Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Kondangan 2


__ADS_3

“ Kok kamu mau sih di stempelin sama laki – laki yang udah mau bau tanah kayak dia ? “ kini sang mempelai laki – laki yang bertanya.


“ Mau lah om. Kan abang ganteng. Kapan lagi Dhara dapet stempel dari cowok keren macam abang. “ jawab Dhara mantap.


“ Widihhh … mantap ! “ sahut sang mempelai pengantin sambil mengacungkan jempol.


“ Sayang, sebaiknya kita turun sekarang. Kasihan yang pada ngantri di belakang. “ ajak Julio sebelum pertanyaan aneh – aneh keluar dari mulut sahabatnya itu.


“ Oh ! “ beo Dhara sambil menoleh ke samping yang ternyata antrian sudah mengular sanca saja.


“ Foto dulu lah kita. “ sahut sang mempelai laki – laki. Lalu ia memberi instruksi ke fotografer untuk memfoto mereka.


Julio dan Dhara menempatkan diri di sisi mempelai laki – laki dan mempelai perempuan lalu cheese…. Jepret …. Jepret …. Jepret ….


Selesai berfoto, Julio dan Dhara turun dari atas panggung. Julio mengajak Andhara duduk di tempat agak pojok yang masih kosong. Menikmati pesta sebentar sebelum mereka akhirnya memutuskan pulang ke rumah bunda.


“ Kayak kenal “ ucap seorang gadis mengenakan gaun panjang menjuntai kala melihat punggung Julio terlihat keluar dari dalam gedung.


“ Seperti punggung Julio. “ lanjutnya lalu memicingkan matanya. Menyipit demi memperjelas pandangannya. “ Siapa perempuan yang menggandengnya ? “ tanyanya bermonolog.


Rasa penasaran dan sakit menghimpit hati gadis itu. Siapakah perempuan yang di ajak oleh laki – laki yang selalu bertahta di hatinya semenjak beberapa tahun silam ? Kenapa jika laki – laki itupun mendatangi pesta ini, bukan dia yang di ajaknya ?


Sedangkan di depan sana, sepasang suami istri masih asyik berceloteh. Bukan sepasang sebenarnya. Karena nyatanya hanya si perempuan yang berceloteh, dan si laki – laki hanya sesekali menanggapinya.


“ Abang, nikahannya om Irvan sama tante Angel mewah banget ya ? kayak nikahannya artis – artis yang sering Dhara lihat di TV. Mana ada artisnya pula. Pasti seneng deh tante Angel ya bang. Nikahannya meriah gitu. “ celoteh Andhara.


“ Kamu mau pesta kayak gitu ? “ tanya Julio.

__ADS_1


“ Kalau abang tanya Dhara seperti perempuan selayaknya, ya pasti Dhara mau lah. Jadi bisa ngerasain kata orang, kalau jadi pengantin itu kayak jadi ratu sehari. “ jawab Dhara diplomatis.


“ Ya udah. Kalau gitu sehabisnya kamu wisudaan, kita bikin pesta pernikahan yang besar kayak tadi. Kita undang artis juga. “ ucap Julio dengan entengnya. Dhara sontak menoleh kepadanya dengan pandangan aneh.


Tapi tak lama. Ia malah berdecih. “ Cih ! Abang ada – ada aja. “ ucapnya sambil tersenyum tipis.


“ Kenapa ? Nadanya kok kayak nggak percaya gitu. “ tanya Julio mengernyit.


“ Bukan abang. Ngapain buang – buang duit buat pesta kayak gitu. Lagian kita juga udah nikah kan ? Udah resmi ini. Emang mau ijab lagi ? “ seloroh Dhara.


“ Ya nggak lah. Jangan sampai abang mengucap ijab untuk kamu sampai dua kali. Cukup sekali dan itu untuk selamanya. “ sahut Julio dengan wajah seriusnya.


