
“ Dhara … “ pekiknya kala melihat sang istri berada di bawah guyuran air shower dengan masih berpakaian lengkap. Istrinya itu duduk dengan menelungkupkan kepalanya di kedua lututnya sambil menangis sesenggukan.
“ Masya Allah Dhara ! “ Julio segera berlari menghampiri istrinya. Sebelum ia berjongkok di hadapan Andhara, terlebih dulu Julio mematikan air shower. Ia lalu menangkup tubuh basah Andhara yang basah dan sedang menangis sesenggukan.
“ Jangan pegang – pegang !! “ pekik Andhara sambil mendorong tubuh Julio. Karena tidak ada persiapan, tubuh Julio sedikit terhuyung ke belakang.
“ Kenapa ? “
Bukannya menjawab, Andhara malah kembali terisak. Kali ini, isakan itu terdengar lebih keras dari sebelumnya.
Julio bangkit dari jongkoknya, lalu mengambil jubah mandi dan menelangkupkan ke tubuh istrinya yang basah. Ia tidak mau istrinya semakin kedinginan.
Ia juga tidak peduli dengan tatapan kemarahan yang istrinya layangkan untuk dirinya. Karena jujur saja, ia tidak tahu kenapa istrinya terlihat sangat marah kepadanya.
“ Marahnya di pending dulu. Kita ke kamar. Kamu harus ganti baju. Nanti kamu bisa sakit. “ ucap Julio sambil memegang kedua lengan Andhara dan berniat membantu istrinya itu bangun.
“ Udah Dhara bilang !! Nggak usah pegang – pegang !! “ sarkas Andhara sambil kembali mendorong tubuh Julio dengan sisa – sisa tenaganya.
Julio mengalah. Ia mengangkat kedua tangannya keatas, pertanda kalau ia sudah tidak memegang tubuh istrinya lagi. Ia juga berjalan mundur, memberikan ruang buat sang istri untuk bangun. Tapi tiba – tiba kaki Julio menginjak sesuatu di lantai.
Ia segera menoleh ke bawah. Kedua alisnya tertaut kala melihat beberapa alat tes kehamilan berserakan di lantai. Ia memungutinya satu – satu, lalu melihat ternyata di sana ada garis dua berwarna merah di masing – masing alat kehamilan itu.
“ Dhara, kamu hamil ? “ tanyanya tak percaya. Tapi pandangannya masih terpaku pada alat – alat tes kehamilan itu.
Gubrak
Tiba – tiba terdengar suara di depannya. Julio segera mengangkat wajahnya, dan ia mendapati tubuh sang istri yang sudah terkulai tak sadarkan diri di lantai yang basah itu.
Julio segera meletakkan alat – alat tes kehamilan itu di atas meja wastafel, lalu ia segera mengangkat tubuh sang istri dan di bawa ke dalam kamar. Sampai di dalam kamar, ia merebahkan tubuh sang istri yang basah dan tertutup jubah mandi itu di atas tempat tidur.
Ia lalu bangkit, pergi ke depan pintu dan memanggil bi Sumi, “ Bi … Bibi … “
“ Iya mas ! “ teriak bi sumi dari lantai bawah.
“ Tolong bikinin teh hangat buat Andhara. Bawa ke kamar ya bi. “ pintanya.
“ Iya mas. “
Julio kembali masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya sebelum ia mengambil baju ganti untuk Andhara.
__ADS_1
Dengan perlahan, Julio melepas baju Andhara yang basah dan di gantikan dengan pakaian yang kering.
Tok … Tok … Tok …
“ Masuk bi. “ teriak Julio dari dalam kamar.
Ceklek
“ Astagfirullah !! Neng Dhara kenapa mas ? “ tanya bi Sumi terkejut.
“ Dia pingsan, bi. “ ucap Julio sambil mengoleskan alkohol di sekitar hidung Andhara.
“ Kok bisa mas ? “ bi Sumi terlihat panik. Ia lalu meletakkan teh hangat yang di buatnya untuk Andhara di atas meja.
“ Sakit apa mas, neng Dharanya ? Tadi dia juga muntah – muntah loh mas. Badannya lemes banget. Tadi dia juga sempat minta bibi buat balurin tubuhnya pakai minyak kayu putih. “ oceh bibi.
“ Dia hamil bi. “ jawan Julio tanpa menoleh ke arah bibi. Ia masih terus memandang dengan raut wajah entah apa arti raut wajah itu.
“ Subhanallah. “ pekik Bi sumi sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tangannya. “ Berarti neng Dhara belum tahu kalau dia hamil ? “ tanyanya.
