Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Daster


__ADS_3

Tak terasa, kini usia kandungan Andhara sudah memasuki usia tujuh bulan. Dan hari ini, rumah Julio di dekorasi sedemikian rupa untuk acara tingkeban tujuh bulanan.


Sebenarnya Andhara tidak begitu setuju dengan adanya acara ini. Dia maunya acaranya di buat sederhana saja. Tapi sang ibu mertua kekeh menginginkan acara tujuh bulanan ini di buat mewah dengan mengundang banyak tamu.


Bukan karena ingin menghura – hura uang atau ingin terlihat gaya di depan orang. Bu Lestari sengaja membuat acara tujuh bulanan ini besar – besaran karena beliau ingin membuatkan sebuah pesta untuk sang menantu.


Beliau merasa kasihan karena Andhara tidak mendapatkan pesta pernikahan yang layak. Julio hanya meminang Andhara dengan mengucap ijab qobul saja.


Sebenarnya Andhara tidak mempermasalahkan hal itu. Dirinya bukanlah perempuan yang gila kedudukan dan kemewahan. Sudah cukup baginya menjadi bagian penting dalam hidup seorang Julio.


Setelah perdebatan panjang antara Bu Lestari dan Andhara dengan Bu Lestari yang mengatakan jika dirinya hanya mempunyai seorang anak, sedangkan Pak Siswo yang mantan seorang camat, dan mempunyai banyak koneksi dan kerabat juga sahabat, akhirnya Andhara mengalah dan menerima semua rencana mertuanya.


“ Assalamu’alaikum … “ seseorang mengucap salam dari depan rumah.


Semua orang di rumah itu sedang sibuk hari ini mempersiapkan perhelatan akbar menurut bunda Lestari.


“ Waalaikum salam. “ jawab Bi Sum dan Andhara berbarengan.


“ Siapa ya yang datang jam segini ? Masak catering jam segini udah datang. “ gumam bi Sum sambil hendak berdiri dan meninggalkan pekerjaannya yang sedang membuat rujak.


“ Biar Dhara aja bi. Bibi lanjutin aja kerjaan bibi. “ larang Dhara sambil mencoba berdiri dari duduknya dengan susah payah karena ukuran perutnya yang begitu besar.


“ Duh, neng. Udah biar bibi aja. Neng duduk aja di sini. “ tolak bi Sum.


“ Bi, Dhara dari tadi diem mulu di sini. Bosen tau bi. “ sungut Andhara. “ Biar aja Dhara yang lihat siapa tamunya. Sekalian Dhara biar bisa jalan – jalan. Kalau di buat diem terus kayak gini, kaki Dhara makin kaku rasanya. “ lanjutnya.


Bibi tetap berdiri meninggalkan pekerjaannya, tapi bukan untuk melihat tamu yang datang. Tapi membantu Andhara berdiri dari duduknya. Karena nyonya kecilnya itu memang sedikit kesulitan untuk melakukan aktivitas.


Biasanya sang suami yang akan membantunya. Tapi hari ini, suaminya itu sedang keluar untuk menemui penjual bunga yang di pesani oleh bunda Lestari.


“ Bisa neng ? “ tanya bi Sum setelah Andhara berdiri dari duduknya dan hendak melangkah.


“ Bisa lah bi. Kaki Dhara kan masih utuh. Masak jalan dari sini ke sana aja nggak bisa. “ sahut Dhara sambil menunjuk ke arah luar.


“ Hati – hati ya neng. “ pesan bi Sum.


Andhara mengangguk sambil mulai melangkah meninggalkan bi Sum menuju keluar.


“ Assalamu’alaikum. “ sapa tamu itu lagi.

__ADS_1


“ Waalaikum salam. “ jawab Andhara. “ Mau cari siapa ya ? “ tanyanya ketika ia melihat siapa yang datang dengan muka datar.


“ Anda kenal Andhara Nurmalia ? Cewek, tapi tomboy, dan suka seenaknya sendiri jika berbicara, super absurb kelakuannya. Oh ya satu lagi, perutnya buncit seperti orang yang mengidap busung lapar. “ tanya tamu itu yang terasa pedas bak cabe se_tan.


Andhara menggeleng. Ngajakin gelut nih pada. Batin Andhara geram.


“ Maaf, kami sedang sibuk. Hari ini, kami libur bersedekah. Nggak ada recehan juga. “ ucapnya tak kalah pedas. “ dan sepertinya di sini, tidak ada orang seperti yang loe sebutin tadi. “ lanjutnya masih dengan wajah datar.


“ Anjj*rrrr !!! Kita di katain mau minta sumbangan ! “ umpat salah satunya yang lain dengan muka kesalnya.


“ Balik yo balik !! “ timpal yang lainnya lagi.


