
“ Jujur, dari segi penampilan, cakepan Karen. Tapi sayang, aku nggak suka yang modelan banyak polesan kayak Karen. Gadis yang aku nikahi ini unik. Suka ceplas ceplos kalau bicara, dia lucu, polos. “ terang Julio sambil menerawang mengingat istri kecil nan dekilnya.
“ Wah, sepertinya, gadis di kampung ini memang menarik – menarik. Kamu tahu nggak, kemarin aku juga sempat ketemu seorang gadis yang juga unik. Aku jadi ngerasain love in the first sight itu memang benar – benar ada. “
“ Ck ! Dari dulu selalu seperti itu kamu kalau lihat gadis bening. “ protes Julio.
“ Beneran Yo , kali ini aku nggak asal mengumbar rayuan. Aku suka sama gadis itu. Sepertinya aku akan menerima tawaran dinas di kecamatan sebelah deh. Biar bisa deketan sama doi. Aku juga pengen kayak kamu. Pengen punya istri, dan mengakhiri pengembaraanku. “
“ Serius kamu ? Aku doain aja lah. Semoga taubat kamu kali ini serius, bukan taubat cabe. “
“ Aku aminin aja deh biar kamu seneng. “ jawab Cakra sambil nyengir membuat Julio mencebik. “ Yo, aku masih nggak percaya deh kamu nikah kilat kayak gini. Apa jangan – jangan kamu nanam saham ke gadis polos itu ya ? “
“ Enak aja kalau ngomong. Kita sahabatan bukan Cuma sehari dua hari, Cak. Kamu tahu aku kayak gimana. Nggak mungkin lah aku berbuat yang macam – macam sama perempuan. “ jawab julio dengan nada kesal.
“ Ya kan siapa tahu kamu lihat gadis desa yang polos, terus kamunya khilaf. Jadi kebablasan. “ kekeh Cakra.
“ Ck ! Mungkin seperti kamu yang baru ngerasain love in the first sight. Aku juga sepertinya seperti itu sama dia. Pertama kali lihat dia, jantungku berdegub kencang. “ Julio mengingat pertama kali ia melihat sosok Andhara saat sedang bermain sepak bola. Ia mengingat sambil tersenyum.
“ Kenapa nggak nungguin dia lulus sekolah dulu baru di nikahin ? Udah nggak nahan pengen ngerasain begituan ? “
“ Dari tadi omongan kamu ngaco mulu. “ sahut Julio kembali kesal. “ Sampai sekarang, detik ini, aku bahkan belum pernah nyentuh dia secara intens. Paling Cuma sekedar cium kening. Itu pun baru dua kali. “
“ Ngitungin bro ?? “ canda Cakra. “ Kuat juga nahan ! Kalau sama aku pasti udah habis tuh cewek. “ kekeh Cakra.
“ Itulah hebatnya cinta yang benar – benar datang dari dalam hati. Bukan hanya sekedar na_fsu. “ jawab Julio jumawa.
__ADS_1
“ Ck ! “ kini Cakra yang di buat kesal. “ Jadi, kalau bukan karena na_fsu, kenapa kamu harus nikahin dia cepet – cepet ? “
“ Takut kena tikung. “ jawab Julio santai.
“ Apa !!! Yakin ? Laki – laki mana yang berani nandingin pak dokter kita yang ganteng ini ? “ pekik Cakra. “ Lagian, secantik apa gadis yang kamu nikahin itu hingga kamu segitu takutnya dia di embat orang ? “
“ Banget cantiknya. Kalau nggak cantik, mana mungkin aku cinta sama dia. “ jawab Julio masih santai.
“ Kalau Cuma itu alasannya, harusnya bisa lah kamu nungguin dia sampai lulus ? Nggak kebelet juga. “
“ Kalau aku nggak nikahin dia secepatnya, bisa – bisa keduluan orang. Meskipun dia nggak secantik Amanda Manopo, tapi pesonanya bisa ngalahin pesona Dian Sastro. Nggak sedikit laki – laki yang ngejar dia. “
“ Bucin nih sepertinya pak dokter tampan kita. “ ledek Cakra. “ Dia juga cinta nggak sama kamu ? “ Julio mengendikkan bahunya.
“ Dih, parah. Kamu udah bilang kalau kamu cinta sama dia ? “ kini Cakra memicingkan matanya. “ Jangan bilang, kamu memaksanya menikah tanpa alasan yang jelas. Tanpa ada ungkapan cinta. “ tatapnya curiga. Karena dia tahu bagaimana sifat sahabatnya yang satu ini.
Cakra menepuk keningnya sendiri. “ Yo, perempuan nggak bisa kamu bikin seperti itu. Mereka perlu kejelasan, yang artinya, ungkapan dari kita kaum laki – laki. Perempuan itu mahkluk paling males menafsirkan sendiri sikap kita. “ ucapnya.
