Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Ending


__ADS_3

Pagi yang cerah menyapa ibukota. Emak dan bunda Lestari sibuk memasak sarapan pagi di dapur. Sedangkan Andhara, pagi ini ia bangun sangat pagi dan segera mengurus si kembar. Aktivitas yang selama hampir satu minggu ini tidak ia lakukan karena selalu bangun kesiangan.


Memandikan si kembar, menjadi hal yang begitu menyenangkan untuk seorang Andhara Nurmalia pagi ini. Si kembar juga nampak bahagia pagi ini di urus oleh ibunya sambil bermain air di dalam kamar mandi.


Sedangkan Julio, menggantikan Andhara. Entah kenapa, pagi ini rasanya ia sangat enggan bangun. Matanya terasa seperti di lem menggunakan lem plafon. Begitu rekat.


" Nah, anak anak ibu udah cantik sama ganteng nih. Kita keluar yuk. Cari nenek sama oma. Opa juga. Tapi bukan oppa oppa yang di Korea ya. Hehehe.... " kekeh Andhara sembari menggendong si kembar di sisi kiri dan kanan.


Si kembar saling melilitkan kedua tangan mereka di leher sang ibu sambil sesekali berebut.


" Eh, anak ibu kan kembar. Jadi nggak boleh saling berebut, oke? " ucap Andhara.


Ia berjalan keluar, membuka pintu lebar-lebar menggunakan kakinya karena kedua tangannya ia gunakan untuk menopang tubuh si kembar.


" Pagi nenek.... "


" Pagi Oma.... "


Sapa Andhara ke kedua ibunya dengan suara mirip anak kecil.


" Eh, udah pada cantik sama ganteng cucunya nenek. " emak Komsah menoleh ke belakang dan mencium pipi si kembar bergantian.


" Ya ampun Ra... Kok kamu gendong mereka bersamaan sih? Kalau ada sesuatu sama ba-" ucapan bunda Lestari terhenti karena emak Komsah menyenggol lengannya. Dan beliau langsung tersadar jika dirinya hampir keceplosan.


" Selama ini juga sering kali bund, Dhara gendong mereka barengan kek gini. "


" Ya ... mereka kan udah makin besar. Pasti makin berat, Ra. " bunda Lestari beralasan.


" Nggak kok. Iya nggak sayang? " Andhara menoleh ke kanan di kiri ke si kembar tentu saja, lalu mengecup ringan pipi mereka bergantian.


" Sini Arisa sama Oma. Kita ke rumah opa. Opa pasti seneng deh jagain kalian. " ucap bunda Lestari lalu mengambil si kecil Arisa dari gendongan ibunya.


Pagi ini, mereka berencana sarapan di rumah Julio yang berada satu pekarangan dengan rumah Pak Siswo.


" Sekalian ayah di minta jagain dua-duanya bisa kan bund? Dhara mau bangunin Abang. " tanya Andhara.


" Bisa lah. Ayah pasti seneng malahan. " jawab bunda Lestari.


.


.


.


" Lah, kok masih belum bangun? " ujar Andhara kala memasuki kamarnya dan masih mendapati sang suami yang tetap bergelung dengan selimut.


" Tumben si abang bangunnya sampai kesiangan gini. " imbuhnya seraya menghampiri ranjang sambil melihat ke jam yang menempel di dinding. Sudah jam setengah 8.


" Bang.... Abang.... " Dhara berusaha membangunkan suaminya, tapi sang suami masih tak bergeming.


" Abang... Bangun.... " ulangnya. " E lah, susah bener. " gumamnya.


Cup


Cup


Cup


Andhara mengecup seluruh wajah suaminya, dan berhasil membuat suaminya mengerang dan menggeliat. Perlahan, kelopak matanya mulai terbuka.


Andhara tersenyum manis kala melihat suaminya membuka mata meskipun masih terlihat berat dan melihat ke arahnya. " Morning, abang. " ucapnya, lalu mengecup kening sang suami.


" Aaaaaaaaa..... " jerit Andhara kala tubuhnya di tarik sang suami secara tiba-tiba dan di peluknya erat.


" Abang... Jangan kek gini. " keluh Andhara.


" Bentar aja. " jawab Julio dengan suara serak khas bangun tidur. Ia kembali memejamkan matanya.


" Lah, kok tidur lagi. " ujar Andhara kala melihat kedua mata suaminya yang kembali tertutup.