“ Dih, pada lagi PMS ya ? Lagian siapa tadi yang bikin kesel duluan ?? “ sahut Andhara ketus pura – pura merajuk.


“ Ck ! Bontot …. Loe nggak ngehargain kita banget sih ! Udah di bela – belain kesini meskipun jadwal manggung gue lagi penuh juga. “ protes yang satunya lagi.


“ Noh, loe nggak lihat, gimana perjuangan si Eko biar dapet ijin sehari Cuma buat dateng kesini ? “ lanjutnya heboh.


Andhara tersenyum, lalu merentangkan kedua tangannya lebar – lebar. “ Miss you guyssss ….. “ pekiknya yang langsung di sambut oleh Lila dan Eka. Mereka berpelukan bertiga.


“ Son, loe ga kangen ma gue ? Tega loe Son nyuekin ibu hamil yang kece badai kek gini. “ ujar Dhara ke Soni setelah pelukannya dengan kedua teman gadisnya lepas.


Soni mendekat. “ Apa kabar loe ? Makin gemoy aja. “ tanyanya sambil menatap Andhara dari atas ke bawah, dan kembali lagi ke atas.


“ Iyalah makin gemoy gue. Loe nggak lihat nih, hasil karya laki gue makin gede aja di sini. “ jawab Andhara sambil mengusap perutnya.


“ Loe nggak mau peluk gue, gitu Son ? Gue pengen loh di peluk sama loe. “ pintanya dengan menunjukkan puppy eyes nya dengan mata sembabnya karena tadi dirinya memang menangis.


“ Takut gue di bawain golok sama laki loe. “ jawab Soni.


“ Loe tenang aja. Golok laki gue udah gue taklukin. Loe nggak lihat nih, hasil dari golok laki gue. “ jawab Andhara absurb.


“ Dih, nih anak punya laki omongannya makin nggak jelas. “ protes Lila.


“ Ck ! Pikiran loe aja yang nggak jelas Lo. “ sahut Andhara. “ Son, beneran nih, double D pengen di peluk sama omnya. Yang katanya sekarang menjelma jadi seorang Casanova. Makanya jarang berkabar. Sibuk cari merpati mulu. “ rengeknya sambil merentangkan kedua tangannya di depan Soni.


“ Loe mau. Anak – anak gue pada ileran karena keinginannya nggak di kabulin sama omnya ? “ lanjutnya karena Soni masih tidak bergeming.


Soni mendekat sambil menghela nafas kasar. Ia meraih tubuh gemoy sahabatnya itu, dan ia peluk. “ Kalau sampai laki loe marah, loe tanggung jawab sendiri ya. “ ucapnya seraya mengusap punggung Andhara.

__ADS_1


Air mata Andhara kembali meleleh.


“ Gue nggak nyangka kalian pada datang kesini. “ ucapnya terharu.


“ Jangan nangis lah wahai bumil. Masak entar ponakan – ponakan gue pada lebay karena pas hamil, emaknya nangis mulu. “ protes Eka sambil merangkul Andhara.


“ Gue tuh terharu tahu nggak sih. “ saut Andhara sambil mengusap air matanya.


“ Laki loe yang ngundang kita – kita kesini. Katanya, hari ini ada acara tujuh bulanan loe. “ Putra menyahut.


“ Thank you ya. “ ucap Andhara. “ Masuk yuk. Kan kalian mau bantuin bibi bikin rujak sama es cendol. “ kekehnya.


“ Ck ! “ Soni dan Putra berdecak bersamaan.


“ Gue pikir loe bakalan pakai daster kayak emak – emak gitu, Ra. “ ucap Lila sambil memperhatikan penampilan Andhara yang saat ini sedang mengenakan celana hamil dengan atasan kaos milik suaminya yang kini terlihat pas di tubuhnya.


“ Ck ! males gue pakai daster. Berasa kayak ibu – ibu yang suka nyinyir. Gue kan ibu hamil milenial. Udah abad 21 woy. Masak hamil masih aja pakai daster. “ sahut Andhara.


Bersambung


Hai hai hai ........... Epribadehhhh....


Othor cuma mau bilang aja sih dikit ... sekalian promo ... hehehe .... boleh dong ya ...


Guys, sambil kalian nungguin up nya neng Dhara ma dokter Julio, kalian bukalah akun othor... terus sambil nunggu lapak sini update, kalian bisa baca karya othor yang udah pada tamat... nggak kalah kocak loh sama neng Dhara...


🧚 My handsome police


🧚 Om Dokter Saranghae


🧚 Cinta datang karena terbiasa


Ada juga yang bikin baper ...


🧚 Maafkan aku, Cinta


🧚 Mencintaimu Setulus Hatiku


jangan lupa, like, sama subscribe ya kalau udah mampir.... Thank you soooooo much, epribadehhhh... Lop yu pulllll.....

__ADS_1


__ADS_2