
“ Dhara !! “ pekik Julio sambil berlari menghampiri istrinya yang tiba- tiba limbung. Untung saja Julio berhasil menangkap tubuh Dhara yang tiba – tiba pingsan tepat waktu. Jika saja ia telat sedikit saja, sudah bisa di pastikan tubuh sang istri akan mendarat bebas di kubangan air karena semalam hujan.
“ Sayang … Hei … “ Julio berusaha menyadarkan Andhara dengan menepuk – nepuk pelan pipi Dhara. Kini Andhara berada dalam pangkuannya yang sedang berjongkok.
Mendapati sang istri tidak merespon, Julio segera mengangkat tubuh istrinya yang terasa ringan meski tak seringan kapas dan di bawanya menuju rumah bulik Ida.
“ Lah, mbak Dhara kenopo iki kok di angkat – angkat. “ tanya David yang hendak keluar dari dalam rumahnya.
“ Andhara pingsan. Tolong bukakan pintu kamar, Vid. “ pinta Julio.
“ Nggih, mas. “ jawab David yang bergegas berbalik badan dan menuju kamar yang di pakai Andhara untuk membuka pintunya.
“ Cak, bawa alat – alat medis kan ? “ tanya Julio setelah ia merebahkan tubuh Andhara di atas tempat tidur.
Cakra segera memberikan tas jinjing yang sedari tadi di jinjingnya. Julio segera mengeluarkan stetoskop juga tensi meter dari dalam tas Cakra.
“ Mungkin dia pingsan karena habis donor dan dia langsung berolahraga. “ ucap Cakra mencoba menenangkan sahabatnya yang memang terlihat panik dan jelas terlihat pancaran kecemasan di wajah tampannya.
Julio memeriksa denyut nadi juga jantung Andhara dengan sangat teliti. “ Tekanan darahnya ngedrop. “ ucapnya. Ia lalu melepas stetoskop yang menempel di kedua telinganya.
“ Punya alkohol ? “ tanyanya ke Cakra.
“ Ada kayaknya di tas. “ jawab Cakra.
Julio lalu mengobrak abrik isi tas Cakra, dan di temukanlah sebotol alkohol. Julio lantas berdiri dan berjalan ke meja untuk mengambil kapas.
“ Sayang … Andhara … “ panggil Julio sambil menaruh kapas yang sudah di lumuri alkohol ke dekat hidung istrinya.
Andhara masih belum sadarkan diri meskipun Julio sudah memberinya alkohol. Julio lalu mencoba memijit – mijit telapak tangan juga kakinya bergantian. Raut wajah cemas juga masih bersarang di wajah Julio.
__ADS_1
“ Anak emak kenapa bisa pingsan gini atuh ??? “ emak Komsah datang sambil menjinjing gamisnya dan suara yang terdengar panik, dan juga lantang tentu saja.
“ Eneng … Anak emak atu – atunya, kok malah pingsan sih ?? Dulu pingsan gara – gara di nikahin sama Julio. Sekarang pingsan karena apa ? Di seselin ketela pohongnya si Julio aja kagak pingsan kamu. “ Beliau sudah sangat heboh dan membuat Cakra tersenyum geli sambil melirik ke arah Julio yang terlihat mengusap wajahnya kasar karena ocehan si emak.
“ Ngghh … “ terdengar lenguhan dari bibir mungil Andhara membuat emak dan Julio sama – sama mengucap syukur.
“ Emak berisik amat sih !! “ suara Dhara terdengar lirih. Matanya juga masih tertutup. “ Ganggu tidur Dhara aja. “ lanjutnya. Ia malah menarik selimutnya hingga ke dada dan berpindah posisi membelakangi Julio dan emak.
“ Eh, nih bocah !! Tidur kamu ?? “ emak Komsah sedikit mendorong punggung Dhara pelan.
“ Emak jangan berisik deh. Dhara masih ngantuk. “ protes Dhara dan emak memutar bola matanya malas.
“ Anak di khawatirin malah tidur rupanya. “ gerutu si emak sambil keluar dari dalam kamar. Di ikuti oleh Cakra yang sedari tadi hanya tersenyum geli melihat ibu – ibu yang di panggil oleh Andhara emak itu.
