Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Bau asyem


__ADS_3

Siap – siap genkkksss…. Bocil di larang menengok atau mengintip. Awas bintitan … Bocil skip bae ya …


Buat emak – emak, mending bacanya kalau malem, pas suami udah pulang kerja. Jadi habis baca ini bisa langsung di praktekin … Cuma sayangnya othor update nya kepagian...


Tetap harap bijak saat membaca ya genkkss …


.


.


Merenung di dalam kamar mandi. Itulah yang sedang Andhara lakukan saat ini. Apakah ia memang pantas mendampingi Julio ? Apakah ia memang pantas menjadi pilihan Julio ? Itulah yang Andhara pikirkan semenjak tadi.


Ia ingat, begitu banyak perempuan, mulai dari yang masih bocil sepertinya, sampai yang sudah bergelar jendes, meng-elu elukan Julio. Seperti contohnya, tante – tante ia lihat menemui Julio dulu.


Perempuan matang, cantik, punya penghasilan sendiri. Lalu Bu Indri, meskipun sedikit gan_jen, tapi wajahnya lumayan mumpuni. Apalagi ia juga seorang ASN. Tiap tanggal 17, ia memakai seragam KORPRI.


Sedangkan dia, apalah dia. Perempuan nggak jelas. Apa yang bisa ia banggakan ? Tiba – tiba rasa percaya dirinya merosot hingga ke dasar laut teritorial. Ah, berani terbang tinggi karena cinta, memang harus siap terjatuh, terjerembab, sampai nyungsep di lubang kotoranpun harus siap.


Tok .. Tok … Tok … Pintu kamar mandi di ketuk dari luar.


“ Dhara, kamu kenapa lama di kamar mandi ? Kan Cuma gosok gigi. “ Julio mengetuk pintu dan bertanya karena Dhara berada di dalam kamar mandi sudah hampir setengah jam lamanya.


“ Hah ? “ beo Andhara terkejut karena sedari tadi ia hanya melamun. “ Bentar bang … Bulu sikatnya nyangkut di gigi. “ jawabnya sambil buru – buru mengeluarkan pasta gigi dan di taruh di atas sikatnya.


“ Jangan lama – lama, udah malam. Nanti masuk angin. “


“ hem. “ Andhara menjawab sambil menggosok giginya.


Tak berselang lama, Andhara keluar dari dalam kamar mandi dengan raut wajah agak murung.


Julio menghampiri, “ Kamu kenapa ? Perasaan tadi muka kamu cerah secerah mentari pagi. Kenapa sekarang jadi mendung ? “

__ADS_1


“ Cuaca aja bisa tiba – tiba berubah kok. “ jawab Andhara sambil hendak melanjutkan langkah kakinya.


“ Cuaca cerah berubah mendung karena awan menutupi cahaya matahari. Dan wajah kamu, apa yang menutupinya sehingga wajah kamu terlihat kelam ? Hem ? “ Julio berbicara lembut sambil meraih pinggang Andhara sehingga kini tubuh mereka saling bergesekan dan menempel.


Tindakan tiba – tiba Julio membuat Andhara terkejut. Ia sontak menaruh kedua tangannya di depan dada Julio. Jantungnya sudah menghentak layaknya music yang sedang di mainkan oleh DJ.


Matanya memandang wajah Julio lekat. Sebenarnya ia malu saat ini, tapi matanya tidak mau di ajak bekerjasama. Ia seharusnya menunduk, tapi matanya mengajaknya mendongak untuk memandang pahatan indah dari sang pencipta dalam wajah suaminya.


“ Kenapa, hem ? “ tanya Julio mengulangi pertanyaannya tadi. “ Abang kan udah setuju besok kita kencan. Lalu, apa yang membuat kamu bersedih ? “


“ Tiba – tiba aja, kepedean Dhara hilang entah kemana. “ Julio mengernyit mendengar jawaban Andhara. Dhara terlihat menghela nafas kasar. “ Dhara ngerasa sangat kecil kayak kutu di rambut. Susah buat di cari dan di lihat. “


“ Kamu ngomongin apaan sih ? “ Julio makin tidak mengerti.


“ Dhara nggak PD bang, bersaing sama cewek – cewek yang ngantri buat dapetin abang. Teman abang yang tante – tante kemarin itu, cantik banget, anggun. Nah Dhara apa ? Boro – boro anggun. Bar – bar iya. Terus Bu Indri, meskipun agak lenjeh alias gan_jen, tapi tampangnya lumayan lah. Belum lagi ciwi – ciwi lainnya. “ lirih Andhara sambil menunduk, dan memainkan kaos Julio bagian dadanya.


“ Siapa yang nyuruh kamu bersaing dengan mereka? “ tanya Julio. Andhara kembali mendongak. “ Tidak ada. Karena kamu nggak perlu bersaing ataupun mengantri. Kamu, adalah pilihan abang. “ Julio makin mengeratkan pelukannya pada pinggang Andhara dengan sedikit menyentak, hingga dada Dhara menghimpit dada Julio.


Gelenyar geli mulai merambat di tubuh Andhara. “ Bau asyem … “ kekeh Julio mencoba menghilangkan rasa aneh yang tiba-tiba menghantui dirinya.