“ Kamu tahu, kalau sampai abang mengucap ijab buat kamu untuk kedua kali, itu artinya, abang pernah mengucap sebuah kata yang di perbolehkan oleh Allah, tapi sekaligus di benci oleh Allah. Kamu tahu kan, kata apa itu ? “


“ Hih, amit – amit deh bang. “ sahut Dhara cepat sambil mengeratkan pegangan tangannya di lengan Julio. “ Jangan sampai deh kita berantem, terus ujung – ujungnya keluar kata itu. “ Dhara bergidik.


Dhara mengangguk.


“ Jadi beneran, kamu nggak mau pesta kayak tadi ? “ Julio kembali memastikan.


Dhara menggeleng kuat. “ Mending duitnya buat biaya berangkat haji, bang. “ jawabnya.


“ Kamu pengen berangkat haji ? “ tanya Julio.


Andhara tersenyum dan mengangguk. “ Dulu, ayah punya cita – cita, mau nabung, terus berangkat haji sama emak. Tapi belum kesampaian, ayah udah ninggalin Dhara sama emak. Makanya, sekarang Dhara lagi nabung, buat berangkatin emak ke tanah suci. Nah, kalau abang punya duit banyak, daripada buat pesta kayak tadi, mending duitnya buat biayain Dhara sama abang sendiri ke tanah suci. Jadi bisa barengan emak. Dhara bisa nemenin emak. “ ucapnya sambil tersenyum penuh angan – angan.


Julio tersenyum, lalu ia mendaratkan kecupannya di puncak kepala istrinya lembut. Lalu ia menarik lengannya yang di peluk Dhara, dan ia lingkarkan ke pinggang sang istri mesra. Siapapun yang melihat posisi mereka saat ini, pasti akan di buat baper dan iri.

__ADS_1


.


.


.


“ Ini ngapain kok malah ngintip di sini ? “


“ Astagfirullah … Bundaaa …. Dhara kaget ! “ Dhara menepuk – nepuk dadanya karena terkejut oleh suara sang ibu mertua yang tiba – tiba berada di belakangnya. Bunda Lestari ikut melongokkan kepalanya ke depan.


“ Ngintipin siapa ? “ tanya beliau. Lalu setelah ia melihat siapa yang sedang di intip sang menantu, beliau melanjutkan ucapannya. “ Kamu kenapa nggak nemenin suami kamu nemuin dia ? “


Dhara menggeleng. Netranya kembali menatap ke depan. “ Dhara cukup memperhatikan dari jarak aman aja bund. Biar abang aja yang mengatasi. Nanti kalau di rasa abang kewalahan, baru deh Dhara turun tangan. “ jawabnya.


“ Kamu nggak takut apa, kalau dia tiba – tiba merayu suami kamu ? “ tanya bunda kembali dengan pandangan mata sama – sama ke satu obyek.


“ Dhara percaya sama abang, bund. Kalau emang abang bakalan kerayu sama rayuan tuh tante, kenapa nggak dari dulu aja. “ jawab Andhara tenang.


“ Kok nggak kedengeran apa – apa ya ? Apa telinga bunda aja yang udah mengalami penurunan pendengaran ? “ sang bunda sampai menggosok – gosok telinganya.


“ Emang nggak kedengaran lah bund. Kan jaraknya jauh. Abang bicaranya juga nggak pakai toa. “ jawab Andhara.


Bunda Lestari terkekeh geli. “ Kamu ini . Paling bener kalau kasih pencerahan. “ ucapnya. “ Terus, apa gunanya kita ngintipin gini, kalau nggak kedengeran apa yang mereka bicarakan ? “


“ Kita Cuma mengamati bahasa tubuh mereka aja. Bund. Entar baru deh kita minta klarifikasi sama abang, apa yang mereka bicarakan . “ sahut Dhara dengan sesekali matanya menyipit melihat pemandangan di ruang tamu sana.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2