Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Door prize


__ADS_3

“ Om, jangan dorong – dorong dong ! “ ketus Lila saat tubuhnya terdorong seseorang ketika ia mencoba menangkap saweran yang menggiurkan bagi Lila.


Bagaimana tidak menggiurkan, jika tadi dirinya sempat mendengar kalau kertas yang di linting kecil – kecil itu isinya sungguh wow. Ada tiket pesawat ke Bali pulang pergi, ada sepeda gunung, ada logam mulia, ada voucer makan gratis di restorant fastfood berlogo huruf M.


“ Makanya situ mending mundur aja. Masih kecil mah di belakang aja. “ sahut orang yang di panggul Lila om – om itu.


“ Dih, harusnya om tuh yang nyingkir ke belakang. Udah tua juga. Nanti encoknya kumat loh ! “ balas Lila tak kalah pedas.


“ Tua – tua begini pengalamannya banyak kalau Cuma nangkep beginian. “ balas om – om tadi lagi.


“ Kaki gue woyy main injek aja. “ kini terdengar suara Eka memekik. Terlihat si Soni malah tersenyum cengengesan.


“ Sorry, say. Kagak kelihatan. Yang kelihatan di mata gue Cuma tiket ke Bali. “ jawab Soni.


“ Dasar ! “ Eka menjitak kepala Soni.


“ Jangan pada berisik napa ? Tuh, udah mau di lempar sawerannya. “ protes Putra. Dan bersiap – siaplah mereka kala bunda Lestari telah mengambil segenggam saweran yang entah apa saja isinya.


Byurr


Srak … Klinting …


Bunyi saweran mendarat di atas lantai.


“ Mama …. Nanda dapet … “ teriak seorang gadis kecil ke mamanya yang berada di belakangnya.


“ Dik, mau kakak tuker nggak ? Itu kan Cuma kertas. Nih, kakak dapet uang loh. Bisa buat jajan. “ ujar Soni yang berada di dekat gadis kecil itu.


Ia melihat, gadis kecil itu mendapatkan sebuah lintingan, yang bisa Soni pastikan jika isinya pasti lebih menggiurkan ketimbang uang yang ia dapatkan. Iyalah jelas lebih menggiurkan. Soalnya Soni hanya berhasil menangkap beberapa uang koin gopekan.


Si gadis kecil langsung menyembunyikan lintingan yang ia dapatkan tadi di belakang punggungnya sambil menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


“ Adik, itu Cuma kertas yang di linting loh. Nggak bisa buat jajan. Meningan ini. Bisa buat beli cilok noh di depan komplek. “ Soni masih tak gentar membujuk si gadis kecil sambil memperlihatkan beberapa uang koin yang berada di atas telapak tangannya. Tapi si gadis kecil tetep kekeh menggeleng.


“ Kakak tambahin deh. Biar bisa beli ciloknya banyakan. “ rayu Soni kembali sambil merogoh uang lima ribuan dari dalam kantong celananya.


“ Buat apa uang segitu. Nggak cukup buat beli es cream di Mc_D. “ ujar si kecil lalu berlari meninggalkan Soni yang menatapnya merana.


“ Udah, kasihan tuh anak kecil. Udah loe modusin aja. “ ledek Eka. “ Meningan loe siap – siap lagi deh. Tuh, si emak bakalan lempar saweran lagi. “ lanjutnya.


“ Tahu gini tadi gue bawa sarung. Gue gelar deh di sini. Biar nggak kececer kemana – mana tuh saweran. “ gerutu Soni.


Suasanan semakin lama semakin heboh dan ramai. Apalagi saat Julio mengambil microphone dari pembawa acara dan mengumumkan agar para tamu undangan memperhatikan nomer yang berada pada meja masing – masing tamu.


