Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Nggak enak badan 2


__ADS_3

Entah seperti apa perasaan Andhara sekarang. Setelah tertidur beberapa saat, tubuh Andhara memang sudah terasa lebih baik. Tapi tidak dengan hati dan pikirannya. Ia hanya berharap, semoga saja apa yang ia pikirkan tadi sebelum akhirnya dirinya tertidur, tidak terjadi. Bukan berarti ia menolak rejeki yang Tuhan berikan. Tapi lebih ke kesiapan hati juga mentalnya.


“ Neng, mau kemana ? “ tanya bi Sum ketika melihat Andhara berjalan tergesa hendak keluar rumah.


“ Bunda belum pulang bi ? “ bukannya menjawab pertanyaan si bibi, tapi Andhara malah menanya balik.


“ Belum neng. Paling sebentar lagi. “ bi sum menjawab sambil menggelengkan kepalanya.


Andhara mendekat ke arah bibi, lalu menggenggam erat tangan bibi.


“ Bi, Dhara boleh minta tolong ? “


“ Minta tolong apa neng ? Kalau bibi bisa, pasti bibi tolongin. “ jawab bibi.


“ Dhara Cuma minta tolong sama bibi, tolong jangan kasih tahu bunda, juga abang, kalau Dhara tadi sempat muntah – muntah ya bi. “ Dhara menatap bibi penuh permohonan.


“ Kenapa gitu neng ? “ tanya bibi sambil mengernyit.


“ Nggak kenapa – napa bi. Dhara Cuma nggak mau bikin bunda sama abang khawatir. Toh, sekarang, Dhara udah baik – baik aja. “ ucap Andhara.


Bibi nampak menimang dan menimbang, sebelum akhirnya ia mengangguk. “ Neng mau kemana ? “


“ Mmm… Dhara mau ke depan sebentar aja kok bi. “ jawab Andhara gugup.


“ Biar bibi minta pak Mahdi nganterin ya neng ? “ ujar bibi sambil hendak berlalu. Tapi Andhara segera mencekal tangannya.


“ Nggak usah bi. Dhara mau minjem motornya pak Mahdi aja. Cuma ke depan kompleks aja kok bentar. Nggak jauh – jauh. “ Dhara segera menjawab.


“ Tapi … Hati – hati ya neng bawa motornya. “ bi Sumi terlihat cemas.


“ Bibi tenang aja. Dhara udah biasa bawa motor kok. “ Dhara tersenyum sambil menepuk punggung tangan bi Sumi. Iapun segera keluar dari rumah.


Bukan hanya satu merk. Tapi Dhara membeli beberapa merk mulai dari yang murah, sampai yang mahal. Dan akhirnya, Dhara pulang dengan membawa testpek.


“ Buru – buru neng ? “ pekik pak Amin, sang satpam kompleks perumahan elite itu.

__ADS_1


“ Eh, iya pak. “ pekik Dhara membalas.


“ Nggak mampir dulu ? “ tanya pak Amin kembali.


“ Makasih pak. Dhara buru – buru. “ pekik Dhara sambil melajukan kembali motor pak Mahdi dengan cepat.


Meskipun baru satu minggu di lingkungan kelahiran suaminya, Dhara sudah punya teman baru. Yaitu satpam kompleks. Meskipun mereka bagai anak dan bapak, tapi Dhara sennag ngobrol dengan satpam – satpam itu.


Andhara cepat – cepat masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Ia mengambil sebuah mangkuk kecil yang biasanya ia gunakan untuk mengaduk masker wajahnya, untuk ia gunakan menampung air se_ninya. Terpaksa ia menggunakannya karena tidak ada wadah lain yang bisa ia gunakan.


Setelah menampung sedikit air se_ninya, dengan perasaan campur aduk dan degup jantung yang kencang, Andhara mulai mencelupkan testpek ke dalam wadah. Menunggu beberapa saat hingga muncullah sebuah hasil yang membuat tubuhnya melemas.


