
“ Pak dokter kenapa dari tadi diemin Dhara ? Dhara emang salah apa sama pak dokter ? Perasaan tadi Dhara nggak ngapa – ngapain pak dokter kok. “ tanya Dhara saat mereka sudah berada di dalam kamar Julio yang luas.
Setelah tadi bunda memaksa Dhara untuk makan. Padahal perutnya masih begitu penuh. Saat inipun ia masih mengelus – elus perutnya yang terasa begah dan penuh.
‘ Bener – bener nih bocah. Masak dia nggak ngerasa punya salah ? ‘ gerutu Julio dalam hati.
“ Pikir aja sendiri ! “ sahut Julio kesal.
“ Dih !!! Otak Dhara teh lumayan tumpul. Masih untung bisa mikir ngerjain soal statistika. Soalnya udah ada rumusnya, juga ada contoh soalnya. Lha ini, di kasih clue aja nggak. Mikir gimana coba ? “ keluh Andhara tak kalah kesal.
Julio masih terdiam enggan untuk menjawab. Seperti itulah Julio. Ia akan lebih memilih diam jika sedang ada masalah maupun sedang kesal.
“ Masih nggak mau ngomong ? “ tanya Dhara mulai kehilangan kesabaran. Suaranyapun sudah naik satu oktaf. Sedangkan Julio hanya menoleh ke arahnya sebentar lalu berpaling kembali. Sibuk dengan ponselnya.
“ Ya udah, kalau gitu, Dhara mending pergi aja. ! “ lanjutnya sambil mengambil tas ranselnya yang masih tergeletak di atas sofa kamar.
“ Mau kemana kamu ? “ tanya Julio mulai bersuara. Khawatir, takut, jelas saja. Karena sepengetahuan Julio, Andhara gadis yang nekat.
“ Pulang ! “ jawab Andhara ketus. “ Ngapain juga Dhara di sini kalau yang punya rumah diemin Dhara nggak jelas ! “ lanjutnya lalu ia menghela nafas dalam – dalam sambil memejamkan matanya, lalu ia melanjutkan langkahnya. Dengan segera Julio mencekal tangannya.
“ Saya sedang kesal. “ ucap Julio dan Dhara mengernyitkan dahinya.
“ Kesal ? Tapi kapan Dhara bikin pak dokter kesal ? “ tanya Dhara.
“ Kenapa kamu selalu tebar pesona ke semua laki – laki ? “
Andhara kembali mengernyit. “ Bisa nggak sih pak, kalau bicara jangan setengah – setengah ? Sumpah ya, otak Dhara tuh nggak selebar daun kelor. “ kesalnya. “ Kapan Dhara tebar pesona ? Nggak pernah kok ! “
“ Tadi, ngapain ketawa ketiwi sama cowok tadi ? Pasti kamu lagi gombalin dia kan ? “
“ Cowok mana ? Gombalin apa ? “ Andhara semakin mengernyitkan alisnya dalam.
Julio melepas pegangannya di tangan Andhara. “ Yang tadi di parkiran. “ ucapnya sambil memalingkan mukanya. Andhara membalikkan tubuhnya menghadap Julio dan berusaha berpikir dan mengingat.
__ADS_1
“ Bang Beno ? Bang Beno maksud pak dokter ? Manager tim dia itu. Jadi wajar aja kan ya kalau kita ngobrol ? “ akhirnya Dhara bisa menemukan sosok laki – laki yang di maksud oleh Julio.
“ Bang ? Kamu panggil dia abang ? Sedangkan manggil saya masih pak dokter meskipun saya sudah jadi suami kamu ? “ sahut Julio sambil tersenyum sinis.
“ Ya harus manggil apa dong ? Semua juga manggil dia bang Beno. Dhara tinggal ngikutin aja. “ jawab Andhara. “ Terus kalau sama pak dokter, mau manggil abang, masih kaku lidahnya. Belum kebiasa. “ kekehnya.
“ Emang kamu nggak nyadar, kalau dia suka sama kamu ? Saya tidak suka berbagi. “ ucapan Julio masih saja bernada datar.
Andhara malah tertawa mendengar ucapan Julio tadi. “ Pak dokter malah ngajakin bercanda nih . Kok bisa pak dokter bilang kalau bang Beno tuh suka sama Dhara ? Kalau karena ngobrol terus di bilang suka, berarti bang Beno suka sama semua anggota tim dong … Kan dia juga suka ngobrol sama semuanya. Bercanda juga. “ kekehnya.
“ Meskipun saya kurang pengalaman dengan yang namanya dunia percintaan, tapi saya tidak mungkin salah melihat cara dia menatap kamu. Apalagi kamu biasanya suka godain cowok – cowok. “
“ Dih, pak dokter … Ya maaf kalau Dhara suka godain cowok – cowok. Tapi nggak semua cowok loh. Cuma yang di atas rata – rata aja yang Dhara godain. Lagian bukan salah Dhara kan, kenapa mesti punya tampang tampan ? Jadi gatel mulut Dhara buat gombalin. “ kekeh Dhara sambil cengar cengir.
Nih anak jawabannya pengen di gorok aja lehernya. Udah tahu suaminya lagi panas membara karena cemburu. Malah makin di siram pakai solar.
