Si Dekilnya Pak Dokter

Si Dekilnya Pak Dokter
No jeans


__ADS_3

Weekend datang.... Doble up pun datang mengisi waktu weekend kalian semuanyah wahai para reader setia othor yang pastinya udah pada cantek cantek... cakep-cakep... cetar membahana kemana - mana....😀😀


...Happy weekend and happy reading ...


_______________________________________


Hari berganti, dan bulanpun berganti. Tri semester pertama berhasil Andhara lewati dengan baik. Semua rasa amazing masa – masa awal kehamilan, bisa ia lalui dengan baik dan luar biasa menurut Julio.


Kini usia kehamilan Andhara sudah memasuki awal bulan kelima. Tubuhnya sudah lumayan tambun. Ia juga sudah sering merasa malas melakukan apapun.


Paling enak menurut Andhara adalah duduk di kursi kesayangan sang ayah mertua. Kursi empuk yang biasa ia gunakan untuk menselonjorkan kakinya. Dan ia bisa duduk di sana hingga satu jam tanpa harus merasa pegal di pinggangnya.


Meskipun itu adalah kursi kesayangan Pak Siswo, tapi beliau sangat tidak keberatan jika Andhara memakainya. Beliau akan mengalah dan duduk di sofa biasa.


Sehabis mandi pagi ini, Andhara sedang mematutkan dirinya di depan cermin yang lumayan besar yang berada di kamarnya. Ia membolak – balikkan badannya. Miring ke kiri, ke kanan, menghadap depan, memunggungi cermin, sambil mengangkat tinggi kaos suaminya yang ia kenakan.


Memang semenjak usia kandungannya berusia 17 minggu, semua baju – bajunya sudah tidak muat ia pakai. Kehamilan kembar yang ia alami ini, membuat berat badannya naik lumayan pesat meskipun usia kandungannya baru menginjak 5 bulan.


Andhara sekarang lebih suka mengenakan kaos – kaos dan kemeja – kemeja suaminya di padukan dengan celana olahraga sang suami.


Memakai pakaian suaminya lebih baik daripada mengenakan baju – bajunya sendiri yang apabila ia pakai, tubuhnya sudah seperti lepet.


Mengenakan daster, apalagi. Itu salah satu pantangan bagi Andhara. Ia paling tidak suka baju perempuan yang di sebut daster itu. Bagi Dhara, mengenakan daster, sudah seperti para ART yang suka ghibah waktu belanja di tukang sayur di depan rumah saat pagi hari.


Memutar ke kanan ke kiri, hingga matanya julingpun, tetap penampilannya tidak akan berubah. Penampakan di perutnya yang semakin hari semakin maju tak gentar sungguh menghilangkan semua hal berbau sek_sy dalam tubuhnya.


“ Abang … kenapa penampilan Dhara jadi kayak gini ? “ rengeknya ketika melihat Julio keluar dari dalam kamar mandi habis mandi tentunya, dan dengan bertelanjang dada.

__ADS_1


Julio menoleh. “ Kenapa maksudnya ? “


“ Dhara jadi kayak bola sepak. Bulet. Pipi Dhara jadi kayak bakpau. “ ucapnya sambil tetap bercermin dan memegang kedua pipinya yang chubby.


“ Body Dhara udah kayak papan cucian, nggak ada lekukannya. Datar – datar aja. Dari atas sampai bawah, gede semua. “ kini tangannya beralih ke pinggang dan pinggulnya. “ Apalagi nih perut. Makin hari makin maju kayak lagu maju tak gentar . “ imbuhnya.


Julio berjalan mendekat. Ia lalu memeluk tubuh Andhara dari belakang, dan menyandarkan dagunya di bahu sang istri. Ikut melihat tubuh sang istri yang makin bohay menurut Julio di cermin. Julio tersenyum.


“ Namanya juga lagi hamil, sayang. Ya jelas perutnya makin hari makin maju. Apalagi isinya ada dua. Kalau perutnya nggak makin maju, berarti double D nya kita nggak tumbuh dengan baik. “ Julio memberikan jawaban dengan lembut sambil mengusap perut istrinya dengan lembut pula.


“ Nggak ada yang bilang kalau tubuh kamu kayak bola sepak. Semua perempuan yang lagi hamil pasti seperti ini. “ lanjutnya.


