi satu sama lain. Entah siapa di sini yang lebih dulu kalah Raja atau Bunga.


Mungkin sebenarnya Raja yang sudah kalah lebih dulu bahkan sebelum mereka menikah.


Namun itu juga masih terasa abu-abu di hati Raja apalagi sika Bunga yang seperti itu.


"Siapa yang menyuruh mang Sup?"


"Tuan besar non!"


Bunga mengangguk saja Bunga pikir Raja yang meminta mang Sup mengantar dia.


Bunga membuang jauh-jauh pikirannya yang mengusik hati dia.


Bunga tersenyum ketika melihat Amira sudah menunggu dia.


"Kemaren kemana, kenapa gak masuk?"


Tanya Amira membuat Bunga memutar otaknya untuk membuat alasan. Benar saja jika sudah berbuat satu kebohongan maka akan muncul kebohongan lainnya.


"Kemaren aku kurang enak badan!"


"Oh, pantas saja kemaren lusa kau bertingkah aneh!"


Bunga mengerucutkan bibirnya kesal di sebut aneh. Walau begitu Bunga bersyukur karena Amira tak terlalu banyak bertanya.


Amira bertanya seperti itu karena takut Bunga tak masuk gara-gara Fatih dan gengnya karena kemarin juga Fatih tak masuk Begitupun dengan gengnya.


Mendengar jawaban Bunga membuat Maira setidaknya merasa lega.


Maafkan aku Ra, aku gak bermaksud berbohong. Aku janji jika aku sudah siap aku akan menceritakannya pada kamu!


Batin Bunga entah kenapa merasa bersalah karena sudah membohongi sahabat sendiri.


Mereka masuk kedalam kelas suasana nampak berbeda. Entah perasaan Bunga atau memang suasananya yang berbeda.


Bunga menundukkan kepala karena merasa tak nyaman sendari tadi ia masuk Fatih terus menatap dia tajam. Entah apa masalahnya kenapa Fatih menatap ia tak suka.


"Jangan di hiraukan!"


Bisik Amira mengerti jika Bunga tak nyaman dengan tatapan sepupu nya.


Plak ...


Raja memukul punggung Fatih membuat Fatih menoleh.


"Jangan ganggu Bunga lagi!"


"Pelit!"

__ADS_1


"Bini gue!"


"Bodo amat!"


Ketus Fatih membuat Raja menggeram kesal andai saja tak di kelas dari tadi Raja sudah menarik Fatih.


"Pak!"


Ucap Raja tiba-tiba sambil mengangkat tangannya.


"Iya Raja!"


"Fatih lagi sakit, izin ke UKS!"


Fatih melotot tak percaya mendengar ucapan Raja yang seenaknya bilang dia sakit.


"Silahkan!"


"T--"


Raja dengan cepat membekam mulut Fatih lalu menarik Fatih keluar.


Fatih benar-benar kesal dengan apa yang Raja lakukan. Berani-beraninya memperlakukan dia seperti itu.


"Apa-apa an sih loe!"


Kesal Fatih mendorong Raja ketika mereka sudah jauh dari kelas.


"Dari tadi kau lihatin bini orang, Bunga milik gue!"


"Cih, gadis sembrono itu bukan tipe gue!"


"Terus ngapain loe lihatin dia Mulu!"


"Gue hanya heran apa yang tertarik pada gadis sembrono itu hingga loe mau menikahinya!"


"Loe akan tahu jika sudah jatuh cinta!"


Ucap Raja sambil tersenyum sepertinya Raja entah sadar atau tidak berkata seperti itu. Tanpa sadar Raja sudah mengakui perasaannya sendiri jika ia sudah jatuh cinta pada Bunga.


"Sembarangan!"


Kesal Fatih menendang udara karena Raja pergi begitu saja kembali menuju kelasnya.


Fatih ingin mengikuti namun Raja tadi mengatakan ia sakit jika kembali pak Anwar pasti akan marah.


"Sial!"


.


Raja terus saja tertawa karena sudah berhasil mengerjai Fatih jarang-jarang Raja melakukannya.


