
Wajah cemberut, satu paket dengan mulut manyun dan hidung kembang kempis menahan rasa kesal sedang menatap ke seorang laki – laki yang sedang berjalan keluar dari dalam kamar mandi sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
“ Kenapa cemberut ? “ tanyanya saat melihat wajah tak bersahabat sang istri yang sedang menyandarkan tubuhnya di headboard ranjang dan memegangi selimut sampai ke dadanya.
“ Abang nggak asyik ih !! “ sungutnya sambil memalingkan muka.
Julio berjalan menghampiri istrinya yang cemberut, lalu duduk di sisi ranjang di sebelah istrinya. “ Siapa bilang abang nggak asyik ? Buktinya tadi kamu mende_sah dan minta terus. “ goda Julio sambil memandang Andhara dengan senyum menyeringai.
Spontan Andhara menoleh ke arah Julio dan memelototkan matanya mendengar ucapan me_sum dari seorang dokter yang kata bunda adalah laki – laki paling dingin dan kaku sama perempuan.
“ Abang pemaksa. Abang predator ! Sukanya gigit ! “
Jika sang istri saat ini sedang tidak dalam mode jutek, Julio pasti sudah menyemburkan tawanya. “ Kok predator ? “
“ Nih, lihat. Totol – totol semua. Udah nggak kayak dalmation lagi kalau ini. Tapi kayak tanaman aglonema dalmation. “ Andhara memelorotkan sedikit selimutnya untuk menunjukkan maha karya Julio yang kedua.
“ Yang penting abang bikinnya di tempat yang bisa kamu tutupi. Abang nggak nambahin yang di leher. “ elak Julio.
Andhara berdecih. “ Abang juga pembohong . “ Julio mengernyit saat di bilang pembohong oleh istrinya.
“ Katanya tadi mau obatin bengkak sama perihnya Dhara. Tapi … nyatanya apa ? “
“ Kan abang tadi udah obati. Obatinya pakai terapi. “
“ Terapi dari Hongkong ? “ ketus Dhara.
“ Kejauhan neng . “ kekeh Julio sambil mengelus pipi Andhara.
“ Yang ada nih, makin bengkak. “
“ Memang terapinya kayak tadi. Harus sering di ulang. Harus sering di pakai, biar kalau di pakai lancar dan terbiasa. Nggak karatan. Kalau nggak sering di pakai, terus karatan, yang ada malah makin sakit. “ sahut Julio dengan nada santainya dan menaik turunkan alisnya. “ Lagian dulu kamu bilang, mau di pera_wanin sama abang ? Nah, abang udah memenuhi permintaan kamu loh . “
__ADS_1
Bug
Andhara memukul lengan Julio. “ Ngeles aja kayak bajaj ! Sumpah ya… kayaknya pendapat bunda salah deh yang bilang kalau abang kaku plus dingin sama perempuan. Kalau abang tuh laki – laki paling me_sum sih iya. “
Julio menanggapinya dengan cengengesan. “ Pendapat bunda kurang. Masih koma, belum titik. Harusnya di selesain sampai titik. Kecuali sama kamu. Gitu “
“ Awas minggir, Dhara mau berendam. “ usir Dhara.
“ Abang cepetan pakai baju sana. Keburu bu_rung Dhara lepas. “ lanjutnya saat tak sengaja ia melihat sesuatu di balik handuk Julio sedikit menonjol dan terlihat sedikit mengintip dunia luar.
Julio menengok ke bawah, lalu membenarkan handuknya sambil tersenyum nyengir. “ Kamu mau berendam di mana ? “
“ Noh, di empang belakang. Biar bisa di gigitin ikan . Siapa tahu terapinya lebih manjur terapi ikan daripada terapi cacing. “ ketus Andhara.
Julio memicing. “ Apa kamu bilang ? Punya abang kayak cacing ? Anaconda gini di bilang cacing ? Wah, bener – bener minta di hukum nih istri satu. “ Julio segera menyerang Dhara yang hendak turun dari ranjang. Ia kembali menerkamnya. Mengungkungnya.
“ Abang !! “ pekik Andhara kala Julio menindih tubuhnya.
“ Kita buktikan, punya abang sebesar cacing, atau sebesar toya saktinya milik Sun Gokong. “ sahut Julio sambil tersenyum smirk.
