Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
Tujuh bulanan part 1


__ADS_3

Upacara tujuh bulanan untuk Wanita hamil, di Sunda di kenal dengan istilah Tingkeban. Dan di Jawa biasa di sebut Mitoni.


Adat upacara ini menurut adat Jawa, di lakukan di saat usia kehamilan mencapai usia tujuh bulan. Acara ini di adakan dengan tujuan agar calon ibu dan calon bayi mendapatkan keselamatan semenjak dalam kandungan hingga tumbuh menjadi dewasa.


Sedangkan upacara adat tingkeban ini bagi masyarakat Sunda di lakukan dengan maksud seorang ibu hamil dan bayi yang di kandungnya selamat.


“ Abang, kenapa acaranya jatohnya kayak acara resepsi nikahan gini ? “ jujur, sejak dulu Andhara tidak menyukai acara seperti ini. Membuang – buang uang saja. Pikirnya. Andhara malah memanyunkan bibirnya.


“ Sayang, bunda sudah mengatakan acara ini akan di buat seperti apa kan ? Anggap saja ini resepsi pernikahan kita yang belum sempat kita adakan. Bukan buat pamer sebenarnya. Seperti yang bunda katakan, pernikahan kita, masih baru segelintir orang yang tahu. Kami hanya ingin para kerabat sama relasi ayah tahu jika kita sudah menikah. Itu aja. “ jelas Julio.


Bibirnya tidak lepas dari senyuman melihat Andhara yang berbalut baju muslimah putih serasi dengan kemeja koko yang di kenakannya. Baju muslimah yang mempunyai renda di bagian bawah berbentuk payung dengan di padu padankan jilbab berwarna senada, berikut make up tipis, membuat aura kecantikan seorang Andhara semakin keluar.


Acara mandi dengan kembang seperti adat upacara tingkeban, sudah di lakukan siang tadi di saat hanya keluarga saja hadir. Tentu saja ini atas kemauan Julio. Ia tidak ingin mempertontonkan aurat sang istri ke orang banyak.


“ Abang kenapa ngelihatin Dhara pakai senyum – senyum kek gitu ? “ tanya Andhara. “ Dhara kelihatan aneh ya pakai pakaian kayak gini ? “ ia menunduk, memperhatikan penampilannya saat ini. “ Nggak pantes ya bang Dhara pakai baju muslimah gini ? “ lanjutnya kini sambil memandang ke arah suaminya.


Julio menarik pinggang Andhara dan mendekatkan tubuh mereka. “ Kamu cantik. Kamu, adalah wanita tercantik dalam hidup abang. Mau pakai apapun, buat abang, kamu selalu cantik. Apalagi dengan mengenakan hijab seperti ini. Makin terlihat bersinar. “ ucapnya. “ Bahkan, tanpa mengenakan apapun, kamu tetap yang paling cantik buat abang. “ lanjutnya sambil terkekeh.


“ Dih, abang. Awalnya udah keren. Eh, belakangnya me_sumnya keluar. “ ketus Dhara.


Tok … Tok …


“ Ra, acaranya udah mau di mulai. Bunda sama emak, nyuruh kamu cepetan keluar. “ teriak Lila dari luar kamar membuat Julio juga Andhara menoleh ke arah pintu.

__ADS_1


“ Iya, bentar. “ jawab Andhara.


Tak terdengar lagi sahutan dari luar. “ Ayo kita keluar. “ ajak Julio.


“ Abang yakin, penampilan Dhara nggak aneh ? “ tanya Andhara meyakinkan kembali.


Julio menangkup kedua pipi Andhara. Lalu mengecup sekilas bibir merah merona milik sang istri. “ Kamu cantik. Percaya sama abang. “ ucapnya, lalu menarik tangan Andhara dan ia letakkan di lengannya. Mereka keluar dari kamar dengan saling bergandengan.


Diluar nampak begitu ramai. Tenda yang di dirikan di teras depan rumah juga nampak penuh oleh para tamu undangan. Andhara makin mengeratkan pegangan tangannya di lengan san suami.