Raja langsung masuk saja ketika sudah mengetuk pintu dan pak Anwar mempersilahkannya masuk.


Rangga dan Moreo saling tatap satu sama lain melihat Raja kembali tampa Fatih.


Dengan santai Raja langsung duduk di kursi Fatih membuat Moreo langsung melirik.


"Loe ninggalin Fatih sendiri?"


"Ya, tenang saja dia baik-baik saja!"


Jawab santai Raja sambil menunjuk ke arah jendela membuat Moreo dan Rangga langsung menengok.


Moreo dan Rangga melotot tak percaya melihat Fatih di bawah duduk santai sambil menatap keatas dengan tangan melambai.


"Fatih tak sakit?"


"Tubuh baja itu tak bakalan sakit, tadi hanya akting saja!"


Ucap Raja santai membuat Rangga hanya menggelengkan kepala sungguh tak menyangka dengan apa yang Fatih lakukan.


Bisa Rangga dan Moreo tebak jika Fatih tak ingin belajar.

__ADS_1


Sedang Fatih di bawah sana hanya bisa mengepalkan tangannya erat karena kesal sudah di kerjain.


Raja dari dulu memang rival Fatih dari segi apapun dan sialnya sekarang Fatih kena jebakan Raja.


Amira sendari tadi memerhatikan merasa heran mendengar Fatih sakit. Amira yakin itu hanya akal-akalan Fatih saja karena gak mau belajar.


Amira tak percaya jika Fatih sakit mana mungkin Fatih sakit yang ada malah nyakitin.


Sedang Bunga sendiri merasa lega karena Fatih tak ada. Tatapan Fatih selalu saja membuat Bunga jantungan bukan karena terpesona melainkan ketakutan.


Walau sebenarnya Bunga penasaran kemana Raja membawa Fatih dan apa yang Raja lakukan sampai Fatih tak kembali lagi.


Bunga bersyukur saja karena tak ada Fatih hati Bunga lega.


Bunga sedikit melirik Raja entah kenapa ingin melihatnya.


Ting ...


Bunga terkejut dengan apa yang Raja lakukan kenapa se-narsis itu.


Dengan cepat Bunga kembali membuang muka karena tak mau Amira curiga.


Bunga bernafas lega ketika pak Anwar menyudahi belajarnya membuat Bunga bisa cepat-cepat membawa Amira ke kantin.


"Ra, ke kantin yuk?"


"Sebentar!"


Ucap Amira sambil memasukan buku pelajaran ke dalam tas.


Dua gadis itu keluar beriringan menuju kantin namun langkah keduanya terhenti ketika ada yang menghalangi jalannya.


"Boleh minta waktu sebentar?"


"Ra, aku duluan ya!"


Ujar Bunga kabur membiarkan Amira dengan Aditya.


Bunga tak mau menggangu urusan mereka walau Bunga tahu Amira tak menyukai Aditya.


Bruk ...


Karena tak memerhatikan jalan Bunga menubruk seseorang membuat keningnya kesakitan.


"Kau selalu saja ceroboh!"


Bunga terkejut ketika tahu yang ia tabrak adalah Raja.


"Maaf!"


"Ikut!"


Raja menarik lengan Bunga membuat Bunga terhuyung mau tak mau Bunga harus berlari kecil guna mengimbangi langkah lebar Raja.


"Lepas!"


Berontak Bunga karena Raja terus menyeretnya entah kemana Raja membawa ia pergi.


"Duduk!"


"Tidak, Amira pasti mencari ku!"


"Tapi, Fatih yang mencarimu!"


Seketika Bunga terdiam ketika nama Fatih di sebut. Dari pada harus bertemu Fatih yang berujung dia di kerjain mending Bunga memilih duduk saja.


"Bisa gak kau itu jangan ceroboh, jalan harus hati-hati!"


"Bagaimana jika Fatih yang kamu tabrak, bisa di buli kamu!"


"Terus kenapa kau tak marah, tidak seperti pertama bertemu?"


"Sekarang kau istriku!"

__ADS_1


Bersambung ...


Jangan lupa Like, Hadiah, komen dan Vote Terimakasih


__ADS_2