Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Ke Jawa Timur


__ADS_3

Seperti biasa yah, jadwal rutin tiap hari Minggu... double up cheeekkk....


Jangan lupa, untuk like, subscribe bagi kalian yang belum subscribe, komen juga ....


__________________________________


“ Baik – baik kamu di perjalanan dan di sana nanti. “ Julio mengingatkan entah yang ke berapa kalinya. Saat ini mereka sudah berada di statsiun.


Dhara mengangguk.


“ Sampai sana, langsung ngabari. “ Dhara kembali mengangguk . “ Ingat. Jangan nakal di sana. “ lanjut Julio.


“ Iya abang. Dhara udah gede. Nggak mungkin nakal. Nggak bakalan ngerepotin siapa – siapa di sana. “ sahut Dhara sudah agak malas dengan semua permintaan Julio. Di pikirnya gue masih anak kecil apa. Pikir Dhara.


“ Nggak sekalian, jangan lupa minum obatnya tiga kali sehari, terus syrupnya di kocok dahulu sebelum di minum. “ dumelnya. “ Udah kayak penjual obat di apotik aja. “ gumamnya.


“ Ck ! “ Julio berdecak mendengar dumelan Andhara. “ Abang Cuma mengingatkan. Abang tahu, kamu udah gede. Kalau kamu kecil, abang nggak mungkin bisa enjoy ngerjain kamu tiap malam. “ lanjutnya dan Andhara langsung mencubit bibir sek_soy miliknya.


“ Mulutnya kalau ngomong suka nggak lihat tempat. “ omel Dhara.


“ Sama. “ sahut Julio. “ Pokoknya, awas kalau di sana nakal godain cowok – cowok di sana ! “ lanjut Julio.


“ Dih ! Emang Dhara penjaja se_ks apa godain cowok – cowok ! “ protes Andhara sambil cemberut.


“ Mulut kamu kan suka ngereceh. “ sahut Julio. “ Suka bikin cowok baper . “


“ Ou … Ou …. “ Dhara tertawa sambil menunjuk – nunjuk di depan muka suaminya. “ Ketahuan nih .. Berarti abang baper ya dulu suka di recehin sama Dhara … Sampai nekat nghalalil Dhara. “ ledeknya.


“ Udah tahu, nanya. “ jawab Julio sambil memalingkan mukanya ke samping karena tidak ingin Dhara melihat wajahnya yang memerah.


“ Maut juga berarti rayuan pulau kelapanya Dhara ya. Sampai – sampai cowok kota, seorang dokter lagi. Kepincut. Haha… “


“ Ck ! “ Julio berdecak.


“ Udah, ah. Dhara mau masuk ke kereta. Kalau ketinggalan keretanya kan nggak lucu tuh, Dhara larian – larian sambil ngejar kereta. Dhara bukan Usain Bolt. Bahkan dia aja nggak sanggup ngejar kereta kalau sampai dia di tinggalin kereta pas lagi sayang – sayangnya. “ kelakar Dhara yang entah apa maksudnya. Julio hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“ Salim dulu. Biar nggak di bilang istri minim akhlak. “ lanjutnya sambil mengulurkan tangan kanannya. Julio menerima uluran tangannya, lalu ia mencium punggung tangan Julio. Julio menarik lehernya, lalu memberikan kecupan cukup lama di kening Andhara.


“ Nggak mau kissing di sini ? “ tanya Dhara sambil mengetuk – ngetuk bibirnya dan menaik turunkan alisnya.


Julio di lawan. Ia yang sekarang sudah bukan ia yang dulu, yang selalu menjaga image dan terkesan dingin. Mungkin pengaruh seorang Andhara sangat besar.


Tanpa basa – basi, ia menarik tengkuk Andhara dan menempelkan bibirnya ke bibir Andhara. Andhara sontak membulatkan matanya kala suaminya menerima tantangan darinya. Padahal Dhara tadi hanya sekedar bercanda.


Bukan hanya sekedar menempel, tapi Julio melu_mat habis bibir Dhara dan membuat Dhara kepayahan. Akhirnya, Dhara mendorong dengan kencang dada Julio untuk melepas pagutannya.


“ Abang, ih !! Malu – maluin. “ ketus Dhara sambil melihat ke kanan dan ke kiri yang memang benar, ada beberapa orang yang sedang memperhatikan mereka.


“ Kenapa marah ? Bukannya kamu tadi yang nawarin ? “ sahut Julio santai sambil mengusap bibir Dhara yang basah.


“ Cih ! Dhara juga Cuma bercanda. Dhara masih sadar, dan ingat, kita hidup di timur. Bukan di barat yang bisa seenaknya cipo_kan di tempat umum. “ ketusnya.


“ Sekarang, mau di barat, mau di timur itu sama aja. Emang kamu nggak lihat di berita – berita atau upload’an orang Korea, China, Taiwan ? Mereka juga orang timur. Tapi berci_uman di tempat umum dengan orang yang belum halal aja, mereka biasa aja. “ ujar Julio. “ Lagian kita juga udah halal. “


“ Abang emang nggak merhatiin, tatapan mereka ? Tatapan mereka tuh seolah olah berkata, Wah, pasti sugar babynya itu. Kalau nggak, tuh cowoknya penganut pedofil. Suka sama anak – anak di bawah umur. “ ledek Dhara.


