Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Permak body


__ADS_3

Beberapa minggu kemudian …


Ujian sekolah telah usai. Kini siswa – siswi kelas XII mendapatkan kebebasannya. Mereka boleh tetap masuk ke sekolah atapun ingin tetap di rumah juga di perbolehkan.


Momen ini, Julio pergunakan untuk mengajak Andhara pulang ke rumah orang tuanya. Kebetulan Julio mendapatkan cuti dan ia mendapatkan undangan pernikahan dari sahabatnya ketika masih di putih abu – abu.


“ Bundaaaaa …… Dhara is come back …. “ teriak Dhara dari halaman depan sambil merentangkan kedua tangannya. Bu Lestari menyambutnya dengan senyuman plus kedua tangan yang terbuka juga.


Sedangkan Pak Siswo sang ayah mertua hanya geleng – geleng kepala melihat tingkah sang menantu. Ia jadi teringat kembali istrinya ketika masih muda dulu.


Saling berpelukan melepas rindu dan sambil meloncat – loncat kecil kegirangan setelah sekian purnama tidak bertemu. Sampa – sampai sang mertua mungkin melupakan jika usianya sudah tidak muda lagi.


“ Bunda apa kabar ? “ tanya Dhara setelah pelukan terlepas. Dan tidak lupa, kecupan Dhara daratkan di kedua pipi sang bunda mertua.


“ Alhamdulillah, bunda baik. Kamu sendiri gimana ? “ tanya bunda Lestari tak kalah antusias.


“ Alhamdulillah, selalu sehat juga dong. “ jawab Andhara.


“ Gemukan kamu nak ? “ tanya Bunda Lestari sambil memperhatikan tubuh menantunya dari atas sampai bawah.


“ Iyalah bund. Orang tiap malem di pompa terus. Gimana nggak melendung ? “ sungut Andhara sambil melirik ke arah suaminya.


Skak. Kali ini, ia berhasil membuat wajah suaminya memerah di depan orang tuanya.


Bu lestari menoleh ke arah Julio sambil tersenyum menyeringai. Sedangkan Julio hanya mampu menoleh seolah – olah tidak mendengar ucapan frontal istrinya. Dan Pak Siswo sudah menahan tawanya.


“ Emak apa kabar ? “ tanya Bu Lestari mengalihkan perhatian setelah melihat wajah memerah putranya.


Nanti akan ada saatnya ia meledek sang putra habis – habisan. Tapi tidak sekarang. Pikirnya.


“ Insyaallah, emak juga baik – baik aja kok bund. Sekarang emak masih di Jawa Timur. “ sahut Andhara.


Lalu merekapun terus berbincang hingga melupakan kehadiran dua lelaki yang hanya terdiam memperhatikan dan mendengarkan percakapan dua perempuan terkasih mereka.

__ADS_1


“ Sepertinya kita tidak di anggap ini Yo … “ protes pak Siswo sambil menampilkan wajah sedihnya.


Spontan Andhara dan Bu Lestari menghentikan percakapan mereka, lalu memandang Pak Siswo dan Julio bergantian. Tak lama, Andhara menepuk jidatnya sendiri, lalu berjalan menghampiri pak Siswo.


“ Maaf, Yah. Dhara lupa … Hehe … “ ujarnya, lalu menyalami tangan Pak Siswo dan mencium punggung tangannya. Dan Pak Siswo menghadiahinya tepukan lembut di bahunya. “ Ayah sehat kan ? “ tanyanya.


“ Alhamdulillah. Seperti yang kamu lihat, ayah sehat. “ jawab pak Siswo sambil tersenyum.


Setelah Andhara beranjak dari Bu Lestari, Julio segera menghampiri bundanya dan memeluk serta mencium kedua pipinya.


“ Bunda sehat kan ? “ tanya Julio.


“ Alhamdulillah, bunda sehat. Dapet cuti kamu ? “ tanya bunda Lestari.