" Sebentar aja, sayang. Masih ngantuk. " ujar Julio.


" Abang semalem tidur jam berapa sih? Kok tumben jam segini masih ngantuk? Emang abang nggak kerja? Udah siang loh ini. Udah jam setengah 8. Biasanya jam 8 Abang udah siap-siap mau berangkat kerja. " cerocos Andhara.


Julio membuka kembali matanya, lalu sedikit menunduk guna menatap wajah cantik sang istri.

__ADS_1


" Abang mau sama kamu seharian ini. Abang udah ngajuin cuti. " ucapnya.


" Enaknya... Males kerja tinggal ngajuin cuti. Dhara harus kuliah bang nanti siang. " jawab Andhara.


" Abang anterin, terus abang tungguin sampai kuliah kamu selesai. "


" Haiss... Tumben abang manisnya kek gulali gini. "


Cup


Andhara mendaratkan sebuah kecupan di rahang suaminya.


" Mending buruan abang bangun, terus mandi. Kita sarapan. Perut Dhara udah keroncongan. Cacing - cacingnya udah pada demo. Mengeluarkan aspirasi mereka. " ucap Andhara yang membuat Julio terkekeh dan melepas belitan tangannya di tubuh sang istri.


Andhara buru-buru bangun saat tangan sang suami lepas dari tubuhnya.


.


.


.


" Pagi semuanya. " sapa Julio kala melihat semua orang sudah berkumpul di meja makan. Tak lupa, si kembar juga sudah ada di sana, duduk di kursi khusus untuk mereka.


" Pagi. " jawab ayah, bunda, juga emak.


" Tumben bangunnya siang? " tanya ayah.


" Nggak tahu nih yah. Rasanya males banget bangun. " jawab Julio.


" Pasti semalam begadang. " lanjut ayah sembari menggoda.


" Ayah salah besar. Semalam hari libur. " sahut Julio sambil melirik kesal ke arah sang istri. Ya, dirinya kesal lantaran sang istri hanya mengajaknya bermain-main.


Dan di saat dirinya sudah benar-benar on fire, Andhara menjauh dan tertidur tanpa rasa bersalah sedikitpun. Alhasil, ia harus terbangun sepanjang malam karena rasa yang tidak nyaman juga kepala yang mendadak terasa pening.


Dengan sikap tak bersalahnya, Andhara melayani Julio. Mengambilkan makanan juga minuman untuk suaminya itu.


Sedangkan pak Siswo sudah menahan tawanya kala melihat raut wajah putranya.


" Pagi, kesayangan ayah. " Julio menyapa si kembar sambil mengecup pipi si kembar bergantian.


Usai sarapan, semua berkumpul di ruang tengah rumah Julio. Mereka mengajak Andhara untuk berbicara membahas sesuatu.


" Ini kenapa mukanya pada tegang gini sih ? " tanya Andhara sembari memberikan mainan untuk anak - anaknya.


" Duduk dulu sini, sayang. " ajak Julio menepuk sofa kosong di sebelahnya.


Andhara menurut. Ia duduk sambil mengernyit, seolah bertanya ada apa?


" Ada sesuatu yang penting kah? " tanyanya.


" Sayang, apa yang kita semua mau sampaikan ini ada kaitannya sama kondisi tubuh kamu akhir-akhir ini. " ujar bunda Lestari.


" Ha? " Andhara terkejut. Ia menoleh ke arah Julio. " Dhara sakit parah ya bang? Abang nggak bisa nyembuhin? " tanyanya.


Julio tersenyum sambil menggeleng. " Bukan sayang. Bukan seperti itu. Kamu nggak sedang sakit apapun. " jelasnya.


" Terus, aku kenapa? " kini Dhara menatap bingung ke semua yang ada di sana satu persatu.


" Tapi kamu janji dulu, jangan histeris dengan apa yang akan abang sampaikan. " pinta Julio sambil menggenggam tangan Andhara.


" Ini ada apaan sih? " Andhara makin bingung.


" Janji, kamu nggak akan bertindak bo doh? " tanya Julio dengan tampang serius.


" Iya iya e lah. Cepet katakan... Udah kepo banget nih. " desak Andhara.


" Sayang, mereka " tunjuk Julio ke si kembar yang sedang bermain di lantai dengan beralaskan karpet tebal.


