
Julio turun dari mobil, lalu berputar ke depan dan membukakan pintu untuk sang istri cantiknya. Dhara terlihat ragu – ragu kala melihat uluran tangan suaminya.
“ Bang, Dhara nunggu di sini aja deh. “ Ia masih segan menerima uluran tangan suaminya. Raut wajahnya terlihat sedang memikul beban yang sangat berat. Meskipun mungkin tak seberat beban hidupnya.
Julio mengernyitkan dahinya dalam. Dan ia juga tidak menarik uluran tangannya. “ Kenapa ? Ada yang salah ? “
“ Tiba – tiba aja kepedean Dhara luntur bang. “ lirihnya. “ Dhara takut bikin malu abang di sana entar. “ lanjutnya sambil menunduk dan meremas tangannya.
Julio tersenyum tipis. Baru kali ini istrinya yang ajaib itu bilang nggak PD. Why ? Bukankah dia adalah miss PD ?
“ Kenapa kok tiba – tiba nggak PD ? Apa yang buat kamu nggak PD ? “ tanyanya.
“ Teman – teman abang pasti anak – anak orang kaya yang tajir melintir. Mereka orang kota bang. Rasa percaya diri Dhara teh seperti sirna tertelan bumi. Entar malah Dhara bikin malu di sana. “ ujar Dhara. “ Mereka pasti pada mikirnya, darimana abang habis mungut remahan keju sama coklat ? “
Julio selalu di buat bingung dengan bahasa planet sang istri. Entah dari planet mana sang istri berasal, hingga ia sering kesulitan menerima makna ucapan sang istri. “ Maksudnya remahan keju sama coklat ? “ tanyanya.
“ Iya, kan Dhara berantakan, kayak keju parut tapi yang tinggal remahannya aja. Makin semrawut kan ? Udah gitu, Dhara juga kulitnya kayak remahan coklat. Udah dekil, udik lagi. Ada plusnya lagi sedikit, kadang rasanya juga pedes nampol. Dhara kalau ngomong kan suka kelewatan. Bikin orang panas kayak habis makan sambal cabe sye_tan. Untung aja Dhara anak baik – baik, bukan keturunan sye_tan. Kalau Dhara bilang, Dhara itu udah kayak paket komplit Mc_D. Paket ayam crispy recheese plus minumnya dapet yang milk shake coklat. “ mulut lemes Dhara sudah seperti mercon banting milik tetangga yang nggak ada diamnya.
Bingung kan kalian ? Sama. Othor juga bingung sama ocehan Dhara. Apalagi Julio. Kalian bayangkan saja bagaimana wajah bingung Julio menangkap semua ocehan sang istri yang wow itu.
“ Ya bang, ya ? Dhara nungguin abang di sini aja deh. “ pintanya membujuk dengan mata mengerjab – ngerjab memandap penuh harap ke arah suaminya.
Julio kemudian berjongkok di samping mobil, tepat di samping Dhara yang masih duduk di atas mobil sedan milik ayah mertua. Ia lalu mengambil tangan kiri istrinya dan menggenggamnya seolah memberikan aliran kekuatan di sana.
__ADS_1
“ Sayang, nggak akan ada yang bilang kamu ayam recheese atau remahan apalah itu. “ ujar Julio mulai menenangkan kegusaran dan kegundahan sang istri.
Ia lalu mengecup tangan Dhara yang ia pegang. Kemudian menatap dalam manik mata hitam keabu-abuan sang istri.
“ Kamu cantik. Kamu adalah perempuan paling cantik di mata abang. Dan abang yakin, mata orang lainpun akan berkata sama seperti abang. Bagi abang, nggak ada kata udik ataupun dekil untuk kamu. Cukup satu kata yang selalu tersemat di hati, pikiran, juga mata abang. Kamu, adalah perempuan teristimewa. “
“ Dih, abang malah ngerayu di sini. Nggak pantes tau !! “ Ambyar sudah kata – kata yang di susun Julio. Julio kembali berdiri, lalu sedikit menarik tangan Dhara supaya istrinya itu mau keluar dari dalam mobil.