“ Iya, bund. Dapet cuti tiga hari. Sekalian besok Julio mau mendatangi undangan pernikahan Yogi. “ jelas Julio. Bu Lestari hanya mengangguk – anggukkan kepalanya.


“ Kok malah jadi ngobrolnya di luar. Ayo masuk. “ ajak Pak Siswo.


“ Bunda, kita tukeran pasangan. “ ucapnya sambil cengengesan.


“ Bunda dapet berondong dong. “ sahut Bu Lestari sambil memeluk pinggang putranya.


“ Ayah dapet sugar baby. “ sahut pak Siswo yang di sambut oleh tawa mereka berempat.


.


.


.


“ Bunda …. Ngapain sih kita kesini ? Dhara males ah. “ rengek Andhara sambil menggelayut di lengan bunda Lestari.


“ Kita mau permak body. “ sahut Bu lestari sambil tetap membawa Andhara masuk ke dalam salon dan spa langganan beliau mulai dari semenjak dirinya masih menjadi ibu camat.

__ADS_1


“ Permak jeans kali bund . “ sahut Andhara sambil memonyongkan bibirnya.


“ Kita mau memanjakan diri di sini. Pijat refleksi. Kamu pasti butuh itu, setelah setiap malam suamimu menghajarmu. Sekalian, tadi Julio minta sama bunda, buat nganter kamu dandan buat datang ke acara resepsi temannya nanti malam. Habis dari sini, nanti kita ke butik langganan bunda. Beli gaun buat kamu. “ jelas sang bunda mertua.


“ GAUN ?? Oh no, bundaa …. Dhara nggak bisa pakai gaun … Yang ada entar malah bikin malu. “ rengek Dhara kembali.


“ Kok bikin malu ? Yang ada tuh bikin cantik, neng . “ sahut Bu Lestari sambil tertawa kecil.


“ Kalau pakai gaun, pasti ujung – ujungnya suruh pakai high heels kan ? Dhara mana bisa bundaa ?? “


“ Kamu tenang aja. Tubuh kamu udah tinggi. Nanti kita cari sepatu yang heels nya pendekan. “ sahut Bu Lestari. “ Udah ah, ayo masuk. Keburu ramai. Kalau ramai, harus ngantri. “ ajaknya.


Akhirnya Bu Lestari berhasil membawa masuk Andhara ke dalam. Di dalam mereka langsung di layani oleh beberapa perempuan. Menurut penglihatan Dhara, ibu mertuanya itu pasti salah satu langganan di salon ini.


“ Bund, harus ganti pakai ginian ? “ tanya Andhara saat petugas spa memberikannya sebilah kain untuk mengganti bajunya. “ Nggak bisa pakai baju Dhara ini aja ? “


“ Ya nggak bisa dong sayang. Kan mau pijat. Ya harus di buka bajunya. “ jawab sang bunda mertua yang sudah mengganti bajunya.


“ Malu bund. “ lanjut Dhara.


“ Kenapa mesti malu ? “ tanya bunda sambil mengernyit. “ Yang di sini perempuan semua loh. “


“ Dhara malu sama mbak – mbaknya itu bund. Badan Dhara teh penuh karyanya si abang. “ bisik Andhara mendekati bundanya.


BU Lestari harus menahan tawanya mendengar ucapan menantu kecilnya. “ Nggak pa – pa. Mereka udah biasa liat begituan. Banyak kok perempuan yang spa sama luluran di sini dengan tubuh yang mirip macan tutul. “ jelas Bu lestari membuat Andhara lebih santai.


“ Nanti kamu sekalian di lulur. Biar tubuh kamu makin cling. Bening. “


“ Kayak piringnya emak yang habis di cuci sama Sun_light ya bund. “


“ Iya. Udah, sana, buruan ganti. Nanti Julio kelamaan nunggunya. “ ucap Bu lestari sambil mendorong pundak Andhara supaya Andhara masuk ke dalam kamar ganti. Dan beliau segera naik ke atas ranjang yang sudah di sediakan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2