“ Berarti sekarang saya sudah tidak tampan ? “ tanya Julio.
“ Tadi kamu bilang, kamu suka gombalin cowok – cowok tampan. Dulu kamu juga suka gombalin saya. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Apa karena sekarang saya sudah nikahin kamu ? Jadi kamu merasa udah berhasil dapetin saya ? “
“ Dih, pak dokter kalau ngomong suka bikin nyesek di hati. “ beo Andhara.
Julio berjalan mendekat ke arahnya. “ Lalu kenapa sekarang kamu tidak pernah bicara gombal ke abang ? Bahkan abang ngerasa akhir – akhir ini kamu sengaja jauhin abang ? Hem ? “ tanyanya sambil menatap intens ke Dhara.
Merasa terpojok dengan jarak yang semakin dekat, Dhara berjalan mundur berusaha menjauh dari Julio.
“ Karena – karena recehan Dhara habis buat pak dokter. Stoknya udah limited. Dhara mau simpan sisanya buat nanti kalau pak dokter jauh dari Dhara. “ jawaban ambigu dari Dhara membuat Julio mengernyit. Ia menghentikan langkahnya.
“ Maksud kamu saya jauh dari kamu apa ? “ tanyanya.
“ Pak dokter sih tenang aja. Nggak usah khawatir. Dhara teh orangnya meskipun belangsatan, tapi cukup tahu diri kok. “ jawab Dhara lirih sambil menunduk.
Julio makin di buat bingung dengan sikap Dhara saat ini. “ Dhara nggak pa – pa kok pak dokter. Dhara terima jika besok, entah kapan pak dokter pergi nyeraiin Dhara. “ lanjutnya tanpa rasa berdosa. Seperti yang dirinya itu tidak tahu arti kata cerai.
__ADS_1
“ Cerai ? Kok makin ngaco omongan kamu ! “ sahut Julio dengan nada sedikit meninggi.
“ Maaf, Dhara sudah datang di antara kalian. Tapi sumpah demi Tuhan, Dhara nggak pernah minta pak dokter buat nikahin Dhara. Dhara juga nggak pernah tahu alasan apa yang membuat pak dokter nikahin Dhara. Mungkin pak dokter sedang kesal sama dia dan ingin membalas rasa kesalnya, makanya pak dokter nikahin Dhara. Tapi beneran kok pak, jika suatu saat nanti pak dokter ingin kembali bersamanya, Dhara ikhlas. “ jawab Andhara sambil menunduk dan menahan rasa sesak di dadanya.
Julio bingung. Siapa yang di maksud oleh istri ajaibnya ini . Dia ? Siapa dia ? Seingat Julio, ia tidak pernah dekat dengan siapapun. Apa ini yang membuat Dhara berubah terhadapnya ? Apa ini yang membuat Dhara seolah olah selalu ingin menjaga jarak dari dirinya ?
“ Siapa yang kamu maksud ? Saya tidak tahu. Dan saya tekankan satu hal kepadamu. Menikah, ikrar suci di hadapan Allah. Bukan hanya sekedar bermain. Dan saya bukan jenis orang yang suka bermain – main dengan ikatan pernikahan. Bagi saya, menikah adalah sekali seumur hidup. Saya hanya akan menghalalkan seorang gadis sekali dalam hidup saya. Jadi jangan berharap ada kata cerai di antara kita. “ ucap Julio dengan nada datar.
Hatinya makin memanas. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Andhara. Apa karena Dhara masih terlalu muda ? Jadi menganggap kalau perceraian itu hal yang biasa ?
Tanpa berbicara lagi, Julio berjalan keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Andhara sendirian dengan hati yang berkecamuk.
“ Apa salah jika gue pengen menyisakan stok recehan gue buat laki – laki lain kelak jika pak dokter ninggalin gue ? Gue nggak mau susah move on kalau stok recehan gue habis, tahu nggak. “ lelehan air mata sudah mengalir dari pelupuk mata Andhara.
“ Jangan buat hati gue jadi makin baper dengan mengatakan kalau pak dokter nggak bakalan nyerai’in gue. “ gumamnya. “ Apa sekarang pak dokter pengen nemuin dia ? Dia kan ada di bawah sekarang . “ lanjutnya.
Yah, tadi Dhara sempat ingin turun ke bawah menemui Bu Lestari. Tapi saat kakinya menuruni anak tangga, sekilas ia melihat sosok Karen sedang duduk di sofa ruang tamu.
Bersambung
Hai .... Hai .... Hai ....
Semua readernya othor yang cantik kece badai dan cetar membahenol.... Othor mau kasih info nih... Ini mengenai reward yang bakalan othor kasih ke kelean para reader setia besok di akhir episode...
Othor bakalan kasih reward berupa pulsa ya genksss... Tapi kelean harus jadi fans dulu lah di cerita othor yang ini ...
Level reward 👇👇
🌷fans gold dapet pulsa 50rb
🌷fans silver dapet pulsa 25rb
Pengennya sih othor mau kasih buat fans diamond juga sih... tapi kok kayaknya terlalu tinggi ya... othor masih belum PD untuk bisa mendapatkan fans diamond..
__ADS_1