Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Ada uang abang ku sayang


__ADS_3

Sesuai prediksi Julio jika menemaninya praktek, akan membuat seorang Andhara yang notabennya tidak bisa diam saja, bosen. Dan sekarang, hal itulah yang dirasakan Dhara. Bosen tingkat dewa kalau Dhara bilang. Duduk, berdiri, duduk berdiri, sudah Dhara lakukan semenjak setengah jam yang lalu.


Sang suami masih diam saja, hanya sesekali melirik ke arah sang istri dengan bibir yang sudah maju beberapa senti.


“ Adiknya ya dok ? “ tanya seorang pasien yang sedari tadi memperhatikan keberadaan Andhara di sana. Padahal ia yang sudah beberapa kali datang untuk chek up, belum pernah melihat dan bertemu sosok Dhara. Beliau seorang wanita yang sudah tua.


“ Hah?? “ Julio mendongakkan kepalanya. “ Bu- “


“ Duh, ternyata adik dokter juga cantik ya. Pantes kalau kakaknya juga ganteng. Jadi makin yakin mau minta pak dokter buat jadi mantu saya. Cucu – cucu saya pasti juga cantik dan ganteng. “


Seketika Andhara menoleh ke arah suara. Ia juga menghentikan kegiatannya yang berjalan mondar mandir sejak tadi.


“ Maaf bu, saya bukan adiknya pak dokter. “ ucap Andhara sambil tersenyum manis. “ Perkenalkan, saya ISTRInya pak dokter Julio yang ganteng ini. “ sengaja Andhara menekan pada kata istri saat berkenalan.


Enak saja mau minta suami gue jadi menantunya. Langkahi dulu mayat gue. Geram Andhara.


“ Dan cucu – cucu yang ganteng dan cantik yang ibu harapkan tadi, sayangnya sudah di taruh abang di sini. “ lanjut Andhara sambil memperlihatkan perutnya yang agak membuncit.


“ Dan ibu tahu, calon bayi kami dua loh bu. Abang hebat kan ? “ lanjutnya lagi.


Speechless. Itulah yang di rasakan ibu – ibu tadi. Karena setelah ia memperhatikan perut Andhara, benar adanya jika perutnya membuncit.


“ Sayang, duduklah. Nanti kamu capek kalau berdiri dan mondar-mandir terus. “ pinta Julio sambil menarik tangan Andhara dan di bawa ke kursi di sampingnya yang sedari tadi Andhara gunakan. Sengaja Julio memanggil Andhara dengan panggilan sayang, Cuma agar ibu – ibu itu percaya dengan ucapan istrinya.


Andhara menurut. Ia duduk di kursi kebesaran sang suami.


“ Ini resep yang harus ibu tebus di apotik. “ Julio menyerahkan selembar resep ke ibu – ibu tadi. “ Apa masih ada pertanyaan bu ? “ tanyanya dengan nada suara lembut.


“ Ah, tidak dok. Terima kasih. “ jawab ibu – ibu itu. “ Saya mohon undur diri. “ ibu – ibu berdiri dari duduknya setelah mengambil resep yang Julio berikan tadi.


“ Selamat ya dok atas pernikahannya. Semoga bayinya lahir dengan selamat. “ ucapnya sambil tersenyum kecut. Pupus sudah harapannya mempunyai menantu seorang dokter, tampan pula.

__ADS_1


“ Bang, Dhara bosen banget. “ rengek Andhara sambil menaruh kepalanya di atas meja dan setelah ibu – ibu tadi keluar dari ruangan. “ Masih banyak nggak sih bang pasiennya ? “


Julio mengulurkan tangannya mengelus puncak kepala sang istri. “ Tadi pagi kan abang udah bilang, kamu pasti bosen di sini. Tapi kamu bilang nggak kan ? “


“ Ck !! Bosen banget !! “ Dhara memanyunkan bibirnya lagi.


“ Pasiennya masih 5 lagi, dok. “ suster memberitahu karena iapun melihat istri dokter Julio sudah sangat BT.


“ Yaaahhh …. Masih lama. “ keluh Dhara. “ Laperrr … hiks .”


Julio tersenyum melihat raut wajah istrinya yang menurutnya menggemaskan itu. “ Ke kantin aja kalau laper. Di sana ada banyak makanan. Kamu bisa makan sepuas kamu. Tapi abang nggak bisa nemenin kamu.“


Andhara langsung mengangkat kepalanya dan wajahnya berubah jadi berbinar. “ Boleh, Dhara ke kantin sendirian ? “ tanyanya.