“ Sudah bi. “ jawab Julio. “ Bibi, jangan bilang dulu sama bunda atau ayah soal kehamilan Andhara ya bi. Nanti biar Julio sendiri yang mengatakannya. “ pintanya.
“ Ngghh … “ terdengar lenguhan dari mulut Dhara.
Julio sedikit mengangkat sudut bibirnya. “ Bi, bisa tinggalin kami berdua dulu ? “ pinta Julio.
“ Oh, iya mas. Nanti kalau butuh bibi, panggil saja. “ sahut bi sumi yang di jawabi anggukan oleh Julio.
“ Sayang … “ panggil Julio sambil membelai pipi Dhara lembut.
Ada rasa bahagia di hatinya kala mengingat kehamilan sang istri. Tapi juga ada rasa resah dan galau bersamaan muncul dengan rasa bahagia itu.
“ Sayang … “ Julio mendekat ke arah Andhara, berniat untuk memeluknya. Tapi Andhara segera menepis tangan Julio.
“ Abang jahat sama Dhara ! “ pekik Andhara. Kini dengan susah payah, ia bangkit dari tidurnya.
“ Andhara … “
“ Abang bilang nggak akan kebablasan ! Abang bilang kalau Cuma sekali nggak akan mungkin bikin Dhara hamil !! “ potong Andhara.
__ADS_1
“ Sayang, maafin abang. Abang juga nggak nyangka kalau bakalan langsung jadi. “ lirih Julio.
“ Dhara nggak mau ya bang. Dhara masih pengen menuhin cita – cita Dhara. “ ucap Andhara sambil kembali sesenggukan. “ Dhara belum siap, bang. Dhara takut. “ tambah Andhara.
Julio masih bingung menghadapi hal ini. Ada rasa bahagia dan sedih yang muncul secara bersamaan.
“ Dhara mau gugurin aja. “ lirih Dhara di sela – sela sesenggukannya.
“ Astagfirullahal adzim Andhara, bicara apa kamu ?? “ Julio terkejut dengan apa yang barusan Andhara ucapkan. “ Jaga ucapan kamu. “ tambahnya.
“ Dhara belum mau hamil, bang . “ ucapnya lirih. Ia lalu turun dari atas ranjang. Julio membiarkannya. Ia ingin tahu apa yang akan di lakukan sang istri.
Tak di sangka, setelah Andhara berhasil turun dari atas ranjang, ia malah melompat – lompat sambil memukul – mukul perutnya. Julio segera beranjak berdiri dan menghampiri istrinya. Ia tidak menyangka jika istrinya berbuat seperti itu.
Julio segera menahan tubuh Andhara dalam pelukannya. Ia tidak peduli dengan istrinya yang berontak sambil memukul – mukul tubuhnya. Lebih baik dirinya yang kena pukulan daripada sang istri dan calon bayinya yang kesakitan.
“ Tenang, Andhara … Please !! “ pinta Julio lembut sambil mengusap punggung sang istri.
“ Abang jahat !! “ teriak Andhara sambil terus memukul punggung Julio.
“ Iya, abang jahat. Maafin abang. “ sahut Julio.
“ Abang nggak sayang sama Dhara …. “ ucapnya lagi sambil terus terisak.
“ Abang sayang sama Dhara. Sangat sayang . “ sahut Julio.
“ BOHONG !! Abang nggak sayang Dhara. Abang nikahin Dhara Cuma pengen enak – enakan aja. Abang nikahin Dhara Cuma karena mau punya anak aja. “ pekiknya.
Kali ini Julio lebih memilih tidak menjawab. Percuma ia jawab, kalau hati Andhara masih kalut. Semua ucapannya tidak akan di dengar oleh sang istri. Biarlah ia terdiam dan hanya mendengarkan semua cacian dan umpatan sang istri.
Bersambung
...Hai para fansnya babang Julio nan tampan, maafkeun othor ya... Bukannya othor sengaja buat karakter Dhara yang seenaknya saja dan tdk mau menerima kehamilannya.......
...Wajar jika seorang perempuan yang masih muda, punya cita² besar, merasa syok jika harus di hadapkan akan sesuatu yang membuat cita²nya kandas begitu saja......
...Percaya deh, itu juga cuma sebentar... Tdk akan selamanya seorang Andhara Nurmalia bersikap seperti ini terus.......
Curhatan Andhara 👇👇
__ADS_1
Dhara : Jangan pada benci sama Dhara dong ya... Please...🥺🥺 Dhara juga manusia biasa... Apalagi othor juga ikut nimbrung di sini... Dhara hanya butuh waktu sebentaaaarrr aja....