Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Pikiran


__ADS_3

Setelah memutar berkeliling, akhirnya Julio berhasil menemukan penjual ketoprak. Itupun si penjual hendak pulang. Untung saja masih ada sisa dua porsi ketoprak bersisa. Jadi ia tetap mendapatkan ketoprak seperti yang di inginkan sang istri.


Pukul 10 malam, Julio sampai di rumah kembali. Ketika msuk kedalam rumah, ia mendapati istrinya tidur dengan menelungkupkan kepalanya di atas meja makan dengan bertopang kedua tangannya yang ia lipat. Dan sang bunda yang duduk sambil menonton entah apa di ponselnya menemani sang istri.


Kedua sudut bibir Julio terangkat. Ia lalu segera mendekat ke arah istrinya yang tertidur.


“ Eh !! “ Bunda mendongakkan kepalanya. “ Dapet, ketopraknya ? “ tanya beliau.


“ Alhamdulillah, dapet bunda. “ jawab Julio sambil mengangkat bungkusan plastik sedikit ke atas. Lalu ia meletakkan plastik itu di atas meja makan. Kemudian ia mengecup lembut pelipis Andhara.


“ Istrimu sepertinya kecapekan. Tadi bunda bilangin, suruh tidur di kamar aja, dia nggak mau. Katanya mau nungguin kamu. “ terang bunda.


“ Iya bund. Dia tadi pengen banget makan ketoprak. “ sahut Julio sambil membawa plastik ketoprak, ia bawa ke dekat meja dapur dan menaruhnya di atas piring. Baru setelahnya, ia kembali membawa ketoprak yang sudah di atas piring ke ruang makan.


“ Begitulah perempuan jika sedang mengidam. Masih mending istri kamu Cuma mau ketoprak. Masih wajar buat di cari. Banyak yang lebih parah lagi. Kamu harus lebih sabar menghadapi istri kamu. “ titah sang bunda.


“ Iya bund. Pasti. “ jawab Julio sambil mengangguk.


“ Cepat kamu bangunkan istri kamu. Bunda ke kamar dulu. “ bunda Lestari bangkit dari duduknya.


“ Terima kasih banyak, bunda. Udah nemenin istri Julio. “ ungkap Julio dan bunda lestari menjawab dengan anggukan sepaket dengan senyuman lembutnya sambil menepuk pundak Julio pelan.


“ Sayang …. “ panggil Julio, tapi masih belum ada tanda – tanda dari sang istri.


“ Andhara Nurmalia …. “ panggilnya kembali. Kali ini ia sambil mendekatkan ketoprak ke dekat Andhara tertidur.


“ Ketoprak … Enak banget . “ gumam Andhara sambil dengan mata yang masih terpejam. Membuat Julio gemas.


“ Sayang, kalau nggak bangun, ketopraknya abang habisin loh. “ bisik Julio di telinga Andhara.


“ Ketopraak !!! “ pekik Andhara sambil menegakkan kepalanya dan membuka matanya.

__ADS_1


Julio terkekeh melihat sang istri yang sepertinya sangat menginginkan ketoprak. Bahkan sampai terbawa mimpi. Andhara mengucek kedua matanya.


“ Abang, udah balik ? “ ucapnya dengan suara serak. “ Maaf abang, Dhara ketiduran. Habisnya ngantuk banget. Hoamm … “ lanjutnya sambil menguap.


“ It’s oke. “ jawab Julio sambil mengusap puncak kepala Andhara. “ Kumur – kumur dulu gih. Habis itu makan ketopraknya. “


“ Ketoprak ? Dapet bang ? “ tanyanya dengan wajah berbinar.


“ Dapet dong. Nih . “ jawab Julio sambil menyodorkan sepiring ketoprak. “ Demi istri abang yang lagi ngidam, abang pasti nyari sampai ketemu. “


“ Wuahhhh …. Enak banget ini pastinya. “ ucap Dhara sambil menatap penuh minat ke sepiring ketoprak yang berada di depannya. “ Abang emang calon ayah ter the best. “ ucapnya sambil mengacungkan jempolnya, tapi pandangannya tetap pada piring. “ Jadi cinta sama abang. “


“ jadi, kemarin – kemarin, nggak cinta ? “ tanya Julio.