Julio menghela nafasnya lelah juga sekaligus lega melihat sang istri sudah sadar. Sadar ? Eh, tapi apa bener istrinya itu pingsan ? Bukankah dia tadi mengatakan kalau ia tidur ? Julio mengernyitkan keningnya, menautkan kedua alisnya sambil menatap punggung sang istri.
Julio mendekat ke arah Andhara, lalu menarik bahu Andhara hingga tubuh Andhara jadi telentang.
“ Buka dulu mata kamu. “ pinta Julio dengan nada seperti perintah seorang komandan barisan batalyon.
Andhara membuka matanya pelan.
Belum juga Dhara sempat berucap, Julio sudah mendahuluinya. “ Kamu pingsan beneran, apa Cuma tidur ? “ tanyanya sambil menatap Dhara bak elang yang siap menerkam mangsanya.
“ Pingsan. Eh, tidur. “ Dhara segera meralat ucapannya saat ia sadar jika dirinya keceplosan. Memang Dhara tadi sempat pingsan. Tapi saat Julio memberikannya alkohol. Sebenarnya dirinya langsung sadar.
Tapi ia memutuskan untuk berpura – pura tidur karena ia pasti akan mendapat omelan dari pak dokter kesayangannya itu. Di samping itu, tubuhnya juga terasa lemas tak berdaya.
“ Pingsan, apa tidur ? “ suara Julio kembali terdengar datar namun tegas. Matanyapun masih menatap Dhara tajam.
__ADS_1
“ Tidur. Eh, Pingsan. “ lagi Dhara merutuki kebodohannya yang tidak bisa berbohong dengan suaminya. Tatapan Julio membuat nyali Andhara menciut.
Udah kayak anak kecil ketahuan nyuri gue. Benak Andhara. Tapi bukankah dirinya memang tidak berbohong ? Dia benar – benar pingsan dan tidur.
“ Andhara Nurmalia !!! “ panggil Julio dengan penuh penekanan.
“ Iya … Iya … Dhara tadi pingsan. Habis itu terus tidur. Badan Dhara lemes. Jadi mening tidur. “ jawab Andhara pada akhirnya.
“ Ini yang kamu sebut strong woman ? “ ledek Julio sambil tersenyum miring penuh sindiran.
“ Ck ! Semua orang juga nggak selamanya kuat. Ada saatnya tepar juga. “ gerutu Andhara sambil memiringkan tubuhnya kembali membelakangi Julio.
“ Udah tahu kalau nggak selamanya orang itu kuat. Masih aja sok kuat. Dimana – mana orang kalau habis di ambil darahnya itu butuh istirahat. Kamunya aja yang sok – sokan kuat. Pakai main bola lagi. “ omel Julio.
“ Darah kamu ngedrop. Mesti minum obat penambah darah biar darah kamu normal lagi. “ lanjutnya.
Andhara membalikkan kepalanya menatap Julio. “ Dhara tadi juga udah minum penambah darah yang di kasih dokternya. Emang dasarnya aja tubuh Dhara pengen limbung. Pengen rebahan. “ ucapnya. Lalu berbalik kembali ke posisi semula.
“ Kalau di kasih tahu suami tuh jangan ngeles aja. Ngebantah terus. “ ucap Julio.
“ Abang juga. Jangan ngomel – ngomel terus. Udah kayak emak Komsah aja. “ ketus Andhara.
“ Udah, sana ih. Abang keluar. Dhara mau bocan. Mau bobok cantik. Jangan di omelin mulu. Kapan Dhara istirahatnya. Tadi katanya Dhara di suruh istirahat. “ usirnya sambil mengibas – ngibaskan tangannya.
Tapi tak urung, Julio menuruti permintaannya. Ia keluar dari dalam kamar dan membiarkan istrinya itu istirahat. Tapi sebelum ia keluar, ia naik ke atas ranjang, dan mengecup pelipis istrinya beberapa saat.
Bersambung
Huh, lagi lagi si enthongnya emak Komsah bikin suami sama emaknya darting...😔😔
__ADS_1
Untung Allah kasih usus yang panjang ke emak sama Julio....