“ Boleh. “ jawab Julio meskipun agak ragu. “ Asal jangan macem – macem. Sikapnya di jaga. Ingat, ada dedek bayi 2 di sini. “ lanjutnya memberi ultimatum sambil mengelus perut Andhara yang sudah langsung berdiri kala sang suami bilang boleh.


“ Baru juga abang bilang jaga sikap. Udah seenaknya sendiri. “ gerutu Julio.


“ Hehehe … Maaf abang. Dhara masih sering lupa kalau bawa dedek utun. “ jawab Andhara cengengesan. Ia lalu mengambil ponselnya yang ia taruh di atas meja dan segera memasukkannya ke dalam saku. Ia baru menyadari sesuatu.


“ Seinget abang sih nggak. “ jawab Julio.


“ Yaaahhh … dompet Dhara kan di dalam tas. Gimana mau jajan coba kalau dompetnya nggak ke bawa. Uangnya kan di sana semua. “


“ Ck ! Bilang aja mau minta uang sama abang. Pakai sandiwara lagi. Kan tadi kamu sendiri yang bilang males bawa tas. “


“ Hehehe … Abang mah kepinteran jadi suami. Paling tahu kalau Dhara modusin. “ kekeh Andhara.


“ Makasih abang sayang. “ ucap Dhara kala sang suami memberikannya tiga lembar uang berwarna merah. Iapun mengecup pipi sang suami sekilas.


“ Giliran di kasih duit aja manggilnya abang sayang. Plus pakai cium juga. “ protes Julio.

__ADS_1


“ Kan ada pepatah bang, ada uang abang ku sayang. “ ucap Andhara ngeles kayak bajaj. Si suster hanya mengulum senyumnya mendengar sepasang suami istri itu.


“ Kalau abang nggak ngasih uang, abang di tendang dong. “


“ Nggak bang. Paling Dhara cari lagi yang mau ngasih duit. “ sahut Andhara santai lalu segera keluar dari ruangan sebelum sang suami mencabut ijinnya untuk ke kantin sendirian tanpa harus menunggu prakteknya habis.


Julio hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang terkadang memang masih ke kanak – kanakan.


Dhara berjalan riang menuju ke kantin rumah sakit sambil bersenandung kecil. Sampai – sampai ia tidak melihat jika di depannya ada seseorang yang tengah berjongkok membetulkan tali sepatunya.


Dugh


“ Kamvreett !! “ umpatnya saat ia menabrak sesuatu hingga tubuhnya terhuyung ke depan. Untung saja ia perempuan yang sigap dan cepat tanggap terhadap gerakan. Jadi ia langsung bisa menguasai tubuhnya yang limbung ke depan dan akhirnya, ia tidak terjerumus ke depan.


Jika sampai ia terjatuh tadi, sudah pasti akan terjadi hal yang buruk dengan dedek duonya.


“ Maaf … Maaf. “ ucap seseorang itu yang ternyata seorang laki – laki.


Ia tadi segera berdiri kala ia di tabrak oleh Dhara, apalagi melihat Andhara yang limbung. Baru saja ia hendak membantu supaya Andhara tidak terjatuh, tapi ternyata perempuan yang menabraknya itu mampu menguasai tubuhnya sendiri.


( Jadi nggak ada ya gengkss adegan slow motion kayak di TV TV atau novel – novel uwu yang jika tubuh limbung terus di tangkap hingga ada adegan saling memandang …. )


“ Makanya mas. Kalau berenti tuh nyalain lampu darurat. “ ketus Andhara. “ Biar yang belakang tahu, kalau ada yang harus di hindari. “ tambahnya.


“ Sekali lagi, saya minta maaf. Anda baik – baik saja kan ? “ tanya laki – laki itu.


“ Untung gue baik – baik aja. Kalau sampai tadi gue jatoh, tiga nyawa taruhannya. “ sahut Dhara, lalu ia melenggang pergi begitu saja. Membuat laki – laki itu hanya mampu menatap punggung Andhara yang sudah berlalu.


Bersambung


...Alhamdulillah... akhirnya othor bisa nulis cerita ini sampai 100 episode... Padahal awalnya nggak yakin bisa sampai segini......

__ADS_1


...Terimakasih buat kalian - kalian yang selalu dukung cerita othor ini... Kalianlah penyemangat othor......


...Othor berdoa, semoga pembaca setia novel² othor di beri kesehatan, di berikan rejeki yang berlimpah oleh Allah SWT... Amin Ya Robbal Alamin.......


__ADS_2