" Si kembar, akan segera punya adik. " lanjut Julio . Seketika, suasana menjadi lengang, hanya suara si kembar yang sedang bermain yang terdengar.


" Istri abang ada berapa? " pertanyaan Andhara memecah kesunyian.


" Satu lah. Cuma kamu. " jawab Julio dengan wajah bingung. Andhara manggut-manggut mendengar jawaban suaminya.

__ADS_1


" Abang punya selingkuhan? " tanya Andhara kembali.


Kali ini, Julio mengernyit sekaligus kesal dengan pertanyaan istrinya. " Ck! Kamu ngomong apaan sih? Mana mungkin abang selingkuh. "


Kembali Andhara manggut-manggut. " Jadi, siapa yang hamil adiknya si kembar? " tanyanya.


" Istri abang siapa? " Julio membalikkan pertanyaan.


" Andhara Nurmalia lah. Awas aja ada yang lain! " ketus Andhara.


" Jadi, yang mengandung adik si kembar harusnya siapa? " tanya Julio kembali.


" Ya Dhara lah. Siapa lagi. " jawab Andhara enteng. Dan semua hanya bisa bengong.


Paham nggak sih nih anak satu? geram emak Komsah.


" Andhara, kamu tuh lagi hamil adiknya si kembar. " kesal emak.


" Terus, kenapa emak jadi marah - marah? Yang hamil kan Dhara, bukan emak. Dhara punya suami. Bukannya hamil di luar nikah kan? " jawab Andhara yang semakin membuat semua orang melongo di buatnya. Se-enteng itukah Andhara menerima kehamilan keduanya ini?


Andhara bangun dari duduknya, lalu menarik tangan suaminya.


" Kok abang malah bengong? Ayo kita ke dokter kandungan. " ajaknya.


" Sayang, kamu serius? " tanya Julio masih dengan raut wajah seriusnya.


" Serius lah. Dua rius malahan. " jawab Andhara. " Makanya ayo buruan. Keburu dokter Lulu udahan prakteknya. " lanjutnya.


" Kamu nggak marah? " Julio masih bingung dengan reaksi sang istri.


" Kok marah? Masak mau punya anak lagi Dhara marah? Dhara mah seneng banget bang. " ucapnya sambil tersenyum geli. Ia kembali menarik tangan suaminya keluar dari dalam rumah.


" Alhamdulillah... " ucap ayah, bunda, juga emak ketika Andhara dan Julio sudah keluar dari rumah.


.


.


.


Di dalam mobil.


" Abang, tunggu dulu deh. " pinta Andhara kala Julio hendak menjalankan mobilnya.


Julio menoleh. " Kenapa? "


" Ini beneran, Dhara hamil lagi? " tanya Andhara.


Julio mengangguk perlahan.


" Abang tau darimana? Kan Dhara belum periksa. " tanyanya.


" Kamu lupa, abang ini seorang dokter? "


Lalu tiba-tiba Dhara mengalungkan kedua tangannya di leher sang suami, memeluknya erat selama beberapa saat. Dan Julio hanya bisa menerima pelukan itu dengan sejuta tanya di hatinya.


Setelah puas memeluk sang suami, kini Andhara menghujani wajah Julio dengan kecupannya. " Makasih, abang. Udah bikin Dhara merasakan menjadi ibu untuk anak-anak kita. " ucapnya tulus. Lalu ia melayangkan sebuah ciuman panas di bibir sang suami.


...🌷Tamat🌷...


...Hai hai para pembaca setiaku........


...Sampai sini dulu yah, cerita babang Lio sama Dhara......


...Next, jika ada waktu, Othor kasih bonus chapter deh......


...Othor juga mau ucapin makasih banget buat kalian semua yang udah setia memberikan like, komen, juga subscribe buat karya othor ini...πŸ™πŸ™πŸ™...


...Dan othor juga mau ngajakin kalian semua buat lanjut ke next projek Othor... Alias cerita baru othor......


...Sampai jumpa di " Pak Ustadz'ku "...


Ini dia nih penampakan " Pak Ustadz 'ku "


__ADS_1


Jangan lupa, habis baca Bang Julio sama neng Dhara, cap cus ke ☝️....


Insyaallah habis dari pak ustadz, othor bakalan kasih ceritanya si kembar yang mirip sama emaknya....


__ADS_2