“ Abaangg … Kok di tarik – tarik sih !! “
“ Makanya, ayo buruan keluar. Keburu acaranya selesai. “ sahut Julio.
“ Dhara di sini ajalah. Abang masuk sendiri. “ kekeh Dhara masih tetap dengan pendiriannya.
Julio menghembuskan nafas kasar. Lalu ia melepas tangan Dhara. “ Ya sudah kalau mau kamu memang gitu. Tapi jangan salahkan abang, kalau di dalam nanti abang di deketin sama perempuan – perempuan di sana. Asal kamu tahu saja, abang punya banyak fans waktu masih putih abu – abu. Apalagi sekarang saat mereka melihat abang udah jadi dokter. Makin ganteng lagi ketimbang waktu dulu. “ Julio sengaja memancing.
Dhara melayangkan tatapan tajamnya, ia lalu meraih tangan Julio. “ Kenapa ? “ tanya Julio manahan tawanya saat melihat raut garang istrinya.
“ Abang mau kemana ? “
“ Mau masuk ke dalam. “ jawab Julio santai.
“ Dhara ikut. “ ketus Dhara. “ Enak aja mau pamer wajah ganteng. Cuma Dhara yang boleh mengagumi wajah ganteng abang. “ dumelnya yang membuat Julio tersenyum geli.
__ADS_1
“ Ya udah, ayo buruan turun. “ Julio mengulurkan lagi tangan kananya ke Dhara. Kali ini, Dhara lekas menyambutnya. Jangan sampai ia melepas tangan itu dan memberikan kesempatan para calon – calon pelakor di dalam sana. Dhara turun dari dalam mobil, dan Julio segera menutup pintu mobilnya.
“ Eh, tunggu bentar deh bang . “ Dhara menghentikan langkah kakinya.
‘ Apalagi nenggg ??? ‘ teriak Julio dalam hati. Mau tak mau, Julio ikut menghentikan langkah kakinya, lalu membalikkan badannya menghadap sang istri dengan sorot mata bertanya ada apa.
“ Kayaknya kacamata Dhara melorot deh bang. Nggak nyaman rasanya. “ Dhara menggerak – gerakkan kedua lengan dan bahunya mencoba menaikkan kacamatanya. Tapi sepertinya tidak berhasil.
“ Kacamata apa ? Kan kamu nggak pakai kacamata. “ Julio mengernyitkan dahinya.
“ Ihhh, pakai lah bang. Kalau nggak pakai kacamata, dada Dhara bisa meluber, tumpah kemana – mana entar. “ ketus Dhara sambil melirik ke arah dadanya.
Kini, julio baru mengerti kacamata yang di maksud Dhara. “ Abang tutupin bentar ya. Dhara mau benerin. “ pinta Dhara sambil melirik ke kanan dan ke kiri.
“ Abang bantuin ? “ tanya Julio dengan senyuman menyeringai. Ia pun sudah mengangkat kedua tangannya hendak menyentuh da_da istrinya.
Plak
Dhara memukul tangan suaminya. “ Sukanya mencuri kesempatan dalam kesempitan. “ omelnya, tapi yang di omeli hanya menampilkan deretan gigi putihnya. Ia pun menurunkan kembali kedua tangannya.
Dhara lalu memasukkan tangannya ke dalam gaunnya dan menarik kacamatanya ke atas. Tapi belum juga beres, ia mendapati tatapan penuh minat sang suami yang melihat gerakan tangannya di dalam gaun dengan kedua sudut bibir yang terangkat.
Sontak Dhara menarik kembali tangannya, lalu menekan pipi suaminya dan mendorongnya supaya sang suami menoleh ke samping. “ Matanya bang … Di jaga … Hati – hati entar bintitan kalau suka lihat yang nggak – nggak. “ sarkasnya.
__ADS_1
Julio meraup wajahnya kasar. “ Nggak – nggak gimana ? Itu juga kan punya abang. “ dumelnya.
Bersambung