“ Hisss... Abang mah awalannya udah romantis, eh... belakangnya bikin nangis !! " protes Andhara sambil bibir mengerucut dan memukul pelan dada Julio.


" Abang, jangan kayak gini, ihh … “ protes Dhara sambil berusaha mendorong dada Julio ketika Julio kembali mengendus lehernya. “ Nanti bukan Cuma Dhara yang khilaf. Tapi abang juga bisa ikutan khilaf. “ lanjutnya.


Julio terkekeh. Sebenarnya bukan Cuma Dhara yang merasa tubuhnya memanas. Tapi Julio pun sama. Bukannya menjauh, Julio malah makin mendekatkan wajahnya ke Andhara.


Ia mulai mengendusi leher Andhara dengan hidung mancungnya. Situasi dan kondisi sepertinya sedang berpihak pada Julio. Cuaca yang tadinya terang benderang, tiba – tiba berganti dengan hujan.


Rumah yang sepi, yang hanya di huni oleh dua anak manusia itu, membuat Julio lupa jika Andhara masih seorang siswi berseragam abu – abu. Tapi kembali lagi, ia tidak akan di cap pemer_kosa bukan ? Karena mereka telah mempunya label halal.


Pori – pori kulit Andhara terasa melebar karena merinding disko oleh perlakuan Julio. Di barengi oleh tubuhnya yang tiba – tiba melemas, seluruh tulang – tulangnya seakan menghilang dari tubuhnya hingga tubuhnya hampir meluruh. Untung saja Julio memeluk pinggangnya erat.

__ADS_1


Gigitan kecil menimbulkan ruam di leher seperti habis di gigit vampire. Kulit sawo matang Andhara yang biasanya mulus tak berbercak, kini terlihat memerah di beberapa bagian.


Pak dokter natchkal ihh !! pekik Dhara dalam hati. Tapi tubuhnya tak sepemikiran.


Tak berhenti hanya di leher. Kini bibir Julio yang bak semut, beralih ke bibir Andhara. Layaknya seorang vampire, ia menyesap dan melu_mat bibir mungil Andhara. Tangan kanan Julio beranjak naik ke atas dan menahan tengkuk Andhara untuk memperdalam ciu_mannya. Dan tangan Andhara kini sudah mengalung sempurna pada leher Julio.


“ Abang lapar. Abang mau memakanmu sekarang. “ ucap Julio berat dengan mata berkabut gai_rah memandang mata Andhara yang sama seperti dirinya.


Tanpa menunggu persetujuan dari Andhara, Julio mengangkat tubuh Andhara dan di bawanya ke ranjang. Lalu ia mengungkungnya di sana.


Belum lagi pikiran dan akal sehat Andhara kembali, Julio sudah kembali menyerang bibinya jauh lebih ganas dan panas dari tadi. Tangan Julio juga tidak tinggal diam.


Tangan kirinya, ia gunakan untuk menopang tubuhnya supaya tidak terlalu menghimpit tubuh ramping sang istri, dan tangan kanannya ia gunakan untuk melepas kancing piyama Andhara hingga semua kancing itu terlepas dan menampilan aset kembar sang istri yang masih tertutup kaca mata berwarna navy.


Tangan itu mulai merambat naik ke da_da dan memberikan pijatan kecil di kedua aset Andhara bergantian. Sensasi baru yang belum pernah Dhara rasakan sebelumnya membuat tubuhnya kepayahan.


Tidak mau menunggu lama, tangan Julio menelusup ke belakang punggung Andhara untuk melepas pengait kaca mata itu, dan membuangnya ke sembarang arah kala kaca mata itu sudah terlepas.


Julio menghentikan permainan bibirnya di bibir Andhara. Matanya melirik kecil ke bagian da_da istrinya. Memenuhi keingin tahuannya tentang dua benda kembar itu. Apakah bentuknya benar – benar sama dengan yang pernah ia lihat di majalah dewasa ? Andhara menarik kedua tangannya untuk menutupi kedua asetnya karena malu.


“ Itu milikku. Jadi jangan di tutupi. “ ucap Julio tegas sambil memaksa Andhara untuk menyingkirkan tangannya dari sana.


Lalu ia menurunkan kepalanya, dan kini bibirnya bermain di salah satu aset Andhara, memberikan tanda kepemilikan di sana, dan tangannya mere_mas aset yang satunya.


Julio merasa aset kembar istrinya sangat pas di tangannya. Meskipun Andhara mempunyai tubuh yang ramping, tapi aset kembarnya lumayan berisi. Mungkin salah satu efek dirinya rajin berolah raga.


Andhara yang tidak tahan dengan sensasi yang Julio berikan, ia meremas dan menjambak rambut Julio sambil memelintingkan tubuhnya.


“ Bang ,.. awashh … Dhara pengen pipis ! “ ucapnya kepayahan menahan sensasi gelenyar aneh tapi memabukkan.


Bersambung

__ADS_1


Maaf ya genkkss … Adegan 18+ nya othor cut dulu … Capek jari dan hati othorrr … Mending nyari suami dulu … Besok kita lanjut lagi, okeh ???


__ADS_2