“ Ah, udah ah. Dhara mau masuk. Tuh, peluitnya udah di bunyiin. “ ujar Dhara. “ Daaa …. Abang sayang …. “ Dhara melambaikan tangan kanannya sambil berjalan menjauh dari suaminya.


Dengan sedikit berlari, Dhara masih tersenyum ke arah sang suami. Kereta memang sudah hendak berangkat.


“ ABANG !! “ panggilnya sambil berteriak. “ MET BOBOK SENDIRIAN YA NANTI MALAM. “ lanjutnya sambil tersenyum lebar. “ MIMPIIN DHARA JANGAN LUPA !! “ senyumnya semakin lebar.


“ DADA ABANG …. “ teriaknya lagi saat ia sudah naik ke dalam kereta yang pintunya belum tertutup.


“ Mmmuacchhh !!! “ ia memberikan ci_uman jauhnya untuk sang suami. Julio hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istri kecilnya yang luarrrr biasa. Bagaimana ia tidak merindukan istri kecilnya itu ?


Baru juga berpisah beberapa menit, hati Julio sudah di landa rindu. Ia memutuskan untuk segera menyelesaikan pekerjaannya dan menyusul sang istri. Kalau perlu, ia akan mengambil kereta malam ini. Biar dia tidak bobok sendirian di rumah malam ini.


.


.

__ADS_1


.


“ Kenapa kamu harus menemui istriku ? “ tanya Julio dengan nada suara dingin dan tatapan yang dingin pula.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Julio segera berangkat ke Ban_dung dan menemui Karen. Ia harus segera menemui perempuan itu sebelum ia menyusul istrinya ke jawa Timur. Ia tidak ingin sampai ada kerikil tajam di dalam rumah tangganya.


“ Oh, Julio … Duduklah dulu. “ Karen tidak mengindahkan pertanyaan Julio. Ia malah dengan senyuman termanisnya mempersilahkan Julio untuk duduk.


“ Aku kemari bukan untuk menumpang duduk. “ ucap Julio. “ Dan aku kemari juga bukan untuk melihat senyumanmu yang membuatku muak. “ lanjutnya.


Karen mengedipkan matanya, ia meremas jari jemarinya. Jika bukan sengaja ia tahan, mungkin air matanya sudah luruh melihat sikap dingin laki – laki yang cintai selama beberapa tahun lamanya.


“ Maaf ! Aku hanya ingin berkenalan dan mengobrol dengan istrimu. “ jawab Karen. “ Perempuan yang tidak layak menjadi pendampingmu. “ gumamnya.


Mata Julio memicing. “ Lalu menurutmu, kamu, yang layak jadi pendampingku, begitu ? “ Julio tersenyum mengejek. “ Jangan terlalu banyak berkhayal. “ sarkasnya.


“ Julio … Kamu berubah sekarang. “ lirih Karen.


“ Iya. Aku memang berubah. Tapi itu hanya sama kamu. “ kembali Julio menjawab dengan jawaban yang begitu menusuk.


“ Julio … Please … Aku sangat menyayangimu. “ Karen mulai mengiba. Ia hendak menyentuh tangan Julio, tapi Julio segera menepisnya. Sudah tidak ada lagi sekarang kesempatan untuk memegang. Apalagi memeluk.


“ Please … Kasih kesempatan untuk cintaku, Lio. “ pinta Karen. Kini air matanya sudah mulai luruh.


Kembali Julio tersenyum remeh. “ Di saat aku masih sendiri saja, dirimu tidak berhasil menduduki hati dan hidupku. Apalagi sekarang . Hati, pikiran yang ada pada diriku, semuanya sudah milik istriku. Tidak akan aku biarkan semut sekecil semut merah saja mengusik rumah tanggaku. “ ucapnya.


“ Jadi, kali ini, terakhir kali aku menemuimu. Aku hanya ingin mengatakan, jangan pernah membuatku memunculkan rasa benci terhadapmu. Jadi biarkanlah hatiku tetap tidak merasakan apapun kepadamu. “


Karen menggeleng. “ Tidak, Julio. Tidak ! Aku mohon, jangan berkata seperti itu. Aku sangat mencintaimu. Aku sanggup melakukan apapun untuk memilikimu, Julio. “ ucapnya dengan derai air mata.


“ Sudah aku katakan kepadamu. Selama ini, aku tidak pernah punya perasaan apapun terhadapmu. Jadi, biarkanlah seperti itu. Karena jika kamu berusaha merubah perasaanku, maka hanya rasa benci yang akan tumbuh di hatiku untukmu. “ Julio sudah mulai muak dengan temannya yang satu ini.


Tidak ingin berlama – lama satu ruangan dan satu udara dengan perempuan yang hendak menghancurkan rumah tangganya, Julio pergi keluar dari ruang praktek Karen tanpa berpamitan.


Lagian, ia juga harus segera ke stasiun untuk pergi ke Jawa Timur menyusul sang istri. Dhara tadi sudah memberinya kabar, jika ia sudah sampai di rumah pakdenya yang meninggal. Dan beberapa menit dari kedatangannya, jenasah pakde dikebumikan.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2