Tidak yakin dengan hanya satu tespek, Andhara membuka semua tespek yang ia beli tadi, lalu mencelupkannya bersamaan ke dalam wadah. Kembali ia menunggu.


Andhara terduduk di lantai, dengan tubuh semakin melemas. Semua tespek berserakan di lantai. Matanya berbaur. Airmata yang tidak ingin ia teteskan, mengalir begitu saja.


Ia berusaha bangkit dari duduknya setelah ia menyeka kasar air mata yang mengalir di pipinya. Ia berpegangan ke kran. Tapi malah justru kran itu terputar, hingga showernya menyemburkan air tepat di atas kepala Andhara.


Basah kuyup, sudah pasti. Bukannya langsung bangkit dan mematikan shower, tapi Andhara justru membiarkan tubuhnya tersiram air shower dengan air mata yang kembali berlinang.


“ Waalaikum salam. “ jawab bi Sumi.


“ Andhara sudah pulang bi ? “ tanya Julio.


“ Sudah mas. “


“ Sekarang dia dimana ? Kok rumah sepi gini. “


“ Ada di kamar mas. Tadi habis dari jalan – jalan udah pulang, tidur. Terus pergi lagi tapi Cuma bentar. Dan habis itu masuk ke kamar, belum keluar lagi mas. “ Bi Sumi memberitahu.


Julio tersenyum dan mengangguk. “ Kalau gitu saya susulin ke kamar dulu. “


“ Saya buatkan teh hangat ya mas. “ tawar bibi.


“ Iya bi. Makasih. “ sahut Julio ketika ia hendak menaiki tangga.

__ADS_1


Ceklek


Ceklek


Dua kali Julio mencoba membuka pintu kamarnya. Tapi sepertinya di kunci dari dalam.


Tok … Tok … Tok …


Ia mencoba mengetuk pintu itu. Tapi setelah beberapa saat, pintu itu tidak terbuka. Kembali ia mengetuk pintu itu.


“ Sayang …. Kamu di dalam ? “ panggilnya sambil menempelkan telinganya ke pintu. Berharap ia mendengar pergerakan sang istri.


Tok … Tok … Tok ….


“ Sayang …. “ panggilnya dengan suara lebih keras. Kini ia menjadi cemas. Masak iya istrinya itu tertidur. Tapi bukankah bi Sumi tadi bilang, jika istrinya itu baru masuk ke dalam kamar ? Apalagi istrinya itu juga habis tidur.


Julio tidak mau berpikir lebih lama lagi. Ia segera menuju meja kecil di dekat kamarnya, lalu membuka laci meja itu untuk mengambil kunci cadangan pintu kamarnya.


Ceklek


Pintu terbuka hanya dengan satu kali putaran setelah Julio membuka kuncinya. Pandangan Julio mengedar ke seluruh kamar, terutama ke ranjang. Dan ia tidak menemukan istrinya di sana.


Julio semakin masuk ke dalam tanpa menutup pintu kamarnya kembali. Ia mengernyit kala mendengar air di dalam kamar mandi bergemericik. Oh, sepertinya sang istri sedang mandi. Julio memutuskan untuk mengganti bajunya dengan baju rumahannya.


Tapi setelah beberapa saat ia menunggu, suara gemericik air itu masih sama. Ia lalu bangkit dari ranjang, dan berjalan ke arah kamar mandi.


Samar – samar, ia seperti mendengar suara sesenggukan dari dalam. Istrinya menangis ? Tanpa berpikir panjang, Julio segera membuka pintu kamar mandi yang ternyata memang tidak terkunci.


“ Dhara … “ pekiknya kala melihat sang istri berada di bawah guyuran air shower dengan masih berpakaian lengkap. Istrinya itu duduk dengan menelungkupkan kepalanya di kedua lututnya sambil menangis sesenggukan.


Bersambung


...Maaf ya guys.... baru update jam segini.......


...Tapi yang penting, tetep double up kan tiap weekend... hehehe...😀😀☺️☺️...

__ADS_1


__ADS_2