“ Ah, aku jadi curiga. Selain nggak bilang apa – apa ke dia, kamu juga tidak berbuat layaknya orang yang sedang mencintai ke dia. “ lanjutnya.
“ Mana aku tahu . “ jawab Julio enteng.
“ Yo, kalau kamu nggak ingin ketikung, lebih baik kamu ikutin saran aku. Kasih dia perhatian lebih. Tunjukkan kalau kamu cinta sama dia. Kamu menginginkan dia. Jangan Cuma yang penting dia udah jadi istri kamu. E lah !! “ saran Cakra. “ Yang sensitif dikit lah jadi laki – laki. Jangan kaku. “ lanjutnya geregetan.
Dan terus berlanjutlah obrolan mereka hingga larut malam, dan akhirnya mereka tertidur di kamar Julio. Cakra menolak tidur di kamar yang satunya sendirian. Cakra memang agak penakut.
__ADS_1
Sedangkan di tempat yang berbeda, Andhara membolak – balikkan tubuhnya mencari posisi tidur yang nyaman. Sudah kelewat tengah malam, tapi ia masih belum bisa memejamkan matanya.
Apakah ini yang namanya rindu ? Ahhh, ternyata benar apa yang di katakan oleh Dylan. Rindu itu berat. Jadi jangan coba – coba untuk merindu.
Galau hati Andhara. Empat malam tidur sendirian membuatnya tidak nyaman. Padahal sebelumnya ia juga selalu tidur sendirian. Cuma saat ia sedang sakit saja si emak menemaninya tidur. Hampir satu bulan menikah dengan pak dokter tampannya, Andhara jadi sedikit melow.
“ Pak dokter lagi ngapain ya ? “ monolog Andhara. Ia kini lebih memilih duduk dengan bersandar pada headboard ranjang sambil menekan – nekan tombol on off ponselnya. Saat layar ponselnya menyala, maka terlihatlah gambar Julio yang sedang tertidur pulas. Andhara tersenyum, ia jadi mengingat kala ia mencuri gambar Julio saat tertidur. “ Kayak maling ayamnya pak RT. “ gumamnya.
“ Abang …. “ lalu Andhara terkekeh. “ Kok geli ya panggil pak dokter pakai panggilan abang ? “ kekehnya. “ Nggak pa – pa lah. Abang … Kangen juga nggak sama Dhara yang imut dan cantik jelita ini ? “ ia berbicara seolah – olah gambar Julio di ponselnya itu adalah nyata.
Dhara membuka aplikasi pesan hijaunya. Lalu ia mengetikkan sesuatu di sana. Tapi ia hanya berani mengetik saja, tanpa berani mengirimkannya.
“ Huft !!! “ Andhara menghembuskan nafasnya kasar dengan bibir bawah maju ke depan sehingga membuat nafasnya berhembus mengenai rambut yang sedikit berantakan di dahinya.
“ Mana mungkin abang dokter kangen sama Dhara ?? “ monolognya kembali dengan wajah yang tiba – tiba berubah sendu. Sambil tangan kanannya menggesek – gesek layar ponselnya. “ Abang pasti kangennya sama tante yang itu. “ ucapnya semakin galau.
Kembali pandangannya ke layar ponsel. “ Eeeh… Eehhh… Kok terkirim ? Kapan gue ngirimnya ?? “ ucapnya panik setelah melihat kalimat yang ia ketik tadi, ternyata terkirim ke suami tampannya.
“ Dasar tangan lucknut !!! “ kesalnya sambil memukul tangannya. “ Nggak sopan tahu nggak mendahului kehendak itu !! “ sungutnya sambil memandang tangannya seolah ia sedang berbicara dengan tangannya itu.
“ Hah, jadi lupa hapus pesannya kan ?? “ umpatnya kembali. Ia lalu melihat layar ponselnya kembali.
“ Ahh, untung belum terbaca. “ ucapnya sambil segera menghapus pesan itu. Karena tergesa – gesa, setelah memencet tombol hapus, jari jempolnya malah kembali berulah. Tanpa sengaja jempol kanan Dhara, memencet gambar telepon.
“ Nah, lo!!! Berulah lagi !!! Dasar !!! “ umpatnya kesal sambil berusaha mematikan panggilan itu.
__ADS_1
“ Huft!! Untung saja masih memanggil. “ ucapnya lega. “ Tidur aja kali ya. Kali aja sekarang udah bisa tidur. Dari pada tangan gue bikin ulah lagi. Bisa habis harga diri gue. “ lanjutnya sambil melempar ponselnya ke sebelah. Lalu ia membaringkan kembali tubuhnya.
Bersambung