Ia tiba – tiba menjadi tremor kala semua pandangan mata orang – orang yang ada di sana mengarah kepadanya. Bahkan tak sedikit orang yang mengabadikan momen itu di dalam ponselnya.


Julio mendudukkan Andhara di bangku yang sudah di sediakan, lalu ia pun duduk di samping Andhara. Kemudian pak Ustadz segera memulai acara dengan menyampaikan mauidloh hasanah setelah pembawa acara memulai acara sore hari itu dan sebelumnya beliau sudah membacakan beberapa ayat dalam Al-Quran.


“ Silahkan, pak dokter. “ ucap pak Ustadz.


“ Terima kasih pak Ustadz. “ jawab Julio sambil tersenyum ke pak Ustadz dan menerima Al-Quran juga microphone dari pak ustadz.


“ Andhara Nurmalia istriku. Saya belum pernah memberikan kado apapun kepadamu semenjak kita menikah. Sepertinya sekarang adalah saat yang tepat untuk mempersembahkan sesuatu untukmu. “ ucap Julio sambil memiringkan tubuhnya dan menghadap ke sang istri. Andhara masih terdiam.


“ Terima kasih. “ ucap Julio tulus. “ Terima kasih telah berjuang dan berkorban untuk kita. Sehat – sehat terus sayang, dan semoga lancar saat persalinan nanti."


“ Uhhh, pak dokter bikin Lila baper …. Pengen nyium… Boleh ngagk sih ??? Sweet banget kayak donat saljuuuu “ pekik Lila merusak acara romantis yang Julio hadirkan. Tapi untung saja para tamu tidak menimpukinya dengan camilan yang ada di atas meja.

__ADS_1


“ Ck ! Malu – maluin. Tahu gini gue tinggalin aja lo berdua sama patung pancoran. “ ketus Putra.


“ Apaan sih ! “ protes Lila saat ia mendapatkan toyoran di kepalanya.


Alunan surat Ar Rahman terdengar merdu di lantunkan oleh seorang Julio. Andhara tiba – tiba makin tremor. Mendadak hatinya bergetar syahdu mendengar lantunan ayat suci dari mulut sang suami yang terdengar begitu merdu. Bahkan tak sedikit para tamu undangan terharu biru oleh momen tersebut.


“ Sumpah ! Habis ini gue pengen cari suami kayak pak dokter. “ bisik Eka ke Lila. “ Gue jadi pengen mewek tahu nggak. “ lanjutnya masih sambil menatap kedua pasangan romantis hari ini.


Andhara langsung menghambur memeluk tubuh suaminya kala suaminya usai membaca surat Ar Rahman yang kemudian ia lanjutkan membaca surat yusuf juga surat Maryam yang ia lantunkan untuk calon kedua anaknya.


“ Abang, makasih. “ lirihnya di sela – sela sesenggukannya. Ia sampai menyembunyikan wajahnya di pundak sang suami.


Julio tersenyum sambil mengusap lembut punggung Andhara. Momen teruwu yang terjadi di acara tujuh bulanan itu. Sampai – sampai bunda dan emak tak kuasa menahan tangisnya.


“ Sama – sama. “ sambut Julio sambil melepas pelukan sang istri. Ia mendongakkan kepala Andhara, lalu memberikan kecupan tipis di bibir sang istri, lalu di kening.


“ Asin. “ kekeh Julio.


Membuat Andhara merengut dan memukul dada bidangnya. Julio terkekeh sambil mengusap air mata yang membasahi wajah cantik sang istri. “ Jangan menangis. Hari ini, hari bahagia kita. “


“ Abang sweet banget sih. Jadi pengen ngajakin khilaf. “ ucap Andhara frontal.


“ Nanti malam, abang jabanin. Mau berapa kali putaran, abang siap. Jangan sekarang. Kasihan para tamu nungguin. “ canda Julio.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2