“ Cinta kok cinta. Tapi malam ini paling cinta. “ jawab Andhara sambil memasukkan sesendok ketoprak ke dalam mulutnya.


“ Duh, istri abang joroknya. Bangun tidur bukannya kumur dulu, malah langsung menyantap aja. “ ledek Julio.


“ Ah, biarin aja napa bang. Nggak sering – sering ini. Daripada anak abang buru ileran. Negeces.. Kan nggak lucu bang, ayahnya ganteng kayak Crish Hemsworth, ibunya juga cantik membahenol kayak Song Hye Kyo, anaknya ecesan. “ sahut Dhara santai.


.


.


.


Setelah menghabiskan dua porsi ketoprak, Andhara dan Julio kembali ke kamar. Julio langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, sedangkan Andhara duduk bersandar pada headboard ranjang dan memainkan ponselnya.


Pengennya sih langsung rebahan karena matanya sudah kembali mengantuk. Tapi ultimatum sang suami tidak bisa ia bantah. Julio mengatakan jika dirinya tidak boleh langsung tidur setelah makan.


Tak berselang lama, Julio keluar dari dalam kamar mandi dengan melilitkan handuk di pinggangnya. Dhara melirik sekilas sambil menelan salivanya dengan susah payah.

__ADS_1


Ia paling tidak bisa melihat suaminya dengan pose seperti itu. Perut kotaknya yang terlihat, dengan wajah dan rambut yang basah. Sungguh godaan Allah yang terindah.


Andhara menaruh ponselnya di atas nakas, lalu ia merebahkan tubuhnya ke kasur dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Ia membaringkan tubuhnya membelakangi Julio yang sedang berada di depan meja rias. Andhara tadi sudah menyiapkan baju ganti Julio dan ia menaruhnya di atas meja rias.


“ Kok udah rebahan ? “ tanya Julio sambil memasukkan kaosnya ke tubuhnya.


“ Ngantuk ! “ jawab Andhara singkat.


Ranjang samping Andhara bergerak – gerak tanda suaminya sudah menaiki ranjang. Seketika ia langsung membalikkan badannya.


“ Abang mau ngapain ? “ terlihat Julio sudah berpakaian lengkap. Ia hendak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


“ Tidur. “


“ Ihh !! abang jangan tidur di sini. Abang tidur di sofa sana aja. “ ucap Dhara sambil mendorong tubuh Julio.


“ Kok ?? “ Julio di buat bingung oleh ucapan istrinya.


“ Dhara nggak mau tidur bareng abang. Abang jauhan sana. “ Dhara masih tetap menyuruh Julio menjauh. Julio yang masih bingung, masih tetap tak bergeming.


“ Kalau abang nggak mau tidur di sofa, biar Dhara aja yang di sofa. “ ia hendak bangki dari tidurnya, tapi Julio segera mencekalnya.


“ Kamu kenapa ? Abang salah apa sama kamu ? Kok tiba – tiba nggak mau deket – deket sama abang. “ tanya Julio.


“ Nggak tahu. Pengennya si dedek utun kayak gitu kok. “ sahut Andhara.


Maaf, dek. Ibu harus bawa – bawa kamu. Ibu nggak mau bahayain kamu aja. Gara – gara bu dokter kemarin nih. Yang bilang kalau gue sama abang harus puasa dulu sambil kandungan gue bener – bener kuat. Jadinya gue kepaksa nyuruh abang jauh – jauh. Kalau nggak, gue bisa khilaf. Mana tubuh udah panas dingin gini. Gerutu Andhara dalam hati.


“ Hah ! “ Julio menghela nafas panjang. Ia lalu bangkit dari duduknya, berjalan menuju ke almari, mengambil selimut darurat, lalu mengambil bantal dan ia bawa ke sofa. “ Tidurlah . “ ucap Julio sambil mengecup kening Andhara sebelum akhirnya ia berjalan ke sofa dan merebahkan tubuh letihnya di sana.


‘ Maafin Dhara ya bang. Ini untuk kebaikan si dedek juga. ‘ ungkap Dhara dalam hati sambil menatap Julio lekat.

__ADS_1


Hah. Andhara menghela nafas panjang, lalu merubah posisi tidurnya dengan telentang. Kenapa juga pikiran gue jadi me_sum gini Cuma gara – gara lihat body Shirtless laki gue ?


bersambung


__ADS_2