Di balik taplak, ada tulisan nomer – nomer. Dan nomer – nomer itu, akan Julio undi, dan bagi yang beruntung, bisa mendapatkan hadiah door prize yang tak kalah menggiurkan dari isi saweran tadi. Sebuah motor matic yang sedang marak saat ini di luaran sana, dan sebuah gadget dengan harga yang lumayan fantastis.


“ ABANG !! “ panggil Dhara di riuhnya para tamu membuka taplak meja masing – masing. Julio menoleh ke arah sang istri. Kira – kira hal absurb apalagi yang akan istrinya lakukan sekarang.


“ Meja Dhara kok ga ada nomernya ? Abang ambil ya ? “ tanya Andhara yang membuat para tamu undangan ada yang melongo takjub, ada yang tersenyum, bahkan ada yang tertawa terbahak – bahak. Siapa lagi jika bukan genk rusuhnya.


“ Ra, kebangetan loe. Tuan rumah loe tuh ! Masak iya loe juga mau ikutan undian door prize ?? “ protes Soni.


“ Ck !! “ kembali lagi, Dhara hanya bisa berdecak kesal karena sedari tadi ia hanya bisa menyaksikan keseruan di depannya tanpa bisa ikut dalan keseruan itu.


.


.


.


“ Ngapain abang lihat – lihat ?? “ sarkas Andhara yang masih kesal dengan sang suami yang tidak mengijinkannya mengikuti rangkaian acara saweran tadi, di tambah lagi, dirinya tidak kebagian nomer undian untuk door prize.


Memang semenjak tadi Julio terus memperhatikan dirinya mulai saat ia berganti baju hingga sekarang dirinya sudah mengenakan baju tidur longgar bergambar Pokemon.

__ADS_1


“ Awas, bilang Dhara gendutan ! “ sarkasnya kembali yang membuat Julio terkekeh. “ Ini ulah abang!! Tiap hari di kompain mulu kayak balon. Bisa – bisa tubuh Dhara meletus kayak balon hijau. “ lanjutnya masih dalam mode sewot.


“ Bagus dong kalau kamu gendutan jadi istri abang. Berarti kamu bahagia jadi istri abang. Nggak kerempeng lagi kayak triplek. Sekarang kamu jadi lebih berisi. “


“ Iya. Berisi bayi. Mana dua lagi. “ ketus Andhara.


“ Ga ikhlas nih ceritanya ? “


“ Siapa bilang nggak ikhlas. Kalau Dhara teh nggak ikhlas bawa nih otong dua di perut kayak gini, nggak mungkin mereka berkembang dengan pesat. “


“ Makasih ya kesayangannya abang. “ Julio memeluk tubuh berisi istrinya. Menghujaninya dengan banyak kecupan di kening, lalu di mata, di hidung, di pipi, di dagu, hingga yang terakhir hinggap di bibir.


“ Abang ihh !! Geli !! “ pekik Andhara sambil mendorong dada Julio karena ia merasa geli saat rambut – rambut halus sang suami yang berada di pipi juga dagunya menggesek – gesek wajahnya.


“ Cantik . “ satu kata terucap dari mulut Julio yang menggambarkan perasaanya terhadap sang istri.


“ Gombal ih ! “ protes Andhara. “ Abang kenapa sih hari ini ngumbar recehan mulu ? “ lanjutnya.


“ Tapi kamu suka nggak ? “


“ Suka dong. “ jawab Andhara cepat. “ Apalagi kalau Dhara juga di kasih door prize. “ lanjutnya sambil menengadahkan telapak tangan kanannya.


“ Masih inget aja. “


“ Inget lah. Otak Dhara kan punya kapasitas daya ingat yang cukup besar. “ jawabnya. “ Emang tadi isi door prize nya apa ? “


“ Gadget berlogo buah apel bolong. “


“ Ha ? “ Dhara melongo, tapi sebentar kemudian, “ Mauuuuuu “ pekiknya. Julio selalu di buat speechless oleh istri absurb nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2