Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Cinta luar biasa


__ADS_3

“ Yakin, sudah itu saja yang kamu beli ? “ tanya Julio sambil membawakan beberapa potong baju hamil yang sudah di pilih oleh Andhara.


So sweet bukan ? Istrinya jalan di depannya tanpa membawa apapun, dan dirinya, jangan di tanya. Kedua tangannya membawa beberapa baju hamil pilihan sang istri, dan di punggungnya menempel tas punggung milik sang istri.


Bukan maksud hati untuk bersikap kurang ajar kepada suami atau bagaimana, tapi itu semua kemauan Julio sendiri. Dia sendirilah yang memaksa Andhara untuk menyerahkan tas punggungnya, lalu mengambil baju – baju hamil sang istri untuk ia bawa. Alhasil, Andhara berjalan lenggang kangkung di depan suamimya.


“ Kehamilan kamu baru berusia 5 bulan. Jadi masih ada 4 bulan lagi kamu membawa double D di perut kamu. Apa kamu yakin, baju – baju ini sudah cukup ? “ tanya Julio kembali.


“ Dhara tidak suka jalan – jalan atau nongkrong – nongkrong nggak jelas yang Cuma ngabisin uang, bang. Dhara lebih suka di rumah. Sama bunda, sama bi Sum. Jalan – jalan paling juga Cuma di komplek. Nggak jauh – jauh. Dan kalau di rumah, kan abang tahu, Dhara lebih suka pakai bajunya abang. Jadi, buat apa beli baju hamil banyak – banyak ? Toh, kalau mereka udah lahir, nggak ke pakai juga kan ? “ jawab Andhara panjang lebar.


Yah, se simpel itulah seorang Andhara. Jika perempuan lain, sudah bisa di pastikan akan dengan senang hati berbelanja barang – barang yang tidak perlu hanya untuk gaya hidup.


“ Oke. Jika itu mau kamu. Kita bayar dulu, oke ? “ jawab Julio pada akhirnya. Kemudian dia berjalan menuju ke kasir untuk membayar semua belanjaan sang istri.


Apa kalian pada iri jika Andhara punya suami seperti Julio ? Kalau othor di tanya, jawabannya pastilah iya. Siapa yang tidak menginginkan punya suami so sweet seperti Julio.


Begitu juga para pelayan toko dan kasir yang di buat baper oleh sikap Julio ke sang istri. Setelah membayar semua belanjaan istrinya, Julio menggandeng tangan sang istri di ajak keluar dari dalam toko.


“ Abang, tasnya biar Dhara sendiri yang bawa. “ pinta Andhara sambil hendak mengambil tas dari punggung suaminya.


“ Udah, kamu tinggal jalan aja. “ balas sang suami sambil menarik tangan Dhara dari tasnya.


“ Ih, abang sumpah nggak pantes banget. Entar abang pada di ketawain orang loh. Itu tas cewek bang. “ rayu Andhara.

__ADS_1


“ Sayang, kalau mereka pada mau ketawa, ya udah biarkan mereka tertawa. Membuat orang tertawa termasuk ibadah. Lagian abang nggak malu juga. Buat abang, abang Cuma ingin memberikan yang terbaik buat istri abang. “ jawab Julio santai sambil tetap menggenggam tanga istrinya.


“ Ishh, abang nggak lucu ih ! “ Andhara mengerucutkan bibirnya. Tapi tak urung, ia melepas genggaman tangan sang suami, dan beralih mengamit lengan suaminya manja.


“ Makasih abang. Abang udah kasih semuanya buat Dhara. Dhara nggak nyangka jika Dhara bisa di cintai sebesar ini oleh abang. “ ucapnya pelan.


Julio melengkungkan kedua sudut bibirnya ke atas. Ia mengusap punggung tangan sang istri yang melingkar di lengannya. “ Kalau kita sedang berada di rumah, sudah bisa abang pastikan, kita akan berada di dalam kamar hingga hari berganti. “ kekehnya.


“ Haisss !!! “ Dhara memukul dada sang suami yang mana membuat Julio tergelak. “ Abang nggak tahu tempat banget. Nggak di rumah, nggak di mana aja, mesum selalu. “ lanjutnya.


“ Karena abang cinta sama kamu. “ jawab Julio sambil mencubit hidung sang istri gemas.


“ Sayang, kita beli sandal sama sepatu ? “ tanyanya ketika mereka berada di depan store sepatu dan sandal.


“ Sayang, kaki kamu bengkak ? Sejak kapan ? Kenapa abang nggak pernah lihat. “ ujar Julio.


“ Ck ! Gimana abang mau lihat ? Kalau yang abang lihat Cuma dada, perut, sama pan_tat Dhara doang tiap harinya. “ canda Dhara tapi dengan raut wajah seriusnya.


Julio terkekeh pelan. “ Kenapa kamu nggak bilang ke abang ? “ tanyanya.


“ Nggak sakit kok bang. Cuma rasanya aja kaki Dhara jadi gede gitu. Jadi Dhara pikir, nggak perlu juga kasih tahu abang. “ jawab Dhara sambil memperhatikan kakinya yang memang bengkak. Bahkan sandal yang biasanya ia pakai saja terlihat sempit dan tidak nyaman.


“ Kadang – kadang aja sih kerasa agak linu sama kebas gitu. “ lanjutnya.

__ADS_1


“ Kita beli sandal yang nyaman buat kaki kamu sekarang. “ ajak Julio sambil sedikit memaksa istrinya masuk ke dalam store sandal dan sepatu.


“ Duduk di sini. Biar abang yang carikan sandal buat kamu. “ titah Julio sambil mendudukkan Andhara di bangku yang ada di store itu.


Dhara hanya menurut saja dengan ucapan suaminya. Karena memang kakinya terasa pegal, dan terasa semakin bengkak. Dengan bibir yang selalu tersenyum, Dhara memperhatikan tiap gerak gerik suaminya yang sibuk memilihkan sandal untuknya. Ia begitu merasa beruntung mendapatkan suami seperti Julio.


Nikmat mana yang engkau dustakan? Sepertinya pepatah itu benar adanya. Hati Andhara begitu berbunga bunga. Ia merasa sangat di hargai dan di cintai oleh suaminya.


Dirinya bukanlah seorang perempuan yang cantik, bohay, apalagi punya harta berlimpah layaknya putri putri raja di negeri dongeng. Tapi sang suami selalu memperlakukannya layaknya seorang ratu.


" Makasih ya bang.... " ucap Andhara sambil tersenyum merekah bak mentari pagi dengan tangan yang bergelayut manja di lengan kekar sang suami.


Kini mereka sedang berjalan keluar dari dalam shoe store menuju ke area food court.


Julio menoleh, memandang ke arah sang istri lalu bertanya, " Untuk ? "


" Semuanya. Untuk semuanya, abang. Untuk cinta abang, untuk kasih sayang abang, untuk perhatian abang, untuk segalanya yang telah Abang kasih ke Andhara. " jawab Andhara.


" Dhara merasa begitu beruntung di cintai oleh laki-laki seperti abang. Cinta abang begitu luar biasa. " lanjutnya masih dengan bibir yang merekah.


" Abang sangat mencintaimu, istriku. " ucap Julio, lalu ia mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala sang istri.


" Dhara juga sangat mencintai abang. Suami Andhara Nurmalia. " jawab Andhara, lalu mereka tersenyum bersama.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2