“ Kalau abang memper_kosa itu berarti abang memaksa. Dan kamu nggak akan mende_sah. Kita buktikan sekarang. Kamu mende_sah apa tidak . “ bisik Julio di ceruk leher Andhara.
“ Nggak ya. Dhara nggak bakalan men_desah. “ elak Dhara.
“ Kita buktikan. Kalau kamu sampai mende_sah, berarti kita lakukan dua ronde. Satu ronde sekarang, dan satu ronde lagi nanti malam. “ setelah mengatakan itu, Julio menarik selimut yang menutupi tubuh polos sang istri dengan sekali hentakan.
Dengan senyuman smirknya, Julio mulai meraba dan mengelus tubuh polos Andhara. Di saat tangannya mulai bergerak ke arah tempat sensitif istrinya, Julio tersenyum menyeringai. Baru sekali e_lus, sebuah de_sahan meluncur keluar dengan mulus dari bibir sang istri.
‘ I got you. ‘ Julio tersenyum penuh kemenangan.
“ Mende_sahlah sayang, aku sangat menyukainya. “ bisik Julio dan Andhara menjawabnya dengan gelengan kepala, tapi kedua matanya terpejam menikmati. “ Let’s play the game. “ imbuh Julio.
__ADS_1
Dan terjadilah ronde selanjutnya setelah tadi Julio mandi dan sedikit drama dengan sang istri. Julio tersenyum penuh dengan kemenangan kala kegiatan sore mereka usai. Mata Andhara masih terpejam dengan nafas terengah – engah setelah menyelesaikan tugasnya.
“ I love you. “ ucap Julio lalu mengecup kening sang istri yang basah oleh keringat. “ Mau mandi sekarang ? “
“ Bentar lagi. “ sahut Dhara lirih.
“ Ya udah, abang mandi duluan. “ Julio segera beranjak dari ranjang setelah mengecup kening Andhara kembali.
Andhara mengintip Julio dari sudut matanya memastikan jika suaminya sudah masuk ke dalam kamar mandi.
“ Huh, capek. Ternyata capek juga melayani naf_su suami. Kirain enak – enak aja. “ guman Dhara. “ Sumpah ! Anjiirrr ! Malu banget gue. Kenapa mulut gue pakai mende_sah segala sih ah. “ Omelnya. Ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut hingga ke wajahnya. Mungkin wajahnya memerah sekarang karena mengingat jika dia tadi mende_sah dan terus mende_sah bahkan meminta lebih dari sang suami.
“ Emaaakkk…. Dhara malu makk !!! “ pekiknya tertahan dari dalam selimut.
“ Ngapain mukanya di tutup gitu ? Engap loh entar. “ setelah beberapa menit, Julio keluar dari dalam kamar mandi dengan mengenakan handuk yang terlilit di pinggang, dan handuk kecil di kepala.
Andhara sedikit mengintip dari ujung selimutnya. Melihat sang suami sudah keluar dari dalam kamar mandi, ia segera beranjak dari tidurnya, melilitkan selimut ke tubuhnya, lalu berjalan menuju kamar mandi sambil berjalan dengan kaki lebar.
Julio kembali menggodanya dengan menarik selimutnya. “ Selimutnya jangan di bawa ke kamar mandi, nanti basah. “ Dengan sekali hentak, selimut itu sudah beralih ke tangan Julio.
“ ABANGG !!!! “ teriak Andhara sambil berlari ke kamar mandi dengan tubuh toplesnya. Sedangkan dari luar kamar mandi, Julio tertawa kencang. Sungguh, hidup Julio sekarang jauh lebih berwarna. Ia menjadi lebih suka tersenyum bahkan tertawa.
“ ABANG … !! “ teriak Andhara dari dalam kamar mandi.
“ Kenapa sayang ? “ tanya Julio sambil mengenakan celana pendeknya.
“ Abang jahat beneran ih . Kalau kayak gini, kita nggak jadi ke pasar malam dong .. “
“ Kok nggak jadi ? “
“ Dhara mana nyaman jalan – jalan kalau teritorial Dhara di jajah terus sama abang dan bengkak gini !! “
__ADS_1
Pfft… Julio menahan tawanya.
Bersambung