“ Tapi abang pasti enek lihat body Dhara. Udah nggak menarik lagi. Udah meluber kemana – mana. Pasti abang lebih suka kalau di RS. Bisa liat yang seksoy seksoy. “ Andhara memajukan bibirnya beberapa senti.


“ Siapa yang bilang abang enek lihat kamu ? Hem ? Abang malah makin selalu di buat kangen sama kamu. Bagi abang, kamu yang sedang bawa doble D kita kayak gini, makin mereka gede, ibunya makin terlihat sek_sy. Dan abang suka itu. “ rayu Julio sambil mengecupi kecil pipi Andhara.


“ Apalagi sama ini. Makin pas di tangan abang. Makin mantap. “ tambahnya dengan tangan yang kini berada di atas, menangkup kedua pegunungan Andhara.


“ Abang ih!! Tangannya di kondisikan ya. “ tepis Andhara. “ Abang jangan memulai sesuatu jika tidak bisa menggarapnya hingga selesai. “ lanjutnya sambil manyun dan hal itu membuat Julio terkekeh.


“ Kali ini, jika kamu siap, abang bisa menuntaskannya sampai selesai. Bahkan jika kamu mau kita doble round, abang pun siap. “ tantang Julio yang ia akhiri dengan sebuah kecupan di bahu Andhara yang terlihat karena kaos Julio yang ia kenakan, kerahnya meluber ke samping.


“ Abang hari ini ambil cuti. Seharian ini, abang akan menemani kamu. “ lanjutnya sambil mengerlingkan sebelah matanya.


“ Terus, maksud abang nemenin Dhara seharian mau itu doang ? Dhara sih lagi nggak minat. “ jawab Andhara.


“ Terus, kamu maunya apa, sayang ? “ tanya Julio makin mengeratkan pelukannya. Andhara hanya mengangkat kedua bahunya.

__ADS_1


“ Mmmm … Gimana kalau kita jalan – jalan ke mall ? Mau beli baju baru nggak ? “ usul Julio.


Melihat sang istri masih diam saja, Julio menambahi, “ Masak mau pakai baju abang kemana – mana. Kalau di rumah aja sih oke. Nggak masalah. Tapi kalau kita mau keluar, masak iya pakainya kolor sama kaos kegedean gini ? Yang ada, entar laki – laki lain pada mupeng liatin kamu. “


“ Mupeng ? Gimana bisa lihat perut tambun, badan udah kayak tanjidor gini bikin mupeng. “ sahut Andhara semakin tidak mengerti.


“ Sayang, apa kamu tahu ? Body perempuan yang lagi hamil itu lebih di minati pria. Dan abang nggak mau istri abang jadi bahan mupengnya orang – orang. “ keluh Julio.


“ Tapi Dhara nggak mau pakai daster abang. Dhara nggak suka. “ rengek Andhara.


“ Sayang, baju hamil itu tidak hanya berbentuk daster. Masih banyak model yang lainnya. “ bujuk Julio.


“ Emang ada gitu bang, celana jeans buat perempuan hamil ? “ tanya Andhara antusias. Ia memang sangat merindukan memakai celana jeans. Karena semenjak kehamilannya menginjak bulan kedua, semua celana jeansnya sudah tidak bisa ia pakai.


“ No jeans, sayang. “ sahut Julio tegas. “ Double D bisa kegencet kalau kamu pakai celana jeans. Lagian, pertumbuhan dedek bisa terhambat kalau pakai bahan jeans. “ lanjutnya.


“ Ck ! “ Andhara berdecak.


“ Abang ganti baju dulu, terus kita berangkat ke mall. Sekalian kita sarapan di luar. “ Julio melepas pelukannya dan berjalan menuju ke wardrobe.


“ Terus, Dhara pakai apa ? Semua baju Dhara kan udah nggak bisa di pakai. “ lirih Dhara sambil menatap kembali tubuhnya.


“ Kita ke bunda. Mungkin saja bunda masih nyimpen bajunya waktu hamil abang dulu. “ sahut Julio sambil memasukkan kaos ke leher.


“ Jadul dong bang. “ protes Andhara.


“ Cuma buat sekali saja sayang. Nanti di mall, di toko khusus ibu hamil, kamu pilih baju yang kamu suka. Daripada pakai kayak gitu . “ jawab Julio.

__ADS_1


Akhirnya Andhara mengangguk menyetujui usul suaminya, dan tanpa menunggu sang suami, Andhara keluar dari kamar untuk menemui sang bunda mertua.


Bersambung


__ADS_2